Anne Dan Elon

Anne Dan Elon
Bagian 36 Rumah Angga


__ADS_3

Tengah malam akhirnya kesadaran Anne kembali perlahan-lahan. Anne membuka matanya. Ia merasa sedikit pusing. Anne baru saja mengingat apa yang terjadi pada dirinya. Ia baru saja keluar dari toko kue ada seseorang yang membiusnya dan membawa dirinya ke rumah ini. Anne melihat sekeliling seperti tidak asing dengan tempat ini. Walaupun Anne sudah cukup lama Anne tak berkunjung ke rumah ini. Anne memastikan kembali ia menoleh ke kanan ia melihat sebuah foto yang Anne sudah tahu siapa pemilik rumah ini. Ya seperti yang Anne pikirkan ini adalah rumah kedua orang tua Angga. Dahulu Anne dan Angga beberapa kali datang berkunjung ke rumah ini saat mereka libur kerja.


Anne berusaha melepas ikatan yang ada di tangannya. " Siapa yang membawaku ke sini? Bukankah orang tua Angga ada di luar megeri dan Angga sendiri pun masih di dalam penjara? Kenapa dia membawaku ke tempat ini? " Anne bertanya-tanya dalam hati


Tak lama muncullah tiga orang laki-laki yang telah membawa Anne. Mereka melihat Anne sudah sadarkan diri. " Hai cantik kamu sudah sadar?" tanya


"Siapa kalian? Apa yang kalian mau, hahh?! " kata Anne sedikit panik


Tiga orang laki-laki itu hanya tersenyum menatap Anne. Tak selang lama terdengar suara langkah kaki. Muncullah Bella. Bella datang tengah malam agar tidak dicurigai oleh Bayu. Karena menurut Bella Bayu mencurigai dirinya. Terlihat dari sikap Bayu yang belakangan ini berubah bahkan selalu memerhatikan dirinya.


Saat Bella keluar apartemen menuju rumah Angga di tepat parkir mobil ia sempat bertemu dengan Exel. Akhir-akhir ini Bella juga melihat Exel tengah sibuk dengan perintah Elon. Beberapa kali Exel juga mengajak Bella mengobrol membahas apa yang terjadi di restoran XV. Tapi Bella selalu punya cara agar dia terlihat wanita yang lemah dan menjadi korban.


Saat Bella hendak membuka pintu mobil. " Mau ke.mana Bel? "tanya Exel melangkah ke arah Bella


" Hai Xel, mau cari makan ini. Kami baru pulang? " jawab Bella, ia sedikit terkejut lalu berbalik badan dan tersenyum pada Exel.


" Iya, mau saya temani?" tawar Exel


" Makasih, tapi kamu istirahat saja. Aku tahu kamu pasti capek. Kamu mau nitip apa biar aku belum sekalian? " jawab Bella


"Gak perlu tadi aku sudah makan di luar. Ya sudah hati-hati, aku masuk dulu" Exel pergi meninggalkan Bella


"Huhhhh, membuat aku jantungan saja. Aku kira siapa?" kata Bella lirih


Bella buru-buru menuju rumah orang tua Angga. Bella sudah tidak sabar ingin melihat Anne tersiksa. Bella turun dari mobil. Ia berjalan masuk ke dalam rumah orang tua Angga. Bella berjalan dengan senyuman kemenangan di setiap langkahnya.

__ADS_1


Anne yang melihat Bella. " Bel, tolong aku" kata Anne


Bella hanya tersenyum sinis. Anne heran kenapa dengan Bella diam saja. Lalu Anne tersadar ." Bel, kenapa kamu melakukan ini semua? " tanya Bella


Bella mendekat ke arah Anne. " Karena aku ingin melihat kamu menderita" Jawab Bella tersenyum puas


" Apa salahnya Bel sama kamu, kenapa kamu begitu membenci aku? " Anne sedih karena Bella begitu membenci dirinya


" Kamu selalu merebut semua yang aku suka An, dan kamu selalu menjadi pusat perhatian dari pada aku. " Bella teriak


" Aku gak ngerti kamu ngomong apa Bel" Anne prihatin dengan kondisi Bella


" Hehhhh, kamu yang sudah membuat aku menderita sampai sekarang An." Bella tak terima


" Bel, kalau aku banyak salah aku minta maaf. Jika selama ini aku tidak sadar menyakiti kamu aku minta maaf Bel, tolong lepasin aku" kata Anne


Bella mendekat ke wajah Anne. Ia menyentuh wajah Anne sambil berbisik ke telinga Anne. " Aku akan merusak wajahmu ini".


