
Sementara Arya di ICU karena mengalami demam tinggi sampai membuat tekanan darah Arya sangat turun. Sehingga tidak hanya pucat tapi tubuh Arya juga membiru. Tidak tanggung-tanggung Arya sampai langsung mendapatkan donor darah dua kantong dari Jefri dan Arky yang golongan darahnya sama seperti Arya.
Jefri yang sedang menunggu di luar ruangan bersama Arky karena Arya masih belum di perbolehkan di jenguk banyak orang di ruangan khusus ini.
Jefri yang duduk di samping Arky berkata,"Arya sudah sakit sejak di sekolah tadi?",sembaring terfokus melihat lawan bicara nya.
Arky berpaling melihat ke arah Jefri,"Tidak tau Yah, tadi siang Arya baik-baik saja",
Jefri sedikit terkejut dengan penyebutan Arky yang memanggil Arya Abang, tapi di sisi lain Jefri juga khawatir melihat raut wajah pucat Arky."Kamu sakit?",
Arky menggeleng ringan,"Lapar Yah",
Tersenyum,"Yasudah tunggu sebentar ayah pamit ke ibu dulu lalu ayo cari makan",kata Jefri yang sesaat kemudian akhirnya pergi mengajak Arky untuk mencari makan di kantin rumah sakit.
++++++++
+++++++++++++
Tapi di keesokan harinya saat Arya sudah di pindahkan ke kamar rawat inap. Arky justru ikut jatuh sakit di rumah.
Arky yang mengalami masalah perceraian dan kemarin malam dirinya makan terlalu rakus. Membuat perutnya terus terasa mual dan membuat nya terus-menerus mengeluarkan isi perutnya setiap kali makan sesuatu. Karena itulah hari ini tidak hanya Arya tapi Arky juga ikut izin tidak masuk sekolah karena sama-sama sakit.
Karena kedua anaknya sakit bersamaan otomatis Alin begitu sangat di buat kerepotan bolak balik rumah sakit rumah, rumah sakit rumah, membuat Jefri harus ikut turun langsung membantu Alin. Padahal saat itu pekerjaan kantor Jefri benar-benar sedang tidak bisa Jefri tinggalkan. Sehingga karena itu saat Arya dan Arky mulai berangsur-angsur sembuh. Langsung giliran Jefri yang jatuh sakit, tapi walaupun begitu Jefri tetap rutin pergi ke kantor karena kondisi kantornya belum benar-benar bisa beroperasi dengan normal.
Dan kabar itu sampai ke telinga putra sulung nya Tigor. Tanpa berpikir panjang Tigor langsung mengambil kuliah online dan memutuskan untuk kembali pulang ke negara nya. Agar bisa membantu ayahnya yang sedang kerepotan sendirian mengurus perusahaan sebesar itu dalam keadaan yang sedang sakit.
"Busett lihat dua pangeran akhir masuk sekolah lagi",goda Arthur yang melihat kedatangan Arya dan Arky yang memasuki pekarangan sekolah mengunakan motor Vario ke parkiran.
"To***lol anjing",umpat Gema pada Arthur.
Saat melihat Arya dan Arky sudah bergabung,"Kalian sakit apa?",tanya Arthur.
"CK tanya dong tidak jenguk",semprot Arky.
__ADS_1
"Rencana nanti kita mau jenguk tapi kalian sudah masuk sekolah",
"To****lol",menatap datar umpat Arky.
"Di ajak bicara baik-baik malah rusak terus omongan lu",ngegas Arthur yang hampir saja akan memukul Arky.
Sementara Arky malah menggejek-ngejek Arthur yang pada akhirnya berakhir Arky di kejar Arthur."Yeyeyeyey.....".
Werrr.....
Arya, Kai, dan Gema hanya bisa terdiam memperhatikan Arky yang di kejar Arthur."Gue tidak yakin Arky kemarin sakit",kata Gema.
"Sudahlah anjing, cepat susul mereka berdua sebelum adu ba***cok di dalam kelas",ajak Kai pada Arya dan Gema.
Next......
Berkat bantuan putra sulungnya. Jefri akhirnya bisa beristirahat di rumah memulihkan kembali kesehatan nya yang berantakan beberapa hari ini. Sehingga sepanjang hari sepulang dari kantor pagi tadi Jefri hanya tiduran di tempat tidurnya. Itu pun setelah di marahin Alin dulu.
