
Alin sayup-sayup membuka kelopak matanya dan mendapati Jefri sudah terbangun dengan kepala bersandarkan tangannya menatap memperhatikan Alin yang baru bangun tidur.
Dengan raut wajahnya yang datar,"Jangan lihat aku begitu",
Jefri hanya terdiam tersenyum tipis melihat Alin.
"Jef...".
"Hemm?",
"Sudah jam berapa sekarang?",
"7-8 mungkin",
Beranjak bangun dari tempatnya tidur. Alin bergegas beranjak turun dari atas tempat tidurnya dengan menarik selimut yang menutupi tubuhnya membuat Jefri panik sendirian.
Berjalan sedikit tertatih-tatih Alin pergi membuka laci belajarnya dan mengambil mengambil air putih di atas meja untuk meminum suatu obat.
Jefri yang sudah duduk dengan batal yang menutupi bagian bawah nya,"Minum apa Al?",
Alin berjalan berlahan kembali duduk di atas tempat tidur."Pil KB, katanya bisa buat mencegah kehamilan",
"Bukan kah pil itu berbahaya untuk kesehatan",
"Tidak, jika tidak mengkonsumsi berlebihan dan masih sewajarnya",kata Alin."Lagian menurut yang aku baca pil kb juga bermanfaat buat nambah stamina, menjaga imun tubuh, jugaa....mengurangi jerawatan".
"Tapi tetap saja tidak baik",
"Itu semua tergantung diri kamu",kata Alin terfokus melihat Jefri.
"Hemm, aku tidak akan melakukannya lagi",
"Lihat saja nanti",
"Ihh tidak percaya",
"Tidak",
"....."
Melotot kan mata melihat Jefri,"Astaga!!Sekolah ku Jefri",
"Sudah aku izinkan ke Linda",
"Ummm",hendak berangkat turun lagi dari tempat tidur.
"Mau kemana?".
"Mandilah",
"Ikutt",
"Pala mu bilang ikut, tidak!!Yang jadi tidak mandi kita",
"Hehehehhhhhhahahhh.......iya sudah sana cepat",kata Jefri masih dengan sedikit tertawa dengan ucapan Alin di tambah lagi dengan teringat kegiatan semalam.
Terlihat jelas jika Alin sedang kesakitan, tapi dirinya memilih untuk terlihat biasa saja. Jefri tau itu makannya saat Alin beranjak turun dari atas tempat tidur dan berjalan ke dalam kamar mandi itulah. Jefri tertawa terbahak-bahak bukan hanya ucapan Alin tapi karena puas dengan yang telah ia lakukan semalam.
Namun sesaat kemudian. Saat sedang santai di ruang tamu."Kamu hadap ke sana Al, biar aku pijat",
"Serius Jef?",
__ADS_1
"Hemm",
Alin bersemangat mengubah posisi duduknya membelakangi Jefri. Mempersilahkan Jefri yang mau memijat pinggangnya yang agar sakit.
Di sini kembali dapat di lihat. Sebagimana pun Jefri bersikap, ia tetap tidak bisa tenang jika melihat Alin kesakitan tidak nyaman.
Next.....
Jam 10 siang Jefri berpamitan dengan Alin untuk pergi kuliah sekaligus kerja yang kemungkinan besar akan membuat nya pulang larut malam seperti biasanya.
Alin yang sudah terbiasa sendirian di rumah apartemen ini. Memutuskan untuk duduk santai menyalahkan televisi dan bermain hp menganggu ketiga sahabat nya yang mungkin saat ini tengah sibuk dan stres dengan pelajaran sekolah.
Grup WhatsApp empat sekawan.
^^^Anda^^^
^^^\=>Hallo🤗Alin in the still home^^^
Hima
\=>CK!Bangkek Luuuuuu
Linda
\=>Banyak alasan lu, Anjing. Hari ini ada bahasa inggris bang***sat. Kenapa lu tidak masuk sekolah to***lol?
Lina
\=>Harap bersabar saudara saudara.
^^^Anda^^^
Linda
\=>Bang***sat, Anjing, To**lol, Dahlah".
Hima
\=>Lin lu lebih toxic dari gue👏
Linda
\=>Matalu
^^^Anda^^^
^^^\=>Udah Lin abang Vio sudah terlalu sabar.^^^
Linda
\=>Hemm
Lina
\=>Udah bro guru MTK datang
Di lain sisi. Selesai kuliah Jefri bermaksud akan langsung pergi ke bekel. Tapi seseorang menghalangi jalan Jefri. Kurang lebih berusaha untuk menggoda nya.
