
Brakkk.... Kelopak mata yang langsung terbuka lepar. Tubuh yang terguling terjatuh dari atas tempat duduk tralis besi panjang.
Dion yang melihat Jefri terjatuh seketika perhatian nya langsung teralihkan melihat ke arah Jefri."Makanya kalau capek pulang saja tol**ol!!",bernada sewot Dion.
"Lebih baik lu pulang saja Jef, tinggal dikit juga yang di perbaiki. Sebelum malam pasti sudah kelar",timpal Kris yang baru keluar dari kolom mobil.
Jefri yang masih syok dengan mimpi nya hanya bisa duduk termenung. Di posisi yang sama dirinya terjatuh.
Iqbal dan Reza yang ikut melihat ke arah Jefri."Bang Jefri kenapa?",tanya Reza.
Kris beranjak mendekati Jefri lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Jefri kembali berdiri dan kembali duduk di atas kursi.
Sesaat kemudian Dion juga datang menyodorkan minuman mineral pada Jefri. Yang langsung Jefri terima dan minum.
Melihat dari cara minum yang rakus,"Lu mimpi buruk apa?",tanya Dion.
Jefri sebenarnya masih sangat-sangat syok apalagi bayang-bayang tentang Alin yang penuh luka bersimbah darah masih sangat bagus dalam ingatan nya. Namun pada akhirnya,"Mungkin gue capek, gue akan pulang saja. Sorry tidak bisa bantu kalian lembur",
"Santai saja, biar gue antar lu pulang",kata Kris merasa kalau Jefri masih belum sepenuhnya baik-baik saja. Walaupun Kris masih belum mengetahui apa yang membuat Jefri sampai syok ini.
Pada akhirnya Kris yang mengantar Jefri untuk pulang. Sementara mobil Kris tetap di tinggal di bekel.
Walaupun menyimpan banyak pertanyaan dan khawatir pada sahabat dekatnya itu. Dion tetap profesional untuk kembali melanjutkan kerja nya yang juga di bantu oleh Iqbal dan Reza.
Next.....
Saat baru memasuki rumah ayah nya. Jefri tiba-tiba di buat sangat terkejut saat Alin berlari datang memeluk erat pinggang nya.
"Lama sekali pulangnya",ucap Alin yang mendongak melihat Jefri yang tidak merespon pelukan nya.
Alin melepaskan pelukannya nya,"Jef kenapa?Hemm kau ini kenapa Jefri?",yang sama sekali tidak mendapatkan respon apapun dari Jefri yang masih tetap terdiam melihat ke arah Alin.
"Jefri jangan lihat aku seperti itu. Kau ini kenapa??",meninggikan nada bicara akhir kalimat nya.
Sementara Jefri justru menurunkan pandangan bersamaan dengan berlinang nya air mata Jefri.
Alin yang khawatir berjalan mendekat membungkuk sembaring sedikit mendongak untuk melihat raut wajah Jefri."Uwah kau bisa nangis Jefri",ucap Alin tanpa dosa.
Hal itu membuat Jefri lang menghapus air matanya di susul langsung memeluk erat Alin.
Alin yang wajah tertutup dada Jefri sampai tidak bisa bernafas,"Uhhuhh....jef.jef.jefffff....",
Melepaskan pelukannya nya,"Hehehehe.....",
__ADS_1
"Apaan sih!!Jangan mentang-mentang aku sudah menerima pernikahan kita kau dengan seenaknya menganiaya aku iya",omel Alin sembaring menyilangkan tangannya di atas dada.
"Sorry nyoya Alin. Jadi sebagai permintaan maaf saya anda bisa memerintahkan saya",
"Serius Jef??",tanya Alin begitu sangat bersemangat. Yang mendapatkan balasan anggukan kepala dari Jefri.
Sampai akhir sesaat kemudian. Alin yang sudah tidur tengkurap di atas tempat tidur bersama Jefri yang sedang duduk memijat kaki Alin.
"Uwahh.....agak kenceng dikit Jef ....uwahh ....",ucap Alin yang sangat menikmati pijatan tangan Jefri.
Jefri yang memijat dengan raut wajah agak kesal,"Jujur mau menarik kata-kata ku lagi",
"Nasi sudah jadi bubur, dah cepat pijat enak banget pijatan mu",
"CK".
"Jef punggung ku sekalian Jef, pliss encok banget Jef",minta Alin yang semakin melonjak-lunjak.
