Anne Dan Elon

Anne Dan Elon
Bagian 16 Indah pada Akhirnya


__ADS_3

Saat ini Elon sedang bingung bagaimana cara mengatasi masalah keuangan perusahaan. Perusahaan sudah ada di ujung tanduk. Ia sangat membutuhkan suntikan dana agar bisa stabil kembali.


Sudah satu bulan namun Elon tak kunjung menemukan solusi. Ada satu solusi yang ditawarkan oleh papa Elon 2 minggu yang lalu yaitu dengan pernikahan bisnis. Papa Elon menawarkan hal tersebut namun ia memberikan kebebasan pada anak untuk mengambil keputusan.


Elon juga sangat merindukan Anne. Namun ia tidak bisa menghubungi Anne karena Elon sangat sibuk dan ia juga bingung harus bagaimana. " An maafkan aku. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Maaf jika nantinya aku juga harus mengingkari janjiku lagi" kata Elon dalam hati


Elon hari ini memutuskan untuk bertemu dengan papanya. Saat ini Elon sudah berada di ruang kerja papanya. " Pa, Elon setuju dengan pernikahan bisnis itu. " kata Elon


Papa Elon heran kemarin ia mengingat bagaimana Elon marah dan tidak setuju dengan adanya pernikahan bisnis. " Bukannya Elon mengatakan bahwa sudah mencintai seseorang. Ada apa dengan anakku ini tiba-tiba berubah pikiran" tanya papa Elon dalam hati


" Kamu serius?" kata papa Elon


" Iya apa, Elon serius. Elon gak mau banyak karyawan nanti menjadi pengangguran Pa. Banyak karyawan juga yang menggantungkan nasibnya di sini. Jadi, menurut Elon itu yang terbaik" papar Elon. Papa Elon hanya mengangguk-angguk.


Papa Elon merasa keputusan anaknya ini adalah yang terbaik. " Baik, kalau begitu nanti Papa akan coba menghubungi teman Papa. Papa akan kabari kamu nanti hasilnya" kata Papa Elon.


"Baik Pa, Terimakasih banyak" jawab Elon


Dua hari kemudian Elon mendapat pesan dari Papanya: Nanti malam datang ke rumah untuk makan malam. Nanti juga ada teman Papa yang datang Om Alim dan keluarganya.


Elon yang membaca pesan dari Papa itu meyakinkan dirinya ini adalah keputusan yang terbaik. Elon membalas pesan dari Papanya : Iya Pa, nanti Elon akan datang.


Semua orang telah berkumpul di rumah papa Elon. Mereka sedang berbincang-bincang. Hanya Elon sendiri yang belum datang. " Maaf ya Lim, anakku ini belum dateng. Katanya tadi masih ada urusan kantor yang mau diselesaikan dulu" kata Papa Elon.


"Iya, anak zaman sekarang memang lebih gila kerja" jawab om Alim. Kemudian ia melirik pada anak perempuannya.


" Tapi ada yang pengin cepat ketemu anak kamu ini. Dia sudah tidak sabar bertemu calonnya haa haa haa" goda Om Alim pada anak perempuannya.


" Isshhhh, Ayah ini kok begitu sihh" sebal Diana

__ADS_1


" haa. haaa. ha..." Semua orang tertawa


Tak selang lama Elon datang. " Mohon maaf semuanya saja sedikit terlambat tapi ada yang harus saya selesaikan terlebih dahulu" kata Elon


Diana kagum dengan ketampanan Elon. Ia tertarik dengan Elon dan ingin tahu lebih dekat mengenai Elon. " Orang yang tampan dan santun, seseorang yang sangat aku impikan" kata Diana dalam hati


" Iya, gak papa. Sini duduk makan dulu" kata Papa Elon


" Anakmu ternyata sangat tampan Ben" kata om Alim


" Ha.. ha.. gen siapa dulu, tapi nak Diana ini juga cantik." jawab Papa Elon. Pipi Diana merona malu mendengar pujian Papa Elon


" Om bisa saja" jawab Diana


Setelah selesai makan, semua orang berkumpul di ruang tengah membahas pertunangan Elon dan Diana. Semua sepakat jika pertunangan Elon dan Diana dilaksanakan Minggu depan. Semua persiapan akan fokus oleh kedua orang tua Elon dan Diana.


