
Bella tersenyum dalam hati. Sungguh senang melihat Anne menderita. " Aku akan menyiksa kamu sebentar lagi An" kata Bella dalam hati
Anne mengantar Bella ke kamarnya. " Bel, jangan melakukan hal-hal yang bodor. Semua pasti ada jalan keluarnya. Sekarang kamu istirahat dulu aja ya" kata Anne.
Anne membaringkan Bella di ranjang dan menutup tubuh Bella dengan selimut. " Tidur dulu ya Bel, besok baru kita cari solusinga" kata Anne lalu meninggalkan Bella. Anne kembali ke kamarnya dan menangis lagi.
Setelah Anne pergi, Bella kemudian duduk lalu mengambil HP dan kamera yang berada di dalam tasnya. Ia mengedit beberapa video dia dan Elon setelah itu dia mengirimnya pada Diana. Bella tersenyum puas. " Aku akhirnya bisa menyingkirkan orang-orang yang mengganggu rencanaku." gumam Bella
Diana yang menerima pesan video itu lalu membukanya. Ia terkejut dengan apa yang dilihatnya dalam video. Ia marah karena Elon mengkhianati perjanjian yang sudah disepakati bersama. Diana lalu berlari ke ruang kerja ayahnya.
Tok.. Tok.. Tok.. Diana mengetuk pintu. " Yah, Ayah ada di dalam?" kata Diana lalu membuka pintu ruang kerja Ayahnya. Diana melihat ayahnya sedang duduk membaca berkas-berkas. Ayah Diana melepaskan kaca matanya lalu menatap Diana. " Ada apa Di? Tumben malam-malam ke ruangan ayah? " tanya ayah Diana
" Yah, ada yang mau Diana perlihatkan pada Ayah" Diana memberikan HPnya pada Ayah.
Ayah Diana mengepalkan tangannya dan rahangnnya pun ikut mengeras. Ia kecewa dengan calon menantunya itu. Setelah melihat video yang berada di dalam HP Diana.
" Yah, Diana tidak mau melanjutkan pernikahan dengan Elon. Diana tidak bisa memaafkan apa yang sudah Elon perbuat Yah." kata Diana
" Ayah menghargai keputusan kamu sayang. Sekarang kamu jangan terlalu memikirkan hal ini. Semua biar papa yang urus" kata Ayah Diana, Diana mengangguk lalu pergi dari ruang kerja ayahnya.
"Semuanya ada akibatnya jika sudah menyakiti putriku, tunggu saja kamu Elon dan wanita sialan!" kata ayah Diana. Lalu ayah Diana mengirim pesan pada seseorang.
Sementara Elon sedang di tampar Papanya. " Papa tidak pernah mengajarkan hal seperti itu Elon. Bisa-bisanya kamu tidur dengan seorang wanita lain padahal kamu tahu kalau kamu itu sudah bertunangan Elon!" marah papa Elon
"Maaf Pa, Elon juga tidak tahu kenapa Elon bisa lepas kendali. Elon selama ini juga tidak pernah melakukan hal seperti itu Pa. Maafin Elon Pa" kata Elon
" Terus papa harus bagaimana menghadapi keluarga Diana? Orang tua Diana itu teman papa Elon! Papa malu. Kamu sudah janji menikahi Diana Elon"
__ADS_1
"Pa sekali lagi Elon minta maaf tapi Elon tidak bisa menikahi Diana. Elon hanya bertanggung jawab Pa atas apa yang sudah Elon perbuat"
" Terserah kamu Elon, papa tidak mau tahu. Kamu selesaikan sendiri masalah yang sudah kamu timbulkan. Lebih baik kamu pergi dari sini" usir papa Elon
Elon berjalan gontai keluar dari rumah. Sebelum keluar rumah mama Elon menghampirinya. " Mama hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu sayang. Mama mau kamu menjadi laki-laki yang bertanggung jawab" mama memeluk Elon
" Terimakasih ma. Mama sudah mau mendukung Elon"
"Sama-sama El."
