Anne Dan Elon

Anne Dan Elon
Bagian 21 Apartemen


__ADS_3

Sudah satu minggu lebih sejak kejadian Angga menculik Anne. Anne saat ini sedang berada di Apartemen Elon sejak ia keluar dari rumah sakit. Elon membawa Anne dengan paksa ke Apartemennya. Elon berasalan takut jika sesuatu terjadi pada Anne. Sementara yang membuat Anne bahaya telah mendekam dalam penjara. Jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi. Namun Elon tetap kekeh membawa Anne ke Apartemennya.


Malam yang indah. Langit bertaburan bintang dengan pemandangan kota malam hari yang juga indah. Angin berhembus peln menerpa kulit dan rambut Anne. Anne sedang berdiri dibalkon Apartemen Elon. Ia menatap jauh, sedangkan pikirannya mengawang-awang. Dia merasa senang berada di sisi Elon namun Anne juga sadar bahwa hal ini salah. " Aku dan Elon tidak mungkin bisa bersama. Aku harus segera keluar dari Apartemen ini. Besok aku akan pulang ke Jogja" kata Anne dalam hati


" Apa yang sedang kamu pikirkan?" kata Elon yang datang tiba-tiba sudah berada di samping Anne


" Aku mau balik Jogja, lagi pula kondisiku sudah membaik dan pekerjaanku pasti menumpuk di sana" kataku mengutarakan apa yang ada dipikiran.


Aku masih menatap jauh. Elon diam sejenak kemudian Elon berkata


" Maaf An, tapi sebenarnya kamu tidak perlu balik Jogja lagi". Aku menatap ke arah Elon.


" Kenapa?" kataku bingung


" Aku sudah memindahkan kamu ke kantor pusat, jadi kamu tidak perlu balik ke Jogja. Sewaktu kamu di rumah sakit orang tua kamu menghubungi Bella dan aku minta Bella bilang ke orang tua kamu kalau kamu lagi kerja. Bella memberi tahu ke mereka jika kamu di pindahkan ke kantor yang berada di Jakarta. Aku tidak mau sampai orang tua kamu khawatir An" terang Elon


Aku terkejut mendengar apa yang baru saja Elon sampaikan pasalnya selama ini Elon ataupun Bella tidak pernah membahas tentang hal ini sebelumnya. "Pantas saja Bapak dan Ibu tidak tanya aku kapan pulang, padahal aku sudah cukup lama berada di Jakarta" gumamku sambil menatap langit.


" Tapi kenapa kamu lakukan ini Elon, aku takut nantinya semakin susah untuk melupakan kamu. Semakin dalam rasaku semakin sakit hati ini" kataku dalam hati


Elon menepuk pelan bahuku "Hey, kenapa melamun lagi?" ucap Elon.


"Ayo masuk, sudah larut nanti kamu sakit" tambah Elon


"Iya sebentar lagi" jawabku


" Ya sudah jangan lama-lama. Jangan lupa besok kita berangkat pagi" kata Elon lalu meninggalkan Anne sendiri


Anne menghela nafas. " Jika seperti ini aku harus menjaga jarak darimu" lirih Anne. Anne masuk ke dalam Apartemen. Ia mendengar Elon berbicara melalui telepon dengan seseorang.


" Saya minta kamu ambil koper Anne di Apartemen Bella dan carikan beberapa pakaian kantor untuk Anne." Kata Elon memutuskan panggilan.

__ADS_1


"Elon, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu. "ucap Anne. Elon menghampiri Anne.


"Iya, ada apa An? " Elon penasaran


"Aku minta tolong koperku jangan dibawa kemari. Aku tidak bisa terus tinggal di Apartemen kamu. Aku ingin tinggal bersama Bella" kata Anne


" Baiklah kalau begitu" jawab Elon


Pagi-pagi sekali Anne sudah bangun. Ia berjalan menuju dapur. Anne membuat nasi goreng udang untuk sarapan dirinya dan juga Elon. " Mungkin ini adalah masakan yang pertama dan terakhir yang aku buat untukmu Elon" kata Anne dalam hati. Ia menatap nasi goreng buatannya yang sudah jadi. Setelah selesai menyiapkan sarapan, Anne kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kantor.


