
Masih menaiki satu tingkatan tanga. Langkah kakinya Jefri tiba-tiba terhenti oleh perkataan Tuan Han."Kamu sudah membunuh saudara mu sendiri. Belum cukupkah balas dendam mu pada nya?",
Tanpa berbalik badan,"Aku tidak pernah mempunyai dendam. Apa yang aku lakukan karena baji**ngan itu ingin menghabisi istri ku. Dan aku bukan ayah ku. Aku tidak selembut ayah ku, yang karena kelembutan nya bunda ku tiada",kata Jefri panjang lebar mendongak kepada untuk menahan bui bening agar tidak sampai menetes. Namun Jefri justru melihat Alin yang berdiri di depan tidak terlalu jauh dari nya. Tengah menatap nya dengan manik mata membulat sempurna diam mematung.
Entah Alin sudah berapa lama di sana. Jefri langsung berjalan mendekat dan menarik Alin untuk segera ikut dengan nya kembali ke kamar.
Setibanya di kamar Jefri langsung mengunci pintu kamar dari dalam. Lantas ia berbalik badan kembali menghadap Alin yang masih terdiam. Jefri ikut terdiam menatap sepasang manik di depannya.
"Eh.... pesanan ku mana?",minta Alin mengulur tangan nya sembaring melihat bingkisan yang semenjak tadi Jefri.
Jefri yang masih terfokus melihat Alin,"Kamu mendengar semuanya?",
Alin mengangguk ringan.
Menatap sedu,"Maaf Al, karena keluarga yang kamu pikir bahagia ini sebenarnya tidak pernah bahagia",kata Jefri masih melihat ke arah Alin membuat suasana menjadi hening.
"Aku sudah tau sejak dulu. Karena tidak mungkin hanya karena alasan jarak sekolah jauh kamu memilih untuk tinggal di rumah apartemen. Bahkan di siang itu aku juga pernah mendengar obrolan kamu melalui telfon dengan ayah kamu",kata Alin yang tidak pernah Jefri ketahui jika sebenarnya Alin sudah menyadari akan hubungan tidak baik-baik saja nya dengan ayah kandung nya.
"Siapa orang yang telah kamu bunuh?Kenapa orang itu ingin aku mati?",tanya Alin bernada ragu-ragu pelan.
Jefri terdiam cukup lama melihat Alin yang juga melihat nya. Ia menghela nafas panjang."Aku tidak mau menyembunyikan apapun dari kamu lagi".
"Orang itu saudara tiri ku, anak dari istri kedua ayah ku.....Dia adalah Dani",
Mendengar itu Alin langsung membungkam mulut terkejut.
"Dani ingin aku mati, bukan kamu. Karena dia ingin ayah ku menderita dan dia bisa seutuhnya menguasai harta ayah. Setelah nya Dani akan memaksa mu untuk menikah dengan nya karena dia masih sangat mencintai mu",jelas Jefri menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antar dirinya dan Dani kemarin.
Hingga Jefri yang masih melihat Alin bertanya."Sekarang kalau kamu mau membenci ku, tidak papa, tapi tolong jangan tinggalkan aku",
Alin berjalan mendekat dan memeluk lingkar pinggang Jefri."Aku tidak tau apa yang aku lakukan benar atau salah. Karena aku juga tidak mau kehilangan Jefri",
__ADS_1
Melonggar pelukannya dan mendongak melihat ke arah Jefri yang masih terdiam tidak membalas pelukannya."Tidak mau peluk aku?",tanya Alin dengan polos nya.
Sementara itu. Tuan Han benar-benar datang ke rumah istri keduanya yang tidak seorangpun tau jika Tuan Han memiliki istri kedua bahkan saat Bunda Jefri masih hidup.
Karena hubungan Tuan Han dan istri keduanya di mulai dengan hubungan terlarang. Tuan Han berselingkuh dengan salah seorang wanita penghibur di salah satu club malam. Hingga perempuan itu hamil dan kabar kehamilan itu membuat Tuan Han terkejut. Apalagi saat itu istri sah nya sudah memiliki anak yaitu Jefri yang saat itu berusia 1 tahun.
Tapi tanpa di ketahui Tuan Han kabar itu sudah sampai pada telinga sang istri, Nyonya Diana. Di malam itu juga saat hujan deras mengguyur. Tuan Han yang baru kembali pulang langsung di sambut kedatangan nya oleh Nyonya Diana yang berdiri di ruang utama.
Raut wajah Nyonya Diana sangatlah marah, sepasang mata nya sudah memerah berkaca-kaca. Tapi beliau tetap terlihat tenang anggun dengan dress selutut berwarna maroon yang beliau kenakan.
"Kau sudah mengkhianati ku. Sampai wanita itu mengandung anak mu",
Tuan Han yang berjalan mendekat langsung di ikuti oleh Nyonya Diana yang langsung menghindar. Menjaga jarak dari Tuan Han.
"Jangan pernah menyentuh ku. Laki-laki murahan seperti mu tidak pantas memiliki ku lagi",kata Nyonya Diana bernada tegas penuh amarah.
"Tapi Diana aku tidak mau kita bercerai, lebih baik aku meni....", memotong perkataan belum terselesaikan Tuan Han."PERBUATAN MU HARUS KAU PERTANGGUNG JAWABAN KAN HAN!!",bentak Nyonya Rara.
