Anak Tunggal Kaya Raya

Anak Tunggal Kaya Raya
Eps.7


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Alin terbagus dan mendapati dirinya sudah ada di tempat tidur, begitu juga dengan Jefri yang masih tertidur pulas di samping nya. Alin yang tidak mau tau tentang bagaimana caranya Jefri membawanya pulang pun beranjak bangun turun dari tempat tidur meninggalkan Jefri yang masih terlelap.


Alin pergi ke dapur untuk mulai membiasakan dirinya memasak makanan sendiri untuk sarapan sebelum berangkat sekolah. Yang mungkin akan menjadi rutinitas nya nanti setiap hari.


Singkat cerita setelah beres dan sudah mengenakan seragam sekolah dengan baik, begitu juga dengan Jefri yang saat ini sudah duduk di depan menikmati menghabiskan menu sarapan paginya yang sebenarnya tidak pernah Jefri lakukan.


Iya, Jefri sangat-sangat jarang sekali sarapan pagi. Atau kurang lebih hampir tidak pernah karena dia malas harus memasak terlebih dahulu sendirian. Sementara ia terkadang sering bangun kesiangan karena malas.


"Jef nanti jam set 1 siang antar gue balik ke sekolah",


"Ngapain?",


"Kegiatan Pramuka",


"Kenapa tidak langsung saja?Mana panas-panas ada saja",


"Iya kan emang gitu sejak dulu",


"Sekolah gue tidak",


"Sekolah lu murahan kali",


"CK!!Ayo cepat nanti gue antar",


Singkat cerita Jefri mengantar Alin terlebih dahulu berangkat sekolah sampai berhenti di depan gerbang depan sekolah. Sebelum ia berlalu pergi berangkat ke sekolah nya sendiri.


Baru beberapa langkah memasuki gerbang sekolah. Alin di buat terkejut dengan raut wajah teman-teman Dani yang penuh luka memar. Hampir sama dengan Jefri yang tempo hari seperti itu, tapi mereka lebih parah babak belur nya dari pada Jefri.'Apakah ini ada hubungan nya dengan Jefri?Tapi kalau iya, ribut masalah apa mereka kan tidak saling kenal. Apakah karena aku?Kenapa karena aku?Sialan!!',pikiran negatif Alin bersamaan berjalan lebih cepat lagi untuk segera masuk ke dalam kelasnya.


Di dalam kelas Alin langsung menghubungi Jefri yang baru saja sampai di parkiran sekolah nya. Jefri terdiam sejenak sebelum akhir mengangkat panggilan telfon dari Alin.


"Kenapa?",tanya Jefri di seberang sini.


*Lu kemarin ribut dengan anak-anak sekolah gue?",


"Hem",


*Ribut karena apa?Lu lebih baik menjauh dari Dani Jefri. Dia anak berandalan",bernada khawatir Alin di seberang sana.


Jefri sempat terdiam sejenak memikirkan perkataan Alin seperti benar-benar tidak menyadari dengan siapa dia bicara. Karena bukankah Jefri tidak jauh berbeda dengan Dani. Bahkan dialah yang seharusnya di jauhi oleh Dani. Bukan Dani yang menjauhi Jefri.


"Iya",tanpa berpakaian panjang lebar Jefri menyetujui saja keinginan Alin.


*Bye",

__ADS_1


Alin mematikan panggilan telepon suaranya sepihak dari seberang sana.


Jefri masih memainkan layar ponsel hingga tersambung dengan panggilan telepon yang ternyata tidak terlalu jauh darinya suara panggilan itu.


Terfokus melihat seorang yang sedang Jefri cari,"Bang***sat kalau gitu tidak perlu di angkat be***go!!",umpat Jefri yang masih duduk di atas jok motor berdampingan dengan Dion yang sama saja dengan nya.


Jefri mematikan ponsel nya untuk kembali menyimpan ponsel di saku jasnya."Lu telfon gue masak tidak gue angkat".


"Anjing", menatap Dion datar.


"Emang ada apa?",


"Berikan gue informasi tentang anak laki-laki kemarin",


"Hemm....",Dion mulai memberitahu semuanya yang Dion ketahui pada Jefri sebelum pada akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kelas bersama-sama.


