
Anne, Bella, dan Exel menaiki lift menuju lantai atas di mana ruangan mereka berada. Di dalam lift hening tak ada satupun dari mereka yang mau memulai pembicaraan sampai pintu lift terbuka. Barulah Bella mengeluarkan suara " Silakan Pak Exel" Bella mempersilakan Pak Exel keluar lebih dulu. Exel yang mendengar hanya diam kemudian keluar dari lift.
Bella menghembuskan nafas. " Hufhhhh,, lega juga rasanya. Ehh.. An kamu ngerasa gak kalau pak Exel itu kayak manusia es" kata Bella
" Kamu ini kenapa Bel? " kataku, lalu jalan cepat meninggalkan Bella
"An, tunggu. Jalan pelan-pelan aja kenapa sih. " kata Bella sedikit berlari mengejar Anne.
Aku baru saja duduk di meja kerjaku. Tiba-tiba Pak Exel datang ia menyodorkan sebuah map yang berisi jadwal pak Elon hari ini.
Aku bukannya tidak mau mendengarkan keluhan Bella. Tapi untuk saat ini aku mau fokus pada masalah hatiku. " Aku harus berpura-pura tidak memiliki perasaan pada Elon. Aku hanya menganggapnya sebagai sahabat." kataku dalam hati
Aku baru saja duduk di meja kerjaku. Tiba-tiba Pak Exel datang ia menyodorkan map yang berisi jadwal Elon hari ini. " Kamu nanti sampaikan ke tuan. Setelahnya kamu yang akan mengatur jadwal tuan Elon" kata Exel
" Baik Pak Exel, terimakasih banyak" jawabku
" Sama-sama. Satu lagi panggil saja Exel tidak perlu pakai Pak" ucap Exel. Aku mengangguk dan Exel melangkahkan kaki menuju ruangannya.
Aku melihat Bella mencuri-curi pandang ke Exel. Sewaktu Exel menghampiri mejaku. Mejakudan Bella bersebelahan sehingga aku bisa tahu apa yang dilakukan Bella.
" Bella, awas tu mata nanti bintitan " canda Anne
" Apaan sih kamu An" Bella tak terima
" Aku dari tadi perhatiin kamu ngeliatin Exel terus. Jangan-jangan kamu suka ya Bel" Anne curiga
" Haisshhh,, siapa lagi yang suka sama manusia es kayak gitu" jawab Bella. Ia memanyunkan bibir
Aku dan Bella langsung berdiri melihat Elon berjalan mau ke ruang kerjanya. " Selamat Pagi Pak" sapaku dan Bella
__ADS_1
" Pagi, An ke ruangan saya sekarang" perintah Elon
" Baik Pak" kataku lalu aku berjalan di belakang Elon dengan membawa jadwal kerjanya
Pertama kali aku masuk ke ruang kerja Elon yang dia jabat selama ini. Aku merasa sangat kagum. Ruangan yang sangat luas, elegan, dan di dominasi dengan warna krem. "Warna ruangan ini mencerminkan dirinya. Orang yang tulus, tenang, dan dapat diandalkan." Kataku dalam hati. Aku menghela nafas
"Kehidupan Elon memang sangat berbeda denganku. Ruang kerjanya saja tak kalah mewah dengan Apartemen yang ia punya." kataku dalam hati lagi
" Ada apa An? " tanya Elon yang mendengarku menghela nafas
" Tidak ada pak, saya mau menyampaikan jadwal pak Elon hari ini" kataku
Hari ini cukup melelahkan banyak yang harus Elon urus dan menemui beberapa orang. Malam ini pun aku harus menemaninya pergi ke perjamuan Bisnis.
Niat hatimau menjauh apalah daya pekerjaan membuatku justru semakin dekat. Saat ini Elon telah membawaku ke sebuah toko butik untuk memilih gaun yang akan aku kenakan nanti malam. Aku sudah mencoba beberapa gaun namun bagi Elon masih saja tidak cocok ia memintaku mencoba gaun lain.
