Anak Tunggal Kaya Raya

Anak Tunggal Kaya Raya
Eps.14


__ADS_3

Di keesokan paginya. Jefri dan kedua sahabat telah kembali bertemu di kediaman rumah Dion. Sementara Iqbal dan Reza di libur kan.


Saat itu Dion terlihat yang paling kacau dari Kris dan Jefri yang sangat-sangat tenang tanpa beban. Hingga Jefri menjelaskan yang baru membuat Dion antara percaya atau tidak. Yang jelas penjelasan Jefri membuat nya bernafas lega.


"Hemm ini pemilik kendaraan sudah telfon. Lu istirahat saja di rumah. Gue dan Kris yang akan nemuin mereka",


"Serius Jef lu ada",


"Ada Dion, lu istirahat saja",


Jefri berlalu pergi meninggalkan kediaman rumah Dion bersama dengan Kris mengendarai motor milik masing-masing.


Selain harus berurusan dengan ganti rugi. Jefri juga harus berurusan dengan pihak berwajib. Yang walaupun Jefri tau itu ulang orang yang tidak suka dengan nya. Jefri tetap tidak mau berurusan dengan pihak berwajib. Yang membuat pihak berwajib tidak bisa lagi datang untuk ikut campur menyelidiki.


Hingga menjelang siang hari. Jefri dan Kris baru bisa duduk tenang mengisi perut yang sejak pagi belum ke isi apapun.


Keduanya memilih pesan makanan online untuk di makan di taman tempat keduanya singgah santai sekarang.


"Sialan baji***ngan itu",umpat Kris yang teramat paling marah di sini.


"Yang terpenting jangan kegagahan. Kita biarkan mereka memainkan permainan nya. Agar lebih dalam rasa sakit nya nanti",kata Jefri yang fokus pada makanan di depannya.


+++++++


Sudah sarapan pagi sendirian berangkat di antar sopir. Mood yang sangat buruk ini membuat Alin benar-benar hanya terdiam sepanjang perjalanan sekolah nya berlalu. Bahkan dirinya yang biasanya paling heboh justru dialah yang paling banyak diam.


Singkat cerita selepas pulang sekolah Alin tidak langsung pulang. Alin mampir terlebih dahulu ke perpustakaan sekolah untuk meminjam beberapa buku. Untuk bersikap ujian kelulusan sekolah yang sebentar lagi akan berlangsung.


Singkat cerita selesai meminjam buku. Alin berjalan seorang diri keluar gedung sekolah di mana saat itu suasana sekolah sudah tidak terlalu ramai seperti tadi. Hanya tinggal beberapa anak saja sebagian besarnya sudah pulang.


Alin berlalu pergi pulang masuk ke dalam mobil yang sudah menjemputnya. Di sepanjang perjalanan pun sama Alin hanya terdiam memperhatikan keluar jendela. Sampai tiba-tiba mobil yang di naiki mengerem mendadak membuat perhatian Alin langsung beralih melihat ke depan.


"Ada apa Pak?",


"Itu Nona, seperti mereka orang jahat",


Alin melihat keluar kaca depan mobil,"Jangan di buka pintunya pak",


"Iya Nona, syukurlah tadi saya bawa mobil anti peluru",ujar supir mobil Alin yang sudah mulai ketakutan di kala para laki-laki yang menghadang mobil mereka hampir semuanya membawa senjata tajam.


Sementara Alin tetap berusaha untuk tenang, dia menyalahkan ponsel untuk menghubungi seseorang di seberang sana.


"Jefri, Jef mobil ku di hadang penjahat",


*Kamu di mana?",

__ADS_1


"Di jalan anggrek 5",


*Jangan buka pintu mobil, tetap di dalam mobil apapun yang terjadi",


"Tapi mereka mau membakar mobil ini Jef, aku takut cepat datang",


*Aku akan segera kesana",Jefri di seberang sana langsung mengakhiri panggilan telfon suaranya dengan Alin.


"BUKA!!BUKA SEBELUM KU BAKAR MOBIL INI",bentak seorang laki-laki yang mengendor-gedor kaca mobil.


"Jangan pak, jangan di bukakan",


"Iya, iya Non. Duh Gusti tolong kami Gusti",ucap pak supir ini yang tidak bisa berbuat apa-apa selain tetap diam di dalam mobil menunggu bantuan datang.


Kaca mobil semakin di gedor-gedor, dan syukurnya lagi-lagi karena mobil yang di pakai Alin adalah mobil anti peluru. Makannya sekuat apapun merusak. Mereka hanya membuat retakan kecil saja semenjak tadi.


Hingga di saat suasana semakin genting itulah, salah satu dari mereka tiba-tiba ada yang menendang hingga tersungkur. Jefri datang tepat pada waktunya bersama dengan Kris.


Keduanya membantai habis mereka yang membuat keributan bahkan sebagai sudah lari porak poranda menyelamatkan diri. Di saat itulah Kris berhasil menangkap satu orang laki-laki yang cidera.


