Anne Dan Elon

Anne Dan Elon
Bagian 27 Mimpi


__ADS_3

Anne masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia mendapat pesan dari nomor baru kembali. Isi Pesannya Berhati-hatilah ini awal dari penderitaanmu!


Ada pesan yang muncul kembali tapi tanpa Anne buka ia langsung menghapusnya. " Aku harus mengganti nomor sepertinya jika tidak ini pasti tidak akan ada habisnya. Atau aku minta bantuan Bayu untuk menyelidiki siapa dalang dibalik pesan-pesan yang selama ini di kirim" kata Anne dalam hati


Anne kembali ke fokus pekerjaannya. Ia berdiri menuju ruangan Elon. Anne sudah mengetuk pintu beberapa kali tetapi belum ada jawaban.


" Kenapa pak Elon tidak menjawab, bukankah dia belum keluar? Setahu saya tadi yang keluar dari ruangan ini hanya Diana. Di mana dia?" gumam Anne.


Anne mengetuk kembali pintu Elon. Pintu itu tidak tertutup rapat. Anne mencoba membuka pintu dan masuk. Anne ingin tahu keberadaan Elon ada atau tidak karena Anne ingin meminta tanda tangan Elon.


" Pak Elon" kata Anne pelan. Ia mengedarkan pandangan ke segala sudut ruangan tapi tak menemukan Elon.


Anne berjalan pelan-pelan seperti maling yang takut ketahuan oleh pemiliknya. Anne menyusuri ruangan Elon. Anne berjalan menuju rak buku. Disana begitu banyak buku yang tertata rapi. Anne menyentuh buku-buku itu hingga tak sadar sampai buku terakhir di ujung lemari. klik Anne mendengar suara ia kaget ia mundur beberapa langkah. Namun matanya melotot ketika melihat Di depannya menampilkan sebuah kamar yang cukup besar. Di sana Anne melihat sosok Elon yang tertidur. " Ahh, ternyata dia sedang tidur. Pantas saja tidak terlihat dari tadi" lirih Anne.


Anne mencoba masuk ke kamar istirahat Elon. Kamarnya di dominasi dengan warna hitam. Anne perlahan mendekat ke arah Elon samar-samar Anne mendengar Elon memangil-manggil namanya. " An, Anne, An bangun" lirih Elon


Anne semakin mendekat ke ranjang tempat Elon tidur. Anne melihat keringat Elon bercucuran, hingga tak terasa air mata Elonpun keluar walaupun matanya masih terpejam.


" Apakah dia bermimpi?" kata Anne


Anne menyentuh lengan Elon. Iya menggoyangkan lengan Elon. " El bangun. Elon, Elon!"


" An....Anne" teriak Elon. Ia langsung duduk dari tidurnya.


" Kamu kenapa El?" tanya Anne


Elon melihat Anne di sampingnya. Ia meraih tangan Anne dan menarik Anne ke dalam pelukannya. " An, kamu gak papa kan? Kamu baik-baik saja kan?" tanya Elon dengan nada khawatir


" Iya, aku baik-baik saja. Kamu pasti mimpi buruk ya?" tanya Anne. Anne mencoba melepas pelukan Elon.

__ADS_1


" Biarkan seperti ini sebentar saja An"


"An, bagaimana dengan kamu akhir-akhir ini? Apakah ada sesuatu yang bisa menjadi petunjuk?"


Anne ragu untuk memberi tahu Elon. Ia tak ingin punya banyak hutang budi. Tapi Elon memaksa sehingga Anne mengeluarkan benda pipih dari sakunya. Ia membuka pesan Anne menunjukkan beberapa nomor yang sudah mengirim pesan teror ke Anne.


Elon segera memerintahkan seseorang untuk menyelidiki siapa pemilik atau pemakai nomor itu.


