
Mobil berwarna hitam berhenti di depan pintu masuk perusahaan. Seseorang turun dari mobil. Pak Mario menyambut ramah orang tersebut. Sampai Akhirnya aku bisa melihat dengan jelas siapa orang yang datang bersama pak Mario yang nantinya akan memimpin perusahaan. Orang itu terus berjalan semakin dekat denganku. Hatiku berdetak lebih kencang. Aku sedikit panik. Pemimpin perusahaan yang baru adalah orang yang begitu familiar.Orang yang aku pikirkan semalam. Benar, Dia adalah Elon Bernand. Aku berusaha setenang mungkin karena aku juga tidak berbuat kesalahan.
Aku dan para karyawan lainnya menyapa Elon. Ia membalas dengan anggukan kemudian berjalan ke ruangannya. Setelah itu semua orang bubar kembali ke tempat kerja masing-masing. Sebelum pergi Lusy menghampiriku "An, gimana sepupu aku? Cakepkan. Aku rasa dia beneran cocok sama kamu?" goda Lusy. Aku menggelengkan kepala
"Lus, udah ya. Aku lagi gak mau punya hubungan apapun saat ini" lalu aku pergi meninggalkan Lusy.
"Aish, kamu mah. Anne tunggu aku" teriak Lusy diiringi lari-lari kecil
Di ruanganku. Aku memikirkan Elon, yang menurutku sangat jauh berbeda ketika kerja dan tidak. Hari ini aku melihat sosok yang lain darinya. Ia terlihat berwibawa. Aku tidak menyangka bahwa kamu adalah sepupu Lusy Elon. Seperti kata pepatah " Dunia ini ibarat selembar daun kelor". Dunia memang sempit.
Aku dikejutkan dengan datangnya Bu manajer. "An kamu diminta pak Mario ke ruangannya"
" Baik Bu" jawabku
Aku berjalan menuju ruangan pak Mario. "Ada apa a, kenapa pak Mario memanggilku?" aku bertanya dalam hati
Tok tok tok. Aku mengetuk pintu. Aku membuka pintu setelah mendengar jawaban Pak Mario " Masuk".
" Bapak memanggil saya?" gugup aku
" Iya saya meninta kamu ke depannya menjadi asisten Pak Elon, karena mulai sekarang pak Elon yang akan memimpin perusahaan ini" perintah pak Mario
" Tapi pak, apakah saya mampu? Saya baru bekerja di sini? Alangkah lebih baiknya kalau karyawan yang lain saja pak." Tolakku secara halus.
" Ini sudah keputusan pak Elon sendiri Anne, Nantinya kamu bisa belajar dengan sekretaris Bima" Tegas pak Mario. Aku hanya mengangguk tanda setuju.
" Nanti siang kamu dah bisa menempati ruangan di depan. Segera kamu melapor diri ke Pak Elon setelah beliau selesai rapat dengan bagian keuangan. Ruangan ini nantinya akan menjadi ruangan pak Elon" tambah pak Mario.
" Baik pak, kalau begitu saya undur diri" jawabku lalu meninggalkan ruangan CEO
__ADS_1
Aku berjalan gontai saat kembali, bukannya aku tidak senang cepat naik jabatan. Ntah kenapa rasanya aku selalu ingin menghindar dari Elon. " Jika aku mengundurkan diri tidak mungkin karena saat ini mencari pekerjaan susah" keluhku
Aku membereskan barang-barangku yang nantinya aku bawa ke ruangan yang baru. " Kamu harus profesional Anne, kamu bisa. Semangat" menyemangati diri dalam hati
Lusy menghampiriku karena melihatku membereskan barang-barangku. "Kamu mau kemana An? Gak mungkin kan kamu dipecat? " Lusy penasaran. Aku menggeleng
" Enggak kok, aku naik jabatan. Sekarang jadi asisten pak Elon"
"Apa?! Serius?" Lusy kaget
" Iya, beneran. Tadi aku abis di panggil pak Mario. Kata beliau pak Elon sendiri yang minta Lus"
" Wah, wah, kayaknya kamu bisa jadi sodara bener nih An " Lusy mengoda
" Ada-ada aja kamu Lus" Aku heran kenapa di kepala Lusy hanya tentang asmara saja.
