
Bella memejamkan matanya di lantai dengan beralaskan karpet. Saat dingin mulai menyerang Bella menambah beberapa pakaiannya sebagai alas dan tak lupa Ia memakai jaket.
Pagi menunjukkan 03.00 Bella sudah bangun. Ia mengerjakan pekerjaan rumah antara lain : mengepel lantai, mencuci pakaian, cuci piring, membuat sarapan, dan juga tak lupa harus menyiram tanaman. Setelah semua itu Bella selesaikan segera Ia bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Oleh Ibu Angga, Bella tak diizinkan sarapan di rumah karena Ibu Angga tidak suka melihat Bella.
Bella berangkat ke kantor selalu sendiri sekarang. Ia sudah tak pernah berangkat bersama suaminya itu. Di samping itu, Angga memang tidak peduli dengan Bella. Jadi Bella memilih untuk naik angkutan umum ketika berangkat ke kantor.
Pagi ini Exel pergi ke kantor cabang tempat perusahaan Angga dan Bella bekerja. Exel mendapat perintah dari Elon untuk mencari informasi dan kondisi Bella saat ini. Jadi Exel memutuskan untuk pergi berkunjung ke perusahaan cabang.
Semua karyawan tahu jika Exel merupakan orang kepercayaan Elon. Mereka membicarakan kedatangan Exel yang mencuri perhatian. Selain parasnya yang tampan, para karyawan menebak-nebak maksud kedatangan Exel.
Para wanita memuji-muji ketampanan Exel. Mereka ingin menjadi kekasihnya .Tapi Bella cuek, tidak peduli dengan semua itu. Bella sibuk dengan pekerjaannya. Ia terkejut karena dipanggil pak Direktur ke ruangannya.
Exel, dialah yang meminta tolong kepada pak Direktur untuk memanggil Bella. Ia berniat memindahkan Bella ke kantor pusat. Dengan begitu, Exel lebih mudah untuk mengawasi Bella.
Bella yang berada di ruangan pak Direktur merasa lebih terkejut lagi karena Ia di pindahkan ke kantor pusat. Bella sangat senang mendengar kabar tersebut. Namun wajahnya kembali sendu karena Bella tahu Angga pasti tidak akan mengizinkannya untuk pindah ke kantor pusat.
Melihat wajah Bella yang sedih Exel jadi berpikir bahwa Bella sedang tidak baik-baik saja. Exel kemudian meminta Bella untuk mengambil barang bawaan seperlunya karena Ia akan mengajak Bella ke kantor pusat saat ini juga. Exel tidak menerima penolakan.
Bella tidak bisa menolak perintah Exel dengan terpaksa ia ikut bersama Exel ke kantor pusat hari ini. Angga yang mendengar bahwa Bella akan dipindahkan ke kantor pusat tidak terima. Ia tidak bisa menyiksa Bella jika Bella tidak di sampingnya. Angga sudah mencoba menahan Bella tapi ia gagal karena Exel mengancam akan memecatnya. Akhirnya Bella dan Exel pergi ke kantor pusat.
***
__ADS_1
Lusy sudah pulang bersama Elon. Dokter mengizinkan Lusy pulang karena tidak ada permasalahan yang serius, semuanya baik. Saat ini aku di kantor, aku beberapa kali mencoba menghubungi Bella namun tetap saja tidak tersambung. Aku masih juga khawatir walaupun aku tahu Elon sudah memastikan jika Bella akan baik-baik saja di sana. Elon sudah meminta Exel untuk menjaga Bella.
Aku menyibukkan diri agar bisa mengalihkan perhatianku. Elon datang ke kantor siang hari. Seperti biasanya ia selalu tampil rapi, berkarisma, dan pesona rupanya yang tak kalah dengan aktor-aktor Hollywood. Elon datang siang ini dengan membawa setangkai bunga marah dan kotak makan siang. Aku menatap heran, tumben sekali Elon membawa bekal apa lagi bunga.
Aku berdiri. "Selamat siang Pak Elon" ucapku, aku menyapa Elon yang melewati meja kerjaku. Elon hanya mengangguk dan berjalan masuk ke ruang kerjanya.