Jefri berjalan mendekat mobil saat suasana sudah aman. Alin membuka pintu mobil dan beranjak turun memeluk Jefri.


"Kamu pulang saja",minta Jefri pada Alin.


"Tidak papa Alin kamu pulang saja. Aku baik-baik saja, aku akan pulang cepat",tutur kata Jefri pada Alin.


Mau tidak mau Alin harus menuruti pada kata Jefri. Alin kembali masuk ke dalam mobil yang akhirnya melanjutkan perjalanan meninggalkan Jefri yang masih tetap di tempat kejadian.


Saat itulah Jefri kembali berpaling melihat Kris yang seakan sudah tau. Dan dirinya sudah mendapatkan informasi yang sedang di cari. Kris langsung membantai laki-laki ini.


Seperti biasa Jefri menelpon petugas kebersihan tekape kejadian kriminal. Untuk membersihkan bekas kekacauan. Selama itu juga Kris dan Jefri sebisa mungkin menyamarkan mereka semua yang terluka atau sudah meninggal seperti terlihat baik-baik saja. Sampai tidak seorangpun yang melewati jalan ini tidak curiga.


Next.....


Sesuai dengan janjinya tadi siang. Jefri pulang ke rumah tepat pada waktunya. Selesai ia menghentikan motor nya dengan baik. Jefri melepaskan helm dan beranjak turun dari atas motor. Naik ke teras depan rumah. Baru akan membuka pintu, pintu utama rumah ini sudah terlebih dahulu di buka dari luar.


Lantas Jefri tersenyum tipis saat seseorang yang membuka pintu rumah ini langsung memeluk erat dirinya.


Alin menyambut kedatangan Jefri dengan sangat nyaman. Dirinya memeluk erat pinggang suaminya yang semenjak tadi di tunggu-tunggu kepulangan nya.


"Ihhh segitu cintanya kamu dengan ku",


Melepaskan pelukannya,"Tidak",


"Oh",

__ADS_1


"Cuma takut terjadi sesuatu dengan kamu saja, karena jika sampai itu terjadi aku bisa jadi janda muda",menatap lawan bicara nya datar, namun tetap terlihat imut.


Merangkul bahu Alin mengajaknya masuk ke dalam rumah."Jika itu terjadi kamu akan untung besar Al",


"Hemm?",


"CK!!Kamu akan mewarisi seluruh harta ku",


"Aku?Kenapa harus aku?",


Menghentikan langkah kakinya Jefri mendorong pelan kening Alin gemas,"Bego!!Kamu itu istriku, siapa lagi yang akan mendapatkan warisan ku jika bukan kamu istri ku",


"Oohh",


"......",


+++++


Di suatu tempat. Di dalam pekarangan rumah mewah. Yang tiba-tiba saja di datangi sekelompok orang bertubuh kekar. Salah satu dari mereka ada seorang pria yang berjas rapi.


Setelah mengobrak-abrik rumah ini dan memaksa masuk. Diko nama pria berjas rapi yang menyuruh para anak buah nya untuk mengumpulkan seluruh anggota keluarga di ruang tengah.


Dan salah satu dari mereka sangat-sangat tidak kalian duka, karena dia adalah wanita yang tempo hari ada di bar. Wanita cantik itu adalah Stella.


Setelah semua sudah berkumpul di situlah Diko mulai membuka obrolan untuk mereka tanpa harus duduk di sova seperti mereka.


"Putri mu sudah mengancam keselamatan keluarga majikan ku",


"Siapa kau, aku tidak pernah ada urusan dengan mu?" Stella nyolot.


"STELLA DIAM",bentak ayah nya sendiri.


"Aku tidak akan melakukan apapun walaupun sebenarnya sangat ingin segera menghabisi kalian semua. Tapi sayangnya majikan ku tidak mengizinkan. Majikan hanya meminta ku untuk memberikan putrimu peringatan",


"Jadi Nona muda jangan pernah kau mengganggu tuan ku kembali",


"Jika putri mu sampai tidak mengindahkan peringatan ku, jangan salahkan aku jika akan membunuhnya",kata Diko sebelum akhir berlalu pergi meninggalkan kediaman rumah ini. Namun tiba-tiba Stella beranjak dari tempat duduk.


Stella mengambil vas berjalan cepat hendak memukul Diko dan itu berhasil Stella lakukan. Membuat Diko langkah kaki Diko terdiam dan berbalik badan menghadap Stella. Sembaring tangannya tergerak mengelus kepala belakang nya. Membuat Diko dalam melihat telapak tangan nya yang penuh bekas darah dari luka di kepalanya.


Tanpa banyak bicara Diko mencengkeram leher Stella hingga tubuh kecil Stella terangkat ke atas. Tatapan Diko yang awalnya tenang menjadi tajam dan dingin.


"Kamu berurusan dengan orang yang salah Nona",


Brakk.....

__ADS_1


__ADS_2