Mama melepaskan pelukannya pada Elon. " Kamu hati-hati di jalan ya. Nanti biar mama yang tenangin papa kamu"
Elon mengangguk. " Elon pergi dulu ya Ma" lalu pergi meninggalkan kediaman orang tuanya
Elon kembali ke apartemennya. Elon sedang menghancurkan seluruh isi dalam kamarnya. Elon marah karena telah melakukan hal yang hina. Elon merasa kecewa dengan dirinya karena ia telah mengkhianati Diana dan Elon yakin jika Anne akan kecewa pada dirinya.
"Ahhhhhh.... Bodoh sekali kamu Elon. Kenapa kamu bisa hilang kontrol!" Elon mencambuk rambutnya.
" Aku harus mencari tahu siapa dalang dari semua ini. Dan apa tujuan yang sebenarnya?!" gumam Elon
Esok paginya Exel dan Elon sudah berada di restoran XV tetapi tidak menemukan jejak sedikitpun. CCTV hari kemarin sudah di hapus bahkan pelayan yang melayani Elon kemarin juga telah mengundurkan diri. Manajer dari restoran XV memberi alamat pelayan tersebut pada Exel.
Saat ini Exel dan Elon sudah berada di kontrakan pelayan itu namun lagi-lagi tidak membuahkan hasil. Kontrakan itu tidak ada orangnya. " Sial, siapa sebenarnya orang di balik ini. Kenapa dia begitu matang mempersiapkan semua!" umpat Elon
" Pak nanti saya akan selidiki semuanya." kata Exel
Elon mengangguk lalu meninggalkan Exel. Elon pergi sendiri dengan mengendarai minimnya menuju perusahaan.
__ADS_1
Anne sudah bersiap untuk pergi ke kantor. Ia menghampiri kamar Bella. Tok.. Tok.. Anne mengetuk pintu kamar Bella. " Bel, aku masuk ya" Anne membuka pintu kamar Bella yang tidak terkunci dan masuk.
Anne mendengar tangisan Bella di dalam selimut. Bella menutup seluruh badannya dengan selimut ia menangis tersedu-sedu. Anne membuka selimut lalu memeluk Bella. " Bel, sudah jangan menangis lagi. Kamu tidak salah. Sekarang kamu harus bersiap-siap kita akan berangkat ke kantor dan meminta pertanggung jawaban dari Elon" kata Anne
Bella menatap Anne. " An, kamu tahu semua? " Bella berpura-pura tanya.
" Aku tahu semuanya Bel, aku sempat datang ke restoran XV"
Bella menangis kembali. " Maafin aku An, aku beneran tidak tau kenapa pak Elon bisa melakukan itu ke aku. Tolong maafin aku An" kata Bella sambil memegang tangan Anne
" Sudah Bel, kamu tidak perlu minta maaf. Kamu tidak ada salah sama aku. Sekarang ayo kamu siap-siap pergi ke kantor." kata Anne
" Kamu tidak salah Bel, aku marah dan kecewa dengan Elon kenapa dia bisa berbuat seperti itu." kata Anne dalam hati
" Tapi Bel, aku takut! " Bella ragu-ragu untuk berangkat ke kantor.
" Kamu tenang saja ada aku. sekarang bersiaplah aku tunggu di luar" Anne pergi meninggalkan kamar Bella
" Cihhh.. Wanita sok tegar, sok hebat kamu An. Lihat saja aku akan buat kamu menangis berdarah" maki Bella dalam hati
Bella mengukir senyum di wajahnya ia menatap cermin merapikan pakaian yang ia kenakan. " Cantik" gumam Bella.
Bella mengenakan pakaian yang cantik karena ia tahu bahwa hari ini ia akan menghabiskan banyak waktu bersama Elon. Bella ingin Elon sadar bahwa dia lebih baik dari pada Anne. Bella merasa lebih cantik dan lebih segalanya dari pada Anne. " Aku akan membuat jadi milikku dan cinta sama aku Elon" kata Bella yakin
Bella membuka pintu kamarnya, ia menghampiri Anne. Bella merasa aneh dengan Anne karena tiba-tiba menutup panggilan telepon ketika ia datang.
" Apa yang disembunyikan wanita sialan ini" kata Bella dalam hati.
__ADS_1
" Bel kamu sudah siap, ayo jalan" ajak Anne
Bella mengamuk dan keluar dari apartemen bersama Anne.