Anak Tunggal Kaya Raya

Anak Tunggal Kaya Raya
Eps.10


__ADS_3

Karena memiliki luka yang cukup serius di punggung mengharuskan Jefri mau tidak mau harus pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka nya. Namun ia mengurungkan niatnya. Jefri memilih untuk kembali ke apartemen nya.


Dalam perjalanan kembali ke apartemen Jefri tidak lupa terlebih dahulu menghubungi salah seorang dokter pribadi keluarganya untuk mengobati luka di punggung nya. Sehingga saat ia sudah sampai di lorong rumah apartemen nya di sana sudah ada seseorang pria berusia yang tengah menunggu kedatangan nya di depan pintu kamarnya yang masih tertutup rapat.


Jefri masuk ke dalam rumah apartemen menggunakan kunci bukan password sandi. Hal itu ia lakukan agar tidak ada seorangpun tau privasi nya sekalipun itu orang kenalan keluarga nya.


Dokter ini mulai mengobati luka Jefri yang sudah terduduk di sofa membelakangi dirinya. Di saat itulah Jefri juga membuka obrolan singkat.


"Jangan sampai ayah ku mengetahui ini",


"Tidak akan Tuan muda",balas dokter Iyan."Maaf Tuan muda saya harus menjahit luka ini. Luka sobeknya cukup lebar".


"Hemm".


Punggung yang tengah di jahit tidak membuat raut wajah datar tanpa ekspresi Jefri berganti hingga kegiatan ini selesai. Dan dokter itu pergi meninggalkan rumah apartemen nya. Jefri benar-benar seperti bukan Jefri biasanya. Karena raut wajah datar nya tetap lah sama.


Selesai membersihkan diri dan mencuci sendiri pakai penuh darah tadi. Jefri pun bersiap-siap untuk keluar kembali. Ia harus pergi menjemput Alin sesuai dengan janjinya. Walaupun ia tau hari sudah menjelang malam hari.


Hingga jam 10 malam. Jefri akhir sampai di kediaman keluarga Alin. Ia langsung di sambut oleh mertua laki-lakinya, Hendri yang tengah duduk santai di teras rumah bersama dengan Liam adik Alin sibuk main game online.


"Mau jemput Alin?",


Setelah selesai mencium punggung mertuanya memberi salam,"Iya Yah".


"Sudah makan?",


"Kalau belum buat mie instan Mas",ajak Liam bersemangat.


"Kau tidak boleh terlalu banyak makan mie instan Liam",menatap dingin Liam yang seketika langsung tertunduk.


"Kalau nasi goreng?",tanya Jefri pada Hendri.


"Emang kamu bisa buat?",


"Hehehe.....beli Yah",tertawa renyah.


"Ooo semprul.....sudah sana beli. Beli dua bungkus saja soalnya Alin sama ibunya sudah tidur".


"Ayah tidak mau?",


"Tidak, aku mau istirahat",balas Hendri berlalu meninggalkan Jefri dan Liam hanya berdua di teras rumah.


"Mas beli mie saja",


"Tidak",


"Hemm",


Keduanya berlalu pergi meninggalkan rumah dengan Jefri mengendarai motor dan Liam yang duduk di bonceng belakang. Berkeliling jalanan untuk mencari mang tukang nasi goreng.


"Mas",


"Hemm",


"Sekolah di sekolahan elit itu enak apa tidak?",

__ADS_1


"Kamu mau sekolah di sana?",


"Iya, di suruh ayah",


"Kalau gitu ikutin saja nanti mas bantu",kata Jefri yang masih fokus menyetir motor."Mau ambil mata pelajaran apa?"


"IPA",


"Nanti mas bantu",


++++++++


+++++++++++


Di keesokan harinya. Yang bertempat dengan hari Sabtu di mana semua sekolah libur. Tidak terkecuali sekolah Alin. Akan tetapi tidak dengan Jefri. Karena Jefri sebagai anak kelas tiga yang sebentar lagi melakukan ujian kelulusan kelas. Yang mengharuskan angkat kelas tiga di sekolah Jefri tetap masuk sekolah untuk belajar.


Sehingga di hari Minggu ini Alin hanya sendirian di rumah apartemen Jefri. Saking bosannya Alin berusaha untuk menghubungi beberapa sahabat untuk ketemu di suatu tempat dan jalan-jalan keluar. Tapi ketiga sama-sama sibuk dengan urusan di rumahnya masing-masing. Membuat Alin benar-benar mendapatkan hari libur yang sangat-sangat membosankan.


Namun belum lama setelah mendapatkan penolakan dari lasa sahabat. Tiba-tiba Alin mendapatkan panggilan telepon dari Linda yang mengajaknya keluar.


Tanpa berfikir panjang Alin langsung menyetujuinya. Alin segera bersiap-siap untuk secepatnya berangkat menemui Linda di tempat pertemuan yang sudah Alin katakan.


Singkat cerita. Alin terlah bertemu dengan Linda sahabatnya. Saat itulah tanpa banyak bicara Linda langsung mengajak Alin jalan.


