Anak Tunggal Kaya Raya

Anak Tunggal Kaya Raya
Eps.16


__ADS_3

Beberapa Minggu sudah Tuan Hendri di rawat di rumah sakit. Jefri hampir setiap juga selalu membantu keluarga mertuanya. Walaupun ia tidak ikut menemani terlalu lama. Seenggaknya ia selalu ada untuk membantu.


Hanya Alin seorang yang sering menginap menemani ayah nya bersama Mama Saliva. Hanya di hari Sabtu Minggu saja Alin tidak menginap karena sudah ada adik laki-laki yang menemani mama nya.


Namun hari ini Alin berangkat, pulang, hingga pergi ke rumah sakit di antar oleh supir pribadi nya. Pak Mahen.


"Pak setelah ini antar saya ke rumah sakit",minta Alin sebelum beranjak dari dalam mobil.


Tiba di dalam Alin sudah di sambut akan kehadiran mertua laki-lakinya yang tengah duduk seorang diri di ruang utama.


Alin berbincang-bincang sejenak dengan Han sebelum sesaat kemudian Alin dan Han yang juga mau pergi ke rumah sakit. Berangkat sekalian bersama menantu nya ke sana.


Keduanya duduk di kursi penumpang tengah mobil sementara mobil di supir pak Mahen. Mobil ini melaju dengan kecepatan sedang pergi ke rumah sakit.


"Bagaimana dengan Jefri?",


"Jefri",


"Dia anak nakal. Apakah dia tidak menyusahkan kamu?",


Alin menggeleng ringan,"Tidak, Jefri orangnya baik",

__ADS_1


"Emang Jafri dulu siapa apa Yah?",


"Jefri...",


Di lain tempat di waktu yang sama. Jefri begitu sangat di sibukkan dengan bekelnya yang baru di buka lagi. Ia turun tangan sendiri membeli barang-barang yang di perlukan di bantu oleh Kris dan Dion. Begitu juga dengan kedua karyawan nya.


Sehingga semenjak pagi tadi ia belum sama sekali menghubungi Alin. Ia hanya mengirimkan pesan singkat di jam makan siang saja.


"Jef gila!!Nanti malam bakal lembur",ujar Dion mengelap keringat di kening nya dengan punggung tangan.


"Iya kalau belum selesai",balas Jefri yang tengah mengangkat mesin pompa angin bersama Kris ke dalam garasi.


Walaupun melelahkan tapi setiap waktu nya makan. Jefri dengan tegas menyuruh mereka untuk beristirahat makan.


Tapi tanpa mereka semua sadari bahwa masalah yang sedang di hadapi belumlah selesai sampai di sini. Karena masih selalu ada seseorang misterius yang mengawasi mereka dari kejauhan. Seseorang yang bermaksud jahat dengan Jefri.


Next......


Singkat cerita malam pun tiba. Jam satu malam Jefri baru pulang. Menenteng tas nya letih berjalan masuk ke dalam Liv rumah. Setibanya di lantai kamarnya. Ia langsung membuka pintu kamar.


Di saat itulah Jefri dapat melihat Alin yang masih terjaga nonton tv. Sembaring memakan camilan dalam rangkulan nya.

__ADS_1


Melihat kedatangan Jefri, Alin menyunggingkan senyum tipis."Pulang juga",


"Iya, sorry Al banyak pekerjaan",


"Iya mandi sana aku ambilkan makanan",minta Alin berlalu meninggalkan kamar. Membiarkan Jefri untuk bebersih diri terlebih dahulu.


Sesaat kemudian Jefri yang sudah mandi tengah duduk menikmati menu makan malamnya di depan tempat tidur tempat Alin tengah duduk menonton acara televisi.


"Ayah sudah boleh pulang?",


"Udah, tadi di bantu ayah Han juga",


Melihat lawan bicara nya,"Ayah ku?",


"Hemm",


".......",terdiam melanjutkan makan-makan nya.


Selesai beres-beres, cuci muka, dan kaki. Jefri dan Alin sudah dalam persiapan tidur. Tapi masih dengan membiarkan acara televisi tetap menyala.


Hingga akhir Jefri matikan saat ia menyadari Alin sudah tertidur pulas merangkul nya. Mencium kening Alin sekilas,"Good night beby",

__ADS_1


__ADS_2