
Sudah dua hari Anne tak makan dan minum. Ia merasa lemas bahkan darah akibat goresan yang Bella berikan pada pipinya pun sudah mengering. Anne sudah pasrah dengan apa yang terjadi pada dirinya. Ia sudah tidak bisa berharap pada siapa pun karena tadi sore Bella datang lagi. Bella datang sepulang dari kantor.
Bella menunjukan wajah kesalnya pada Anne. Ia juga marah karena perlakuan Elon padanya. Bella meluapkan semua emosinya pada Anne. Bella semakin membenci Anne karena semua mengkhawatirkan dia. Apa lagi ia mendengar Elon meminta seseorang untuk mengawasi dirinya.
Bella tadinya ingin mengantarkan makan siang Elon ke dalam ruangannya. Bella melihat ruangan Elon sedikit terbuka. Ia berniat langsung masuk karena Bella merasa Elon saat ini adalah miliknya. Elon sudah berjanji akan menikahinya.
Saat Bella hendak masuk ia mendengar. Elon berbicara dengan seseorang melalui panggilan telepon. Bella mendengar bahwa Elon meminta seseorang untuk mengecek kondisi Anne di Jogja. Dan Elon juga masih mencari tahu siapa yang menjebak dirinya di restoran XV.
Bella menggertakkan gigi. Ia marah karena Elon masih saja peduli pada Anne. Dan Bella sedikit cemas karena Elon masih saja mencari dalang di balik semua ini. Bella bahkan lebih terkejut lagi setelah mendengar pembicaraan terakhir Elon dengan orang yang di sebrang telepon. Elon mengatakan titip salam untuk om dan tante.
" Hahhh, ternyata Elon memiliki saudara di Jogja. Kenapa Anne tidak pernah cerita sebelumnya? Bagai mana ini jika nanti Elon tahu Anne tidak di Jogja? Aku harus segera merusak wajah Anne atau bahkan membunuhnya bila perlu" kata Bella dalam hati
Bella berbalik badan ia mengurungkan niatnya untuk memberi makan siang yang sudah ia siapkan. " Aku harus mampir ke rumah Angga nanti sepulang kerja" gumam Bella
Bella kembali ke tempat kerjanya. Ia melanjutkan pekerjaannya. Tak selang lama telepon kantor berbunyi. Bella mengangkatnya ternyata itu panggilan dari Elon. Elon meminta Bella untuk datang ke ruangannya.
Tok..Tok.. Bella mengetuk pintu ruangan Elon. Bella membuka pintu dan masuk setelah mendengarbperibtah Elon masuk. " Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?"
" Kamu bilang Anne pergi ke Jogja untuk menenangkan diri. Kalau boleh saya tahu apa Anne menyampaikannya secara langsung ke kamu atau bagaimana? Saya tidak bisa menghubungi Anne sebelum Anne pergi. Saya tahu kamu teman baiknya Anne Bel " kata Elon
" Maaf pak, saya juga tahu dari Bayu. Karena sebelum pergi Barulah orang terakhir yang bersama Anne. Tapi saya juga merasa Anne sangat sedih pak. Jadi, menurut saya Anne memang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri " Balas Bella dengan suara yang terdengar lemah lembut
" Baiklah kalau begitu. Oh ya Bel, jika kamu membutuhkan sesuatu sampaikan saja pada Exel nanti semua akan diurus oleh dia"
__ADS_1
" Baik pak El, terimakasih. Tapi maaf sebelumnya pak, Apakah pak Elon tetap akan menikahi saya? Kira-kira kapan bapak akan bertemu dengan kedua orang tua saya? kedua orang tua saya ingin bertemu dengan pak Elon"
Elon terhenyak dengan pertanyaan Bella. " Nanti akan saya kabari lagi Bel, kamu tunggu saja" kata Elon
" Baik pak" Bella membungkuk sedikit lalu ia berbalik badan pergi meninggalkan ruangan Elon
Setelah pulang kantor Bella menemui Anne. Anne terlihat begitu lemah. Saat ini ia tertidur Bella tiba-tiba menyiram wajah Anne dengan air. " Apakah kamu begitu menikmenikmati di sini sampaI bisa dengan buatannya tidur? "
Anne yang gelagapan Karena terkena air hanya menatap Bella dengan malas. Anne tahu saat ini Bella masih marah jadi percuma juga ia bicara atau tidak. Tidak akan pernah merubah atau membuat Bella melepaskan dirinya.
