
Lusy sudah sampai di depan rumah, Aku pamit dengan Bapak dan Ibu, aku mencium tangan kedua orang tuaku. " Assalamualaikum Pak, Bu. Anne berangkat dulu" jalan ke mobil Lusy.
Aku melihat Lusy berdiri di depan mobilnya. " Ayo An buruan" seru Lusy
" Iya bawel" jawabku
" Kamu duduk di depan ya An, aku di belakang sama do'i" Lusy membukan pintu belakang. Aku mengangguk lalu membuka pintu mobil.
Betapa terkejutnya aku jika yang membawa mobil adalah dia. Orang yang membuatku kesal tadi siang.
"Hey, ayo masuk. Jangan bengong aja" kesal Elon yang membuyarkan lamunanku
Aku masuk dan langsung duduk di samping kemudi. Selama di perjalanan aku hanya diam saja. Sesungguhnya aku kesal dengan Lusy karena dia tidak memberi tahu bahwa dia akan mengajak Elon pergi bersama.
Perjalanan kali ini sedikit lebih lama karena pasar malam sekaten tidak diadakan di Alun-alun seperti tahun-tahun biasanya. Melainkan di Lahan Bekas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kerjasama, Jalan Parangtritis Kilometer 3, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Ketika sampai di sana suasana sangat ramai, banyak masyarakat Jogja yang antusias. Kami banyak mencoba makanan, ada sosis bakar, telur gulung, cumi-cumi masih banyak lagi. Kami juga naik wahana komedi putar. Setelah naik komedi putar, Lusy dan kekasihnya pergi jalan-jalan. Lusy meninggalkan aku dan Elon.
Awalnya masih terasa canggung tapi aku mencoba untuk biasa-biasa saja. " Ayo kita juga jalan-jalan berkeliling" ajakku
"hmmm"
Aku dan Elon memutuskan untuk mencari tempat lebih sepi karena malam ini semakin bertambah ramai. Aku hampir saja terjatuh karena ada yang menyenggolku untung saja Elon sigap menolongku. Jadinya kami memilih untuk kembali ke mobil untuk menunggu Lusy.
"Bagaimana kabar kamu An?" Elon mengajak ngobrol
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat, aku baik. Bagaimana dengan kamu? Kenapa pindah ke Jogja?"
"Aku baik. Aku pindah ke Jogja untuk mengejar kamu An" Elon menatap serius aku. Aku tertawa
"Haa haah haa kamu ini, bisa saja becandanya" Aku mengambil benda pipih di tas kecilku.
" Aku telpon Lusy dulu ya, kita harus balik ini sudah terlalu malam" tambahku, aku hendak pergi namun Elon menahan tanganku.
" Aku serius An, aku sudah merasa nyaman dan tertarik dari awal pertemuan kita" kata Elon.
Aku menatap mata Elon untuk mencari kebenaran atas ucapan Elon. Anne tak melihat kebohongan dari ucapan Elon. Aku masih diam, bingung harus bagaimana merespons hal ini.
" An..." ucap Elon sekali lagi
"Tolong beri... " ucapan Elon terputus karena Lusy datang.
" Kalian ini kenapa, Ayo.. " seru Lusy
Kami masuk mobil. Kekasih Lusy pulang bersama temannya. Di dalam mobil aku hanya diam memikirkan apa yang tadi Elon ucapakan. Sementara Lusy sudah tertidur. Hingga tak terasa sampai depan rumah. Aku mengucapkan terimakasih dan turun langsung masuk ke dalam rumah.
Di tempat tidur, suara Elon tadi masih terngiang-ngiang dalam benakku. "Kalau boleh jujur aku tertarik dengan kamu Elon tapi maaf untuk saat ini aku belum bisa membuka hati. Luka yang tergores bahkan belum sembuh Elon. Aku tidak ingin nantinya justru kita saling menyakiti. Aku tidak ingin nantinya kamu hanya menjadi pelarianku saja" kataku sambil menangis
***
Di Jakarta, Angga akhirnya menikahi Bella. Bella bukannya mendapat kebahagiaan melainkan penderitaan karena Angga menikahinya. Bella tidak menyangka bahwa sikap Angga benar-benar berbeda. Sampai-sampai Bella merasa seperti dua orang yang berbeda. Setiap menit yang Bella dapatkan adalah kekerasan seperti cubitan, tamparan, bahkan pukulan. Terkadang Angga juga tak segan-segan menggunakan kakinya.
