Anne Dan Elon

Anne Dan Elon
Bagian 15 Lepas


__ADS_3

Bella izin dari kantor untuk pergi ke rumah sakit. Bella sudah berniat untuk bercerai dengan Angga. Ia ingin lepas dari siksaan yang Angga berikan. Baik itu siksaan batin maupun fisik.


Bella di rumah sakit mau menjalani visum yang nantinya akan ia gunakan. Luka yang ada di tubuh Bella sangatlah banyak. Setelah selesai visum, Bella menuju kantor pengacara Ia ingin menggugat cerai Angga lebih dahulu. Ia meminta pengacara untuk menyiapkan semuanya.


Saat ini Bela pulang menuju Apartemen yang diberikan oleh kantor sebagai fasilitas. Awalnya Bella menolak karena ia ingin mempertahankan rumah tangganya. Bella akhirnya menyerah karena perlakuan Angga yang melampaui batas menurutnya.


Bella hendak membuka pintu Apartemennya ia menoleh saat mendengar seseorang berkata.


" Dari mana? kenapa izin dari kantor hari ini? kamu tahu banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan."ketus Exel


" Maaf pak, tadi saya izin ke rumah sakit. Setelah itu saya pergi ke kantor pengacara pak" jawab Bella


" Hmmmm" Exel cuek, tetapi dalam hati tersenyum Exel berharap Bella lebih baik meninggalkan laki-laki seperti Angga.


"Saya permisi dulu Pak" ucap Bella kemudian masuk ke Apartemen.


"Haiishhh dasar orang kaku, tanya-tanya urusan orang, pas usah diceritain malah jawab hmm hmm" gerutu Bella


Besok paginya Angga dan keluarganya begitu emosi ketika melihat kurir mengantarkan surat gugatan cerai Bella. Mereka semua tidak terima dengan perlakuan Bella. Angga emosi Ia membawa surat itu kemudian pergi menuju kantor Bella. Sampai di kantor Angga diusir oleh tim keamanan sehingga ia tak bisa menemui Bella. Angga menghubungi nomor Bella. Ia berkata ada hal yang perlu dibahas jika Bella ingin bercerai darinya. Akhirnya Bella pun menemui Angga di kafe dekat kantor.


"Aku rasa nggak ada lagi yang perlu kita bahas Ngga" kata Bella


" Cih, belagu kamu ya Bel, mentang-mentang sudah dapat kerja yang lebih mapan" cemooh Angga


"Mau kamu apa sih Ngga? "


" Aku gak mau pisah sama kamu sebelum kamu lebih tersiksa atau sebelum aku bisa kembali lagi sama Anne" ucap Angga

__ADS_1


" Gila kamu Ngga, kamu bener-bener gila ya. Aku tetap mau berpisah dari kamu" ucap Bella heran


" Aku gakakan pernah mau tanda tangan di sini" kata Angga


"Terserah kamu Ngga, jadi jangan salahkan aku jika nantinya kamu harus masuk dalam penjara" tegas Bella


" Hehh, kamu mau mengancam aku. Kamu hak ada bisa Bel" Balas Angga


" Kalau kamu tidak mau menandatangani surat itu, aku bisa serahkan hasil visum ke pihak yang berwajib. Kamu pasti ingat seberapa banyak kamu menyiksanya Ngga" Ancam Bella, ia kemudian pergi meninggalkan Angga.


Angga begitu marah mendengar ucapan Bella. Ia menghamburkan semua yang ada di atas meja. Angga berlari mengejar Bella. Namun, sayangnya Bella sudah tak terlihat. "Ahhh, sial, kenapa lagi tadi perginya" kata Angga


Bella buru-buru keluar karena iya yakin Angga akan mengejarnya. Bahkan Angga tak segan-segan akan menyiksanya. Bella sebenarnya takut namun ia harus kuat jika ingin lepas dari Angga.