Jefri sempat terdiam sejenak teringat dengan mimpi yang terasa nyata tadi. Dan jika semakin Jefri pikirkan seperti dirinya harus benar-benar membereskan kekacauan yang telah dirinya perbuatan agar Alin tidak sampai menjadi korban kesalahan nya.
Membalikkan badannya,"Jef ayo",kata Alin yang malah mendapat balasan senyuman jahat dari Jefri.
Alin yang panik buru-buru menghindari tapi Jefri langsung menggenggam pinggang kecil Alin erat. Membuat Alin tidak bisa kemana-mana lagi.
"Seenaknya saja nyuruh-nyuruh aku",
"Lohhh kan kamu yang minta",
"Kamu harus membayarnya",
"Jeff....stop",kata Alin sembaring menangkap muka Jefri dengan telapak tangan kecilnya."Besok aku ada praktek olahraga Jefri".
"Aku juga besok ada, makanya harus ada pemanasan",
"Yaaaa....beda be**go...Dah lepas....", mengatur posisi tidur membelakangi Jefri."Buru tidur besok bangun pagi",
"Ya Al, Al, bentar aja Al".
"Cab**ul sama anak sekolah ada hukuman penjaranya",masih di posisi yang sama.
"Aku tidak akan di penjara kamu kan sudah jadi istri ku",
"Tapi kau melakukan pemaksaan, kau apa itu namanya, hemm apa iya....",
__ADS_1
"KDRT",
"Iya itu",
Memilih untuk rebahan tidur dari pada melanjutkan perdebatan.
++++++++
++++++++++++
Mimpi yang begitu sangat nyata membuat Jefri sampai di bawa ke alama bawa mimpi buruk itu kembali. Di mana dengan mata kepalanya sendiri Jefri kembali melihat bagaimana tubuh Alin di tabrak truk hingga terlempar dan jatuh ke aspal dengan banyak luka di tubuhnya.
Ssett...Brakk....,"Ahah...ahahh....", hembusan nafas berat Jefri yang terbangun terduduk di atas tempat tidur dengan keadaan tubuh yang sudah berkeringat dingin ngos-ngosan syok seakan-akan apa yang baru saja dirinya lihat adalah kenyataan.
Lantas Jefri buru-buru mencari kebenaran Alin, ia segera beranjak turun dari atas tempat tidur. Yang saat Jefri hendak membuka pintu Alin keluar dari kamar mandi dengan pakaian seragam sekolah yang sudah rapi. Di saat itulah Jefri yang awalnya akan membuka pintu malah mengunci pintu dari dalam.
"Segera mandi Jef aku sudah terlambat",kata Alin mengemasi beberapa buku ke dalam tasnya.
Sampai tidak menyadari Jefri yang sudah berdiri tepat di belakang nya,"Emang harus wajib sekarang praktek olahraga di kelas kamu?",
Masih dengan fokus memeriksa buku-buku yang harus di bawah,"Tidak juga, hari ini aku hanya ada kegiatan bersih-bersih makannya aku harus datang lebih awal",
"Tidak perlu datang sekolah saja",
Berbalik badan namun langsung melonjak mundur membuat tubuh Alin hampir terjatuh jika saja Jefri tidak segera menangkap nya. Alin terkejut saat mendapati Jefri sudah berdiri di belakang nya semenjak tadi.
Masih merangkul pinggang Alin."Tidak perlu masuk sekolah Al",
Melepaskan dirinya,"Tidak, tidak, ngapain tidak masuk sekolah. Aku mau tetap sekolah",
Menatap dingin,"Tapi aku tidak izinkan",
Mengeluarkan ponselnya yang sebelumnya menghubungi seseorang Jefri sudah lebih dulu mengambil nya dan melepas nya ke atas sova. Alin yang hendak mengambil nya justru di cegah oleh Jefri yang langsung menggendong tubuh Alin.
"Apa ini masih pagi???",
"Jangan macam-macam Jefri!!!",
Jefri meletakan Alin di atas tempat tidur. Namun Alin yang terus saja memberontak membuat Jefri pada akhirnya harus melilit tubuh Alin dengan selimut sampai seperti ulet kepompong tidak bisa bergerak lagi.
"Diam",minta Jefri membuat Alin langsung membisu memayungkan bibirnya.
"To**lol!!Aku aduin ke ayah nanti",
__ADS_1
".......".