Anak Tunggal Kaya Raya

Anak Tunggal Kaya Raya
Eps.23


__ADS_3

Baru menyadari akan sesuatu pada dirinya yang ternyata sedang berbadan dua. Sangat membuat Alin sangat-sangat sedih, apalagi dia punya keinginan besar dalam dunia pendidikan. Jika keinginan itu tidak akan terwujud, Alin selalu berharap akan lulus SMA dengan nilai bagus dan itu sudah berhasil Alin buktikan. Tapi setelah tau dirinya sedang hamil seperti keinginan untuk melanjutkan sekolah tidak akan bisa lagi.


"Tapi tetap aja Jefri, temen-temen ku tidak ada yang tau aku sudah nikah, tau-tau aku sudah hamil, jelas aku akan...hikss....hikss.... padahal kan aku...aku aaahikss.....",


Jefri duduk lebih dekat dengan Alin untuk memeluk nya,"Kalau mau lanjut kuliah lanjutin saja Al, aku akan menjaga kamu dan anak kita",


"Tidak perlu takut kamu kan istrinya Jefri yang sangattt manjaaaaa sekaliiii",


Mendorong perut Jefri pelan,"Jefri",


"Hahaha....gitu dong ketawa",mengelus surai rambut Alin lembut,"Udah lanjutin makannya besok kita periksa ke dokter kandungan",yang di balas anggukan kepala dan senyum hangat oleh Alin yang berangsur-angsur tenang.


+++++++


+++++++++++++


Singkat cerita di keesokan harinya Jefri benar-benar mengantarkan Alin periksa ke dokter kandungan. Untuk memeriksa apakah benar apa yang mereka pikirkan. Yang setelah melakukan beberapa pemeriksaan hasil tes keluar dan benar-benar menunjukkan bahwa Alin sedang hamil 4 Minggu usia kandungan.


Janin dan ibunya juga di nyatakan sehat di hasil pemeriksaan itu. Sehingga Alin hanya di berikan rekomendasi susu ibu hamil, dan pil vitamin ibu hamil yang harus Alin minum untuk menjaga kandungan agar tetap sehat.


Sepulang nya dari rumah sakit. Jefri langsung mampir untuk membeli apa yang sudah di rekomendasikan dokter untuk Alin minum. Sebelum ia mengajak Alin Pulang.


"Kita salah jalan?",tanya Alin.


"Tidak, kita akan mulai tinggal di rumah ayah besok",


"Halaman rumah ku kan luas, jadi cukup untuk kamu olahraga tiap pagi",niat terselubung untuk kebaikan Alin dan calon anaknya.


"Ihh....aku tetap tidak akan mau melakukan nya",


".....",


"Kenapa Al?,


"Tidak mau kalau bukan kamu yang nemenin",


Tersenyum tipis,"Kayaknya baby girl deh yang sedang ada di dalam sana",


"Sok tau",sewot Alin.

__ADS_1


"Emang kenapa Al? Biasanya perempuan kan suka bayi perempuan",


"Enggak!!Siapa yang bilang gitu?",


"Perempuan",


"Enggak aku suka baby boy",


"Tapi perempuan?",


"Buang",


"Alin",


"Bersandaaa....bersandaaa....aku akan tetap merawat sampai dia seperti ibunya dan bisa di ajak menghancurkan ayahnyaaaa....",


Jefri pada akhirnya memilih terdiam dari pada harus mendengar perkataan psikopat istrinya.


Setibanya di halaman depan rumahnya. Alin dan Jefri langsung di sambut oleh keluarga kecil mereka. Tuan Han, Papa Hendri, Mama Selvia, dan Liam adik Alin.


Mama Salvia langsung memberikan pelukan hangat untuk Alin,"Selamat sayang",


Dan berganti dengan Tuan Han dan Papa Hendri memberikan sebuket bunga untuk Alin,"Selamat Alin, selamat putriku",


Lengkap sudah kebahagiaan kedua keluarga ini. Mungkin jika nanti anggota keluarga baru lahir kedua keluarga akan semakin lengkap dan semakin bahagia.


Hal itu di tunjukkan dari bagaimana kedua keluarga memperlakukan Alin seperti ratu. Hingga di suatu waktu. Alin yang usia kehamilan sudah menginjak 8 bulan mengajak Jefri untuk membeli sesuatu di pusat perbelanjaan. Jefri pun mengiyakan, ia sampai mengambil cuti kerja satu hari di hari itu hanya untuk bisa sepenuhnya menemani istrinya sepanjang hari.