" Kenapa diam saja hahh?" teriak Bella tal terima
" Sebenarnya mau kamu apa Bel? "
" Aku mau membuat kamu menderita. "
Anne takut mendengar perkataan Bella baru saja. Ia sedikit generating. " Bella tolong jangan lakukan hal itu. Aku mohon bel" kata Anne yang takut
" Ha..Haa.. ha..terus memohon An, aku suka mendengar kamu memohon tapi jangan harap aku kabulkan" tegas Bella
Bella lalu kembali melukai pipi kiri Anne saat ini. Luka yang Bella berikan lumayan panjang. Darah kembali mengalir sampai ke leher dan pakaian Anne.
Anne sangat kesakitan dengan luka yang baru saja Bella berikan. " Bel, kenapa kamu bisa berubah seperti ini? Apa salah aku sama kamu Bel? "
__ADS_1
Bella tersenyum sinis puas. Ia senang melihat Anne kesakitan. " Kamu salah karena memiliki wajah yang cantik An"
Bella memerintahkan anak buahnya untuk membawa Anne. " Bawa dia, taruh ke dalam mobil"
" Bel lepasin aku, kamu mau bawa kau ke mana? " teriak Anne memberontak
Bella terus berjalan mengabaikan teriakan Anne. Bella berpikir harus bergerak cepat sebelum di temukan oleh Elon. Bella naik ke dalam mobil. Tak lama kemudian dua orang laki-laki telah membawa Anne dalam kondisi tangan terikat dan mulut Anne yang di sumpal agar ia tak bersuara.
Dua orang laki-laki tadi masuk ke mobil bagian belakang bersama Anne. Sementara laki-laki yang tersisa ia mengemudikan mobil. Dan Bella berada duduk di samping kemudi. Bella memerintahkan untuk jalan. Mereka semua meninggalkan rumah kedua orang tua Angga.
Saat ini Bela ingin membawa Anne ke laut. Ia berencana membuat Anne ke laut agar tidak ada yang mencari dan menemukan dia. Bella khawatir Elon alan membalas jadi Bela memutuskan untuk membunuh Anne.
Saat di perjalanan Bella mendapat telepon dari Bayu.. Tapi Bella mengabaikannya. Sampai panggilan yang ke empat kalinya barulah Bella menjawab panggilan dari Bayu.
" Halo Bau, gimana? maaf baru bisa angkat aku lagi di jalan ini. "
" Bel, aku ketemu sekarang juga" ucap Bayu
" Nanti bisa gak Bay, aku lagi di jalan ini mau cari makan dulu sama teman-temanku" alasan Bella
" Bel, aku yakin kamu tahu di mana Anne. Sekarang aku minta ketemu atau kamu lepaskan dia sekarang juga. Jika tidak jangan salahkan aku Bel kalau aku tidak akan sungkan lagi melaporkan kamu ke polisi. Dan menganggap kamu bukan sahabat lagi Bel" perintah Bayu
Bella sedikit terkejut karena Bayu tahu dirinya yang menculik Anne. " Bay, aku gak tahu di mana Anne. Kenapa kamu bicara seperti itu? " Elak Bella, is perpura-pura tidak tahu apa yang Bayu katakan.
__ADS_1
" Bel, aku tahu kamu yang merencanakan kejadian di restoran XV. Baca pesan dariku" kata Bayu
Bella membuka pesan Bayu dan Ia terkejut dan takutmelihat apa yang Bayu kirim padanya. Bella tak menyangka Bayu bisa mendapatkannya.