__ADS_1
Setelah puas menghukum Bella, Angga akan selalu menyetubuhi Bella. Bella merupakan mainan baru bagi Angga. Jadi, Angga merasa berhak melakukan apapun pada Bella termasuk menyiksanya. Pernikahan Bella merupakan neraka baginya. Ntah itu sikap Angga maupun orang tua Angga tak ada yang menyambut kedatangan Bella.
Bella diperlakukan seperti pembantu oleh orang tua Angga. Setiap harinya Bella memasak, membersihkan rumah, menyiram tanaman, dan mencuci pakaian.
Pagi itu, Bella mendapat pukulan dari Angga itu di saksikan oleh sang ibu mertua. Bukannya sang ibu melerai justru malah semakin memanasi Angga dengan mengajarkan bahwa Bella tak becus mengurus rumah. Mendengar hal tersebut dari Ibunya membuat emosi Angga semakin tersulut. Angga menarik Bella sampai di kamar. Angga menghempaskan Bella dengan deras di ranjang. Angga melepaskan ikat pinggangnya kemudian mencambuk Bella beberapa kali.
Bella hanya menangis dan terus menangis meratapi nasibnya sekarang. Iya bingung ingin meminta bantuan siapa. Bella ingin menghubungi Anne dan meminta tolong tapi Bella merasa tidak pantas. Bella juga merasa bahwa ini adalah hukuman yang tuhan berikan karena kesalahannya. Bella salah karena telah menyakiti sahabat yang selalu baik dan selalu ada untuknya.
Bella memaikankan Hpnya. Ia ingin menghubungi Anne. Tapi, Bella masih ragu. Bella mengetik "An apa kabar" kemudian Bella menghapusnya Lagi.
" Ahh apakah ini hukuman yang tuhan berikan padaku?" Gumam Bella. Ia urungkan untuk menghubungi Anne.
Bella merasa malu karena sudah mengkhianati Anne. "Maafkan aku An.." ucap lirih Bella
***
Sementara, Malam ini Elon tak bisa tidur karena terus memikirkan Anne. Hari ini Elon bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama dengan Anne. Sejujurnya Elon juga ingin mendengar jawaban dari Anne. Tapi iya meyakinkan diri untuk memberikan waktu untuk Anne berpikir.
Elon sudah mengetahui masalah yang menimpa Anne di Jakarta sehingga ia memutuskan untuk pindah ke Jogja. Informasi ini dia dapat dari Lusy, sepupunya itu. Lusy ingin menjodohkan Elon dan Anne. " Aku tahu kamu butuh waktu An.. Aku janji akan buat kamu bahagia dan melupakan semua luka itu" janji Elon
Elon melihat galeri di HPnya, Ia melihat foto-foto Anne yang dia ambil secara diam-diam. Elon memandanginya kemudian Elon memeluk hp tersebut hingga ia terlelap.
Besok paginya Elon bersiap untuk ke kantor. Ia lebih bersemangat untuk berangkat dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Anne.
Elon mengenakan setelah jas kemudian Elon menyemprotkan parfum ke badannya. Ia mengambil HP dan kunci mobil. Elon bergegas untuk berangkat. Di jalan Elon Elon mampir ke toko bunga Ia ingin memberi bunga pada Anne tak lupa Elon juga membeli sarapan untuk mereka berdua.
__ADS_1
Elon begitu bersemangat, Ia akan mulai mengejar Anne. Elon juga akan menunjukkan keseriusannya pada Anne.
Sampai di kantor, semoga orang menyapa Elon. Elon menganggukkan kepala dan tersenyum. Semua karyawan heran dengan bos mereka yang tidak biasa. Mereka menatap heran karena Elon membawa bunga dan makanan.