Anne Dan Elon

Anne Dan Elon
Bagian 23


__ADS_3

Elon mencari keberadaan Anne. Namun ia tak melihatnya, Elon semakin tak tenang. Diana yang berada di samping merasa Elon mengkhawatirkan seseorang. " Ada apa El? " tanya Diana


" Gak papa Di" kata Elon, lalu menyentuh bahu Diana ia tersenyum.


" Di, aku pergi sebentar ya" lalu Elon meninggalkan Diana.


Diana merasa sedih karena ia tahu jika Elon sedang mencari wanita itu. Wanita yang sama ketika di acara pertunangannya dan Elon. Ia tahu Elon menyukai wanita tersebut. Diana juga merasa sakit hati karena Elon justru hadir di acara seperti ini ia datang dengan Anne. Namun Diana tetap tersenyum menyembunyikan sakit hati yang dirasakannya.


Sementara Elon mencari Anne di mana-mana. Ia takut Anne di culik kembali oleh seseorang. Ia berlari keluar namun pemandangan yang ia lihat membuatnya marah. Ia menggenggam tangan erat, rahangnya mengeras, dan ia menggertakan gigi.


Elon cemburu melihat Anne berpelukan dengan seorang laki-laki. Anne juga mau menuruti laki-laki tersebut naik ke dalam mobilnya.


Sementara saat ini Bayu dan Anne saat ini sudah tiba di Apartemen Bella. Di perjalanan Anne meminta Bayu untuk ke Apartemen Bella saja mengantarkannya pulang sekalian reuni. " Sudah sampai , ayo turun Bay" ajak Anne pada Bayu


" Iya, kamu bantu bawa sebagian barangnya" jawab Bayu


Bayu danAnne keluar dari mobil mereka membawa makanan dan minuman ringan yang banyak. Bayu ingin mengobrol lama dengan dua temannya itu, Bella dan Anne.


Aku membuka pintu Apartemen Bella. Lalu meminta Bayu masuk dan meletakkan barangnya di meja.


Tok.. Tok.. Tok Aku mengetuk pintu kamar Bella namun tak ada jawaban. Aku memanggil-manggil nama Bella. " Bel, Bella, Bel bika pintunya. Ada seseorang yang mau ketemu kamu nih" kataku


" Iya tunggu" kata Bella dalam kamarnya


" Haisshh Anne ni mengganggu saja orang tidur. Siapa yang yang mau bertemu aku malam-malam gini" gumam Bella


"Jangan-jangan Exel" kata Bella dalam hati, ia tertawa senang jika orang itu adalah Exel.


Bella membersihkan mukanya dan mengganti pakaiannya.


Ia membuka pintu kamarnya namun tak melihat Anne ataupun orang lain. " kemana lagi Anne, katanya ada orang yang mencariku. Apa jangan-jangan dia ngerjain aku doang lagi. Hufffft" kesal Bella


Bella berjalan ke arah balkon setelah mendengar suara Anne dan seseorang laki-laki. Bella melihat Anne begitu akrab dengan orang tersebut. " Siapa dia kenapa Anne bisa begitu dekatnya? " tanya Bella dalam hati

__ADS_1


Bella menghampiri Anne dan Bayu. " Hai An" sapa Bella pada Anne dan ia tersenyum pada Bayu. Bella belum menyadari laki-laki itu adalah Bayu teman sedari kecilnya.


" Apaan sih kamu Bell, cuma senyum aja. Gak usah kaku sama dia. Peluk aja" kata Anne. Bella menggelengkan kepalanya.


" Apaan sih An, kamu ini. " kata Bella namun ia terkejut tiba-tiba laki-laki itu memeluknya.


" Aku kangen banget juga sama kamu Bel, apa kabar kamu?" kata Bayu


Bella masih diam. " Dia boboho Bel" sambung Anne


" Ya ampun boboho, kamu kok udah kurusan sih" kata Bella lalu membalas pelukan Bayu.


Bayu melepaskan pelukannya. " Haissshh kalian ini, namaku bukan boboho ya. Namaku Bayu orang ganteng begini dipangil boboho" protes Bayu


Anne dan Bella tertawa


Anne, Bella, dan Bayu bercerita banyak hal.


Aku dan bella menunggu jawaban yang keluar dari Bayu. Tapi Bayu yang ditunggu justru diam saja.