Setelah mencoba ke dua puluh kali barulah menurutnya cocok untuk aku kenakan gaun berwarna biru abu-abu panjang sampai lantai lengan puft dan leher berbentuk V. Gaun yang sangat indah.
Elon mengenakan jas senada dengan gaunku. Ia sangat tampan. Matanya sangat indah. Mata yang membuatku jatuh cinta padanya.
Acara malam ini sangat ramai. aku merasa malu karena tak pernah menghadiri acara seperti ini sebelumnya. Acara yang dihadiri oleh kalangan atas saja. Perasaan tidak pantas muncul kembali. Apa lagi aku melihat seorang wanita yang sangat cantik.
Wanita itu sangat elegan, ia jalan perlahan ke arah aku dan Elon. Aku bisa melihat bahwa Diana sangat menyukai Elon dari tatapannya saja. Apalah aku hanya orang biasa.
" Malam El " kata Diana
" Malam Di, kamu sama siapa datangnya?" tanya Elon
" sama Ayah, kamu mau menyapanya? " Ajak Diana
__ADS_1
" Ya" jawab Elon.
Aku merasa diabaikan oleh Elon. Aku dianggap tidak ada. Aku sadar bahwa aku hanya karyawan sekaligus temannya. Tapi tetap saja sakit melihat ia menggandeng wanita lain. Aku bisa melihat interaksi mereka terlihat sangat cocok.
Aku memilih untuk pergi tanpa pamit terlebih dahulu pada Elon. Aku tak mau mengganggunya. Ataupun menjadi bebannya saja jika aku berlama-lama berada di acara perjamuan. Aku merasa tidak cocok berada di acara tersebut.
Ketika Anne hendak pergi ada seseorang yang memerhatikannya dari tadi. Seseorang tersebut tanpa sengaja menoleh ke arah kanan. Dan ia merasa cukup terkejut bisa melihat seseorang yang ia rindukan sejak lama. " kamu semakin cantik" gumamnya
Seseorang itu mengikuti Anne dari belakang. Ia melihat Anne tak kunjung dapat taksi. Ia menaiki mobilnya dan berhenti tepat di samping Anne.
" Aku sudah menunggu terlalu lama untuk mendapatkan taksi namun tak ada satupun yang kosong. Sungguh malam yang sial" Makiku
Sampai akhirnya ada sebuah mobil sport warna hitam berhenti di sampingku. " Ini mobil lagi ngapain berhenti di sini?" tanyaku dalam hati
Lalu laki-laki tersebut keluar. " An, ngapain di sini? Ayo ikut aku aja" kata orang tersebut.
Aku sedikit terkejut ia mengenaliku. Aku tidak tahu siapa dia. " Maaf mas, saya rasa kita tidak saling mengenal" tolakku
" Ya ampun An, masih aja kayak dulu ketus. Ini aku Bayu masak gak kenal juga orang ganteng begini " kata Bayu percaya diri
"Bayu? Serius kamu Bayu? Kangen tahu udah lama ketemu. Kamu juga gak pernah ngabarin aku atau Bella" kataku, aku membentangkan kedua tanganku
Bayu berkata" Aku juga kangen sama kamu dan Bella" lalu memeluk diriku
" Sudah lama banget kita gak main dan ngobrol bareng. Kamu apa kabar? " tanyaku yang masih nyaman dalam pelukan Bayu
" Iya, secepatnya kita kumpul-kumpul bareng yuk" jawab Bayu
Aku melepaskan pelukan Bayu. Kemudian aku memerhatikan perbedaan Bayu sekarang dari atas kepala sampai kaki" Bay, aku baru sadar kamu udah gak kayak boboho lagi ya. Kamu kurusan tambah ganteng deh" celetukku
__ADS_1
" Aku memang ganteng kali An dari lahir. Ayo masuk mobil" ajak Bayu.
Bayu membukakan pintu mobil . Aku masuk dan duduk. Lalu Bayu membawaku pergi.