Anak Tunggal Kaya Raya

Anak Tunggal Kaya Raya
Eps.29


__ADS_3

"Jadi gini be**go, di malam itu.....",


Motor Gema tiba-tiba tidak bisa di nyalakan di tengah jalan. Alhasil mau tidak mau Gema harus mendorong motornya yang mogok seorang diri di tengah jalan yang sunyi sepi, tiba-tiba saja Gema yang sudah ketakutan ada lemparan bantu kerikil ke arahnya yang semakin di biarkan semakin banyak. Hal itu membuat Gema kesakitan sehingga dengan sisa keberanian yang ada Gema melihat ke arah kerikil itu di lempar.


Di mana ada sesosok perempuan berwajah hancur yang sedang kayang di atas batang pohon. Sembaring menyeringai ke arah Gema.


"As.. astaghfirullah!!",ucap Gema berteriak kencang dan buru-buru mendorong motor lebih kencang lagi.


Gema yang semakin ketakutan pun berlari sekencang-kencangnya sembaring tetap mendorong motornya. Hingga Gema bertemu pengendara motor yang Gema pikir itu adalah Arya dan Arky yang dirinya minta bantuan. Tapi saat sudah dekat dan Arya juga Arky jadi-jadian membuka kaca Helm nya di saat itulah Gema langsung jatuh pingsan tidak sadarkan diri.


Nextt.....


"Ayo berangkat",ajak Alin pada Arky yang semenjak tadi emang sedang menunggu Alin di ruang tamu.


Ada juga Arya yang tidak ikut pergi bersama Arky dan Alin yang akan pergi ke pasar untuk memberi kebutuhan sehari-hari yang akan habis.


Di lain sisi karena pekerjaan kantor nya sudah kembali normal. Jefri mengajak Tigor untuk mencari makan siang di luar. Akan tetapi Jefri membelinya berupa kotak makanan yang rencananya akan Jefri makan bersama-sama dengan sahabat bengkelnya dulu.


Sesampainya di usaha bengkel nya yang sudah Jefri berpindah kepemimpinan nya kepada Dion. Di sana lah Jefri makan bersama, begitu juga dengan Iqbal dan Reza yang masih menjadi karyawan bengkel. Hanya kehadiran Kris saja yang tidak ada.


"Bis mu ada yang narik?",tanya Jefri pada Dion.


"Sudah, jadi aku fokus di bekel",kata Dion."Kris kemarin ke sini, mampir sebentar terus pergi",


"Hemm",


Terfokus melihat Tigor,"Kau tidak mirip ayah mu kan?",tanya Dion.


Tersenyum tipis,"Sayangnya om buah jatuh tidak jauh dari pohonnya",


"Uwahh....usah Iki",ujar Dion geleng-geleng kepala.


Memilah buah-buahan yang segar,"Melon nya harum-harum Ky, coba kamu cium",kata Alin mendekat buah melon yang dirinya pegang pada Arky.


"Beli saja Bu, sekalian sama strawberry nya Bu",


"Iya Ky",


Buah strawberry adalah buah kesukaan Arky, sementara melon adalah kesukaan Tigor dan Arya. Begitu juga ayahnya yang sangat suka sekali buah melon.

__ADS_1


Beberapa menit berkeliling pusat perbelanjaan Alin dan Arky akhirnya beranjak keluar mol. Keduanya turun ke lantai satu mengunakan eskalator. Dengan Arky yang membawa dua kantong belanja dan Alin yang membawa kantong belanjaan berukuran sedang.


Namun raut wajah Arky seperti sedang meras tidak enak, Arky rasa seseorang bertopi hitam di belakang sedang membututi nya. Seseorang pria misterius yang saat ini juga naik eskalator dan berdiri tidak terlalu jauh dari Alin dan Arky terus saja memperhatikan Alin diam-diam. Arky menaruh curiga karena pria misterius ini sudah mengikuti Alin dan dirinya sejak masuk ke pusat perbelanjaan.


Takut terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan bagi ibunya. Arky memilih untuk berdiri tepat di belakang ibunya berdiri.


"Ada apa Ky?",tanya Alin yang menyadari banyak diamnya Arky.


"Maaf iya Bu, kalau aku berdiri di samping ibu takut nya kalau ada orang yang buru-buru tidak bisa lewat",jawaban elegan Arky.


Sementara Jefri yang sedang asyik-asyiknya menikmati makan siang sekali reuni dengan sahabat lama. Jefri tiba-tiba saja mendapatkan pesan ancaman yang dikirim lewat chat WhatsApp.


Mengirim sebuah foto Alin dan Arky yang sedang berdiri di pintu keluar parkiran mobil. Berserta teks yang bertuliskan.


\=> Seharusnya kau tidak membuat kesalahan dengan membiarkan ku hidup, Jefri.


Jefri mencoba menghubungi telfon rumah untuk benar memastikan bahwa di dalam foto itu bukan istri dan anaknya.


Tersambung.


"Ibu ada di rumah?",tanya Jefri.


*Ayah, ibu sedang keluar belanja bersama Arky",balas Arya di seberang sana.


