Anak Kembar

Anak Kembar
Part 12


__ADS_3

*****


"Rel,itu kakak mu ya? ouh tampan banget bikin meleleh.. Haha." Ucap Rina terus menatap Arka.


"Jieh,tumben aja kamu puji cowok. Haha jangan-jangan kamu nasir ya sama kakak nya aurel." Goda Lisa mengedp ngedipkan matanya.


"Ih apaan sih. Kan emang fakta." Ucap nya senyum-senyum membuat Aurel dan Lisa terbahak-bahak.


"Eh Rel, kamu nggak balikan sama Levin lagi?" tanya Rina sambil memakan cemilan.


"Levin?" ucapnya mengerutkan dahinya.


"Oh astaga kau bahkan melupakan Levin juga. Padahal kalian adalah pasangan yang sangat bucin." Ucap Rina


"Awhh..hfftt" jerit Rina meringis sakit. Ia menggigit bibir bawahnya menahan sakit karna mendapat injakan kaki oleh Lisa.


"Kalian kenapa sih? Jelasin ke aku siapa Levin!" Pinta aurel sedikit lantang.


"Ah.. itu..itu cum..."


"Kalian nggak mau jelasin ke aku? kalian mau aku sembuh nggak sih?" Ucap nya dengan tatapan kecewa memandang 2 sahabatnya.


"Ok. Jadi Levin itu mantan kamu. Tapi Rel,sebaiknya kamu nggak usah ingat si brengsek satu itu. Lagian kalian hanya mantan." Jelas Lisa teringat apa yang sudah Levin lakukan ke aurel.


"Uppsss jadi kalian dah putus? kok aku nggak tau sih? ucap Rina cemberut.


"Kamu aja sih yang nggak tau. Lagian sahabat lagi perlu malah asyikan sama cowok playboy itu." Ketus Lisa.


"Hmm lagian dia itu nembak gue cuman gue tolak mentah-mentah." Ketus Rina lalu memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"Hahaha,serius lo Rin? Kenapa Nggak lo terima aja? siapa tau dia bisa berubah." Goda Aurel dan lisa bersamaan mengedipkan mata.


"Ogah. Ih amet-amet." Celotehnya..


…………


Lelaki tampan berumur 18 tahun tiba di negara asalnya yag sangat ia rindukan.


📞: "Halo dek,tolong jemput kakak dong. Sekarang lokasi kakak masih di Air Port.


secepatnya ya. Kakak nggak mau nunggu lama."


Ia langsung memutus sambungannya sepihak membuat orang di seberang sana terus mendengus kesal.


_Huh dasar kakak tukang perintah. Kayak aku asisten nya aja. Main suruh sembarangan_ Gerutu nya.


Pandangan lelaki itu tertuju kepada sosok gadis. Ntah kenapa gadis itu terasa begitu familiar.


"Kak Raihan.." Panggilnya sambil melambaikan tangannya dari kejauhan.


"Sekarang kamu bantuin bawa koper kakak." Perintah Lelaki itu dengan ekspresi datar.


"Kak aku bukan asisten kakak ya. Seenaknya menyuruhku." Ia terus saja mengomel hingga tanpa ia sadar rayhan sudah tidak ada didepannya.


_Aishh kakak ini sangat menyebalkan sekali_ dengannya kesal.


Mobil itu hanya penuh keheningan. Tak ada satupun yang memulai berbicara. Sofea akhirnya terpaksa membuka obrolan. Ia tak tahan seperti ini rasanya ingin keluar dari mobil itu sekarang juga.


"Kak aku mau cerita soal Kayna." Ucap Sofea berhati-hati melirik kakaknya yang tengah mengemudi.

__ADS_1


"Aulia?Emang Aulia kenapa dek?" tanya rayhan. Ntah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak. Seakan-akan ucapan Sofea adalah kabar buruk tentang Aurel.


Namun ia cepat cepat membuang prasangka buruk yang ada dalam pikirannya itu.


_Dasar kakak bucin. Kalo soal Aulia langsung main cerocos nanya. Lirih Sofea dalam hati.


"Emm itu kak. Aulia kata bundanya hi..hilang." Ucap Sofea gemetar. Dia melirik kakaknya sekilas ntah bagaimana reaksi Raihan.


Sofea sebagai temannya sangat bersedih mendengar berita itu. Apa lagi Raihan yang sangat menyukai Aulia.


"Apa!? Nggak nggak mungkin Aulia hilang." Raihan saat itu shock mendengar penuturan adiknya,ia memukul setir dengan tangannya.


Raihan memacu mobil dengan kecepatan diatas rata-rata membuat mobil itu sedikit hilang keseimbangan.


Sofea Panik melihat Kakaknya yang mulai kehilangan kendali membuatnya ketakutan. Sofea benar-benar menyesal seharusnya dia tidak mengatakannya sekarang.


"Ka..Kaakk..Tolong jangan seperti ini. Aku belum pengen mati.. Kak aku mohon berhenti.." Suara Sofea semakin meninggi.


Sofea menelan ludahnya kasar. Ia tak sanggup membayangkan akan terjadi kecelakaan nanti.


"Kak jika kakak benar-benar mencintai Kaina seharusnya kakak jangan seperti ini. Apa kata tidak ingin bertemu Sukaina lagi? Jika Kakak masih ingin bertemu, Kakak harus hidup untuk mencari Kaina."


mata Sofea berkaca-kaca, jantung nya berdegup kencang. Ia begitu takut melihat kegilaan kakak nya yang diluar dugaan.


Raihan hanya diam. Dia mencerna ucapan Sofea yang ada benarnya juga. Akhirnya hatinya luluh.


…………


Tok Tok Tok

__ADS_1


"Princes.." Panggil Sindy mengetuk pintunya dengan pelan. Namun tak ada surat sana sekali. Akhirnya ia membuka nya.


Klek


__ADS_2