Anak Tunggal Kaya Raya

Anak Tunggal Kaya Raya
Eps.22


__ADS_3

"Uwahh....itu hewan apa iya?",


Gemas akan tingkah kekanak-kanakan istrinya lantas Jefri mendorong pelan kening nya."Gila".


"Aduh!!".


"Dugong itu".


"Gemuk iya Jef, gemoy",ujar Alin memperhatikan kagum hewan laut yang satu ini.


Iya, selesai sarapan Jefri mengajak Alin pergi berkeliling di taman akuarium bawah laut terbesar di kota nya. Untuk melihat-lihat indahnya berbagai macam jenis ikan yang tertampung banyak di dalam akuarium yang sangat besar ini.


Kebahagiaan Alin yang selalu datang dari hal-hal sederhana. Membuat Jefri ikut bahagia setiap kali melihat nya.'Entah kenapa aku tidak lelah ataupun bosan bersama mu',pikir Jefri tersenyum tipis.


Hingga sebuah tangan menariknya,"Jef foto kan aku, yang bagus iya Jef",minta Alin pada Jefri yang saat ini sudah mengambil ponsel milik Alin.


Ckrek...ckrek.... berkali-kali hingga penuh. Ponsel kembali ke Alin yang mau melihat hasil jepretan foto Jefri.


"Lumayan",


Menarik pergelangan tangan Jefri,"Keliling lagi iya, nanti aja keluar",ajak Alin yang masih betah melihat-lihat pemandangan indah akuarium raksasa ini.


Next......


"Aduh...hikss....hikss.....", terduduk merintih kesakitan sembaring melihat pergelangan kakinya yang memerah.


Baru akan memegang saja sudah di tampik kasar,"Aduhh Jef, sakit",


"Aku belum menyentuhnya",ucap Jefri."Yasudah sini aku gendong, kita pulang",ajak Jefri berjongkok membelakangi Alin.


Alin mengenakan topi Hoodie nya hingga menutupi wajahnya sebelum akhir beranjak naik ke atas punggung Jefri.


Terlalu senang Alin berlarian kesana kemari seperti anak kecil sampai akhir baru berhenti saat kakinya tergelincir dan tergilir di pergelangan kakinya. Merasa kesakitan seperti anak kecil yang terus merengek tidak di kasih jajan. Jefri akhirnya memilih untuk segera membawa Alin pergi dan mengobati luka Alin di rumah saja. Seenggaknya teriakkan Alin nanti tidak akan membuat Jefri seperti seorang laki-laki kdrt di tempat umum.


"Makannya lain kali hati-hati, ingat umur sudah tua masih aja ikut anak-anak kecil lompat-lompat tidak jelas",omel Jefri sembaring fokus mengemudikan mobil nya.


Sementara yang di kena omel hanya diam memonyongkan bibirnya. Sampai tiba-tiba sebuah tangan menarik kepala Alin agar menengok ke arah Jefri. Yang langsung memberikan ciuman pada bibir monyong mengemaskan ini.


Di jarak yang masih sangat dekat,"Makannya kalau diberikan nasehat di dengarkan sayang",kata Jefri membuat manik mata Alin membesar, juga pipi yang langsung memerah pink.


Sementara Alin masih di posisi yang sama. Jefri sudah fokus kembali menyalahkan mesin mobil untuk kembali mengajukan perjalanan yang sempat tertunda.


Singkat cerita setibanya di rumah. Jefri langsung mendudukkan Alin di atas tempat tidur. Sementara Ia langsung berlalu pergi keluar kamar dan kembali dengan membawakan baskom air dan handuk kecil.


"Jefri, emang bisa nanti kalau tambah patah siapa yang masak di dapur?",


"Udah tahan saja sakitnya",Jefri yang fokus memijat pergelangan kaki Alin perlahan-lahan sebelum akhir Ckrekkk....


"JEFRII!!!!",teriak Alin yang lumayan sangat keras.


Sementara Jefri tetap tenang dan sekarang ia mulai merendam kaki cidera ini ke dalam air hangat dalam baskom.


"Gimana, masih sakit?",Jefri mendongakkan kepala untuk melihat Alin.

__ADS_1


Menggerak-gerakkan kakinya yang masih ada dalam air,"Enggak, ko bisa iya",


Jefri tidak menjawab, ia mengangkat kaki Alin mengerikannya dengan handuk sebelum akhir beranjak berlalu pergi meninggalkan kamar.


Dan kembali lagi dengan tangan kosong, berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Selama beberapa menit baru keluar kamar mandi dengan pakaian yang berbeda dan surai rambut yang agak basah.


"Mandi sana, sudah sore",suruh Jefri.


"Okey", tanpa keributan seperti biasa Alin langsung beranjak dari tempat duduknya. Berjalan santai masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya yang emang sudah lengket dengan air keringat.


Jefri bahkan di buat sedikit heran karena biasanya istrinya akan ngomel-ngomel dulu satu bab baru mau mandi, setiap kali di suruh cepat mandi. Tapi hari ini tidak ada drama, istrinya langsung menurut dengan perintahnya.


Next.....


"Jef...Jefri....Jefriii.....",Alin sembaring menunjuk-nunjuk pipi Jefri yang sudah terlelap tidur dengan jari telunjuk nya."Jefri bangun aku lapar",


"Iya makan Al",dengan kelopak mata yang masih terpejam.