"Jangan menatapku terus El" Anne tersipu malu,


"sudahlah berhentilah menatapku" tambah Anne


"Aku selalu ingin seperti ini An. Bisa melihat senyum kamu dan bisa berada di dekat kamu itu membuat bahagia" kata Elon dalam hati


Elon dan Anne merasa terkejut ada beberapa orang datang ke ruang Elon. Anne panik, jika sampai ketahuan bisa menimbulkan masalah. " Santai An, tidak ada yang akan tahu kita ada di sini. Hanya aku, kamu, dan Excel yang tahu kamar ini. Jadi jangan panik oke" kata Elon


Anne menghela nafas mendengar perkataan Elon. " Untunglah jika tidak ada yang tahu" Anne merasa cukup aman saat ini waktunya ia pergi dari tempat itu.


Tak selang lama Elon mendapat pesan dari anak buahnya yang memeriksa beberapa nomor yang telah meneror Anne. Orang tersebut mengatakan salah satunya adalah nomor Diana.


Elon tidak menyangka jika Diana melakukan hal yang sangat keterlaluan seperti itu.


Elon menghubungi nomor Diana. Ia mengajak Diana bertemu karena ada beberapa hal yang harus Elon bahas.


Elon pergi dari perusahaan menuju tempat bertemunya dengan Diana. Elon masih tidak menyangka Diana akan melakukan hal seperti itu. Tapi tidak di pungkiri juga karena Diana memiliki kekuatan.


" Tapi kenapa sampai kamu bisa melakukan hal seperti ini Di? aku kecewa sama kamu" kata Elon dalam hati.


Elon menunggu kedatangan Diana. Tak selang lama Diana datang menghampiri Elon dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


" Kenapa El, kamu ngajak ketemuan? Ada apa?" Diana penasaran


Elon menunjukkan bukti bahwa nomor Diana adalah salah satu nomor peneror Anne.


" Maksud kamu apa El nunjukin ini, aku gak ngerti?"


" udah Di, kamu ngaku aja kita kamu kan yang sudah meneror Anne? kenapa kamu harus berbuat sejauh itu Di?"


"Aku gak ngerti maksud kamu El, tapi yang aku pastiin itu bukan aku El. Kamu harus percaya sama aku" Diana menyentuh lengan Elon namun Elon menghindar


"Kamu harus percaya bukan aku orangnya El, untuk apa aku seperti itu?" Diana menangis


" Maaf Di, aku belum bisa percaya sama kamu" Elon berdiri meninggalkan Diana di kafe


" El, tunggu. Jangan seperti ini" Diana menangis kencang


Diana tidak mengerti bagaimana bisa nomornya digunakan untuk meneror Anne. Padahal dia sama sekali tidak pernah mengirim pesan tersebut.


Dari jauh Bella tersenyum melihat rencananya berhasil. Bella mengikuti Elon yang pergi dengan terburu-buru.


Bella merasa senang karena dia berhasil membuat Diana sebagai orang yang meneror Anne. Bella mengingat kejadian di lift bersama Diana tadi siang.


Bella sengaja menunggu kedatangan Diana. Waktu Bella dan Diana menaiki lift bersama. Bella dengan sengaja tidak menyeimbangkan tubuhnya. Ia menyarankan diri ke Diana sehingga tas Diana terjatuh. Bella membantu Diana membereskan barangnya yang berserakan. Saat itu Bella mengambil hp Diana tanpa Diana sadari. S*etelah bisa mengambil hp Diana. Bella tidak keluar dari lift yang sama karena takut membuat curiga beberapa orang. Dan Bella juga beraksi di mana dia bisa menutupi CCTV.


Bella mengirim pesan pada nomor Anne menggunakan nomor Diana. Bella ingin semua orang nantinya menuduh Diana karena Diana adalah orang yang tetap. Diana memiliki motif yang jelas yaitu kecemburuannya yang melihat kedekatan Elon dan Anne. Setelah mengirim pesan ke Anne Bella tersenyum sinis puas.


Saat Diana telah keluar dari ruangan Elon. Bella berdiri dan menghampiri Diana. Bella mengantar Diana sampai depan pintu lift. Bella menaruh kembali HP Diana ke dalam tasnya*.


" Rencanaku semakin berjalan lancar. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui." gumam Bella, ia tersenyum puas

__ADS_1


"Jika terjadi sesuatu pada Anne kamu adalah orang yang pertama akan disalahkan Diana" kata Bella dalam hati sambil Ia tertawa.


__ADS_2