
Sembaring melambai-lambai tangannya,"Woyy gue di sini",kata seseorang remaja laki-laki bernada tinggi memanggil kawannya di seberang jalan.
"Contoh anak Dajjal iya seperti itu",ucap Arky saudara kembar Arya yang saat ini tengah berdiri di samping nya.
Arya dan Arky akhirnya menyeberangi jalan untuk menemui kawan gila nya yang menunggu di seberang jalan. Setelah bertemu seperti biasa Arthur merangkul bahu Arky. Iya hanya Arky, karena mustahil untuk Arthur merangkul Arya kakak Arky.
Mereka bertiga pergi ke sekolah di mana mereka akan menutut ilmu dengan berjalan kaki seperti biasa. Di gerbang Arya, Arky, dan Arthur di sambut oleh kedatangan Gema yang baru sampai menaiki bus angkutan umum milik bapaknya sendiri.
Hal itu membuat Arky, Arthur, dan Gema semakin riuh dari Arya yang tetap terlihat tenang. Dan jika di perhatikan, seperti Arya lebih waras dari pada mereka bertiga. Sekalipun Arky adalah saudara kembarnya, tapi dia sama gilanya dengan Gema dan Arthur.
"Woyy Ajimmm",datang lagi satu biang resek Kai yang baru saja keluar dari area kantin sekolah.
"Masih pagi sudah nganti lu!!",semprot Arky.
"Bisa sarapan di warung mama Siti",Kai sembaring mengelus perut ratanya.
++++++++
+++++
Abdi Arya Agatha, dan Abdi Arky Kurniawan
Dua saudara kembar dari keluar Abdi. Anak dari Tuan Jefri dan Nyonya Alin. Adik dari Tigor, putra sulung keluar Abdi.
Sudah 25 tahun Jefri dan Alin membina rumah tangga yang kini sudah di karunia tiga orang putra. Jefri yang terlahir sebagai anak tunggal sempat di buat bingung apa yang harus dirinya lakukan kepada anak-anak. Tapi seiring berjalannya waktu Jefri dapat mengatasi itu semua, lambat lau ia bisa menjalankan perannya sebagai ayah sebaik mungkin untuk anak-anak. Walaupun terkadang ada saja cobaan ektrim dari anak laki-laki.
Next.....
"ARYA, ARYA!!",teriak-teriak Arky mengejar Arya."Gue pinjem buku MTK nya",
"Tidak, siapa suruh lu main game tidak kenal waktu",sewot Arya.
"Gue janji tidak mengulangi lagi, pliss tolong gue",
"Males",Arya masih dengan raut wajah datarnya berlalu begitu saja meninggalkan Arky.
"Pelit lu, nyesel gue jadi saudara lu",
"Gue juga nyesel punya adik kembaran be**go seperti lu",
__ADS_1
Arky berlari menuruni tangga untuk bersiap menendang punggung Arya, tapi Arya berhasil menghindar. Yang pada akhirnya berakhir ribut di bawa anak tangga rumah. Hingga seragam sekolah yang sudah rapi-rapi mereka berdua kenakan menjadi berantakan.
Memisahkan dengan menjinjing kerah belakang pakaian keduanya,"Masih pagi",kata Tigor bernada tinggi bersuara serak berat.
Tigor melepaskan genggaman tangannya. Dan berlalu pergi tanpa mengatakan sepatah katapun lagi kepada kedua adiknya yang sudah terdiam walaupun masih dorong kanan dorong kiri.
Next......
Selesai sarapan pagi. Tigor yang sudah kesiangan buru-buru berangkat duluan meninggalkan meja makan untuk berangkat mengurus surat perpindahan kuliahnya. Sementara dua bocah kembar kematian ini masih santai memakan sarapannya yang tidak kunjung habis.
"Segera habiskan makanan kalian",suruh Jefri bernada tegas pada kedua anaknya.
"Sudah siang, jangan buat ayah kalian marah lagi",tutur Alin pada Arya dan Arky.
Sehingga sedetik kemudian Arya dan Arky yang sudah selesai makan bergegas mengikuti ayahnya yang akan mengantar keduanya berangkat ke sekolah. Iya walaupun pada akhirnya Arya dan Arky tidak di turunkan tepat di depan sekolah karena arah alasan tertentu.
"Rya",seru Arky bernada rendah."Lu jadi kuliah di Australia?",
"Hemm",
Tidak mengatakan sepatah katapun lagi Arky memilih untuk terdiam hingga sampai di kelas. Di kelas Arky yang di pertemukan dengan ketiga sahabat laknat nya seketika membuat seisi kelas yang damai menjadi ricuh.
