Anesta Dan Mahesa

Anesta Dan Mahesa
Hi friends!


__ADS_3

Sampai di bioskop kami malah bingung mau nonton film apa. Kayaknya nggak ada yang menarik, mana selera kami beda-beda. Terutama aku yang cewek sendiri, pengennya sih nonton film itu yang nggak terlalu banyak darah diumbar. Dan aku juga nggak suka nonton film horor.


Pernah nonton film horor, maksa banget. Yakin kalau nggak bakalan takut. Walaupun aku agak tomboy tapi jiwa penakutku lumayan besar.


Beneran, selama nonton film banyakan tutup matanya. Apalagi soundnya mendukung banget. Kapok!.


Begitu sampai kos, temen-temen pada pergi dan aku sendiri. Kebayangkan gimana takutnya aku. Cuma diem dikamar, nggak berani kemana-mana.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Dan pada akhirnya kami nggak jadi nonton, malah nyari "sego kucing" dan nongkrong disitu.


"Nes, hari Minggu kita mau tanding bola sama anak kampung dekat kos"


"Trus, maksudnya aku disuruh datang nonton kalian?"


"Ya iyalah Nes, seperti biasa dirimu itu bagian konsumsi. Yang ngurusin air minum, sama perbekalan. Jangan lupa jagain dompet kami"


"Halah, mahasiswa kere nggak ada duitnya aja nggaya, pake dijagain dompetnya !"


"Ya ampun nesta, paling nggak KTM kami berharga buat ngapelin cewek. Orangtua mereka itu bangga kalau yang ngapelin anaknya mahasiswa dari perguruan tinggi negeri. Gitu lho nes! "


"Ah, prett!. Tau IPK mu nasakom pasti diusir sama bapaknya"


"Lagipula nes, aku kemarin sudah nyablon kaos bolaku. Nah lihat", kulihat Taro mengeluarkan kaos bola dari tasnya.


Dipamerkannya kaos bola berwarna merah, TERSAYANG no punggung 10.


"Ishhh, apa-apaan sih ini. Norak banget hahaha!"


"Itu artinya nes, nanti dipinggir lapangan cewek-cewek yang nonton teriak-teriak memanggil aku. Tersayang, cetak gol dong!. Semangat buat tersayang! . Gimana, keren kan?"


Kulempar dia dengan kacang goreng, "Norak tauuu!".


"Aku nggak bisa datang, aku mau konsentrasi mengerjakan skripsiku, dari kemarin Bab 1 nggak selesai-selesai".


"Kali ini aja nes, datanglah. Kami aja belum mulai mengerjakan tugas akhir"


"Nggak ah, selagi ada waktu ku selesaikan dulu bab 1 ku. Lain kali lah aku nonton kalian main bola"


Nggak terasa udah hampir 3 jam kami nongkrong disitu. Ntah berapa gorengan yang sudah masuk perut, belum lagi makanan lain.


"Pulang yuk, besok aku masih ada kuliah pagi"


"Okelah, kalau bidadari sudah minta pulang berarti kita harus pulang"


"Walaupun dibilang aku bidadari sampai seribu kali, nggak bakalan kutraktir dirimu malam ini Rob. Transferan udah menipis cuiii! "


\=\=\=\=\=


Sesampainya di kos, kulihat Dea sudah ada dikamarnya. Lampu kamarnya bersinar terang, itu tandanya dia belum tidur.


"De, aku masuk ya?"

__ADS_1


"Iya, nggak dikunci kok"


"Tumben jam segini belum tidur? Nggak usah ikutan aku dong kalau tidur selalu malam"


"Aku baru pulang, tadi jalan sama Jo. Aku bicarakan hubungan kami. Ya kamu tau sendiri kadar cintaku ke dia kan biasa-biasa aja. Aku mau selesaikan semua. Tapi Jo nggak mau, dia udah ngerasa cocok denganku"


"Trusss?"


"Ya trus hubungan kami masih berlanjut, aku nggak tega"


"Hubungan atas dasar 'nggak tega' kan rapuh banget De?"


"Iya sih, kita lihat aja sampai seberapa lama semua ini bertahan Nes. Eh, cerita kamu gimana?"


"Cerita yang mana? Cerita sama Robin, Taro, Virza, dan kawan-kawan?", tanyaku menggoda.


"Ih, nggak penting banget ya cerita yang itu"


"Hahahaha, tapi Robin titip salam. Dia bilang kamu cantik sekali. 'Andaikan si Dea mau jadi pacarku', gitu katanya"


"Nggak mau Nesta!"


"Kemarin aku ngobrol sama Mahesa, cerita biasa aja. Nggak ada yang spesial selain dia pinter, ganteng dan sudah membuatku jatuh cinta". Aku tersenyum lebar sekali


"Wow, Nesta!, secepat itu?"


