
Anne mengemasi barang-barangnya yang berada di apartemen Bella. Ia sudah memikirkan jalan terbaik dari permasalahannya adalah kembali ke Jogja. Ia tidak ingin membuat hubungan Elon dan Diana berantakan.
Anne masih sibuk menata pakaiannya ke dalam koper. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Ia melihat Bella masuk ke dalam kamarnya.
Bella menatap Anne yang sedang mengemasi pakaiannya. " Kamu mau kemana An? Kenapa tiba-tiba beresin pakaian kamu? Kalau aku ada salah sama kamu aku minta maaf An. Tapi tolong jangan pergi dari sini" Bella memegang tangan Anne kemudian mengajaknya duduk di pinggir ranjang.
" An cerita sama aku ada apa sebenarnya? Tanya Bella lagi
" Aku mau kembali ke Jogja aja Bel, aku gak mau jadi pengganggu hubungan Elon dan Diana. Aku gak mau sampai Diana salah paham sama aku Bel" kata Anne sambil meneteskan air mata yang sudah di tahannya akhirnya tumpah juga
Bella memeluk Anne. Ia mencoba untuk menenangkan Anne. Bella menepuk-nepuk punggung Anne membiarkan Anne menangis untuk meluapkan semua rasa kesedihannya.
Setelah merasa Anne lebih baik Bella berbicara pelan pada Anne. " An, aku merasa kalau kamu pergi bukan malah menyelesaikan masalah justru nantinya akan membuat masalah menjadi besar. "
Anne menatap Bella. Ia tak mengerti maksud Bella mengatakan itu. " Maksudnya gimana Bel, bukannya dengan aku pergi justru akan membuat hubungan Elon dan Diana baik. Aku yakin dengan begitu Elon tidak akan membuat Diana cemburu dan Elon juga akan melupakan aku" kata Anne
" An, justru ketika kamu pergi bisa jadi Elon berpikir itu adalah ancaman dari Diana yang meminta kamu untuk menjauhi Elon. Elon akan marah pada Diana bahkan bisa jadi mereka membatalkan pernikahan mereka. Kamu tahu sendiri Elon sudah menandatangani perjanjian pernikahan takutnya nanti juga akan berimbas pada perusahaan" kata Bella panjang lebar.
Anne mencerna apa yang baru saja Bella sampaikan. Setelah diam beberapa saat Anne berkata " Aku tahu maksud kamu Bel. Aku coba bertahan sebentar dan aku akan coba membicarakan hal ini pada Elon. Aku merasa tak enak hati melihat Diana yang sudah tak boleh masuk ruangan Elon beberapa hari ini. Kamu ngerti kan Bel maksud aku? "
" Iya aku tahu. Kamu baik-baik ya An. Aku akan dukung kamu dan selalu ada jika kamu butuh aku" Bella memeluk kembali Anne
__ADS_1
" Aku gak akan tinggal diam lagi An. Aku gak akan buat kamu pergi dari sini sebelum kamu menderita dan tujuanku tercapai" kata Bella dalam hati, Ia tersenyum sinis
Bella kembali ke kamarnya meninggalkan Anne sendirian. Ia mengambil HP kemudian mengirim pesan pada Elon.
Selamat malam pak Elon. Saya mau membicarakan sesuatu yang penting dengan bapak terkait dengan Anne besok siang. Semoga Bapak ada waktu.
Tidak lama kemudian Bella mendapat balasan pesan dari Elon. Baik besok siang di restoran XV
Bella merasa sangat senang setelah mendapatkan balasan pesan dari Elon. "Semoga rencanaku besok berhasil aku bisa mendapatkan Elon dan membuat Anne terluka" gumam Bella.
Besok paginya Bella dan Anne berangkat ke kantor bersama. Bayu beberapa hari ini tak pernah kelihatan batang hidungnya. Anne maupun Bella sudah beberapa kali mencoba menghubungi Bayu namun tak ada jawaban.
