
Pagi-pagi sekali Alin dan keluarga Jefri sudah duduk bersama di meja makan untuk sarapan sebelum memulai aktivitas. Acara sarapan hening itu berlangsung beberapa menit. Sampai akhir Han pergi lebih dulu karena ada acara meeting. Sementara Jefri bersikap mengantar Alin berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Untuk membantu anggota OSIS baru yang akan mengganti posisinya.
Lalu Jefri. Setelah mengantar Alin ia hanya terdiam di rumah mengerjakan beberapa tugas kuliah. Juga mengatur keuangan bekelnya.
Suasana rumah yang sunyi senyap membuat pekerjaan Jefri lekas selesai. Ia segera beranjak dari tempat duduknya berkemas-kemas barang yang akan di bawah kuliah.
Sesaat kemudian ia berjalan keluar rumah dengan langkah terburu-buru menenteng kunci mobil.
Pagi menjelang siang ini Jefri pergi mengendarai mobil tidak seperti biasa yang selalu mengunakan motor. Mobil yang di naiki Jefri berlahan-lahan pergi meni pekarangan rumah ini dengan kecepatan sedang.
Sampai di jalanan umum mobil yang di naiki Jefri mulai menambah kecepatan. Sedikit ngebut melaju terburu-buru.
"CEPAT CARI WANITA ITU!!!",suruh Diko sedikit membentak pada anak buahnya.
Para lelaki ini berlari-larian masuk ke dalam hutan untuk mencari sandra wanita yang berhasil melarikan diri. Bersama seorang lelaki penghianat dari anggota Diko sendiri.
Diko yang sangat marah sampai ikut turun tangan sendiri. Menyusun strategi sebagus mungkin untuk menangkap keduanya hidup ataupun mati. Sebelum keduanya berbuat sesuatu yang mengancam majikannya.
Senjata api otomatis sampai Diko pergunakan untuk memburu keduanya. Diko benar-benar serius, marah bercampur kesal karena dikhianati anggota nya sendiri.
Serukkk.....Berlari mengejar sesuatu yang ada di depan sana. Dorr......suara tembakan terdengar. Diko dan rekan-rekan semakin berlari cepat mendekat. Membuat mereka semakin jelas melihat sesuatu yang sudah tergeletak di depan sana yang ternyata.
"Papa kenapa keluar rumah?",tanya mama Saliva yang baru saja keluar rumah.
"Bosen ma, sudah tiga Minggu papa di kurung, pengap",
Duduk di kursi depan suaminya."Bukan di kurung pa",
Menyela pembicaraan,"Iya, iya, mama",
"Alin sebentar lagi lulus ma"
__ADS_1
"Iya, putri kita sudah banyak berubah sejak ada Jefri",
"Papa rindu dengan tingkah manja nya",ucap Hendri tersenyum manis melihat istrinya.
Memegangi lengan tangan Hendri."Mama malah rindu tidak bisa memarahinya....Sejak Alin tidak tinggal di sini Liam jadi tidak ada bahan keributan, mama tidak ada kerjaan marah-marah".
"Hajhhahhh......mereka berdua sudah dewasa mama",
Tertawa lepas bersama adalah kebahagiaan sederhana kedua orang tua yang menginjak kepala lima dan empat ini. Melihat kedua buah hati yang mereka berdua sadari sudah tumbuh dewasa.
++++++++
Selepas kelas kuliah nya. Jefri baru menyalahkan layar ponsel miliknya yang terdapat banyak sekali notifikasi chat yang belum terbaca dan panggilan tidak terjawab dari Kris.
Khawatir akan sesuatu terjadi dengan Alin yang pulang sekolah di jemput oleh Kris. Jefri segera menghubungi ulang Kris.
Namun sesaat setelah mengakhiri panggilan singkat itu. Jefri mengusap kasar wajahnya. Dengan raut wajah panik ia bergegas pergi meninggalkan pekarangan kampus.
Sepanjang perjalanan Jefri masih berusaha menghubungi nomer telepon Alin yang tidak kunjung ada jawaban di seberang sana membuat hati Jefri semakin gusar. Takut terjadi sesuatu dengan Alin. Hal itu dapat di buktikan dari ekspresi wajah Jefri yang tidak dapat berbohong bahwa ia benar-benar sangat ketakutan sekarang.
Kris menelpon kembali Jefri yang langsung Jefri angkat spiker.
*Gue masuk hutan Kelaras, lu cepat ke sini gue tidak akan bisa kas......",tutttuuu...... panggilan terputus sepihak dari seberang sana.
Memukul stir mobil,"CK sialan",umpat Jefri marah. Jika Kris sudah kehilangan sinyal yang berarti saat ini sudah ada hampir di dalam hutan Kelaras.
