
Sudah menjelang malam. Namun Jefri belum kunjung pulang. Alhasil di meja malam hanya ada Alin, Arya, dan Arky. Sementara putra sulung Alin sudah tidak ada lagi di sini karena sudah terbang ke Jepang tadi siang setelah selesai menyelesaikan persyaratan perpindahan tempat nya kuliah. Membuat Alin hanya makan malam bersama kedua putra kembarnya saja.
"Bu",panggil Arky yang membuat Alin langsung mendongak melihat ke arahnya."Ayah bakal pulang jam berapa?",
"Belum tau, ayah mu masih banyak pekerjaan di kantor",jawab Alin."Sudah cepat habiskan makanan kalian, terus lanjut belajar sebentar dan istirahat. Jangan sampai tidur larut malam",tutur kata Alin yang sudah banyak berubah semenjak sudah menjadi ibu dari tiga orang putra.
Arky hanya mengangguk saja. Namun setelah makan Arya dan Arky justru tidak langsung pergi. Keduanya sibuk membantu ibunya membereskan piring kotor. Dan menata makan yang masih untuk ayahnya nanti dengan benar.
Setelah nya Arya dan Arky baru pergi meninggalkan ibunya untuk pergi ke kamarnya masing-masing. Sementara Alin yang masih di lantai bawah. Tiba-tiba mendapatkan panggilan telepon suara dari putra sulung nya.
*Ibu",
Tersenyum tipis,"Ada apa Tigor?",
*Aku sudah sampai di apartemen, juga sudah selesai beberes, tapi belum makan heheh.....",nada suara pria dingin ini sangatlah berbeda saat mengobrol dengan ibunya.
"Loh kenapa belum makan?Sudah cepat makan, pesan sesuatu, dan ingat terus pesan ibu kemarin",
*Iya iya Bu, aku akan mengikuti apa yang ibu katakan. Aku tidak akan minum, aku tidak akan main perempuan, aku akan jaga kesehatan dengan baik di sini",kata Tigor di seberang sana.
"Yasudah cepat makan",
*Iya Bu, selamat malam",
"Iya, malam",
Panggilan di akhir sepihak oleh Alin dari seberang sini.
"Berikan keluarga dan anak-anak ku perlindungan mu Tuhan",ucap Alin berjalan pergi menaiki tangga rumah.
++++++++
Keesokan paginya Arya dan Arky kembali hanya makan bersama ibunya. Keduanya tidak melihat adanya tanda-tanda kehadiran ayahnya. Mereka berdua hanya sarapan pagi bersama Alin.
Sebelum berangkat sekolah Arya dan Arky berpamitan terlebih dahulu dengan Alin sebelum akhir berlalu pergi meninggalkan rumah. Keduanya mengunakan kendaraan yang sama. Iya walaupun keduanya tidak terlalu akrab satu sama lain, tapi sebenarnya keduanya saling menjaga.
Pagi ini Arya yang menyetir motor Vario sementara Arky di duduk di boncengan belakang. Sembaring memainkan layar ponsel nya.
"Pak saya sudah siapkan semua berkasnya ke dalam flashdisk",Willy memberikan flashdisk yang dirinya bawa kepada atasannya Jefri.
Jefri langsung menerima dan memasangkan flashdisk itu pada laptop nya,"Bagus, kau siapkan saja meeting untuk nanti siang",
"Baik pak, saya permisi".
__ADS_1
Jefri yang dari kemarin sama sekali tidak istirahat, lantas langsung menyadarkan diri di kursi kerja sampai perhatian nya mendongak melihat langit-langit ruang kerja pribadi nya.
Bahkan saat terdengar suara pintu ruang kerjanya terbuka pun. Jefri sama sekali tidak terusik. Atau emang dirinya tidak menyadari akan hal itu.
"Cuci atau mandi dulu Jefri",kata suara seorang perempuan yang saat ini sudah berdiri di depan meja kerja Jefri.
Lantas Jefri yang menyadari langsung memperbaiki posisi duduknya untuk melihat ke arah sumber suara."Cepat dasar jelek",kata Alin.
Tidak marah ataupun tersinggung Jefri justru berkata,"Maaf Al kemarin malam aku tidak pulang",
"Cepat Jefri, keburu kamu tidak punya waktu lagi untuk makan. Aku tidak mau melihat orang jelek seperti kamu sakit",
Tersenyum tipis dan beranjak dari tempat duduknya,"Iya Ibu aku mandi dulu",kata Jefri berlalu masuk ke dalam ruangan yang emang di khususkan untuk beristirahat mandi dll saat ada pekerjaan lembur untuk pemilik perusahaan seperti dirinya.
Sesaat kemudian saat Jefri selesai mandi dan Alin selesai membereskan meja kerja Jefri yang sangat berantakan. Kini keduanya tengah duduk bersama di sova panjang yang tersedia. Untuk Alin menemani Jefri yang sedang menghabiskan makanan yang dirinya bawa.
"Anak-anak baik-baik saja?",masih dengan mulut yang mengunyah.
"Tigor sudah mulai masuk kuliah, Arya dan Arky baik......Arky kemarin malam mencari kamu",kata Alin.
"Mereka berdua kembar tapi selalu ribut, sementara Tigor.....",
"Tigor sama seperti mu, putra sulung kita seperti tidak perduli tapi Tigor sangat menyayangi kedua adiknya",
Tersenyum tipis,"Iya jelas lah kan aku yang melahirkan nya",di akhir dengan tertawa kecil.