" Lus, aku ke atas dulu. Takutnya Pak Elon sudah selesai rapat. Aku harus segera lapor juga" tambahku lalu pergi
" Selamat siang Pak, saya Anne asisten Bapak sekarang" laporku. Elon hanya mengangguk masih sibuk membaca laporan.
Sejujurnya aku merasa deg deg an setelah melihat Elon yang sedang serius membaca laporan ia terlihat lebih tampan dengan mengenakan kacamata.
" Jika tidak ada hal lain, saya udur diri pak?" kataku, aku hendak melangkah keluar tapi aku urungkan
"Tunggu sebentar" perintah Elon.
Aku sudah menunggu kurang lebih 30 menit. " Aishhh, kakiku sudah pegal ini, berdiri dari tadi. Dia ini sengaja atau bagaimana sih. Kalau bukan bos sudah aku maki-maki ini orang" kesalku dalam hati
Elon masih saja sibuk. Tanpa sengaja ia melihatku " Eh An, masih di sini kamu?" katanya enteng
__ADS_1
"Jelas-jelas dia yang minta aku untuk nunggu. Malah dia seolah-olah tidak tahu. Sedari tadi juga mengabaikan keberadaanku" untung aku bicara dalam hati kalau sampai dia dengar bisa dipecat aku
"Iya pak, bukankah tadi Bapak meminta saya untuk menunggu?" jawabku
"Maksud saya silahkan kamu menunggu di meja kerja kamu. Jika ada perlu nanti saya akan panggil" Elon Tersenyum.
"Baik Pak, kalau begitu saya undur diri" kataku.
"Dasar bos sialan, seenaknya aja dia mempermainkan aku. Rasanya pengen banget aku buang dia ke segita bermuda" omelanku dalam hati
Sementara Elon tertawa setelah Anne menutup pintunya. Elon sengaja menjahili Anne. "Ntah kenapa rasanya senang melihat wajahmu yang kesal An. Salah siapa kamu mengabaikan pesan dariku selama ini" gumamku.
Ada rasa lega juga yang Elon rasakan setelah melihat Anne yang baik-baik saja. " Syukurlah kamu baik-baik saja. Aku selalu khawatir sama kamu. Sejak perpisahan kita" tambah Elon yang bicara sendiri
Akhirnya sampai di rumah. Aku merebahkan diri di ranjang. "Hari ini begitu melelahkan, ditambah lagi Elon sialan itu. Dia benar-benar buat aku emosi terus hari ini. Kenapa dia berubah banget sih, padahal waktu di Jakarta dia orangnya perhatian dan pengertian." marah yang tidak jelas
Aku memejamkan mata, tak butuh waktu lama sampai akhirnya aku sampai terlelap.
"An, Tolong aku. Angga udah siksa aku. Selama ini aku di kurung di Apartemen Angga. Tolong aku An. Angga mau bunuh aku gara-gara aku kamu membatalkan pernikahan" dalam mimpi Anne. Anne terbangun dari tidurnya ia teringat kondisi Bella begitu memprihatinkan di dalam mimpi.
Anne mengambil HP melihat jam 18.30 " Aku mimpi gara-gara tidur sore ini, tapi gimana ya kabar Bella sekarang" kataku. Tak selang lama ponselku berdering tertera panggilan dari Lusy. "Iya Lus. Ada apa?" jawabku malas orang yang bangun tidur
" Ayo temenin aku ke Sekaten" ajak Lusy
" Aku lagi malas keluar Lus" kataku jujur
" Sesekali An. Ayolah An, nanti kamu minta apa saja aku yang bayar" tawar Lusy
" Oke deh kalau gitu, yang penting kamu harus traktir aku. Ya udah aku siap-siap nanti kamu yang jemput aku di rumah. Bye" aku memutuskan sambungan
__ADS_1
Sekaten, merupakan rangkaian kegiatan tahunan sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diadakan oleh dua keraton di Jawa yakni Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Rangkaian perayaan secara resmi berlangsung dari tanggal 5 dan berakhir pada tanggal 12 Mulud penanggalan Jawa.
Kata ibuku Pasar Malam Sekaten sudah beberapa tahun terakhir tidak ada karena adanya virus covid 19. "Aku jadi penasaran bagaimana acara sekatan malam ini" kataku sambil menunggu kedatangan Lusy