Anne Dan Elon

Anne Dan Elon
Bagian 11 Rumah sakit


__ADS_3

Elon menunggu kedatangan Anne. Jam sudah menunjukkan 08.00 Anne tak kunjung menampakkan dirinya. Elon cemas, Ia berpikir Anne ada apa-apa. Elon memutuskan untuk menghubungi Anne namun hasilnya nihil. Tak ada jawaban sama sekali dari panggilan Elon. Elon memgambil kunci mobil. Ia memutuskan untuk ke rumah Anne.


Di perjalanan Elon merasa tidak tenang. Elon merasa khawatir. Tiba-tiba ponsel Elon berdering. Tertera ada panggilan dari Lusy. " Hallo Lus, ada apa?" tanya Elon


" Hallo El... Ini aku Anne kamu di mana, sekarang aku dan Lusy di rumah sakit, bisa tidak kamu ke sini?" kata Anne


"Oke, kamu di rumah sakit mana? Aku sekarang ke sana"


"RS JIH" aku menutup telepon.


Aku merasa khawatir dengan keadaan Lusy. Pagi tadi aku dan Lusy berangkat ke kantor bersama. Tetapi di tengah jalan aku dan Lusy mampir ke tempat makan untuk sarapan. Lusy ingin sarapan bubur ayam, kita pergi mencari tempat yang jual bubur ayam. Tanpa sengaja di sana ada orang yang sangat Lusy cinta bersama dengan seorang wanita sedang saling suap-suapan. Mereka saling menggoda dan hal itu membuat Lusy marah. Ia menghampiri meja kekasihnya lalu menyiram air minum ke kekasihnya. Lusy juga menampar pipi kanan dan pipi kiri kekasihnya.


Melihat hal itu aku hendak membawa Lusy pergi. Namun aku terlambat. Lusy telah di dorong dengan begitu kuat oleh wanita yang bersama kekasihnya. Kepala Lusy terbentur dan ia tak sadarkan diri.


Aku membawa Lusy ke rumah sakit terdekat. Aku panik, takut jika Lusy sampai kenapa-napa. Hpku mati dari semalam. Aku tidak sempat untuk mengisi daya karena aku kelelahan. Saat Lusy diperiksa, aku mengambil Hpnyq. Aku bingung harus menghubungi siapa. Tiba-tiba terlintas nama Elon. Aku mencari kontak Elon kemudian kemudian memintanya datang ke rumah sakit.


Aku sedang menunggu Lusy siuman dokter mengatakan Lusy akan segera membaik. Ia mengalami gagar otak ringan akibat benturan di kepalanya cukup kuat. Aku terkejut.Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang menelukku. "Kamu baik-baik sajakan? Aku khawatir sekali, jika terjadi sesuatu dengan kamu An." Ucapan Elon yang khawatir


"Aku baik-baik saja Elon. Lusy yang di rawat" jawabku menenangkan Elon


"Bagaimana keadaan Lusy?"


" Kata dokter Lusy mengalami gagar otak ringan, tapi Ia akan segera membaik."


" Sebenarnya apa yang terjadi? " tanya Elon penasaran


Aku menceritakan dari awal sampai akhir yang terjadi tadi pagi pada Elon. Aku melihat amarah di wajah Elon tapi ntah kenapa kemudian Ia tersenyum saat melihatku.


"An, aku titip Lusy sebentar" Elon menyentuh pundakku kemudian pergi meninggalkan aku dan Lusy di rumah sakit.


Tak selang lama aku melihat jari-jari Lusy mulai bergerak, setelah itu perlahan-lahan Lusy membuka matanya. " Lus, bagaimana? Apa yang kamu rasa sekarang?" kataku


" Baik kok An, kita di mana ini?" tanya Lusy

__ADS_1


"Kita di rumah sakit, kamu tunggu sebentar ya Lus. Aku panggil dokter dulu? " jawabku


Dokter memeriksa kembali kondisi Lusy. Kondisinya membaik. Tapi masih perlu observasi lagi. Aku mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada dokter tersebut.


"Kamu belum makan aku supain dulu ya Lus" kataku


"Iya, lapar banget ini An" balas Lusy.


Aku mengambil mangkuk bubur di meja samping Lusy. Lalu aku mulai menyuapi Lusy sampai habis kemudian Elon datang. "Lus, bagaimana keadaan kamu?" tanya Elon. Ia berjalan menghampiri Lusy.


"Baik Bang, jangan terlalu khawatir. Oh ya Bang jangan bilang ke Papa Mama ya" mohon Lusy.


