Anak Tunggal Kaya Raya

Anak Tunggal Kaya Raya
Eps.6


__ADS_3

Sepulang sekolah Alin dan Jefri tidak langsung kembali pulang ke rumah. Keduanya pergi berbelanja kebutuhan rumah terlebih dahulu. Yang emang sudah mau habis semuanya. Mereka berdua berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan besar di kota ini. Walaupun sebenarnya Alin meminta ke pasar tradisional yang lebih murah, Alin tetap pergi ke pusat perbelanjaan ini karena Jefri.


Jefri mendorong kereta belanjaan mengikuti Alin yang tengah mencari barang apa saja yang akan di belinya.


"Mahal-mahal, uang lu bakal cepat habis. Boros!",melihat kualitas sayuran yang bagus-bagus."Belum juga buat bayar uang sekolah lu yang pasti mahal".Berpaling melihat Jefri."Ke pasar tradisional saja Jef",


"Cepat ambil yang mau di beli dan pulang",ucap Jefri dingin.


"Yeyeyeyey....",


Jefri masih menemani Alin yang berbelanja tidak kunjung selesai padahal hanya tinggal ambil-ambil dan Jefri yang bayar, tapi lamanya bukan main.


Hingga akhir Jefri berhenti sejenak di lorong banyaknya berbagai jenis minuman tersusun tertata rapi. Jefri mengambil satu botol besar Big cola hitam, dan lima botol kecil pocari sweat.


Perhatian Jefri melihat ke depan untuk kembali melihat keberadaan Alin. Melihat gelagat aneh Alin, ia mendorong kereta belanjaan mendekati Alin.


Di rasa sudah dekat Jefri berkata,"Beli saja yang biasanya lu pakai",


"Cepat Al gue laper",minta Jefri pada Alin yang malu-malu namun akhirnya segera mengambil barang yang ia mau dan meletakkan nya di dalam keranjang belanjaan.


Next.....


"Cari makan bentar Al, sampai rumah biar tidak repot",ajak Jefri membawa dua kantung besar belanjaan, berjalan beriringan dengan Alin.


Alin yang setuju saja membalas dengan anggukan ringan.


Selesai berbelanja selesai membeli makanan untuk di makan malam. Jefri dan Alin pun berlalu keluar gedung pusat perbelanjaan. Di luar Jefri yang membawa banyak sekali belanjaan baru ingat, jika dirinya ke sini tidaklah membawa mobil tapi motor. Di situlah Jefri di buat terdiam sejenak.


"Sebagian biar gue bawa",kata Alin.


"Iya",Jefri meletakkan belanjaan nya mengeluarkan motornya terlebih dahulu dari dalam barisan parkiran. Selesai nya, ia meminta Alin untuk naik terlebih dahulu ke atas motor. Alin membawa kantung belanjaan yang ringan di pangkunya sementara sebagai lainnya di taruh di depan Jefri walaupun sedikit mengganggu. Karena motor yang di bawa Jefri saat itu juga bukan motor metik melainkan motor H2.


Sesudah melewati pembayaran uang parkir. Jefri pun berlalu pergi mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang menikmati pekarangan pusat perbelanjaan.


"Al...Alin!!!",teriak lantang Jefri yang terdengar sangat marah.


Alin terburu-buru menghampiri Jefri yang ada di dalam toilet,"Hemm?",


Kaos polos dengan kolor pendek. Jefri melihat marah Alin,"Lu yang habisin sampo gue?",


"Iya",


"Lu kan punya sendiri kenapa pakai punya gue?",

__ADS_1


"Punya lu lebih wangi".


"Makannya kalau beli yang berkualitas dikit".


"Mana tau gue mana yang berkualitas sama yang tidak",


Menghela nafas berat. Jefri yang masih marah berjalan mendekati Alin. Memutar balik badan Alin sebelum mendorong nya keluar dari kamar mandi, sampai pada akhirnya Jefri memilih menutup pintu kamar mandi dan melanjutkan mandinya.


Tersenyum bodoamat,"Gitu aja marah",gumam Alin berlalu pergi.


"Jefri, Jef, Jefri",Alin yang terburu-buru menyusul Jefri juga terburu mengenakan hoodie.


Menahan kening Alin dengan jari telunjuk nya agar Alin tidak menubruk tubuhnya,"Bodoh!",


"Gue ikut, gue tidak mau di rumah sendirian",


"Cuma sebentar Al",


"Makannya gue ikut",


Menghela nafas berat,"Pakaian celana panjang, gue tunggu di sini",


"Beneran iya",


Alin yang hanya mengenakan celana pendek selutut pun berlari kecil masuk ke dalam kamar kembali untuk mengambil celana panjang. Toh yang penting bagi Alin sekarang di perbolehkan ikut oleh Jefri.


