
Anne sampai di restoran XV ia mendatangi meja nomor 03 tapi Elon dan Bella tak ada di sana. Seorang pelayan tiba-tiba datang memberi tahu bahwa Elon dan Bella ada di lantai dua kamar 18. Anne menaiki tangga menuju lantai dua perasaannya tidak enak. Ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Anne berjalan menuju lantai 18 pintunya sedikit terbuka ia bisa melihat dari celah pintu apa yang terjadi. Ia melihat Elon berada di atas tubuh Bella.
Tak terasa air matanya jatuh kembali. Apa lagi ia mendengar Bella mengatakan "Pak saya mohon jangan seperti ini. Saya tidak mau." Anne tak menyangka Elon akan melakukan hal itu pada Bella. Hati Anne sangat sakit ia merasa tak terima. "Kenapa harus selalu Bella?" lirih Anne.
Anne hampir saja terjatuh dari tangga untungnya tangan Anne masih berpegangan pada pinggiran tangga. Anne merasa kakinya lemas. Ia tidak menyangka pada apa yang baru saja dilihat Anne. Ia pergi meninggalkan restoran XV.
Sementara Bella tersenyum puas bisa berhasil memiliki Elon dan membuat Anne menderita kembali. Bella pura-pura menarik selimut untuk menutupi tubuhnya kemudian ia menangis tersedu-sedu.
Elon membuka matanya. Ia menyadari apa yang telah dilakukannya pada Bella. Elon kemudian duduk dari baringnya. setelah itu ia menatap Bella yang memunggunginya. " Bel, maafkan saya. Saya janji saya akan bertanggung jawab pada kamu" kata Elon.
Bella masih berpura-pura menangis dengan apa yang telah menimpanya. " Itu memang yang aku harapkan Elon. Kamu menjadi milikku bukan Diana ataupun Anne. " kata Bella dalam hati
Elon menyentuh pundak Bella yang masih bergetar karena menangis. " Bel, tenang saya janji akan bertanggung jawab" kata Elon lagi
Bella menengok ke belakang melihat Elon. " Bagaimana dengan pertunangan anda pak Elon dan saya tahu kalau pak Elon mencintai teman saya Anne. Kenapa bapak tega sama saya?" kata Bella terisak dan air matanya kembali tumpah
Elon yang melihat Bella kembali menangis merasa iba. Ia kemudian memeluk Bella untuk menenangkan Bella. " Saya akan batalkan pertunangan saya dan saya akan menikahi kamu Bella" janji Elon.
__ADS_1
Elon masih memeluk Bella dan menepuk-nepuk pelan punggung Bella agar Bella tenang. Sedangkan Bella tersenyum puas dalam pelukan Elon. Ia pura-pura merasa bersalah pada Anne, Diana, dan Elon. " Maafkan aku An, lagi-lagi aku melukai kamu" gumam Bella dalam pelukan Elon sambil menangis.
Setelah Bella tenang Elon melepaskan pelukannya dan memakai kembali semua pakaiannya. Elon juga telah memesan pakaian untuk Bella.
Tok..tok.. tok..Terdengar ketukan pintu Elon berdiri mau membuka pintu tapi ia menyadari bahwa pintunya tidak terkunci bahkan sedikit terbuka. Namun Elon mengabaikan hal itu ia berpikir ini salah dia karena Elon yakin pintu itu tidak terkunci sebab Bella pasti berencana meninggalkan dia di kamar.
Elon membuka pintu pakaian pesanan Elon datang. Ia menerimanya dan menutup pintu kembali. Elon memberikan pakaian yang telah dipesan pada Bela. Ia meminta Bella memakai pakaian dan dia akan mengantarnya pulang.
Bella menerima pakaian tersebut. Ia berjalan ke arah kamar mandi dengan dibalut selimut. Di dalam kamar mandi Bela menatap ke cermin ia merasa puas dengan apa yang telah Elon lakukan padanya. Bella begitu menikmati sentuhan dari Elon. Ia melihat jejak-jejak yang ditinggalkan oleh Elon. " Kamu akan jadi milikku" gumam Bella sambil tersenyum.