"Berisik anjing, cewek mana lagi yang mau jadi target lu!?",semprot Arky.
Menghentikan aktivitas nya,"Beda sekolah lah, masak satu sekolah mana pantekkk!!",
"CK",umpat Kai.
"Anak anjing iya gini",semprot Arthur.
"Masih muda CK",balas Gema.
"Hey masih muda-muda masih muda, kalau lu sudah sakit seperti teman bokap gue tau rasa lu",semprot Arky memperingati.
"Nanti juga ada obatnya",
Geram dengan nada bicara Gema. Arky langsung menarik kerah pakaian Gema ke atas,"LU DI BILANG JAWAB MULUK ANJING!!",
Melerai,"Udah, udah Ky lu kan tau Gema gimana masih aja emosi",kata Arthur.
__ADS_1
Terfokus melihat manik mata Gema geram penuh amarah,"TUTUP MULUT MU BANG**SAT!!",
"Eh!",
"Lu jangan santai saja",kata Arthur menegur Arya yang sama sekali tidak perduli. Jangankan ikut mendengarkan, melihat pun tidak Arya lakukan. Arya lebih memilih fokus memperhatikan keluar jendela samping tempat duduknya.
"Arya lu!!Anjing Bett dehhh adik lu tuh pisahin habis tuh Gema",omel Arthur.
Kai yang terbangun dari tidur nya mendongak kepalanya sedikit dan berkata,"Mau lu ngomel bagaimana mu Arya tidak akan perduli",kata Kai pada Arthur.
Geram Arthur pun beranjak dari tempat nya menghampiri Arya. Pakkk.......,"Pisahikan adik lu bang**sat!!",bentak Arthur yang tidak ada takut-takut dengan Arya yang menakutkan kalau sudah marah.
Tidak marah dengan perlakuan Arthur barusan Arya justru menghela nafas berat. Beranjak dari tempat duduknya. Berjalan menghampiri Arky dan gema yang sudah beradu gulat di bangku paling belakang kelas.
"Apa yang mau gue pisah?",tanya Arya malah menatap Arthur.
Arthur yang ikut mengikuti Arya ikut melihat bagaimana Arky tengah tertidur pulas bersama Gema yang merangkul nya. Iya, Arky tidur tengkurap dengan di rangkul Gema di atas ubin lantai kelas. Membuat Arthur menjadi geram dan marah pada mereka berdua.
Ingin sekali mengikat kepala keduanya namun di hentikan oleh Arya,"Biarkan dari pada menganggu",
"Sial",jengkel Arthur.
"Bagaimana bisa seperti ini?!?",bentak Jefri pada sekertaris laki-laki nya Willy.
Tertunduk enggan melihat bosnya,"Maaf pak saya baru menyadari kalau ternyata yang mendapat investasi dari perusahaan adalah perusahaan bodong",
Menghela nafas berat,"Cepat kau atur ulang semuanya dan cepat berikan alamat atau pun foto orang itu",
"Maaf pak...",seketika itu juga Jefri langsung mengusap kepalanya kasar."Pergi, lakukan saja pembekuan keuangan jika sudah selesai beritahu saya",
"Baik pak Jefri, saya permisi", Willy yang masih sama sekali tidak berani melihat Jefri atasannya. Karena Willy tau betul kesalahan yang telah di perbuat nya sangat fatal.
Karena hampir sebagian perusahaan mengalami kebangkrutan karena dirinya ceroboh menerima kesepakatan memberikan investasi ke perusahaan lain tanpa Willy lihat dengan teliti terlebih dahulu berkas perusahaan yang akan mendapatkan investasi.
Sementara di dalam ruangan Jefri juga tidak bisa menyalahkan Willy sepenuhnya. Karena dirinya juga salah karena saat Willy meminta tanda tangan persetujuan nya Jefri ikut tidak membaca dengan baik kesepakatan itu.
"Hallo",
*Ada apa Jef?",
__ADS_1
Di sinilah Jefri menjelaskan semuanya yang terjadi pada keuangan perusahaan nya pada seseorang di seberang sana. Yang hanya seseorang itulah yang saat ini bisa membantu Jefri. Sehingga setelah panggilan telfon ini usai Jefri yang masih belum tenang. Bergegas membuka laptop nya untuk mengerjakan sesuatu.