"Love at the first sight Dea. Sudah dua kali aku jatuh cinta dengan cara yang sama. Yang model berteman lama kayak aku sama Robin, Taro dan lain-lain nggak bakalan membuat aku jatuh cinta"


"Aku nggak tau Dea. Tapi dari kata-katanya yang pengen ketemu aku, suka ngobrol denganku dan pertemuan kami siang tadi sepertinya dia punya rasa yang sama"


"Oh, tadi siang itu ketemuan sama dia? Pantesan aku nggak diajak" sambil dengan mukanya yang mendadak judes dia mencubitku.


"Sakit tauuu!. Iya, nggak diajak karena tau bakal ngomongin kamu dan Dion. Udah ketebak. Dia cerita Dion sedih banget harus berpisah dengan kamu".


"Beneran cuma ngobrol tentang itu?"


"Iya, aku bilang ya kita harus menghormati keputusan mereka berdua. Kalian kan tetap memilih untuk berpisah bukan berjuang bersama-sama untuk hubungan kalian"


"Karena, sepertinya Mahesa menyayangkan keputusan kalian. Makanya aku ngomong begitu".


"Udah pahamkan cantik?"


"Iya, trus kalian nggak membicarakan tentang perasaan kalian?"


"Ya nggak lah, baru aja ketemu udah ngomongin perasaan. Udah ah, aku mau tidur besok ada kuliah pagi"


"Selamat tidur Nes, mimpi indah ya"


"Iya, selamat tidur De. Eh, salam balik nggak buat Robin?"


"Nih!"


"Yah, malah dilempar bantal!"

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Inilah akibat tidur terlalu larut, bangun kesiangan. Akhirnya buru-buru mandi biar nggak telat ke kampus. Soalnya hari ini mata kuliah penting banget, karena skripsi yang kutulis berhubungan erat dengan mata kuliah ini.


Sudah dipastikan nggak bakalan sempat sarapan. Lagian borjuis banget pake sarapan, anak kos jarang kenal yang namanya sarapan apalagi yang kere kayak aku. Makan pagi sekalian makan siang. Udah dirapel, makanya tuh anak kos yang hidupnya pas-pasan badannya selalu terlihat slim, alias kerempeng.


Untungnya nggak telat, pokoknya sebelum dosen masuk aku sudah duduk manis didalam kelas.


Tadi kupercepat langkahku bagai berlari, serasa pedagang kaki lima dikejar Satpol PP.


Tak kuperdulikan sapaan teman-teman memanggilku, sekedar duduk nongkrong sebentar dibawah pohon didepan perpustakaan. Aku nggak mau terlambat, malu kalau masuk kelas perkuliahan sudah dimulai. Katanya kaum intelektual, kuliah aja masih telat.


Kuliah hari ini menarik, selesai perkuliahan perutku mulai berbunyi minta diisi. Kulihat Dea berjalan ke arahku. Pasti mau ngajak ke warung bu Jum langganannya.


"Nes, ke warung bu Jum yuk?. Aku lapar". Aku cuma mengangguk mengiyakan.


"Sepertinya makan nasi pecel, sate usus enak nih"


"Ih, kok sama si Nes. Aku juga mau pesan itu"


"Minumnya es teh manis cocok banget"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Setelah ini ada kuliah lagi Nes?"


"Ada, satu mata kuliah perbaikan. Nilaiku C"


"Oh, kirain udah selesai. Aku pengen ditemani ke perpustakaan daerah. Mau pinjam buku. Mungkin aja ada disana buku yang aku cari"


"Kalau mau bareng, besok aja. Aku besok bisa"


"Akunya yang nggak bisa Nes. Besok maminya Jo ulang tahun. Si Jo minta dianterin cari kado. Pulang kuliah aku dijemput Jo"


"Oh ya udah, terserah aja sih"


"Nanti aku pergi sendiri aja Nes, nggak apa-apa"


"Ya udah buruan makannya, aku masih ada kuliah lagi. Dosennya selalu on time nggak enak kalau telat.


Pulang kuliah, panas terik begini paling enak kalau ada yang nganterin pake motor. Males banget kalau harus jalan kaki. Berharap semoga ada teman yang berbaik hati mau nganterin pake motornya.


Nggak ada seorangpun teman dekat yang kelihatan duduk nongkrong ditempat biasa.


Bakalan pulang jalan kaki.


Begitu keluar dari pagar kampus, "Hai Nes! Baru pulang kuliah ya. aku antar pulang atau mau kemana?"


"Eh, Mahesa! Kok bisa sampai sini?"


"Iya, nunggu kamu. Pengen ketemu"


Semoga wajah ku baik-baik saja, tidak memerah. Hatiku yang tidak baik, debarannya terlalu kencang.

__ADS_1


__ADS_2