Menyadari ada yang salah dengan ayahnya,"Ayah kenapa?",


Jefri melihat Tigor sekilas sebelum akhir beralih ke Dion,"Aku pinjem motor mu",


"Ada di sana kuncinya",menunjuk kunci motor yang tergantung dinding.


Tanpa banyak basa-basi Jefri langsung beranjak dari tempat duduknya buru-buru mengambil kunci motor Dion.


Dion yang masih memperhatikan,"Mau kemana?",


Jefri tidak menjawab."Ayah kemana?",


"Kamu susul saja ayah ke depan pusat perbelanjaan biasa. Ayah duluan ke sana",kata Jefri buru-buru menaiki motor tancap gas meninggalkan pekarangan bekel ini masih dengan perasaan gusar.


"Ada apa dengan ayah mu?",Dion yang ikut bertanya-tanya untuk pertama kali melihat Jefri yang begitu sangat panik.

__ADS_1


Sementara Tigor fokus memainkan layar ponsel untuk menghubungi seseorang di seberang sana. Tigor menghubungi nomer rumah.


"Hallo",


*Ada apa bang?",


"Ayah tadi telfon kamu?",


*Iya bang",


"Ayah kenapa?",


*Ayah hanya tanya Ibu dan Arky yang sedang tidak ada di rumah",


"Kamu tetap di rumah saja jangan kemana-mana",


Tuttuuttt.... panggilan telfon suara di akhir sepihak oleh Tigor dari seberang sini.


Jefri mengemudikan kecepatan motor dengan ugal-ugalan di jalanan yang sangat ramai akan kendaraan. Entah apa yang mengganggunya?Dan ancaman dari siapa itu?Kenapa sangat membuat Jefri panik?


Selesai menaruh barang bawaan ke dalam mobil. Alin mengajak Arky yang sebenarnya sangat ingin sekali segera pulang, tapi Alin mengajaknya untuk berkeliling terlebih dahulu. Alhasil Arky harus menuruti kemauan ibunya. Karena tidak mungkin untuk nya meninggalkan ibunya berkeliling seorang diri. Apalagi saat di pinggir jalan ini pun pria misterius itu masih terus mengikuti Alin dan Arky.


Settt.....brakkk......brugkk.......sebuah motor dengan kecepatan tinggi menerobos lampu merah sampai menabrak mobil yang melintang sehingga sang pengemudi motor sampai terlempar jauh dari motor nya yang ringsek.


Walaupun sedang terluka sangat parah. Seorang pria yang mengendarai motor ini buru-buru bangkit dengan tertatih-tatih melepaskan helm yang kaca sudah pecah. Sebelum akhir ia berlari dengan sisa tenaganya tanpa memperdulikan darah yang mengucur dari darah tubuh nya yang terluka.


"Ibu",ucap Arky yang tubuhnya terdorong menjauh tanpa dirinya sadari. Tepat saat Arky sudah berbalik badan melihat ke arah ibunya. Yang dalam sekejap mata di hantam truk yang membuat Alin langsung hilang dari perhatian Arky.


Arky yang menyaksikan itu langsung mematung di tempatnya jatuh terduduk. Sementara semua orang mulai berlari. Di saat itulah Arky baru bisa beranjak dari tempat duduknya dan buru-buru menerobos kerumunan untuk bisa melihat keadaan ibunya.


Tanpa Arky sadari saat Alin di hantam truk yang melaju tidak terkendali. Ada Jefri di sana, Jefri yang tidak bisa melakukan gerakan apapun selain diam berjalan melemah mendekati kerumunan. Yang langsung memberikannya jalan di kala orang-orang melihat keadaan Jefri yang juga berlumuran darah.


Saat sudah di tengah-tengah kerumunan itulah Jefri dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri istrinya yang sudah tidak sadarkan diri berlumuran darah, dan Arky yang menangis sesenggukan tepat di samping Alin tergeletak.


Melihat peristiwa yang tidak seharusnya terjadi Jefri yang sudah kehilangan banyak darah mulai merasakan kehilangan kesadaran. Tubuhnya mulai tumbang membuat Arky semakin panik ketakutan. Arky mendekati Jefri berusaha menyadarkan Jefri kembali. Walaupun Arky tau itu mustahil.


Arky tidak tau apa yang telah terjadi dengan ayahnya, tapi melihat kedua orangtuanya sama-sama tidak sadarkan diri di depan matanya membuat Arky sangat-sangat ketakutan.


Menangis sesenggukan,"Hiks...ayah...hikss....ayah........bangun...ayah bangun....ibu ayah ibu....bangun ayah...hikss....hikss....", setengah dari kesadaran Jefri masih bisa mendengar suara tangisan itu.

__ADS_1


Namun kilas tentang truk yang melaju tidak terkendali yang di lihat oleh Alin. Dapat Jefri rasa, truk yang tiba-tiba berjalan ke arah trotoar tempat Alin dan anaknya berdiri. Alin yang pertama kali menyadari keanehan dengan laju truk itu langsung menarik dan mendorong putra nya untuk naik lebih jauh ke atas trotoar.


Truk yang tetap melaju kencang pada akhirnya menghantam Alin yang belum sempat menghindar. Brakk.....


__ADS_2