Kembali dengan celana panjang oblong abu-abu tua, dan Hoodie putih."Udah ayo",


Jefri beranjak dari tempat duduk nya, dan dengan berat hati ia harus membawa Alin ikut bersamanya. Di dalam Liv turun ke lantai bawah. Jefri memakaikan topi hitam yang ia pakai pada Alin.


Menyadari itu,"Terus nanti pakai helm ini gimana?".


"Tinggal lu puter saja cara pakainya nya".


"Umm",memayung kan bibirnya.


Jefri mengendarai motor nya kembali dengan kecepatan sedang menembus dinginnya angin malam. Hingga tibalah ia di tongkrongan biasa teman-teman nya berkumpul.


Akan tetapi sebelum ia bergabung dengan teman-teman nya. Jefri terlebih dahulu mencarikan bocil yang ia bawa tempat duduk yang nyaman untuk memakan cemilan yang tadi di jalan sempat di beli mampir demi Alin bisa duduk tenang tidak menggangu nya.


Memastikan bocil yang Jefri bawa sudah anteng tidak rewel. Jefri pun berlalu berpamitan untuk gabung dengan teman-teman nya yang hanya berjarak beberapa meter dari meja Alin duduk.


Baru juga Jefri duduk,"Nyulik anak siapa lu?",semprot Vio.

__ADS_1


"Cewek gue",balas dingin Jefri."Jadi sudah sampai mana pembahasan nya?",


"Lu tidak papa bawa anak orang malam-malam gini?",tanya Satria yang langsung mendapatkan sorot mata tajam dari Jefri yang membuat Satria memilih melihat ke arah lain.


Karena jika sudah begitu berarti bocil yang tenang itu bukan sembarang bocil biasa milik Jefri.


Next....


"Anjing bangs***at!!Lihat ini",Bima yang memperlihatkan layar ponsel kepada teman-teman nya.


"Sialan mereka, kayaknya urusan kita bakal panjang Jef. Apalagi lu baru saja menghajar habis anggota mereka",ucap Satria.


"Hemm....",


Terfokus melihat Jefri,"Anjing lu!Punya kesenangan tidak ajak-ajak gue",


"CK!Dari pada mikirin ribut lebih baik lu antar bocil yang lu bawa pulang sana",menjeda kalimat sembaring memperhatikan Alin yang duduk membelakangi mereka dengan kepala yang sudah tergeletak di atas meja,"Anak orang itu",


"Iya, kalian jangan bergerak gegabah",terfokus hanya pada Kris."Terutama lu",tatap tajam Jefri mengintimidasi.


Kris hanya membalas dengan mengacungkan jempol saja.


Jefri berlalu menghampiri Alin yang ternyata sudah tertidur pulas sekali. Merasa bersalah Jefri kembali mendekati temannya."Ada yang punya tali atau apalah yang bisa buat mengikat?",tanya Jefri pada teman-teman nya.


Dion berdiri dari tempatnya nya,"Pakai saja sabuk gue",melepaskan sabuk celana yang Dion pakai dan memberikan nya pada Jefri.


Sabuk celana Dion cukup panjang dan mungkin akan bisa mengikat tubuh Alin pada Jefri nanti.


Jefri membawa sabuk Dion kembali ke Alin, ia membangunkan Alin menaikan Alin helm dengan baik. Sebelum akhir Jefri gendong tubuh Alin pergi mendekati motornya. Setelah mendudukkan Alin di atas jok motor. Jefri pun ikut menyusul duduk di depan dengan tetap memegang kedua tangan Alin agar tetap merangkul pinggang nya.


Sementara tangan Jefri yang lain sibuk memasang sabuk tadi yang sangat membuat sangat kesulitan. Karena tangan satunya tidak bisa lepas memegang kedua tangan Alin.


"Al pegangan yang kuat sebentar",pinta Jefri yang di balas dengan berdehem oleh Alin yang sudah terpejam tidur.


Di saat merasakan Alin sudah merangkul pinggang nya dengan baik. Jefri baru berani melepaskan tangannya untuk memasang sabuk yang akan mengikat tubuh Alin dengan nya.


Setelah selesai Jefri baru menyalahkan mesin motor nya,"Pegangan Al jangan di lepas",pinta Jefri sekali lagi.


Dari kejauhan Vio yang memperhatikan,"Yaelah bisa bucin juga Jefri",menyenggol lengan tangan Satria,"Lu yang ngajarin?".


"Matalu, Dima oh yang ngajarin",timpal Satria membela diri.


"Gimana iya, soalnya disini yang suhu iyaaa cuma kalian berdua",semprot Vio.

__ADS_1


"Anjing lu, emang lu sendiri tidak",semprot balik Bima.


__ADS_2