Sampai keduanya berhenti di restoran murah tempat anak-anak muda nongkrong. Di sanalah keduanya duduk untuk singgah.


Selama itu Alin yang memperhatikan Linda banyak diam dan melamun pun berkata,"Mereka ribut lagi?".


"Hemm".



"Masak sih punya sahabat semanis ini lu masih bisa sedih Lin?",goda Alin tersenyum lebar sampai memperlihatkan gigi rapinya.


"Senyum dikit atuh mbak Linda",goda Alin sekali lagi.


"Lu, CK anjing",umpat Linda di susul senyum tipis dan tawa kecilnya.


"Btw Hima sama Lina kira-kira sibuk ngapain iya?",membuka obrolan dengan topik lain.


"Hima mungkin..... bersih-bersih rumah sama di suruh jaga adik kembar nya",


"Lina bantu nenek nya jualan di pasar".


"Hemm....mereka hebat-hebat iya Lin. Lu juga, seneng gue punya sahabat seperti kalian",kata Linda.


"Gue malah heran sama lu...... Bagaimana lu yang dari keluarga Cemara betah sama kami?",


"Ummm.....",meminum jus buah pesanannya."Karena kalian orang hebat makannya gue betah sama kalian",


"Eh bentar",mendapati ponselnya menerima panggilan telepon suara dari seseorang di seberang sana.


*Kamu di mana Al?",


"Di luar sama temen",balas enteng Alin."Aku bosan sendirian di rumah",

__ADS_1


Terdengar hembusan nafas berat di seberang sana.


"Nanti kalau mau pulang aku kasih tau",


*Iya, hati-hati jangan pulang kemalaman",


"Siyap",


Panggilan di akhir Alin sepihak dari seberang sini.


"Cowok kemarin?",


"Bukan",balas Alin menyimpan kembali ponselnya."Lu suka sama yang kemarin, kalau iya nanti gue bicarakan".


"Tidak, siapa juga yang mau sama gue yang kucel gini",


"Kucel-kucel gitu lu itu manis be**go",semprot Alin.


"Hahahah....Al Al",


Next......


Baru juga sampai di rumah. Jefri yang tidak mendapati keberadaan Alin begitu di buat sangat panik. Ia baru bisa bernafas tenang saat panggilan telfon di angkat oleh Alin yang ternyata sedang jalan dengan temannya di luar.


Bermaksud ingin segera mandi dan berganti pakaian. Jefri juga mendapat panggilan telepon lain yang menyuruhnya untuk segera pergi di saat itu juga.


Alhasil masih dengan mengenakan pakaian sekolah Jefri kembali ke luar rumah apartemen nya untuk menemui seseorang yang baru saja menyuruhnya untuk segera menemui nya.


Di hari itu juga Jefri mendapatkan panggilan telepon suara dari ayahnya. Yang menyuruhnya untuk menemui nya di rumah di saat itu juga. Jefri yang biasanya sangat malas bertemu dengan ayahnya. Di hari ini ia begitu sangat cepat menurut karena kejadian kemarin sudah terdengar oleh ayahnya.


Tidak ingin terlibat keributan dengan ayahnya. Jefri secepatnya datang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Hal itu terjadi. Karena keributan kemarin sudah cukup. Ia yang saat ini sudah dewasa memilih untuk menghindari keributan itu lagi. Di kala saat ini hanya sosok seorang ayah saja yang Jefri punya.


"Tidak ayah duga kamu akan menuruti perintah ayah",ucap Han yang sedang duduk di sofa ruang tengah rumah besar ini.


Jefri hanya terdiam ia berlalu duduk di sofa panjang depan Han, ayahnya duduk.


"Orang-orang kemarin anggota geng Wolf yang akan menculik Alin. Jadi saat itu aku yang hanya sendirian mau tidak mau harus membunuh mereka agar tidak lagi mengejar Alin dan sahabat ku"jelas Jefri menjelaskan kronologi kejadian kemarin.


"Alin tidak tau hal itu. Dan aku memohon pada ayah untuk tidak memberitahu Alin. Aku tidak mau Alin ketakutan",


"Sebodoh itukah ayah jika sampai memberitahu Alin....Jika ayah jadi kamu ayah juga tidak akan melakukan nya"kata Han."Ayah bangga pada mu, kamu sudah mengerti arti tanggung jawab. Ayah harap kamu menjaganya dengan baik"


"Bagaimana dengan sekolah mu?".


"Baik".


"Jadi ke universitas yang sama?".


"Iya.....tapi aku juga akan melakukan apa yang ayah mau".


"Ayah tidak akan mendesak mu, jika kamu belum siap belajar memegang perusahaan. Temui ayah saat kamu sudah siap untuk belajar",Han beranjak dari tempat duduk. Berjalan pergi meninggalkan Jefri.


Masih tetap duduk di tempat nya,"Thanks Yah",

__ADS_1


Han hanya terdiam tersenyum tipis sangat tipis sejenak tanpa mengatakan apapun sebelum ia kembali melanjutkan perjalanan nya.


__ADS_2