Bella berjalan cepat, tiba-tiba ada yang menarik tangannya. Bella terkejut ia mengira itu Angga. Tapi ternyata bukan. "Pak Exel " lirih Bella. Bella refleks memeluk Exel karena takut. Exel menenangkan Bella dan membawanya ke mobil. Exel membukakan pintu mobil untuk Bella. Setelah itu Exel pun ikut masuk mobil. Ia membuka air minum yang ada di mobil " ini diminum biar kamu lebih tenang" kata Exel sambil menyerahkan air minum.


"sama-sama, jika kamu perlu bantuan saya. Hubungi saja saya langsung" Balas Exel. Bella tersenyum mengangguk.


" Besok tuan Elon datang kamu harus menyiapkan semua laporan selama beliau tidak ada. Nanti akan saya bantu juga" Kata Exel lagi


" Baik Pak" jawab Bella


Pagi harinya, Elon tiba di kantor. Exel dan Bella saat ini berada di dalam ruangan Elon. Elon mendengarkan laporan dari Exel dan Bella. Elon juga membaca laporan keuangan. Exel juga melaporkan jika manajer telat menggelapkan dana perusahaan. Ia sudah melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwjib. Namun uang yang di gelapkan sangat banyak sehingga sembuat kondisi perusahaan tidak stabil.


Elon emosi karena perbuatan manajer tersebut namun saat ini dia harus berpikir bagaimana cara menyelamatkan perusahaan. Exel dan Bella berkata " Jika ada keperluan lain Tuan bisa memanggil kami. Kami undur diri dulu"


" Oh ya, kamu Bella, kamu baik-baik saja? Anne selalu mengkhawatirkan kamu" ucap Elon

__ADS_1


" Baik pak. Terimakasih informasinya" jawab Bella


Bella memikirkan apa yang pak Elon sampaikan. Ia bertanya-tanya bagaimana Pak Elon tahu tentang ia dan Anne. Bella menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.


Bella juga berpikir, kenapa dia bisa begitu tiba-tiba pindah dari perusahaan cabang ke kantor pusat. Bella merasa ini ada yang tidak beres.


Bella menghampiri Exel di ruangannya. " Permisi pak, maaf mengganggu waktu pak Exel. Saya mau mengajukan beberapa pertanyaan boleh pak?" tanya Bella


"Iya, silakan" jawab Exel


"Pak, sebenarnya apa alasannya saya dipindahkan dari kantor cabang ke kantor pusat? Apakah bapak juga mengenal teman saya Anne?"


"Saya diminta Pak Elon untuk menjaga kamu dan saya belum kenal dengan teman kamu yang bernama Anne tapi saya pernah diminta pak Elon untuk mencari informasi tentang Anne" jawab Exel


Bella memikirkan perkataan pak Exel. Ia mengira pasti Anne memiliki hubungan dengan Pak Elon. Itulah kenapa dia bisa pindah kantor. "Aku yakin Anne ingin melindungiku dari Angga. Aku pasti akan melakukan yang terbaik Anne. Terimakasih An" ucap Bella dalam hati


"Ada lagi yang mau ditanyakan? " ucap Exel, memecahkan lamunan Bella


"Eh,, maaf pak. Sudah tidak ada lagi yang ingin saya tanyakan. Terimakasih banyak Pak. saya permisi dulu" kata Bella


Bella mengirim pesan pada pada Anne dengan nomor baru karena Angga selalu mengganggunya. Akhirnya Bella memutuskan untuk mengganti nomor : Assalamualaikum An. Ini aku Bella. Bagaimana kabar kamu? Anne terimakasih banyak sudah membantu aku sejauh ini. Terimakasih masih mau membantuku saat aku sudah melukaimu.


Bella merasa lega ternyata selama ini dia tidak sendiri. Ada sahabatnya yang selalu mendukungnya. Bella tersenyum membaca balasan pesan dari Anne : Waalaikumsalam Bel. Aku baik. sama-sama Bella, semoga kamu bisa bahagia.


"ke depannya aku pasti akan membalas semua perbuatan baik kamu Anne" gumam Bella


Bella mengingat betapa baiknya Anne dari kecil sampai saat ini. " Anne selalu menganggapku sebagai saudara dari dulu" kata Bella dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2