Tapp....Taappp...Serekk....srekk....Tapp.....Masih dengan seragam sekolah lengkap yang sudah lusuh kotor akan lumpur merah. Alin berlari sekencang mungkin tanpa tujuan masuk ke dalam hutan menerabas rimbunnya ilalang tumbuhan hutan yang menghalangi jalannya.
Sementara di belakang nya ada sekelompok pria bersenjata yang sedang mengejar dirinya. Membuat Alin semakin panik ketakutan, tapi tetap berusaha fokus ke depan."Aku tidak mau mati di sini Jefri",ujar terisak tangis takut.
Walaupun sudah sangat-sangat kacau Alin tetep berusaha fokus dengan pelarian agar dirinya tidak sampai tertangkap lagi.
__ADS_1
Iya, Alin sebenarnya sudah tertangkap tapi dirinya berhasil melarikan diri. Waktu itu, sepulang sekolah Alin menunggu sendirian jemputan nya di samping gerbang sekolah. Sampai sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depan nya. Menyadari dirinya sendiri dalam bahaya. Alin yang sudah siap akan melarikan diri justru gagal. Karena salah seorang pria berhasil merangkul nya dari belakang mendekap hidup dan mulutnya dengan sapu tangan yang sudah di berikan obat bius. Alhasil Alin yang sudah tidak sadarkan dapat dengan mudah di bawa pergi.
Namun dengan usaha susah payahnya. Alin yang saat siuman sudah menyadari dirinya sendirian terkurung di suatu ruangan dengan tangan dan kaki terikat, juga mulut yang di lap ban. Tidak bisa berbuat apa-apa membuat Alin hampir putus asa. Hingga saat dirinya melihat pecahan kaca yang tidak terlalu jauh darinya itulah. Alin berjalan seperti ulat susah payahnya bergegas mengambil pecahan kaca itu untuk membantu nya melepaskan ikatan tali yang mengikat tangannya.
Di saat berhasil itulah. Alin yang memiliki peluang untuk lari, cekatan dirinya melarikan diri keluar dari jendela kayu berlari masuk ke dalam hutan. Walaupun saat pelarian nya itulah Alin ketahuan yang membuat nya berada di posisi sekarang.
Setibanya di tepi bebatuan yang menghadang air danau,"Air!",ujar Alin menghentikan langkah kakinya tepat di depan danau. Dengan nekatnya Alin langsung meloncat masuk ke dalam air danau. Tanpa memperdulikan ketinggian ataupun seberapa dalamnya air danau ini.
"Sial!!Pergi kemana perempuan itu!?",kesal salah seorang pria yang kehilangan jejak Alin.
"Mungkin dia loncat ke dalam danau ini",sahut salah seorang pria melihat ke arah danau.
Terfokus melihat luasnya danau di depan nya,"Sisir semua tepi danau ini. Bawah dia dalam keadaan hidup ataupun mati ke hadapan ku",suruh pria ini tegas pada anak buahnya.
"Baik Tuan",
Menjelang sore. Di bawah tepi danau. Seorang gadis perempuan yang sedang mencuci buah di kejutkan akan tubuh seorang wanita yang tersangkut tumbuhan air danau. Yakin akan penglihatan nya jika itu adalah tubuh manusia. Gadis ini berteriak,"Mas mas", memanggil seorang lelaki yang sedang menunggunya selesai mengisi buah.
Berjalan mendekat menghampiri gadis ini yang menunjuk ke arah tubuh yang tersangkut tumbuhan air."Mas itu bukannya tubuh manusia?",
Melihat ke arah tangan gadis ini menunjuk,"Eh iya dik",lelaki ini yang langsung masuk ke dalam air untuk menarik tubuh manusia ini ke daratan.
Di darat Nanang meletakkan tubuh perempuan yang di tolong di atas tanah. Nina adiknya langsung mendekat memeriksa keadaan perempuan ini.
"Masih hidup mas",
"Kita bawah saja dia ke rumah",kata Nanang yang di balasan anggukan kepala oleh adiknya setuju.
Belum lama setelah kepergian keduanya membawa Alin. Komplotan dua orang pria yang mengejar Alin lewat di tepi danau tempat Alin di ketemukan. Jika saja waktu itu kedua kakak beradik ini tidak menemukan Alin. Mungkin Alin saat ini berada di tegan mereka kembali.
Sementara itu Jefri yang sudah masuk ke dalam hutan di pertemukan oleh Kris yang saat itu masih mencari kebenaran Alin.
__ADS_1
"Mana Alin?",
"Alin berhasil kabur dari mereka, dia masuk ke dalam hutan",kata Kris yang sudah tau lebih banyak dari Jefri."Lebih baik kita cari Alin sebelum mereka duluan yang menemukan Alin",ajak Kris pada Jefri.