
Di suatu pagi yang cerah. Jefri terbangun dari tidurnya membuka kelopak mata. Penglihatan kabur mulai melihat sekeliling yang pertama kali Jefri lihat adalah wajah Alin. Sebelum akhirnya semakin jelas Jefri lihat jika itu memang Alin yang dengan menyungging raut wajah sumringah kepada nya.
"Good morning Mr. Jefri",
Tersenyum tipis di susul berkata dengan suara berat serak nya."Morning Nona Alin".
"Heheh....",tawa renyah Alin.
"Mau tidak ikut aku?",
"Pakai acara ngajak-ngajak. Ingat iya, kamu dan aku belum mandi",
"Iya ayo mandi bareng terus ayo ikut aku",Jefri dengan sigap beranjak dari tempat nya tidur. Menggulung tubuh Alin dengan selimut dan menggendongnya masuk ke dalam kamar mandi bersama. Sementara yang mengendong hanya mengenakan celana pendek.
Next......
Singkat cerita Alin dan Jefri telah selesai mandi dan kedua sudah siap untuk pergi jalan-jalan di hari libur ini. Sekalipun Jefri tau hari ini masih hari berkabung atas sepeninggal nya Dani. Jefri tetap bersikap biasa saja dan fokus nya hanya pada satu perempuan yang saat ini ada bersamanya.
Keduanya pergi keluar kota dengan menaiki pesawat pribadi keluarga Abdi. Setibanya di sana Jefri langsung mengajak Alin berkeliling mengunakan mobil. Sampai akhir berhenti di salah satu rumah makan untuk sarapan terlebih dahulu.
"Habis ini mau kemana?",
"Hotel",
"Hemmm",
"Hahahaha....kita ke taman. Di kota ini ada taman yang indah",kata Jefri yang sudah puas melihat raut wajah Alin yang dingin barusan.
__ADS_1
Selesai makan Jefri benar-benar mengajak Alin berkeliling melihat-lihat indahnya tamanan di tempat ini. Sebelum akhir rehat duduk-duduk melepas penat di kursi panjang kayu taman.
++++++++
+++++++++++++
Dua Minggu semenjak kejadian di hari itu. Tuan Han dengan seutuhnya memutuskan untuk pensiun memimpin perusahaan. Sehingga mau tidak mau Jefri harus langsung siap menggantikan posisi ayah nya. Karena hanya dialah satu-satunya pewaris asli keluarga Abdi.
Sementara itu Tuan Han yang belum bisa memaafkan kesalahan nya di masalah lalu. Memutuskan untuk terbang ke Australia dan menetap di sana. Dari pada harus tetap di kota ini menemani istri keduanya yang sedang berduka.
Karena menurut kabar setelah kabar kematian anaknya Tiara juga ikut mati dengan cara gantung diri mengakhiri hidup nya sendiri. Sehingga rasa bersalah yang di rasakan Tuan Han yang semakin dalam menjadi alasan terbesar nya untuk pergi meninggalkan kota ini.
Kini Jefri yang menjadi seutuh pemegang seluruh saham perusahaan keluarga. Membuatnya hampir tidak memiliki waktu untuk Alin di rumah. Akan tetapi walaupun begitu Alin selalu dengan senang hati datang menemui Jefri. Sekedar menemani makan siang ataupun makan malam bersama jika Jefri harus lembur kerja.
Karena sesibuk apapun Jefri, Jefri tetaplah orang yang sama yang berdiri pada pendiriannya untuk setia hanya pada Alin istri nya.
Alin duduk tenang bercerita bersama dengan Jefri yang menyimak seksama sembaring memakan makan siang nya. Mungkin bagi Jefri melihat Alin bercerita sudah cukup membuat nafsu makan nya menjadi rakus.
"Tau tidak Jef. Masak iya Linda mau di ajak Vio kawin",
Jefri merespon dengan manggut-manggut.
"Yang bikin kesel itu ini, nihh....Vio mau nikahnya nanti kalau Linda sudah melahirkan anak nya. Kan wahh...gila banget teman mu Jefri".
Menghentikan kegiatan makannya."Eh, stop, stop, kenapa harus ada nama ku di situ?",
"Habisnya Vio temen mu",
__ADS_1
"Aku lupa punya teman namanya Vio",
"Aku aduin kamu ke Vio. Kalau kamu tidak mengakui dia sebagai temen mu",
"Membicarakan soal Vio. Dia sudah sehat?",
"Sudah Linda bilang Vio sudah selesai operasi di AS. Masa terapi nya di sana juga sudah selesai. Lagian kalau belum mana bisa aku ceritakan hal seperti ini kepada mu. Dasar be**go",
"Kebiasaan", sembaring mendorong kening kepala Alin pelan.
"Ihh... kepeleset tadi",mengelus kening nya.
"Udah Al diam dulu, aku kekenyangan Al aduh",
"Kebiasaan",
"Aduh Al butuh ciuman",
Mengabaikan modus Jefri. Alin beranjak dari tempat duduknya."Bentar aku ambilkan air hangat",Alin berlalu pergi keluar ruang kerja pribadi Jefri.
Next.....
Selepas dari kantor Jefri. Alin langsung kembali pulang ke rumah nya. Iya, rumah sebesar mansion ini hanya huni dua orang saja dengan hanya beberapa petugas kebersihan dan satpam rumah.
Setibanya di rumah selesai membersihkan wadah bekas makan. Alin berjalan keluar dari ruang dapur untuk rehat sejenak di ruang keluarga.
Sementara itu di sisi lain, tepat sehabis makan siang Jefri langsung di sibukkan dengan pekerjaan kantor. Meeting dan lain-lainnya yang sungguh membuatnya sangat pusing.
__ADS_1
Sampai menjelang malam Jefri masih menghadap beberapa berkas di depannya yang masih menumpuk tinggi. Sehingga mau tidak mau Jefri akan menginap di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya.