
Aku saat ini sedang berada di kamar Lusy. Lusy dan aku saag ini sedang menonton drama korea. Di tengah-tengah menonton Lusy berkata " An, kamu merasa hidup ini adil tidak sih?" Lusy tiba-tiba merasa sedih kembali.
" Percaya saja Lus, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita. Ada kalanya kita sedih, tapi kamu harus yakin ada saatnya untuk kita bahagia" ucapku pada Lusy.
Saat sudah selesai nonton, Lusy mengajakku makan malam. Tapi aku menolak takutnya nanti pulang sampai rumah malam banget. Aku pamit sama Lusy.
" Lus pulang dulu ya, Assalamualaikum"
" Aku antar saja ya, sudah malam ini" kata Elon yang baru datang ke rumah Lusy
" Tidak perlu, aku bisa sendiri" tolakku halus
" An sudah, aku yang antar" tegas Elon
"Sudah An, biar abang Elon antar saja" Lusy mendukung Elon
" Baiklah" aku pasrah
Elon membukakan pintu mobil untukku. Kemudian, ia berlari kecil membuka pintu mobil kemudi. Elon menghidupkan mobil. Aku dan Elon pulang menuju rumahku.
" An, ada hal yang mau aku sampaikan ke kamu" ucap Elon serius. Elon membawa mobil ke pinggir jalan dan berhenti.
" Iya, ada apa? " kataku penasaran
" Besok aku harus kembali ke Jakarta"
" Ada apa kok kamu harus ke Jakarta? Apa ada masalah?"kataku, aku mendengar itu menjadi sedih dan khawatir.
" Tidak ada apa-apa, hanya sedikit masalah saja. Aku mungkin di Jakarta tidak sampai satu minggu kok"
" Iya, hati-hati di sana" ucapku tersenyum.
Elon menatapku dengan dalam. Akupun bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah Elon. Elon perlahan mendekatkan wajahnya padaku. Tanpaku sadari Elon telat mencium bibirku. Ciuman Elon begitu lembut. Aku pun terbuai dengan ciuman yang diberikan Elon. Aku mendorong dada Elon saat rasa sesak menghampiriku. Elon melepaskan ciumannya, aku bisa bernafas kembali. Elon tersenyum kemudian ia mengusap bibirku dengan tangannya. " Manis" kata Elon.
__ADS_1
Aku membuang buka menghadap keluar, pipiku sudah merah sepertinya kepiting rebus. Aku sangat malu dengan apa yang baru saja terjadi.
" An, tunggu aku pulang ya. Aku akan membawakan sesuatu untukmu. Dan aku berharap kamu juga sudah mau menerimaku?" Kata Elon
Aku hanya diam. Aku belum tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan Elon.
" Apakah aku sudah bisa menerima dia? Apa aku bisa melupakan masa lalu itu? Apa aku sudah siap dengan terluka lagi nantinya?" aku bertanya-tanya dalam hati
Tidak terasa aku dan Elon sudah sampai di depan rumah.
"Aku akan menunggu kamu kembali Elon. Terimakasih" kataku, aku buru-buru turun dari mobil tapi sempat mendengar kata Elon " i love u"
Aku hanya tersenyum masuk rumah tanpa melihat ke arah Elon. Elon menghidupkan mobil dan pergi meninggalkan area rumah.
"Assalamualaikum Pak, Bu" sapaku
"Waalaikumsalam" jawab Bapak dan Ibu
" Belum bu"
" Jangan lupa makan dulu nanti sebelum tidur nduk"
" Iya bu, Anne mau mandi dulu"
Aku masuk kamar dan segera membersihkan diri. Aku tersenyum tanpa sadar mengingat kejadian tadi saat Elon menciumku. Aku menyentuh bibirku lagi. Aku memukul kepalaku " haiishh aku ini kenapa memikirkan ciuman tadi terus sih" gumanku.
"Bu masak apa hari ini? " tanyaku pada ibu. Sebenarnya aku bisa saja tidak tanya tapi aku mau mengganggu konsentrasi bapak sama ibu yang fokus nonton sinetron. " hee hee hee" tertawa dalam hati.
