Anne Dan Elon

Anne Dan Elon
Bagian 19 Dibawa Pergi


__ADS_3

Exel dan Bella melihat CCTV area toilet. Mereka melihat Elon yang juga masuk dan keluar dari toilet. Setelah itu, tak lama kemudian Anne juga keluar dari toilet namun ada yang membekap mulut Anne hingga ia tak sadarkan diri. Orang itu kemudian membawa Anne pergi dari hotel.


Bella yang melihat itu terkejut. Ia tak percaya ada yang mau menculik Anne. Bella semakin khawatir. " Bagaimana ini jika sampai terjadi sesuatu pada Anne" kata Bella dalam hati


" Siapa dia? Kenapa dia membawa Anne?" tanya Bella penasaran


" Apa Anne memiliki seorang musuh Bel?" tanya Exel


" Sepertinya orang tersebut sudah mengawasi Anne sedari tiba dari hotel jika kita lihat dari CCTV" tambal Exel lagi


" Sepertinya tidak ada tapi. Jangan-jangan... " jawab Bella


Bella hampir jatuh mengingat siapa yang menculik Anne. Iya teringat dengan siksaan yang diberikan oleh orang tersebut. " Exel, saya mohon bantu saya temukan Anne, tolong. " kata Bella sedikit ketakutan.


Bella menarik-narik jas Exel, Ia merasa takut kenangan ketika dia dipukul dan dicambuk terniang-niang kembali dalam ingatan Bella. Segera Exel memeluk Bella. " Tenang Bel, ada saya di sini. Jangan takut" ucap Exel lembut


Bella mulai tenang dalam pelukan Exel. " Kita harus bagaimana untuk menemukan Anne Xel? Dia orang gila Xel, saya takut jika terjadi sesuatu pada Anne. Ayo, kita harus segera menemukan Anne" Ucap Bella pelan


" Iya, kita pasti akan menemukan Anne secepatnya. Kamu jangan terlalu khawatir Bella" ucap Exel menenangkan Bella


Exel menghubungi beberapa orang untuk mencari dan menemukan lokasi Anne saat ini


Sementara, Anne saat ini telah dibawa di gudang tua yang sudah terbengkalai. Anne perlahan-lahan sadar. Ia membuka mata secara perlahan. Anne tak bisa melihat apapun. Ruangan ini sangat gelap dan Anne memangil-manggil orang tidak ada yang menjawab. Anne bingung kenapa bisa ada di sini dalam keadaan terikat di kursi. Kemudian ia teringat. Jika ia baru saja keluar dari toilet setelah itu Ia merasa ada seseorang yang membekap mulutnya. Ia tak sadarkan diri. " Hahhh bagaimana ini? siapa yang telah membawaku ke sini? aku harus segera keluar dari tempat ini " Kata Anne dalam hati


Anne berusaha untuk melepas ikatan yang ada di tangannya. Setelah sekian lama tetap saja ia tak berhasi melepaskan ikatan tersebut karena sangat kuat.

__ADS_1


Anne mendengar suara kendaraan yang datang. Ia berharap akan ada seseorang yang menolongnya. " Elon, aku mohon tolong aku saat ini" kata Anne dalam hati


Anne mendengar suara pintu terbuka. Derap langkah kaki orang tersebut begitu nyaring bunyinya di telinga Anne. Anne merasa takut. Anne memutuskan untuk pura-pura belum sadarkan diri. Langkahnya semakin dekat dengan ke arah Anne. " Ternyata kamu belum sadar" kata Angga


Anne yang mengenali suara orang tersebut syok. Ia tahu pemilik suara tersebut adalah orang yang sudah lama menjadi kekasihnya. " Kenapa kamu berbuat seperti ini ke aku Ngga" kata Anne dalam hati


Angga membawa botol air minum. Ia membuka botol itu kemudian menyiram ke wajah Anne. Anne merasa sakit dan terbatuk-batuk karena ada air yang masuk dalam hidungnya.


" Ngga apa maksud kamu bawa aku ke sini? " teriakku emosi


" Hehhhh, ternyata kamu cuma pura-pura tidak sadarkan diri An? " kata Angga


Angga memutari Anne kemudian ia membisikkan sesuatu di telinganya "Kamu adalah milikku An, jadi jangan harap kamu bisa lepas sekarang".