Anne dan Elon sedang duduk menikmati sarapan yang sudah dibuat oleh Anne. " Hmmm, lezat. Kamu jago juga masaknya An" puji Elon


" Haisshh,.. Kamu ini bisa aja" jawab Anne


Ting.. Tong..Ting.. Tong.


" Sepertinya ada orang?" ucap Anne


" Mungkin Exel, bisa aku saja. Kamu habiskan sarapanmu" perintah Elon, lalu ia pergi membukakan pintu.


" Pagi Di.. Tumben ke sini, ada apa? " tanya Elon


" Aku ke sini mau antar makanan ke kamu." jawab Diana. Ia menunjukkan kotak makan yang dibawa pada Elon.


"Ini buat kamu, aku sendiri yang buat" tambah Diana, lalu memberikan kotak makan tersebut pada Elon.


" Makasih ya Di, kamu mau masuk dulu?" tanya Elon


" Lain kali aja ya, soalnya aku juga buru-buru mau ke kantor ayah" kata Diana


" Ohh.. Baiklah"

__ADS_1


"Aku pergi dulu ya.. Bye" pamit Diana


" Bye" lalu Elon menutup kembali pintunya.


Elon berjalan ke ruang makan dengan menenteng bekal yang diberi Diana. Ia duduk melanjutkan sarapan.


" Aku sudah selesai nih, aku berangkat dulu ya." kata Anne


" Tunggu An, kita berangkat bareng." kata Elon, buru-buru menghabiskan sarapan.


" El pelan-pelan. Aku mau mampir ke tempat Bella dulu jadi kita jalan terpisah ya." mohon Anne


" Ya" jawab Elon kecewa


Anne berdiri dari duduknya. Ia mengambil tas dan pamit pada Elon " Aku pergi dulu ya". Anne berjalan keluar.


Anne menghentikan taksi yang lewat. Ia naik lalu menunjukkan alamat Apartemen Bella. Sepanjang perjalanan Anne mengingat kejadian di Apartemen Elon. Ia merasa sesak di dada melihat Diana yang begitu perhatian pada Elon. Anne sudah berusaha biasa saja. Namun tetap saja ia cemburu hingga tak terasa air matanya luruh. Ia segera menghapus air matanya. Anne tidak ingin Bella tahu apa yang dirasakannya. Ia tidak ingin semua orang tahu tentang perasaannya. Anne ingin memendamnya sendiri.


Tiba di Apartemen Bella. Anne masuk ke kamar dan mengambil beberapa barang yang akan dibawa ke kantor. Bella masuk ke kamar Anne " An, gimana kondisi kamu? sudah baik kan?" tanya Bella


" Baik Bel, kamu bisa lihat sendiri" kata Anne, Ia memutar badan agar Bella percaya.


" Ayo pergi kita berangkat" Anne menggandeng Bella


Saat Anne dan Bella keluar dari Apartemen kebetulan Exel juga keluar dari Apartemennya. " Pagi Pak Exel " sapa Bella, Exel hanya mengangguk.


" Dasar manusia es, kadang ramah kadang cuek " gerutu Bella dalam hati


Anne merasakan ada sesuatu antara Bella dan Exel. " Ahh, mungkin saja aku yang banyak pikiran" kata Anne dalam hati


Anne dan Bella menunggu taksi yang lewat. Namun mobil Exel berhenti di samping Bella. Ia menurunkan kaca mobil " masuk" perintah Exel

__ADS_1


" Tapi.. " jawab Bella terpotong karena melihat tatapan Exel yang tajam.


Bella dan Anne masuk dalam mobil Exel. Mereka berangkat bersama menuju kantor. Sepanjang perjalanan Exel, Bella, maupun Anne hanya diam. Mereka tenggelam pada pikirannya masing-masing. Exel yang marah tidak jelas karena Bella memanggilnya Pak. Bellapun memikirkan sikap Exel yang menjadi dingin kembali. Bella berpikir apa ia melakukan kesalahan. Sementara Anne tenggelam dalam pikiran bagaimana cara menjaga jarak dengan Elon. Hingga tidak sadar mereka sudah sampai kantor.


__ADS_2