Anak Tunggal Kaya Raya

Anak Tunggal Kaya Raya
Eps.31


__ADS_3

Mengalami mimpi yang sangat-sangat buruk bagi Jefri. Membuat Jefri mulai khawatir dengan keselamatan Alin. Apalagi saat Jefri mulai sadar siapa dalang dari kehancuran keluarga di masa depan.


Jefri sampai tidak memperbolehkan Alin untuk masuk sekolah di hari ini. Sementara ia langsung menghubungi ajudan keluarga nya Diko. Selesai berbincang-bincang dengan Diko selama beberapa menit. Jefri kembali masuk ke dalam kamar di mana ada Alin yang masih terbungkus selimut tebal yang terikat terduduk bersandar di atas tempat tidur sembaring menonton acara televisi yang sengaja Jefri nyalakan.


Alin yang melihat keadaan Jefri langsung merubah ekspresi wajah yang awalnya tertawa-tawa melihat acara televisi kartun menjadi datar."Berangkat sekolah pun tidak boleh, CK", ngedumel Alin ngomel-ngomel.


"Sorry Al",


"CK, lepaskan aku gerah ini",


Tidak melepaskan ikatan nya Jefri justru menaiki suhu AC dalam kamarnya.


Memayungkan bibirnya,"Emmm......",


Melihat raut wajah Alin yang sangat-sangat gemoy,'Kenapa wajah dia seperti ikan buntal',batin Jefri."Sudah Al kau bukan anak kecil lagi, jangan memasang ekspresi seperti itu",katanya.


Yang tidak di tanggapi oleh Alin yang sudah terlanjur kesal dengan sikap Jefri hari ini.



"Aku tinggal sebentar Al".


"Terus aku bagiamana???",


"Aku lepaskan",Jefri beranjak melepaskan kain selimut tebal yang membungkus tubuh nya.


Selesai dengan itu Jefri langsung beranjak berganti pakaian dan pergi tanpa mengatakan sepatah katapun lagi kepada Alin. Yang hanya bisa terdiam terduduk di tepi tempat tidur.


"Ada apa sih??Heran aku sampai tidak boleh sekolah, dia juga tidak kuliah. Awas aja bakal aku aduin ke ayah",gumam Alin mengomel.


++++++

__ADS_1


Jefri keluar mengendarai sepeda motor. Pergi ke villa mewah yang tidak jauh dari kota. Villa mewah ini di jaga dengan sangat ketat sekali oleh beberapa pria. Mereka adalah bodyguard keluarga Abdi yang sudah terlatih dan mendapatkan rekrutmen khusus. Sehingga pengabdian mereka kepada keluarga Abdi sudah tidak bisa di ragukan.


Saat motor Jefri memasuki halaman Villa para pria ini langsung menundukkan kepalanya memberikan hormat pada Jefri. Anak dari majikan mereka sekaligus pewaris tunggal keluarga Abdi.


Setelah selesai memarkirkan motor dengan benar di depan teras pintu utama. Jefri langsung berjalan masuk ke dalam Villa di mana sudah ada Diko yang menyambut kedatangan nya.


"Berhasil menemukan keberadaan nya?",tanya Jefri sembaring berjalan masuk ke dalam Villa.


Diko yang berjalan di belakang Jefri berkata,"Sudah tuan. Tapi seperti yang saya katakan tadi, laki-laki itu ternyata anak bungsu dari keluarga Fuji. Nama aslinya Fuji Saky tapi banyak yang mengenalnya dengan nama Dani",


"Jadi nama aslinya Saky",kata Jefri yang sudah duduk di sova tunggal.


"Benar Tuan",


"Apakah saya langsung menangkap dan membunuhnya sekarang?",tanya Diko.


"Jangan terburu-buru. Aku ingin dia mati tapi juga ingin melihatnya menderita berlahan",kata Jefri bernada dingin nan tenang."Awasi dia terus laporkan pada ku tindak mencurigakan nya",


"Baik Tuan",


"Baik Tuan",


"Sampai terjadi sesuatu pada Alin, aku ku bunuh mereka melukai Alin",kata Jefri yang sangat serius dengan ucapan dan tatapan mata tajamnya.


Di lain sisi karena bosan dan sangat-sangat bosan Alin sampai berkeliling ke sana kemari mengelilingi rumah yang sangat besar ini berkali-kali. Bahkan setibanya di suatu kamar Alin sangat-sangat di buat terkejut di isi di dalam kamar ini.