" An, nanti tolong datang ke restoran XV ya temenin aku ya pak Elon bajak aku ketemu" kata Bella
" Aku juga gak tau An. Mungkin dia mau tanya tentang kamu" jawab Bella
Di restoran XV Bella sudah berada di sana terlebih dahulu. Ia meminta pelayan memberikan obat pada minuman yang di pesan oleh Elon. Bella akan memberi 10 juta untuk pelayan tersebut jika dia mau mengerjakan perintahnya. Pelayan tersebut pun setuju dengan perintah Bella.
Elon datang ke restoran XV lalu duduk di salah satu meja kosong di sana. Ia memanggil pelayan dan memesan kopi sekaligus menunggu ke datangan Bella.
Pelayan datang membawa kopi yang di pesan oleh Elon dan kopi itu juga sudah diberi obat olehnya tanpa sepengetahuan Elon. Elon menyeruput kopi itu menikmatinya untuk menghilangkan penat yang di rasanya beberapa hari terakhir.
__ADS_1
Bella belum keluar menemui Elon ia masih menunggu waktu yang tepat. Setidaknya sampai obat itu mulai bereaksi. Bella terus mengawasi Elon yang masih menikmati kopi tersebut. Ia tersenyum puas karena rencananya kali ini pasti berhasil. " Kamu tidak akan bisa menahannya Elon Bernand karena itu adalah obat dosis tinggi" kata Bella lirih
Bella sudah mulai melihat Elon pusing. Sepertinya obat yang diberikan sudah mulai bereaksi. Sebelum mendatangi Elon Bella mengirim pesan pada Anne. An aku tunggu di restoran XV. Langsung ke sini saja ya. Aku barusan dari luar ini pak Elon juga sudah di sini. Cepetan ya aku ada di meja 03!
Setelah mengirim pesan pada Anne, Bella mendatangi meja yang sudah Elon pesan. " Maaf pak Elon saya sedikit terlambat" Bella kemudian duduk
Elon hanya mengangguk. Ia merasa pusing badannya terasa panas. Elon berdiri hendak pergi ke toilet namun hampir saja jatuh Bella membantu Elon agar tak terjatuh lagi. " Pak, sepertinya bapak kurang enak badan." kata Bella ia memanggil seorang pelayan.
"Apakah di sini ada tempat istirahat?" tanya Bella pada pelayan
" Ada di lantai dua, silakan lewat sini" kata pelayan restoran
" Terimakasih. Nanti jika ada yang mencari saya beritahu saja saya ada di lantai dua ya" kata Bella dan pelayan itu pun mengangguk.
Bella memapah Elon berjalan ke lantai dua. Ia sudah memesan sebuah kamar di sana. " Pak sepertinya bapak harus istirahat terlebih dahulu" kata Bella.
Elon masih merasa badannya sangat tidak nyaman. Ada sesuatu yang bergejolak dalam dirinya apa lagi setelah Bella memapahnya. Elon merasa ada sengatan listrik. Ia menjadi tidak bisa mengontrol dirinya. Nafas Elon menderu dan suaranya terdengar lebih berat.
" Bel sepertinya ada yang salah" kata Elon dengan suara beratnya
Bella membuka kamar yang sudah dipesannya. Bella meletakkan Elon di kamar. Bella hendak keluar namun tangannya di tarik oleh Elon. Elon sudah tidak bisa berpikir jernih tubuhnya sudah sangat panas. Ia sudah tidak bisa menahan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya. Ia mencium bibir Bella dan membuka pakaian Bella secara paksa. Elon melakukan hal itu sampai kelelahan hingga setelah itu Elon tertidur.
__ADS_1
Bella tersenyum puas rencananya berhasil. Bahkan ia juga tahu Anne telah melihat apa yang dilakukan Elon padanya. Pintu memang Bella sengaja tak di tutup sepenuhnya jadi Bela tahu bahwa Anne bisa mengintip apa yang di lakukan Elon. Bella tak sengaja melihat Anne di balik pintu. Ia pura-pura sedih dan menolak apa yang telah Elon lakukan padanya. " Pak saya mohon jangan seperti ini. Saya tidak mau." Ucap Bella dengan suara keras agar Anne mendengarnya. Elon masih sibuk di atas Bella. Ia menghiraukannya.