"Kita tidak akan bercerai. Aku tidak mau nama keluarga baik ku yang sudah di bangun dengan susah payah oleh ayah ku hancur karena perbuatan bejat mu......Tapi bukan berarti kita akan tinggal satu ranjang",
"Nikahin wanita itu aku akan menyuruh orang untuk menutupi scandal mu",kata Nyonya Diana tanpa mengatakan sepatah katapun lagi langsung berlalu pergi. Sekalipun Tuan hanya memanggil sampai mengejarnya Nyonya Diana tetap menangkis semuanya dan tanpa mau lagi terlibat hubungan dengan Tuan Han.
Akhirnya semenjak hari itu Tuan Han dan Nyonya Diana hanya terlihat baik saat ada Jefri di dekat mereka berdua saja. Jika saat Jefri tidak ada Nyonya Diana akan langsung pergi menjaga jarak dengan Tuan Han.
Kondisi keluarga seperti ini berangsur-angsur bertahun-tahun tanpa Jefri sadari kalau kedua orang tua sebenarnya sudah tidak rukun seperti yang Jefri lihat.
Sampai di usia Jefri yang masih baru akan menginjak usia 5 tahun. Jefri dengan mata kepalanya sendiri melihat kedua orangtuanya yang sedang bertengkar di ruang keluarga. Bersama dengan seorang wanita yang membawa seorang anak kecil dalam gandengan tangan nya.
Nyonya Diana yang masih memiliki kewarasan langsung memanggil art rumah untuk segera mengajak Jefri pergi ke kamar.
Walaupun di hari itu Jefri tidak mendengarkan semua yang sebenarnya sedang di ributkan ke tiga orang dewasa itu. Jefri tetap memahami betul bahwa keributan di malam itu sangat-sangat membuat bunda nya terpuruk dan menjadi sering Jefri lihat melamun sendirian.
__ADS_1
Sehingga setiap pulang sekolah Jefri selalu rutin membawakan buku-buku bacaan entah itu novel atau tentang fiksi. Jefri selalu membelikan satu untuk bunda nya yang sangat suka membaca.
Duduk di samping bunda nya."Aku pulang",sekalipun terpuruk dalam kesedihan Nyonya Diana tetap tidak luntur menunjukkan senyum hangat nya kepada Jefri."Sudah makan siang?",
Fokus membuka resleting tas sekolah nya."Belum",
Memberikan buku fiksi."Lihat Bun buku tentang galaksi alam semesta".
"Wah bagus, nanti bakal bunda baca sampai habis. Seperti buku yang kemarin bagus sekali karya tulus nya".
Tersenyum memperlihatkan gigi-gigi kecil nya."Kalau bunda suka aku juga ikut suka",
Mengelus lembut surai rambut Jefri yang sedikit panjang."Jefri",seru Nyoya Diana,"Jefri harus tubuh menjadi pria yang berdiri tegas pada satu komitmen. Jangan mudah terpengaruh orang lain, ikutin kata hati Jefri sendiri, hidup lah hanya dengan satu perempuan. Hormat mereka yang bisa menghargai kehadiran mu dan abaikan mereka yang tidak bisa menghargai kehadiran mu".
Jefri kecil yang tidak begitu faham langsung membalas dengan anggukan kepala.
"Ayo masuk, kita makan siang siang bersama".
Sayangnya semenjak momen itu kesehatan Nyonya Diana justru memburuk dan hari semakin hari semakin memburuk. Hingga akhir Nyonya Diana menutup usia di saat usia Jefri baru menginjak 8 tahun.
Semenjak kematian bunda nya Jefri jadi mengetahui semuanya. Dari awal mula. Tentang ayah kandungnya yang ternyata sudah berselingkuh sampai memiliki anak. Hingga ayah nya akhirnya menikah siri dengan wanita selingkuhannya atas izin dari bunda nya. Sampai di satu waktu wanita itu datang ke rumah dan ingin meminta hak seutuhnya karena bunda Jefri sudah tiada.
Walaupun usia Jefri masih terbilang belia dengan pemikiran dewasa nya. Jefri menentang keras permintaan wanita itu. Karena penolakan itu wanita ini sampai akan menampar Jefri namun langsung di hentikan oleh Jefri.
Menggenggam erat pergelangan tangan wanita ini dengan tangan kecil nya. Jefri dengan sorot mata marah berkata,"Kau bukan bunda ku, kau tidak berhak memukul ku",
Melihat itu Tuan Han langsung menepis tangan istri keduanya. Dan Tuan Han menggenggam tangan kecil Jefri."Tiara, aku menikahi mu bukan karena aku mencintaimu. Aku menikahi mu karena aku harus mempertanggung jawabkan perbuatan ku. Itu atas izin dari istri ku, jika saja istri tidak mengizinkan. Aku tidak akan pernah mau menikah mu",kata Tuan Han yang terlihat sangat menyakiti hati Tiara istri kedua Tuan Han.
Sementara di sisi itu Jefri yang masih sangat marah menatap tajam seorang anak kecil laki-laki yang sedang ketakutan di depannya dengan sorot mata tajam nan dingin.
"Semuanya tetap sama seperti istri ku masih ada Tiara. Aku akan mengirimkan uang seperti dulu, jadi jangan berharap lebih. Karena jika itu terjadi aku tidak segan-segan untuk melanggar apa kata istri ku untuk melindungi mu",
__ADS_1
Hening sesaat."Baik, jika itu mau mu",kata Tiara dengan air mata yang sudah bercucuran membasahi pipinya. Pada akhirnya Tiara kembali harus angkat kaki dari rumah ini.
Setelah kejadian di hari itu. Jefri sama sekali tidak pernah mengobrol dengan ayah nya. Sekedar mengobrol singkat, menyapa pun tidak pernah Jefri lakukan. Karena walaupun Jefri tinggal satu atap dengan ayah nya. Bagi Jefri ayahnya sudah tidak pernah ada.