Bella memakai pakaian yang telah dibeli Elon. Ia merasa senang karena menurut Bella apa yang dipilih Elon sangat pas dengan badannya dan cocok untuk dia. Bella memutarkan badannya. Ia menatap cermin kembali. " Gaun yang indah. Aku harus pura-pura sedih kembali" lirih Bella
Bella hanya diam tanpa sadar ia kembali meneteskan air mata namun buru-buru ia mengusap air matanya. Bella sengaja melakukan itu untuk mencari perhatian Elon. Bella ingin Elon merasa bersalah padanya. Seperti yang diinginkan Bella. Elon menghampiri Bella dan kembali memeluknya.
" Jangan menangis lagi Bel, sekali lagi saya minta maaf" kata Elon iba
Bella mengangguk. Elon merasakan jawaban dari Bella. Ia melerai pelukannya. " Saya keluar dulu. Saya tunggu dalam mobil ya" kata Elon kemudian ia pergi meninggalkan kamar tersebut
__ADS_1
Bella melihat punggung Elon. Setelah Elon menutup pintu Bella tertawa bahagia. Ia kemudian mengambil kamera yang sudah Bella sembunyikan dari awal di dekat lampu tidur. " Ini bisa menjadi senjataku" kata Bella kemudian ia tertawa lagi.
Bella memasukkannya ke dalam tas. Lalu ia keluar dari kamar itu. Bella melihat mobil Elon tapi ia sengaja tak menghampiri Elon karena Bella merasa harus berhati-hati agar rencananya berhasil. Bella tahu Elon sedang menatapnya dari dalam mobil. Bella pura-pura menangis lagi kemudian berlari ke jalan raya. Ia melambaikan tangan menghentikan sebuah taksi setelah itu naik dan pergi meninggalkan Elon. Bella kembali tersenyum.
Elon memukul setir mobil. Ia sangat frustrasi dengan apa yang telah terjadi. " Bodoh.. Bodoh.. Bodoh sekalikamu Elon sampai tidak bisa mengendalikan diri" kata Elon
Elon mencambak rambutnya. "Ahhhhhhh" teriak Elon marah. Elon lalu menghidupkan mobilnyapergi ke rumah orang tuanya.
Bella sampai di apartemen. Ia tahu Anne sudah ada di dalam kamarnya. Bella kembali pura-pura menangis histeris dan ia memecahkan gelas dan piring yang berada di meja. " Kenapa ini harus selalu terjadi padaku? Kenapa? " kata Bella sambil menangis
Anne membuka pintu kamarnya setelah mendengar tangisan Bella dan pecahan piring dan gelas. Ia menatap Bella yang saat ini berada di bawah meja. Anne melihat Bella mengambil pecahan gelas. Anne terkejut saat Bella hendak menyayat pergelangan tangannya.
" Bella jangan " teriak Anne. Anne kemudian berlari ke arah Bella. Ia memegang tangan Bella yang memegang pecahan gelas. Anne kemudian mengambil pecahan gelas itu lalu membuangnya. " Bel, kamu jangan melakukan hal yang bodoh" marah Anne
Bella menangis histeris. " An, kenapa semua orang jahat sama aku? kenapa An? Apa salah aku? lebih baik aku mati bukan?" tanya Bella
Anne memeluk Bella. Ia tahu saat ini Bela sedang tergoncang dengan apa yang menimpanya. " Tenang Bel, semua pasti ada jalan keluarnya. Kamu harus yakin Allah pasti membantu kita" kata Anne sambil menitikkan air mata
__ADS_1
Saat ini hati Anne pun sama sakitnya melihat orang yang dicintai kembali bersama dengan sahabatnya. Hati Anne sangat hancur tapi ia menyerahkan semua pada Allah. Anne yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuk dirinya.