Tak selang lama aku mengetuk pintu ruangan Elon. Aku akan menyampaikan jadwal pertemuan Elon hari ini. Namun sebelum aku bicara, Elon memintaku untuk duduk di kursi. Aku mengikuti perintahnya. Elon membuka kotak makan siang yang ia bawa. " Makan dulu An, aku sengaja membawa makan siang untukmu?" kata Elon.
Elon juga memberi bunga untukku. Aku tidak habis pikir kenapa Elon berbuat seperti itu. " Maaf pak, saya rasa ini tidak perlu" tolakku halus
Aku merasa tidak nyaman jika seperti ini, takutnya nanti ada karyawan lain yang tahu. Aku yakin nantinya akan menjadi masalah baru lagi. Maka dari itu, aku menghindari sikap Elon yang mencolok.
" Atau perlu aku siap Ah, baiklah " tambah Elon, Elon mengambil sendok makan tersebut hendak menyuapi aku makan.
" Tidak seperti itu, baiklah aku makan sendiri" jawabku, aku merebut sendok dari tangan Elon.
Aku melihat Elon tersenyum. Aku segera menghabiskan bekal makan siang yang Elon makan karena kebetulan sebenarnya aku juga belum makan siang. Akhirnya aku habiskan bekal makan yang Elon bawa. " Wah, wah sepertinya kamu benar-benar lapar ya, sampai habis tak tersisa" goda Elon
Aku malu tapi merasa senang. " Haiiisshh, aku tidak suka membuang makanan, mubazir tahu itu tidak baik. Jadi lebih baik aku habiskan " alasanku
Lagi-lagi Elon hanya tersenyum. "Bolehkah sekarang saya menyampaikan jadwal pertemuan anda pak Elon" kataku formal
__ADS_1
" Iya, silakan. " jawab Elon
"Hari ini pukul 13.30 ada pertemuan dengan pak Robert di Hotel Tentrem. Pukul 15.00 rapat dengan klien dari PT Sejahtera di PT tersebut. Itu saja pak untuk hari ini" laporku
" Baik, kalau begitu sekarang kita siap-siap untuk pergi ke hotel Tentrem. Jangan lupa sampaikan ke Bina untuk membawa berkas-berkas yang di perlukan" perintah Elon
" Baik pak, kalau begitu saya undur diri" aku meninggalkan ruangan Elon.
Aku menyiapkan apa yang perlu aku bawa tak lupa juga aku menyampaikan apa yang Elon perintah ke Bima. Setelah semua siap, Aku, Elon, dan Bima naik mobil menuju ke hotel Tentrem. Ketika sampai di hotel kami sudah di sambut oleh beberapa orang yang diutus oleh pak Robert. Mereka membawa kami ke tempat pak Robert berada saat ini.
Rapat selesai dengan baik. Aku, Elon, dan Bima meninggalkan hotel menuju PT Sejahtera.Tetapi, saat hendak naik mobil Elon berkata " An kamu kembali ke kantor biar saya ditemani Bima". " Baik Pak" kataku. Mobil Elon meninggalkanku pergi menuju PT Sejahtera.
Aku mencari taksi untuk kembali ke kantor. Di perjalanan ada pesan masuk dari Lusy isinya :
An, bisa tidak nanti sepulang dari kantor ke rumahku? Aku lagi butuh teman An. Biarkan kamu datang? Tolong ya..
Aku pun membalas pesan Lusy : Baiklah.
Aku juga mengirim pesan ke Ibu : Assalamualaikum Bu. Bu hari ini Anne pulang telat ya. Anne mau ke rumah Lusy dulu soalnya Lusy minta ditemani Anne.
Setelah selesai mengirim pesan ke Lusy dan Ibu aku hendak memasukkan HP ke dalam tas tapi aku urungkan. Aku juga mengirim pesan ke Bella : Assalamualaikum Bel. Bagaimana kabar kamu? Aku sudah memaafkan kamu kok Bel. Aku sudah ikhlas dengan semuanya. Aku tahu di sini kamu juga korban dari Angga. Aku berharap kamu baik-baik saja Bel. Kemudian aku memasukkan HP ke dalam tas.
__ADS_1