'Seneng bisa mengenalmu, aku harap kamu selalu ada bersama ku Alin',batin Jefri sembaring memperhatikan tawa kecil istrinya. Entah kenapa kesalahan di masa lalu sangat membantu mengerti akan arti tanggung jawab pada sesuatu yang telah di lakukan. Dan Jefri senang karena kesalahan itu dirinya bisa mengenal Alin yang sudah 25 tahun usia pernikahan.
Singkat cerita di tempat lain. Arya dan Arky tengah berjalan bersama beriringan dengan para sahabatnya, Arthur, Gema, dan Kai. Mereka berlima hendak pergi ke kantin untuk makan siang bersama.
Arthur yang bagiamana memesankan sementara yang lain duduk di satu tempat yang masih kosong.
"Nanti lu langsung pulang?",tanya Kai pada Arky.
"Ada info tawuran nanti sore..",bisik Kai seakan menghasut,"Gue semangat ikuttt",
Bukk....Arya yang memukul ubun-ubun kepala Kai dengan tangan mengenalnya."Toba to***lol",
"Ittsss.....tobat apalah tobat, hobby ku tetaplah hobby",semangat Kai seorang anak selalu sangat semangat jika ada info tawuran.
Arya melihat ke arah Arky seakan sedang mengatakan sesuatu yang tidak langsung Arya ucapkan.
Menghela nafas berat,"Gue tidak ikut, gue sudah ada janji menghancurkan dapur hari ini, karena gue ada jadwal harus di marahin ibu gue hari ini",kata Arky.
__ADS_1
"Tol***ol",ucap Gema menatap malas.
Singkat cerita jam pulang sekolah telah tiba. Arky yang diam-diam ternyata memiliki jiwa seperti Kai. Keduanya hendak kabur untuk ikut tawuran saat jam pulang sekolah telah tiba. Namun kedua langsung di hentikan oleh Arthur dan Arya.
Baik Arthur ataupun Arya langsung menarik kerah belakang pakaian Arky dan Kai bersamaan.
"Mau kemana lu pada?",tanya Arthur."Tidak ada tawuran-tawuran lu berdua harus langsung pulang",tutur Arthur.
Sementara Arya tanpa basa basi apapun langsung mengamankan saudara kembarnya sendiri. Arya langsung menarik kerah pakaian Arky untuk ikut bersamanya pergi ke parkiran motor. Untuk segera Arya ajak pulang Arky yang menyusahkan nya.
Gema yang sedang terdiam memperhatikan berkata,"Bang**sat dah!!Kalian berdua emang butuh pengawas ekstra",
Malam harinya saat akan makan malam. Arky berpapasan dengan Jefri yang baru juga turun dari dalam Liv.
"Ayah, pantas Liv nya tidak kebuka-buka",kata Arky yang sehabis berlari kecil menuruni tangga dari lantai tiga ke satu.
"Arya di mana?",
"Entah, mungkin masih belajar",
"Kalau gitu panggil dia makan malam. Ayah tunggu di meja makan",kata Jefri berlalu lebih dulu meninggalkan Arky.
Arky yang mau mengatakan sesuatu pun urung saat melihat Jefri sudah lebih dulu berjalan pergi.
Akhirnya dengan menggaruk-garuk surai rambut nya yang tidak gatal. Arky kembali naik ke lantai tiga mengunakan Liv untuk mengajak Arya makan malam bersama.
Setibanya di depan pintu kamar Arya yang masih tertutup rapat. Arky tetap terdiam masih enggan untuk mengetuk pintu kamar Arya. Itu karena emang keduanya jarang berkomunikasi dengan baik, sekalinya komunikasi pun hanya untuk ribut. Sehingga sangat canggung untuk Arky jika harus mengatakan kalimat ajakan untuk ayo makan malam.
Ragu-ragu Arky mengetuk pintu kamar Arya. Tokk....Tokk....Tokk.....,"Arya, lu di tunggu ayah di meja makan",kata Arky yang selama beberapa menit berlalu tidak mendapatkan balasan dari Arya.
"Arya buruan keluar gue sudah lapar bang**sat!!",marah Arky."ARYA!!",Sembaring mendorong gagang pintu kamar yang ternyata tidak terkunci.
Di saat itulah Arky justru mendapati tubuh Arya yang tergeletak tidak terlalu jauh dari depan pintu kamarnya masih dengan pakaian seragam sekolah lengkap. Alhasil Arky yang melihat itu langsung panik cemas dan khawatir.
Arky mendekat dan membalikan tubuh Arya,"Bangun bang, lu kenapa bang??",panik Arky."Tol**ol bangun tol**ol!!",panik Arky sembaring menggoyang-goyangkan pipi Arya yang panas.
Hingga akhir Arky mendudukkan tubuh Arya, sementara dirinya berjongkok di depan Arya untuk mengendong tubuh Arya turun.
Sembaring mengendong Arya di punggung nya inilah Arky berlari sekencang mungkin masuk ke dalam Liv,"Bentar Bang kita pergi ke rumah sakit",
"Ar..ky", panggil Arya bernada sangat pelan dan lemah.
Di bawah Jefri dan Alin yang mendengar teriakkan Arky pun buru-buru keluar dari ruang makan untuk melihat putranya. Di saat itulah keluarga ini langsung panik melihat Arya yang terkulai pucat lemas dalam gendongan Arky.
__ADS_1
Jefri langsung mengambil tindakan untuk membawa Arya secepatnya ke rumah sakit. Takut jika di tunda-tunda di rumah akan terjadi hal buruk pada Arya.