"Pingin Nasgor Jefri",rengek Alin.


Membuka kelopak mata yang lengket dan berat,"Sudah jam berapa sekarang?",


"Baru jam 12 malam",di susul senyum tanpa dosa karena menganggu tidur suaminya.


Jefri yang sudah duduk,"Mana ada nasi goreng yang masih buka di jam segitu",


"Jefri....",sembaring menunjukkan ekspresi wajah masam yang memuat orang tak enak hati jika harus menolak keinginan nya.


Di tengah malam buta, di mana semua orang istirahat. Jefri demi istrinya keluar malam-malam hanya untuk mencari sebungkus nasi goreng. Karena sudah terlalu larut malam juga. Jefri membuka grup WhatsApp sahabatnya, Kris, Vio, Bima, Dion, dan Satria.


Ia langsung melakukan panggilan masal pada kelima sahabatnya.


*Apa Jef, gue ngantuk ajing",kata Bimo serak-serak di seberang sana.


*Anjing kaget",gengas Dion


*CK!!Gue g jadi cas!! Lu mau apa ajing??",ucap Satria yang paling tinggi karena kegiatan malamnya terganggu.


"Bantu gue cari mang nasi goreng",


*Tol***ol!!Pasti bunting bini loh",


*Waduh ponakan gue",


*Anjing Jefri ngebut banget buatnya langsung jadi".


"Bang**sat!!!Istri gue cuma kelaparan, cepat katakan di mana tukang nasi goreng yang masih buka di jam segini",bentak Jefri dengan suara keras di parkiran motor.


*Sabar, sabar, kasihan anak Lo kaget",


".....".


*Di persimpangan prajurit tujuh kata nyokap gue masih buka kalau jam segini",kata Dion.

__ADS_1


"Thanks", panggilan langsung di akhir sepihak oleh Jefri yang tidak perduli itu panggilan telepon masih berlanjut apa tidak lagi.


Karena setelah mendapatkan informasi dari Dion Jefri langsung tancap gas ke prajurit tujuh yang lumayan jauh dari apartemen nya. Perjalanan ke sana saja membutuhkan waktu tiga jam perjalanan.


Tapi dengan Jefri langsung dipersingkat menjadi satu jam perjalanan. Karena ia telah menyuruh orang di sana untuk membelikan nya dua bulus nasi goreng dan mengantarkan nya ke pertengahan antar daerah itu. Sehingga Jefri dapat kembali dengan cepat ke apartemen. Yang paling membuat Jefri bersyukur adalah tukang nasi goreng itu benar-benar masih buka. Coba tidak akan cari di mana lagi Jefri.


Jefri kembali ke apartemen dengan membawa dua bungkus nasi goreng yang harganya 2jt, karena menyuruh orang juga perlu bayaran.


Singkat cerita Jefri telah sampai kembali ke dalam rumah apartemen nya. Yang sudah di tunggu oleh Alin yang tengah duduk di ruang televisi menonton acara televisi malam.


Menyadari keberadaan Jefri,"Tuh kan dapat, sudah sini aku udah siapkan piringnya",kata Alin bersemangat.


Jefri berjalan mendekat sembaring memperhatikan tingkat Alin yang agak berbeda dari biasanya. Hal itu membuat Jefri kepikiran dengan apa yang di katakan sahabat nya tadi.


*Tol**ol!!Pasti bunting bini loh",kata Dion


*Waduh ponakan gue",kata Kris.


*Anjing Jefri ngebut banget buatnya langsung jadi".kata Satria.


"Al",panggil Jefri pada Alin yang sudah mulai memakan nasi goreng nya.


"Apa?",


"Kamu sudah datang bulan bulan ini?",tanya Jefri bernada ragu-ragu.


"Hemmm......emang bulan dan tanggal berapa sekarang?",


"Udah bulan September tanggal 20",


"Bukannya masih Agustus",


"Sudah September Al",


"Ihh bohong iya",


Mengambil handphone nya dan menyalakan layar handphone tepat di depan Alin yang langsung terdiam.


Hingga sesaat kemudian,"Hiks....Hiksss.....Hikssss....Hikss.....Hiks....,"Alin menangis sesenggukan di dudukkan paling pojok sova panjang."Kuliah ku.....hiks....hiks.....",


Memegang bahu Alin dan membawanya dalam rangkulan nya,"Kuliah tetap jalan, semua akan baik-baik saja Al ada aku",


"Aku akan menjaga kamu",


"Tapi tetap aja Jefri, temen-temen ku tidak ada yang tau aku sudah nikah, tau-tau aku sudah hamil, jelas aku akan...hikss....hikss.... padahal kan aku...aku aaahikss...."


"Sudah Al, nasi gorengnya cepat di habiskan katanya tadi laper. Mang Nasi goreng nya ganteng loh tadi",kata Jefri yang berusaha menghibur Alin.


Berpaling melihat Jefri,"Serius Jef, ganteng banget",


"Ihh...kenapa tidak VC tadi".


".......",dalam diam nya Jefri yang memperhatikan tingkat istrinya yang sudah kembali bahagia,'untung ada anak gue di dalamnya',batin Jefri.

__ADS_1


__ADS_2