Kamar yang lebih luas dan besar dari kamar Alin menyimpan banyak sekali buku-buku yang tersusun rapi di rak buku. Seprai yang lebih lembut halus dan lebih halus dari kain selimut di kamarnya sendiri. Aroma nya juga lebih harum dari bau kain selimut di kamarnya.


Hingga tanpa Alin rasakan dirinya sampai tertidur di dalam kamar ini. Entah mungkin karena terlalu capek sehabis berkeliling rumah seluas ini atau emang karena terlalu nyaman tempat yang saat ini Alin pergunakan untuk rehat. Sehingga Alin sampai benar-benar tertidur.


++++++

__ADS_1


Mimpi yang Jefri alami sangat sulit di jelaskan. Mimpi membuat Jefri bahagia karena pada akhirnya dirinya dan Alin memiliki momongan. Tapi di sisi lain mimpi itu juga mimpi yang mengerikan karena di mimpi itu Jefri harus kehilangan Alin. Seorang perempuan sekaligus seorang istri yang sangat Jefri cintai.


Singkat cerita setelah mengemudikan motor selama beberapa menit sampailah Jefri di rumah kediaman nya. Baru saja melangkah masuk ke dalam rumah. Jefri langsung di suguhkan oleh Ayah, dan para pembantu rumahnya yang sibuk berlarian berpencar seakan sedang mencari sesuatu yang hilang.


Tuan Han melihat kedatangan putranya berkata,"Jefri cepat cari istri mu. Alin hilang di dalam rumah ini",


Jefri awalnya mau panik, tapi langsung berubah menjadi tetap tenang."Ayah mana bisa Alin hilang di rumah ini. Istri yang menyebalkan itu bukan anak kecil lagi",


"Kalau kamu tidak mau mencarinya yasudah",balas sewon Tuan Han berlalu melanjutkan pencarian mencari keberadaan Alin yang belum di ketemukan.


Jefri menghela nafas berat sebelum akhir ikut terjun mencari kebenaran Alin yang entah sekarang ada di bagian rumah mana.


Sementara seisi rumah besar ini panik. Alin seseorang yang sedang mereka semua cari-cari ternyata semakin pulas tidur di atas tempat tidur yang sangat-sangat nyaman ini. Sprei dari kain sutra selimut sutra bau harus Nang segarnya. Sangat-sangat membuat siapapun yang rehat di atas sini pasti seperti Alin.


Cklek....,"Al, Alin",panggil Jefri membuka beberapa pintu kamar yang tidak di tempati kali saja Alin ketiduran di salah satu kamar.


Tidak menemukan Alin di kamar ini Jefri kembali melanjutkan pencarian nya,'Kemana Alin? Kebiasaan kalau tidur tidak lihat tempat',pikir Jefri yang justru kesal.


Karena jikapun Alin di culik itu sangat-sangatlah mustahil. Kenapa Jefri begitu sangat optimis? Karena pencuri mana yang mau manjat dinding setinggi benteng cina hanya untuk menculik perempuan resek seperti Alin. Jelas lah sangat mustahil!!Oleh karena itu Jefri begitu sangat optimis kalau sekarang Alin pasti sedang tertidur pulas di suatu kamar di dalam rumahnya.


"Di mana istri mu?",tanya Tuan Han pada Jefri yang juga tidak mengetahui nya.


Jefri terdiam sejenak,"Mungkin ada di sana, ayah hentikan saja mencari Alin biarkan aku yang mencari nya",Jefri yang di susul langsung berlalu pergi.


Melihat kepergian putranya ke arah jalan itu Tuan Han yang hendak mengatakan sepatah katapun beliau urungkan seakan sudah tau Jefri akan pergi kemana.


Tuan Han hanya melihat kepergian Jefri dengan tersenyum tipis.


Cklekk.....Jefri membuka pintu kamar ini berlahan-lahan. Sebuah kamar yang dulunya menjadi tempat favorit Jefri bermain, tapi sekarang jangan menjadi tempat favorit bermain datang untuk masuk membersihkan pun tidak pernah Jefri lakukan.


Tapi saat perhatian teralihkan ke atas tempat tidur yang sedikit berantakan. Jefri hanya bisa membuang nafas berat sebelum akhirnya malah ikut nimbrung tidur di samping Alin yang masih tidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2