++++++


Singkat cerita jam set satu siang telah tiba. Jefri sudah siap menunggu Alin di ruang tamu untuk mengantarkan Alin berangkat kembali ke sekolah.


"Lu juga mau pergi?",


"Hemm...ada pekerjaan yang harus gue kerjakan",


"Emang lu kerja?",


Selesai menurunkan Alin di tempat biasa. Jefri langsung tancap gas meninggalkan pekarangan sekolahan Alin.


Di siang yang sangat panas ini Jefri memiliki pekerjaan yang harus ia kerjakan. Pekerjaan itu adalah usaha bekel motor dan mobil yang ia kelola. Di sana juga ada Kris dan Dion yang bekerja di bekel Jefri. Kris montir motor sementara Dion service mesin mobil.


"Sorry telat",ucap Jefri yang baru saja sampai.


"Santai Jef, lu kan bosnya, lu bebas",semprot Kris.


"CK",


Next.....


Karena masih banyak sekali urusan di bekel yang tidak bisa Jefri tinggal. Jefri pun meminta tolong Vio untuk menjemput Alin di sekolah.


Singkat cerita Vio yang melihat Alin keluar gerbang sekolah bersama dengan beberapa temannya,"Nyonya Alin",


"What??",

__ADS_1


'Temen Jefri emang sialan',pikir Alin kesal menanggung rasa malu."Gue duluan iya",Alin berlalu pergi terburu-buru menahan rasa malu.


"Gue aduin lu sama Jefri. Nyonya-nyonya",sembaring geplak kepala Vio yang menenangkan helm tanpa rasa takut. Pakk..


"Sorry, sorry, anjing galak banget pacar lu Jef",


Masih kena pukulan Alin Pakk...


"Aduh....iya sorry mbak sorry gue tidak akan mengulangi lagi. Jangan katakan yang tadi pada Jefri".


".....",terdiam kesal.


Singkat cerita malam hari pun tiba. Dan Alin lagi-lagi sendirian di rumah apartemen Jefri. Karena sampai menjelang malam hari Jefri belum kunjung kembali ke rumah.


Alhasil karena masih ketakutan. Alin memilih untuk berdiam diri di dalam kamar menonton drama lucu agar bisa menghilangkan sedikit rasa ketakutan nya sendirian di rumah.


Hal itu terus terjadi sampai tanpa Alin sadari ia sampai ketiduran di atas tempat tidur. Alin baru terbangun saat Jefri memanggungkan untuk membukakan pintu kamar yang emang Alin kunci dari dalam.


Dengan raut wajah setengah mengantuk,"Lu dari mana Jef?",


"Gue kerja, sorry gue tidak kasih kabar lu",


"Kerja apa, gelud?",


Tersenyum tipis,"Kerja beneran Al, gue kerja di bengkel",


"Hemm...lu sudah makan?",


"Belum",


"Gue buatin, lu mandi sana",Alin berlalu pergi berpapasan dengan Jefri untuk pergi ke dapur.


Walaupun nikah karena paksaan. Alin dan Jefri tetap berusaha bersikap menerima. Walaupun kadang keduanya masih ribut karena sikap kekanak-kanakan Alin yang emang usianya terpaut lebih tua dari Jefri.


"Al",


Keduanya yang sudah duduk berhadap-hadapan di meja makan yang tidak terlalu besar di dekat ruang dapur.


"Apa?".


"Lu serius mau kita cerai?",


"Tidak tau Jef, gue mau fokus sekolah dulu. Lagian lu juga bentar lagi ada ujian kelulusan kan, jadi jangan terlalu di pikirkan dulu".

__ADS_1


"Selama itu aku harap kamu berusaha pikirkan lagi karena aku mulai menyukai mu",kata Jefri membuat Alin salto. Oh!Salah Salting. Alhasil Alin terburu-buru beranjak dari tempat duduk,"Gu...gue, gue apa iya, gue tidur duluan, iya bye, bye",berlari kecil meninggalkan Jefri sendirian menghabiskan menu makan malamnya.


Memperhatikan dan tau itu. Jefri hanya bisa terdiam tersenyum melihat tingkah lucu Alin karena ulahnya.


__ADS_2