" Bay" kataku


"Ehhh maaf ya, aku harus balik nih. Besok kita kumpul-kumpul lagi ya" kata Bayu. Baru berdiri lalu buru-buru pergi.


" kenapa tuh anak?" tanyaku pada Bella, Bella hanya menganggat bahu lalu kembali ke kamarnya.


Sebelum tidur Bella mengambil HP di dalam laci tak selang lama ia tersenyum kemudian ia melanjutkan tidurnya.


Aku masuk ke kamar terus membersihkan diri. Setelah itu akh mengaktifkan HPku. Ada beberapa pesan dari Elon dan ada pesan dari nomor baru kembali isi pesannya : Kamu tidak akan pernah bisa bahagia. Apa lagi bersama Elon. Ingat itu!


Aku terkejut ketika membaca pesan tersebut. "Siapa yang mengirim pesan ini bukankah Angga sudah berada di penjara, lalu siapa?" aku bertanya-tanya dalam hati


Esok paginya aku bercerita pada Bela mengenai aku mendapat pesan teror lagi. Aku melihat Bella sangat khawatir. " An, lebih baik kamu beritahu Elon saja tentang hal ini takutnya nanti akan lebih berbahaya. Atau jangan-jangan ini pesan peringatan dari tunangannya Elon dia mungkin tidak suka melihatmu sama Elon An." Kata Bella

__ADS_1


Aku menggelengkan kepala. " Tidak bisa begitu Bell, aku memang harus menjaga jarak dari Elon. Bagaimana pun Elon sudah memiliki tunangan. Apalagi ya Bel, jika ini benar peringatan dari tunangannya artinya aku harus menjauh dan jangan sampai Elon tahu. Jika tidak aku yakin masalah alan menjadi lebih besar. Ya kan Bel?" kataku pada Bella


Bella memgangguk-anggukan kepalanya. " Setelah aku pikir-pikir sepertinya benar juga katamu An" jawab Bella


" Ah.. Kasihan juga Anne ini. Dia ini bodoh atau gimana lagi Ahhh. Aku harus lebih memperhatikan dia mulai sekarang" kata Bella dalam hati


Di kantor, aku merasa sejak pagi hingga sekarang mau istirahat siang Elon sangat dingin padaku. Aku merasakan ada perubahan dalam sikapnya. Elon terlihat cuek tidak peduli padaku. " Sakit sekali hati ini tapi ini juga yang terbaik dengan begitu aku tidak perlu memikirkan cara bagaimana harus menjaga jaraknya." gumamku.


Tiba-tiba Bella memanggilku. Bella memintaku melihat wanita yang datang ke perusahaan dengan membawa kotak makan siang.


Aku berdiri dan menyapanya. " Selamat siang nona Diana"


"Elon ada? "


" Ada nona, nona bisa langsung masuk" aku tersenyum


Aku duduk kembali kemudian ada pesan masuk dari nomor baru lagi. Kamu hanya akan merasa sakit hati dan sedih jika terus berada di sisi Elon. Segera pergi menjauhlah!


" Siapa sebenarnya kamu? Apa yang kamu mau dariku?" gumamku.


"Kenapa An? Ada yang kirim pesan lagi? " tanya Bella yang melihatku sedang memegang HP.


" Iya Bel, ini pesannya? " Anne menunjukkan pesan yang baru ia terima


" An, sebenarnya menurut kamu kira-kira dia siapa? "


"Aku juga masih bingung sih Bel, untuk saat ini " ucapan Annne terputus setelah mendengar bunyi telepon kantor.


Anne mengambil ganggang telepon ia letakkan dekat telinganya. " Bawakan air minum dan peralatan makan ke ruangan saya" perintah Elon lalu ia memutuskan panggilan tanpa mendengar jawaban dari Anne.


Anne berjalan ke arah ruangan dapur CEO. Ia menyiapkan minuman serta membawa piring, sendok, dan garpu dalam satu nampan.


Ia mengetuk ruangan Elon segera Elon memintanya masuk. Anne terkejut melihat apa yang baru saja di lihat. Sakit sekali rasanya. Tapi Anne tetap tersenyum seolah-olah ia tidak memiliki rasa pada Elon.

__ADS_1


__ADS_2