
Deppp......Dani dengan mudahnya menusukkan pisau dalam genggaman tangannya ke perut Jefri."Aku tetap tidak terima kau memiliki Alin",kata Dani tepat di dekat daun telinga Jefri.
Tersenyum tipis bruk....Jefri langsung menonjok perut Danu membuat tubuh Danu langsung terpental jauh dari nya.
Melihat itu Dani kesakitan Jefri dengan sedikit menyeringai kesakitan mencabut pisau yang menancap dalam di perutnya. Pisau yang berlumur darah itu dengan lihai Jefri putar ke arah depan.
Tanpa perduli dengan rasa sakit dan darah yang bercucuran dari dalam perutnya. Jefri yang tidak ingin memberikan kesempatan pada Dani untuk sekian kalinya. Langsung berlari sekencang mungkin melompat dan pakk... menendang pelipis kepala Dani sampai tubuhnya tersungkur bugk...
Tidak berhenti sampai di situ. Jefri yang masih memegang pisau. Langsung berjalan mendekat dengan tangan kosong nya ia menarik kerah pakaian Dani Sett.... lalu menusukkan pisau yang dirinya bawa pada bahu kanan Dani Depp...
Dengan sorot mata tajam memerah membunuh,"Aku tidak selembut ayah ku",kata Jefri mencabut pisau itu tanpa memperdulikan kesakitan yang Dani rasakan.
Lalu Jefri kembali menusuk pisau itu pada dada kiri Dani terus berulangkali bahkan yang terakhir Jefri begitu sangat menekan nya membuat Dani langsung tidak sadarkan diri. Bugkk....Tubuh Dani tergeletak penuh darah tepat di depan Jefri berdiri dengan pisau yang masih menancap di dada kiri nya.
__ADS_1
Di saat itulah bala bantuan dari pihak Jefri datang. Diko sebagi ajudan langsung mengambil alih untuk membersihkan TKP secepatnya. Sementara Jefri juga secepatnya di bawah ke rumah sakit agar lukanya lekas mendapatkan perawatan medis.
"Bersihkan semuanya jangan tinggalkan sedikitpun masalah",perintah Diko pada bawahan nya.
'Seharunya emang seperti ini Al',ucap Jefri sebelum kehilangan kesadaran saat masih duduk di dalam mobil yang akan membawanya ke rumah sakit.
"Alin",panggil Tuan Han sampai membuat Alin melonjak kaget.
Iya, Alin yang sedang duduk-duduk di ruang tamu di buah terkejut oleh ayah mertua nya yang menepuk bahunya. Bahkan sampai Alin memelototi ayah mertuanya saking terkejutnya.
"An....Jefri di mana iya Yah. Dari tadi belum pulang-pulang?",
"Sudah coba kamu telfon?",
__ADS_1
"Sudah Yah tapi tidak di angkat",
"Bagaimana kalau kamu temenin ayah bertemu papa mu?",
"Ayo Yah",Alin yang langsung menyetujui nya dengan rasa sumringah bahagia karena akan bertemu dengan papa nya.
Singkat cerita. Setelah pingsan selama beberapa menit Jefri akhirnya kembali siuman walaupun dengan tangan yang masih terikat dengan selang trasvusi darah. Karena kehilangan banyak darah Jefri harus melakukan trasvusi darah agar tekan darah nya bisa kembali normal. Sementara dengan luka tusuk di perut nya sudah di jahit dan di balut perban luka.
Dokter Iyan yang baru saja memasuki ruang kamar rawat inap Jefri."Apakah istri mu tidak marah jika tau tubuh penuh luka?",tanya Dr. Iyan sembaring fokus melepaskan selang trasvusi darah yang sudah habis.
"Saya tau kamu tidak mau rawat inap jadi saran saya tebus lah obat penambah darah. Agar stamina mu lekas pulih",
Jefri hanya terdiam sembaring beranjak bangun untuk duduk dan memperhatikan tangannya yang ikut di balut perban luka.
__ADS_1
"Tunggu di sini sampai Diko menjemput kamu",pesan Dr. Iyan sebelum berlalu pergi meninggalkan ruang kamar rawat inap ini.