Anne merasa takut dengan Bella. Ia merasa Bella telah banyak berubah. " Bel, tolong lepasin aku" Suara Anne sedikit bergetar karena takut


Bella puas melihat Anne ketakutan. Ia tersenyum sinis. " Jangan takut sayang ini akan pelan-pelan" kata Bella sambil mengeluarkan pisau dari dalam tasnya.


Anne yang melihat Bella mengeluarkan benda tajam pun kaget. Anne takut jika Bella tak mampu mengendalikan diri lalu membunuhnya. "Aku harus berhati-hati jangan memancing amarah Bella untuk saat ini" kata Anne dalam hati


Anne hanya diam menatap Bella. " Kenapa kamu hanya diam saja, hah? " tanya

__ADS_1


Anne masih diam ia tak mau memprovokasi Bella. Bella justru marah dengan Anne yang diam saja dan begitu tenang. Bella kembali mendekat ke arah Anne. Bella meletakkan pisau ke wajah Anne. Ssraahhhhh Bella melukai wajah Anne bagian pipi kanan. " Ahh.. Sakit Bel" Anne meringis kesakitan


" Ha Ha Ha aku akan merusak wajahmu itu An, agar semua orang tidak suka lagi padamu" kata Bella


" Kenapa kamu melakukan ini padaku Bel? Apa salahku? " Kata Anne, Is merasa kesakitan di pipinya bagian pipi kanan dengan darah yang masih terus mengalir


Bella mengabaikan pertanyaan Anne. " Ini baru permulaan An" peringatan Bella lalu berbalik badan meninggalkan Anne


" Jangan beri dia makan. Jaga dia agar tidak bisa kabur" perintah Bella pada ketiga orang laki-laki itu.


" Baik Bu" kata ketiga laki-laki itu kompak lalu melihat Bella meninggalkan rumah kedua orang tua Angga


"Aku tidak boleh terlalu lama pergi. Jangan sampai Exel juga menaruh curiga padaku" gumam Bella


Bella menghentikan minimnya di sebuah tempat. Bella membeli satu porsi sate ayam untuk Exel. Walaupun dia tidak memesan apa pun tapi untuk menghilangkan kecurigaan Exel Bella sengaja membeli satu porsi sate ayam untuknya.


Bella melanjutkan perjalanan sampai akhirnya tiba di apartemen. Ia mengetuk pintu apartemen Exel. Tok.. Tok.. Tok.. " Xel.. Exe..l" ucap Bella


Exel membuka pintu apartemennya. " Ada apa Bel? " tanya Exel


" Ini untuk kamu, ini enak banget lho. Tadi aku habis dua porsi lalu aku mau kamu nyobain juga" kata Bella sambil menyerahkan kantong plastik yang berisi sate ayam


" Makasih ya Bel, kamu gak perlu repot-repot tau" jawab Exel


" Ya sudah kalau gitu. Aku balik dulu ya, udah malam banget ini" Bella pergi, Exel hanya mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


Sementara Bayu masih tidak bisa tidur. Bayu berbaring di atas ranjangnya. Ia terus kepikiran tentang Anne. Bayu merasa ada yang mengganjal. Ia mengkhawatirkan keadaan Anne. " An, kamu di mana? Apa kamu benar ke Jogja untuk menenangkan diri? " gumam Bayu


Bayu bimbang mau menghubungi Anne lagi atau tidak sekarang. " Besok saja aku hubungi kamu lagi An" kata Bayu sambil meletakkan HP yang sedari tadi ia pegang.


__ADS_2