Iya, sifat Jefri tetap tidak akan berubah walaupun dirinya sudah tua apalagi kalau soal anaknya. Jefri sebenarnya kesulitan tidur karena masih kepikiran dengan pekerjaan kantor nya, juga Tigor yang Jefri tinggalkan seorang diri mengurus perusahaan yang sedang bermasalah dengan bekal kemampuan anaknya yang belum seberapa. Tentu Jefri sangat khawatir dan masih terus kepikiran. Hingga akhir membuat Alin ngomel-ngomel yang pada akhirnya marahnya Alin bisa membuat Jefri bisa tertidur pulas.
++++
Menjelang sore Arky yang tidak memiliki kegiatan memilih untuk menganggu ibunya yang sedang memasak di dapur di bantu art rumah.
Duduk menemani ibunya yang sedang memotong bawang,"Ibu tidak pedih matanya?",
"Kamu ngapain di sini Ky?Pergi sana main sama Arya",
"Ettss....ibu Arya mana mau di ajak main, di kan kutu buku", sembaring menyadarkan kepalanya ke pundak Alin.
"Ky ikut gue bentar",ajakan dari suara yang tidak asing Arky dengan membuat langsung terdiam mematung heran.
Alin beranjak dari tempat duduknya,"Ikut sana jangan ganggu ibu",
__ADS_1
"Tunggu!!Lu ngajak gue?",
"Hemm.....",berjalan mendekat Alin untuk berpamitan,"aku mau keluar sebentar Bu ke rumah teman",
"Iya jangan pulang kemalaman ibu sudah masak",
"Iya Bu",balas Arya berjalan kembali melewati Arky yang masih terduduk di tempat nya."Buru keburu kemalaman",ajak Arya kembali.
Walaupun bingung dan syok Arky pada akhirnya tetap ikut dengan Arya pergi keluar rumah.
"Bi ikan nya di goreng kering saja",
"Baik Nyonya....Nak Arya dan Nak Arky akur Nyonya",
"Iya, syukurlah bi",kata Alin yang memasak menu lain.
Di jalan yang ramai dengan lalu lalang kendaraan beroda dua empat. Arya mengemudikan kendaraan dengan kecepatan yang sangat kencang membuat Arky berpegangan sangat erat pada stang bonceng belakang motor.'Anjing!!Apa jangan-jangan Arya mau ngajak gue mati iya, to***lol bawah motornya kenceng poll',batin Arky.
Wwweerrr......
"Tol**ol lama kali dua bocah itu",ucap Gema yang setengah badanya sudah gemetaran ketakutan. Tidak lupa dengan mendorong motor nya yang tiba-tiba saja tidak bisa menyalah. Sembaring fokus terus melihat ke depan jalanan ini yang sangat sunyi sepi dengan penerangan redup."Lagian ini juga 2047 masih ada jalanan segelap ini, sekalipun di hutan minimal tetap kasih penerangan lahh",gumamnya gusar cemas khawatir.
Apa yang sedang Gema lakukan di jalanan yang kiri kanannya hutan ini?Awalnya Gema hanya mau kembali pulang selepas mengantar temannya. Tapi saat perjalanan pulang tiba-tiba di tengah jangan motor nya mogok tepat di tengah hutan jauh dari pemukiman juga jauh dari rumah temannya tadi. Hal hasil dengan rasa yang sangat ketakutan setengah mati Gema mendorong motor seorang diri melewati jalan yang semenjak tadi tidak ada kendaraan apapun yang lewat.
Takk....Takk....,"Aduh",ujar Gema yang merasakan ada batu kerikil yang terlempar ke arahnya. Sedikit-sedikit hingga berangsur-angsur terus menerus. Dengan sisa keberanian nya Gema melirik ke arah datangnya baru kerikil itu datang.
"As.. astaghfirullah!!",ucap Gema berteriak kencang dan buru-buru mendorong motor lebih kencang lagi.
Entah apa yang baru saja Gema lihat yang jelas saat ini Gema sekuat tenaga mendorong motor lebih kencang lagi agar dirinya lekas keluar dari jalanan yang sepi ini. Walaupun dirinya sudah sangat berkeringat dingin ngos-ngosan.
Hingga secercah cahaya tiba-tiba datang dari arah berlawanan menerangi dirinya. Melihat itu dari motor seseorang yang Gema kenal Gema pun menghentikan langkah kakinya mendorong motor. Gema akhir bisa bernafas lega saat motor itu telah berhenti di dekat. Dan motor itu adalah milik Arya dan Arky yang sedang di boncengan.
Akan tetapi saat kaca helm Arya di buka Gema langsung berteriak histeris,"BANG***SAT TO***LOL!!!",tepat di depan Arya dan Arky yang wajah keduanya sangat-sangat hancur berlumuran darah dan belatung.
__ADS_1
Tanpa aba-aba lagi Gema langsung jatuh pingsan tepat di atas motor yang ikut rubuh. Brakk....