"Hey!",perempuan cantik feminim ini sudah berdiri tegak di depan Jefri."Makan malam bersama Jef",ajaknya.
"Gue sibuk",balas dingin Jefri yang memilih berlalu pergi meninggalkan wanita ini. Sekalipun barang itu bagus.
__ADS_1
"Sial",
Singkat cerita Jefri sampai di usaha bekel nya. Di sana setelah menaruh tas kuliah nya di ruang pribadi nya. Jefri langsung turun tangan sendiri membantu dua anak buah dan dua temannya memperbaiki beberapa mobil atau motor yang rusak atau sekedar di service.
Iya, Kris dan Dion masih bekerja di tempat Jefri. Keduanya masih rutin bekerja bersama Jefri yang terbilang sangat membantu mereka berdua yang berasal dari keluarga menengah. Tidak terkecuali Kris.
Di saat jam istirahat atau pekerjaan yang sudah tidak sebanyak tadi. Kris dan Jefri tengah duduk santai sejenak di kursi panjang bersama berhadap-hadapan. Jangan lupakan dengan secangkir kopi yang wajib ada.
"Masih ngorok?",
"Wajib Jef",
"CK masih bocil jangan terlalu sering to***lol",
"Tergantung sih",
"Widih gabung dong bro",Dion yang baru ikut bergabung duduk di susul dengan dua pegawai baru. Iqbal dan Reza.
Mereka nimbrung dang saling bertukar cerita terutama dengan dua laki-laki ini yang seperti tidak butuh waktu lama untuk akrab dengan tiga senior nya.
++++++
Hujan rintik-rintik turun membasahi tanah daerah ini. Namun tidak membuat wanita cantik feminim yang tengah duduk sendirian di meja bar ini tak gentar untuk segera pulang.
Toh musik di dalam ruangan ini lebih mendominasi dari pada suara gerimis di luar. Apalagi dengan suhu dingin di luar, tentu tidak membuat nya gusar sama sekali.
Wanita ini menikmati segelas minuman yang sudah di pesannya. Sampai seorang laki-laki mendekat mengganggu ketenangan nya.
Stella nama wanita ini berpaling dengan raut wajah datar melihat ke arah laki-laki ini,"Tenang nona aku tidak bermaksud buruk sama sekali",kata laki-laki ini yang terlihat masih sangat muda tapi dia bisa masuk ke tempat hiburan ini. Stella tau tapi tidak mau ikut campur ataupun ambil pusing.
"Jadi bagaimana hubungan nona dengan Jefri? Apakah nona sudah berhasil mendapatkan nya?",
"Siapa lu?",
"Mantan pacar, pacar laki-laki sedang nona sukai",
"Jefri sudah punya pacar?",Stella yang tertarik dengan obrolan pun mengalihkan posisi duduknya menghadap laki-laki ini
"Iya.....jika nona butuh bantuan bisa hubungi aku", laki-laki ini menaruh keras berisikan nomer telepon nya sebelum berlalu pergi meninggalkan Stella.
Next.....
Di malam yang sama. Jam 10 malam Jefri baru tiba di kediaman rumah apartemen nya. Menyadari ada sesuatu yang aneh sepanjang perjalanan pulang. Di mana ada satu laki-laki yang terus saja membututi Jefri hingga masuk ke dalam gedung apartemen. Syukurlah Jefri yang cerdik bisa mengalihkan perhatian seseorang yang membututi nya, membuat laki-laki misterius yang membututi nya kehilangan jejak dirinya.
Tibanya di dalam rumah apartemen nya. Jefri langsung berjalan menghampiri Alin yang sedang fokus belajar.
"Mulai besok kita tinggal di rumah ayah ku dulu",kata Jefri.
Menatap Jefri heran,"Ada apa Jef?Di sini saja, aku sudah terlanjur nyaman".
"Sudah Al cepat berkemas besok pagi-pagi sekali aku tinggal bawa barang mu. Kamu kemas yang penting-penting saja, kita hanya sementara di sana",
"Hemm baiklah, kamu mandi saja aku sudah siapkan makanan tadi",
"Al",
"Iya apa?",
"Kemas sekarang Al",
Beranjak dari tempat duduk nya,"Okey-okey nih aku kemas",Alin yang akhirnya memilih meninggalkan belajarnya untuk menuruti perintah Jefri.
__ADS_1