Angga membelai wajah Anne " kamu sangat cantik" kata Angga. Anne memalingkan muka. Ia tak suka wajahnya disentuh oleh Angga.


Angga tersenyum. Ia mengecup pundak Anne. " Tangan ini justru akan membuat kamu menerima kenikmatan yang tidak terkira An" kata Angga.


Anne menangis ketika Angga mengecup pundaknya. " Jangan menangis sayang, malam ini aku akan bermain pelan-pelan" kata Angga sambil mengusap air mata di pipi Anne


" Aku mohon Ngga jangan seperti ini sama aku" kata Anne sedikit ketakutan


" Kamu yang sudah buat hidup aku berantakan An, jika kamu mau melanjutkan rencana pernikahan kita. Aku yakin sekarang kita sudah bahagia" Kata Angga penuh emosi, Anne semakin menangis.


" Jangan menangis sayang, aku akan memberikan kenikmatan yang tak akan pernah kamu lupakan " kata Angga pelan.

__ADS_1


Angga membelai wajah Anne kembali. Ia mengagumi kecantikan Anne. Angga mencium bibir Anne. Anne menutup rapat bibirnya, Ia tidak mau mendapat ciuman dari Angga. Air mata Anne masih terus mengalir. " Elon tolong datanglah. Tolong selamatkan aku" ucap Anne dalam hati


Anda sedikit sebal karena Anne tak membuka bibirnya. Namun setelah itu Angga menciumi leher jenjang. Sesekali Angga juga memberi gigitan kecil. Anne menggigit bibirnya agar ia tak terlena dengan apa yang telah Angga berbuat.


" Aku mohon Ngga, jangan begini" mohon Anne yang sedikit ketakutan


" sstttsss, jangan takut Anne" kata Angga dan jarinya telunjuk diletakkan di mulut Anne


Angga membuka ikatan dibadan Anne. Setelah terlepas dari ikatan Anne mendorong Angga sekuat tenaga. Anne berlari menuju pintu tapi sayangnya pintu tersebut telah dikunci Angga.


" Kamu tidak akan bisa keluar dari sini An"kata Angga.


" Tolong lepasin aku Ngga" mohon Anne


Angga tersenyum ia mendekati Anne. Angga berjalan mendekati Anne. Angga juga melepaskan ikat pinggangnya. " Angga tolong lepasan aku" ucap Anne


Angga mau mencambuk Anne namun gagal karena Anne berhasil menghindar. " Jangan gila kamu Ngga" maki Anne


Angga masih terus saja ingin mencambuk Anne tapi masih gagal lagi. Anne terus berlari dalam ruangan tersebut sampai akhirnya ia tersandung sesuatu. Angga semakin dekat dengan Anne. "Ngga jangan, tolong jangan" mohon Anne sambil menangis


Angga seolah tidak peduli dengan apapun yang Anne keluarkan dari mulutnya. Angga mengabaikan semuanya. Angga mengangkat ikat pinggangnya kemudian ia cambuk Anne dan ia arahkan ke Anne. "Ahhhh" teriak Anne kesakitan. Kali ini benar-benar Anne tak bisa menghindar. Kaki Anne terasa sakit karena terkena cambuk Angga. " Ahhh sakit Ngga. Tolong!!! " teriak Anne kesakitan lagi-lagi Angga mencambuk Anne. Angga tersenyum puas mendengar suara rintihan dan ketakutan Anne.


"Berteriaklah yang keras An, aku suka mendengarnya. Terlebih lagi tidak akan ada orang yang akan mendengarnya selain aku. Haaa.. Haaa" kata Angga


" Tolong,..Tolong..Tolong" Teriak Anne. Anne mencoba mungkin saja nanti ada orang yang akan membantunya.

__ADS_1


Angga menarik kaki Anne. Kemudian ia mengikat tangan Anne dengan ikat pinggangnya. " Aku mohon Ngga, lepasin aku" kata Anne ketakutan


Angga mulai membuka satu persatu kancing baju yang ia kenakan. Angga melempar sembarang baju tersebut. Anne yang melihat itu menggelengkan kepalanya dan berusaha menjauh dari Angga. " Jangan Ngga, jangan, aku mohon " ucap Anne


__ADS_2