
"Jef",
"Hemm",
"Kamu bakal pulang cepat?",
"Iya karena bekel belum di buka lagi",
"Belum iya",menjadi bernada rendah. Alin yang sudah mengetahui musibah apa yang menimpa bekel Jefri menjadi ikut sedih. Karena kemungkinan besar Jefri pasti akan kesulitan mencari uang untuk kebutuhan nya dan dirinya sendiri.
"Kenapa?",
Seakan lupa atau emang pura-pura lupa siapa suaminya Alin justru berkata,"Kalau gitu kamu ambil saja kartu ini. Seenggaknya dengan ini aku bisa membantu kamu",
"Eh!!Kenapa?",
Menolak apa yang di kasih Alin."Aku masih ada Alin. Aku bukan orang miskin, bekel itu hanyalah usaha kecil ku jadi mudah untuk ku untuk membangunkan kembali seperti semula".
"Aku anak tunggal keluarga Abdi Alin. Suami pewaris tunggal keluarga Abdi".
'lahh kenapa gue bisa bego gini. Kenapa gue sampai tidak bisa faham kalau selama ini gue di nikahi pria kaya raya. Ko bego banget iya gue',pikir Alin kesal dan menyesal dengan kebodohan nya sendiri.
Mengacak-acak surai rambut Alin,"Bego!!Ayo cepat berangkat",ajak Jefri yang hari ini akan mengantarkan Alin berangkat sekolah.
__ADS_1
Selesai kuliah Jefri bergegas kembali lebih cepat dari pada biasanya. Ia juga jauh lebih terburu-buru dari biasanya. Seakan-akan sedang tidak tenang hari akan sesuatu yang mengganjal.
Hingga setelah menempuh perjalanan selama 1 jam perjalanan. Jefri berhasil sampai di kediaman rumah mertuanya. Dengan langkah terburu-buru Jefri berlalu masuk ke dalam rumah. Yang di sana sudah ada mama mertuanya yang tengah gusar menunggu kedatangan nya. Bahkan di ambang pintu pun Jefri sudah langsung di sambut oleh Mama Selvia.
"Ayo berangkat sekarang",ucapan bergetar khawatir.
Jefri hanya terdiam mengikuti menuntut mama Saliva untuk keluar rumah. Beliau berlalu pergi mengendarai motor bersama dengan Jefri mengendarai.
"Agak cepat nak",minta mama Saliva pada Jefri.
"Iya ma",balas Jefri menambah kecepatan motor untuk mempersingkat perjalanan.
Koban kecelakaan telah di bawa ke ruang IGD untuk mendapatkan penanganan sembaring menunggu keluar pasien datang. Untuk mengurus administrasi rumah sakit.
Mama Selvia dan Jefri telah sampai di tempat tujuan nya. Yaitu rumah sakit Kera Sakti. Sementara Jefri masih memarkirkan motor nya dengan baik. Mama Saliva sudah terlebih dulu berjalan terburu-buru masuk ke dalam rumah sakit.
Beliau bergerak gercap langsung ke meja resepsionis."Permisi, pasien kecelakaan mobil atas nama Tuan Hendri di rawat di mana?",
"Bentar Bu saya cek terlebih dahulu",
"Beliau ada di sana Bu",kata penjaga ini. Mama Saliva segera berlalu pergi ke ruangan yang telah di tunjukkan oleh petugas dadi. Tidak lupa di ikuti oleh Jefri yang masih setia menemani mama mertua nya.
Setibanya di ruang rawat darurat ternyata benar adanya jika Hendri ayah mertua Jefri baru saja mengalami kecelakaan. Beliau mengalami luka serius di kedua kakinya. Sehingga beliau sempat kritis akibat kekurangan banyak darah. Bahkan saat Mama Saliva dan Jefri datang Hendri belum siuman.
__ADS_1
Setelah mengutarakan mama mertua nya. Jefri kembali berlalu pergi untuk mengurus administrasi pembayaran rumah sakit. Agar ayah mertua nya segera mendapatkan kamar rawat inap darurat yang nyaman.
Next......
Singkat cerita jam pulang sekolah telah tiba. Jefri berpamitan kepada mama mertua untuk pergi menjemput Alin yang sebentar lagi pulang sekolah.
Sesampainya di depan sekolah pun Jefri banyak diam, ia langsung saja mengajak Alin pergi tanpa mengatakan sepatah katapun seperti hari-hari biasa. Namun..
"Kenapa ke rumah sakit Jef?",
"Ayah sakit",
"Ayah ku apa ayah mu?",
"Ayah mu",
Pakk....memukul bahu Jefri ringan,"Kenapa tidak bilang dari tadi?",
"Lepas dulu helm nya",
Melepaskan helm yang di kenakan dengan terburu-buru. Bahkan Jefri sampai harus mengandeng tangan Alin agar tidak meninggalkannya. Agar Alin tetap bersamanya.
++++++
__ADS_1