Elon saat ini mengajak Diana jalan-jalan mengelilingi rumah. Sedangkan para orang tua sedang mengobrol membahas masa lalu mereka." Ini adalah jalan menuju taman di bekang rumah. Kamu mau kesan? " tanya Elon. Diana mengangguk tanda setuju.


"Kamu tunggu lagi mikirin apa sih? Sampai bengong begitu?" tanya Diana penasaran


" gak kok, cuma masalah pekerjaan" Jawab Elon


Elon sebenarnya masih memikirkan Anne. "Bagaimana keadaan Anne sekarang, sedang apa dia, apakah Anne juga merindukanku?" Elon bertanya-tanya dalam hati


" Kamu sepertinya tidak menyukaiku" kata Diana terus terang


" Bukan seperti itu Di, kita pasti butuh waktu untuk saling mengenal" jawab Elon


" Aku tertarik padamu dan aku menyukai kamu Elon" Diana blak-blakkan. Elon sempat terbengong

__ADS_1


" Wah, kamu ternyata orang yang berterus terang ya Di" kata Elon sedikit terkejut


" Ha..haa.. Ya seperti inilah aku, semoga dengan kamu lebih mengenali aku nantinya kamu juga akan menyukaiku Elon" Kata Diana. Elon tersenyum kikuk


Elon mengantar Diana ke depan karena orang tua Diana akan pulang. Diana tersenyum pada Elon. " Saya pamit dulu om, tante" sapa Diana pada orang tua Elon. Kedua orang tua Elon mengangguk.


" Sering-sering main ke sini ya Di" jawab mama Elon


" Iya tan" kata Diana


" Kami pamit dulu Ben" kata Om Alim


" Hati-hati di jalan" jawab Papa Elon


Saat di kamar Elon memikirkan Anne kembali. " An, aku merindukanmu, bahkan sangat merindukanmu. Maaf aku tidak bisa menempati janjiku" gumam Elon


Elon membaca pesan Anne beberapa hari yang lalu : Elon aku tahu bahwa kamu sedang menghadapi masalah. Apapun keputusan kamu aku mendukung kamu. Lakukanlah yang terbaik. Aku percaya tuhan akan memberikan kebahagiaan untuk kita. Jangan pernah menyerah karena tuhan pasti mempunyai rencana yang indah.


Elon kembali menitipkan air mata ketika membaca pesan dari Anne. " Semoga tuhan mempunyai rencana yang indah untuk kita An" doa Elon


***


Flashback


Ketika, Anne tak menerima kabar dari Elon hampir sebulan. Anne menghubungi Bella. Ia ingin tahu bagaimana kabar Elon. Bella menceritakan apa yang terjadi di kantor. Di mana manajer kantor telah menggelapkan dana yang begitu besar. Sehingga, saat ini Elon sangat sibuk untuk mencari cara agar keuangan perusahaan bisa stabil. Jika tidak segera di tangani takutnya perusahaan akan bangkrut.


Sampai akhirnya Bella juga cerita tentang solusi yang bisa Pak Elon selesaikan mengenai permasalahan perusahaan dengan pernikahan bisnis. Ia tahu tentang pernikahan bisnis ini karena pak Exel yang memberitahunya. Bella memberikan semangat pada Anne untuk bersabar dan menguatkan Anne. Jika, semua masalah ini pasti ada jalan keluarnya.


Setelah Anne mendengar semua cerita Bella. Anne mengirim pesan pada Elon : Elon aku tahu bahwa kamu sedang menghadapi masalah. Apapun keputusan kamu aku mendukung kamu. Lakukanlah yang terbaik. Aku percaya tuhan akan memberikan kebahagiaan untuk kita. Jangan pernah menyerah karena tuhan pasti mempunyai rencana yang indah.

__ADS_1


Anne mengetik pesan tersebut dengan menitikkan air mata. Anne sudah menyukai Elon namun pada akhirnya Ia harus merasakan sakit hati kembali. Ia mengihklaskan Elon. " Aku yakin semua akan indah pada akhirnya" kata Anne dalam hati


__ADS_2