" Ibu buat gudeg itu, ada di dapur makan saja di sana" jawab ibu cepat karena merasa terganggu.
Aku ke dapur dan mengambil makanan. Aku kemudian berjalan ke tempat ibu dan bapak. Aku duduk di samping ibu " Itu jadinya gimana bu? Sudah ketahuan siapa yang jebak?" tanyaku mengganggu Ibu
" Haissh belum tau, ini lagi seru kamu diem dulu An. Ibu lagi fokus ini" jawab ibu
__ADS_1
" walahh bu, bu, Anne makan ya"
Aku senang melihat bapak dan ibu sehat, bahagia, dan selalu bersama sampai saat ini. "semoga aku bisa mendapatkan pasangan seperti bapak dan ibu selalu bersama, suka duka dilewati berdua" kataku dalam hati
Esok paginya aku sudah ada di kantor. Rasanya ada yang kosong di hati karena Elon tidak ada. Saat sedang memikirkan Elon. Ada pesan masuk dari Elon. Aku senang dan segera membuka " perpisahan ini hanya sebentar namun jika rindu hubungi saja aku"
Aku hanya tersenyum mendapatkan pesan tersebut. Itu sudah membuat aku bersemangat kembali. "Semoga setelah kamu kembali ke sini kita bisa bersama-sama" gumamku
Hari-hari yang aku lewati tanpa Elon membuatkan selalu merindukankanya. Aku khawatir terjadi sesuatu di sana namun sudah lebih dari seminggu Elon tak kunjung kembali. Elon juga sudah tidak bisa dihubungi." Kamu di mana Elon? Kamu baik-baik saja kan? semoga tidak terjadi sesuatu padamu" ucapku lirih
Sudah satu bulan Elon tidak ada kabar. Aku juga sudah bertanya pada Lusy karena ia masih saudara Elon. Tapi, kata Lusy Elon memang tidak bisa dihubungi. Aku masih khawatir terjadi sesuatu pada Elon.
" Elon rindu ini begitu sesak" kataku sambil menangis.
...***...
Di Jakarta, Bella sudah mulai bekerja di kantor pusat Ia menjadi partner Exel. Setiap hari Exel selalu melindungi Bella dari Angga secara diam-diam. Angga terkadang datang ke kantor pusat untuk membuat masalah.
Exel pernah memergoki Angga menampar wajah Bella saat ia berkunjung ke kantor. Exel terpancing emosinyakarena ia tidak terima jika ada seorang laki-laki yang bermain tangan dengan wanita. Exel memukul Angga kemudian ia menyeretnya. Exel memanggil tim keamanan dan meminta mereka untuk memerhatikan wajah Angga. " Ingat baik-baik wajahnya, saya tidak mau dia menginjakkan kakinya di kantor ini. Bawa pergi! " Perintah Exel tegas
Exel kemudian menghampiri Bella, ia menarik tangan Bella. Bella hanya bisa diam mengikuti Exel yang tidak ia tahu akan membawanya ke mana.
Exel membawa Bella ke ruangannya. Ia mendudukan Bella dan mengambil kotak obat. Exel mulai mengobati wajah Bella. " Apakah sakit? " tanya Exel, Bella meringis
" Hanya sedikit saja. Nanti juga akan sembuh" jawab Bella
Exel mengobati wajah Bella, ia juga mengamati wajah Bella lebih dekat. " Ternyata kamu cantik, tapi kenapa kamu harus mau dengan laki-laki yang brengsek seperti itu. Laki-laki yang main tangan dan tak menghargaimu?" tanya Exel dalam hati
"Sudah selesai. Kamu bisa kembali berkerja" kata Exel
" Terimakasih Pak, saya undur diri" ucap Bella diiringi langkah meninggalkan Exel
Bella tidak habis pikir dengan sikap Angga yang semakin keterlaluan. Sekarang Angga sudah terang-terangan menyiksanya ntah itu di rumah atau di luar. Sepertinya Angga sekarang sudah tidak peduli dengan nama baiknya . "Aku tidak mau kamu siksa lagi Angga lebih baik kita cerai" gumam Bella.
__ADS_1