"Hmmm"


" Jangan cuma hmmm Bang, Lusy todak mau Papa Mama khawatir" kata Lusy.


"Iya, kalau tidak mau buat om sama tante khawatir ngpain pakek berantem segala?" ketus Elon


Lusy tersenyum lebar. "Elon memang orang yang penyayang" kataku dalam hati. Aku mengingat pertemuan awal di mana Elon menolongku.


" Iya ada apa Lus" aku tersadar dari lamunanku


" Dari tadi dipanggil malah ngelamun. Kamu ngelamunin apa? Ntar kesambet lho."


" Enggak, siapa lagi yang ngelamun" aku mengelak


" Haiiss... Kalian berdua ini malah cuekin aku" celetuk Elon


" Heeheehee maaf Bang" Kata Lusy.


" Lus, Elon aku pulang dulu ya udah sore ini. Nanti malam baru aku ke sini lagi. " Pamitku


" Iya.. Hati-hati di jalan An" kata Lusy. Aku mengangguk

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan pulang aku memikirkan bagaimana perasaan Lusy. Aku yakin saat ini hatinya sangat terluka. Aku tahu bagaimana rasanya orang yang dicintai justru menghianati. Walaupun Lusy selalu tersenyum tadi. Aku merasa sebenarnya Ia sangat sedih. "Kita harus kuat Lus, aku yakin aku dan kamu bisa melewati ini." menyemangati dalam hati


Aku tiba di rumah. Aku melihat Bapak dan Ibu duduk di teras.


"Assalamualaikum Pak, Bu" kemudian aku mencium tangan ke dua orang tuaku


"Waalaikumsalam, sudah pulang nduk?" jawab Bapak dan Ibu


" Iya, Lusy pamit ke kamar dulu ya Pak, Bu" aku menuju kamar.


Aku membersihkan diri. Setelah itu aku menyiapkan barang yang akan aku bawa ke rumah sakit seperti HP, charger Hp, dan dompet. Setelah semua siap aku menghampiri Bapak dan Ibu. Aku ingin meminta izin ke Bapak Ibu. "Pak, Bu. Anne mau izin malam ini mau menginap di rumah sakit nemenin Lusy" kataku


" Nak Lusy kenapa An?" tanya Bapak


" Tadi waktu Anne sama Lusy cari sarapan, Lusy tidak sengaja jatuh kepalanya ke bentur Pak. Kata dokter Lusy kena gagar otak ringan. Jadi harus di rawat dulu untuk observasi lebih lanjut" ceritaku pada Bapak dan Ibu


" Maaf ya pak, bu. Anne tidak cerita yang sebenarnya" kataku dalam hati


" Ya. sudah kalau gitu. Kamu juga harus hati-hati kalau di jalan An" kata Ibu


" Iya, Bu. Anne pergi dulu Assalamualaikum"


"Waailkumsalam"


Aku melihat Lusy sedang menangis, aku tak tega. Segera aku menghampirinya dan memeluknya. Aku juga ikut menangis mendengar sembilu dari Lusy. "Anne, sakit banget ya ternyata" isak tangis Lusy


" Kamu boleh nangis sepuas kamu sekarang Lus. Aku tahu ini berat. Tapi, aku yakin kamu bisa melewati ini" kataku menguatkan


Lusy terus menangis aku memeluknya dan menguatkan Luay hingga beberapa saat ia mulai tenang. Ternyata Lusy tertidur dalam pelukanku. " Pasti kamu lelah" gumamku


Aku meletakkan kepala Lusy dengan hati-hati agar dia beristirahat.


Sambil menunggu Lusy yang tertidur, aku bermain HP. Ada pesan masuk dari Bella aku buka dan mulai membacanya.

__ADS_1


Assalamualaikum Anne, bagaimana kabar kamu? Aku kangen banget sama kamu. Sebelumnya aku minta maaf ya An. Tolong maafin aku. Aku salah karena mengkhianati pertemanan kita. Saat itu aku terlena dengan sikap Angga. Dan jujur aku juga mencintai Angga karena perhatiannya. Aku sudah mencoba membuang perasaan itu. Tapi An aku tidak bisa justru aku semakin mencintainya. Sekarang aku sangat menyesal An, Aku dan Angga sudah menikah tapi dia selalu menyiksaku setiap harinya. Angga mengatakan kalau pernikahan kalian batal karena aku penyebabnya. Maafkan aku ya An. Aku tidak bermaksud menyakiti kamu. Aku kangen dengan kebersamaan kita An.


__ADS_2