"Jef enaknya beli buah yang mana?",


"Kamu sukanya yang mana?",


"Dua-duanya".


"Yasudah beli saja dua-duanya".


"Okylah nanti bisa aku makan sama bibi atau pak satpam",kata Alin mengambil dua buah berbeda dan menaruhnya ke dalam keranjang belanjaan yang saat ini Jefri dorong.


Setelah Alin kembali melanjutkan perjalanan ke lorong pusat perbelanjaan lain untuk mencari sesuatu yang berbeda lagi.

__ADS_1


Di tengah-tengah itulah Jefri dan Alin tanpa sengaja berpapasan dengan Vio dan Linda. Keduanya saling menyapa dengan akrab.


Menghentikan langkah kakinya,"Sudah sehat Vio?",tanya Jefri pada Vio.


"Iya, Alhamdulillah, semua berkat doa-doa Linda",kata Vio membuat Linda tersipu malu.


"Syukurlah",timpal Alin ikut senang mendengar kabar baik dari Vio yang sudah benar-benar di nyatakan sehat.


Vio pernah memiliki penyakit hati, yang membuat nya hanya memiliki waktu sedikit untuk merasakan kehidupan. Karena kerusakan pada hatinya sudah cukup parah. Namun keajaiban tiba-tiba datang dari orang baik hati yang bersedia mendonorkan hati untuk Vio. Karena harapan hidup pendonor itu lebih singkat dari Vio. Pendonor itu mengalami kecelakaan saat berkendara motor. Dan memiliki luka cukup serius. Lalu di tengah kritisnya pendonor menyampaikan sesuatu pesan pada keluarga sendiri untuk mendonorkan organ dalam ke orang-orang yang sedang membutuhkan donor.


Kebetulan saat itu ada Vio di urutan teratas yang paling membutuhkan donor. Sehingga saat di tengah malam kritis nya Vio di ambang kematian. Vio langsung di tindak untuk segera di bawa ke ruang operasi.


Tengah malam itu operasi berjalan sangat dramatis. Karena keadaan Vio benar-benar seperti tidak bisa tertolong lagi. Tapi lihatlah sekarang keajaiban telah datang Vio sekarang sudah kembali sehat. Walaupun keadaan fisiknya tidak akan bisa seperti dulu lagi. Banyak sekali pantang yang harus dirinya tidak lakukan. Hingga hati donor itu benar-benar berjalan baik dalam diri Vio.


Next......


Akhirnya selesai berbelanja mereka berempat janjian untuk ketemu di restoran dalam pusat perbelanjaan untuk makan siang bersama. Vio dan Linda mengiyakan saja demi Alin yang sudah hamil besar tapi masih seperti anak-anak.


"Gimana kabar mereka berdua Lin?",buka obrolan Alin.


"Aku kemarin ketemu Lina, uhh dia makin cakeppp".


"Tidak kayak kita",


"Iyaa......".


Obrolan para wanita yang membuat Jefri dan Vio hanya bisa terdiam mengerutkan kening masing-masing. Jelas mereka heran, bagaimana bisa orang yang sempurna minder. Heran!!


++++++++


"Langsung istirahat saja Al",kata Jefri yang menuntut Alin masuk ke dalam rumah.


"Iya",balas Alin tanpa penolakan karena dirinya emang sedang sangat-sangat capek.


Alin akhir di tuntut oleh Jefri masuk ke dalam Liv yang sudah tersedia kursi untuk Alin duduk hingga sampai di lantai kamar mereka berdua.


Setibanya di sana Jefri masih menuntut Alin yang jalannya lelet dengan sangat sabar hingga Alin sudah masuk ke dalam kamar dan duduk di atas tempat tidur.


Jefri juga sudah menata bantal yang agak tinggi untuk Alin beristirahat. Sementara dirinya berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi setelah memastikan Alin sudah dalam keadaan aman.

__ADS_1


Saat Jefri keluar dari kamar mandi. Jefri sudah mendapati Alin sudah tertidur pulas. Terlihat jelas raut wajah kelelahan nya yang membuat aura wajah terasa sangat dami sekali. Jefri berjalan mendekat dan memberikan kecupan di kening Alin. Di susul sudut bibir yang tersenyum melihat raut wajah Alin.


__ADS_2