
Waktu menunjukkan pukul 5 sore, Aurora pun masih menikmati suasana danau dengan keindahan mentari yg masih menyilaukan.
Kedua pemuda yang duduk didepan nya masih juga melanjutkan obrolan mereka.
" lo ya Ndre, kok bisa tahan iman gitu, gue setidaknya biarpun masih virgin tapi udah pernah lah merasakan bibir cewek"
Obrolan mereka benar2 seperti obrolan anak2 yg baru tau cinta.
Makin lama, Aurora makin fokus mendengarkan karna ia merasa pemuda2 asia mungkin memang memiliki pergaulan yg bertolak belakang dengan pemuda barat, lebih ke nguping lah ya si Aurora ini. (hehe)
Dibandingkan budaya barat, yg rata2 di umur 17tahun sudah mengenal pergaulan bebas, ia merasa tertantang untuk bergaul di indonesia yg merupakan negara ibundanya dengan menjunjung tinggi budaya ketimuran.
" gimana hubungan lo sama si Vina, Nu? Ia pun balik bertanya pada Danu.
Baik baik aja sih Ndre , cuman dia minta gue ikut pindah studi ke Australia, sedangkan gue pengen stay di Indo aja..apalagi orangtuanya juga yg minta gue ngjagain anaknya disana"
"nah lo, udah halalin aja hahahaa" kata Andre mengejek.
"Gue sih pengen, tapi kita masih terlalu muda buat saling menghalalkan" kita aja baru 2tahun kuliah kan.
"Eh lu ya, ngatain gue, lu sendirinya begitu" cetus Andre.
Dan mereka terlibat obrolan asik antara sahabat.
Mentari semakin terbenam, dan semakin menambah keindahan, akhirnya Aurora memutuskan untuk pulang,, dan sebelomnya kedua pemuda itu sudah beranjak terlebih dahulu dari hadapan nya.
Ia pun mengendarai mobilnya menuju kearah rumah, namun dijalan ia hampir saja menabrak seekor kucing, yg membuatnya berhenti mendadak,
Jesuss, refleknya berucap,, ia akhirnya berhenti sejenak karna berkumandang adzan.. Ya ia berhenti tepat di depan sebuah masjid.
Lagi lagi matanya menangkap sosok kedua pemuda yg tadi mengobrol didanau, mereka menuju masjid, mungkin hendak beribadah pikirnya.
Ia pun menepikan mobilnya, dan meraih ponselnya,
Ia membuka chat dari sahabatnya yg berada di amerika, Brandon.
Brandon : how are you, how do you feel in Indonesia, you feel happy without me?? Dengan emoji senyum deretan gigi.
Ia pun membalasnya
"of course, i feel different from USA" diselipkan love.
Tak lama brandon membalas lagi
" so late to reply me" emoji sedih
" i'm so tired, brandon, i'm sorry, dengan emoji tangan meminta ampun.
Mereka pun berbalas balas chat, begitu lah ia dengan Brandon, meskipun Brandon sudah memiliki kekasih namun mereka begitu akrab karna memang mereka juga bertetangga di Amerika dan orangtua mereka terlibat dalam hubungan kerja.
Tanpa disadari hari pun sudah gelap, dan orang2 pun keluar dari mesjid, tak terkecuali Andre dan Danu.
Saat Aurora sedang asik dengan ponselnya, ia dikejutkan dengan kedatangan mereka berdua, yaitu Danu dan Andre.
Tok tok tok, Andre mengetuk kaca mobil
Ia pun membukanya.
"mbak maaf, anda menabrak seekor kucing"
__ADS_1
"what??"
Aurora bergegas keluar.
"oh my god my first day in Indonesia but i do a problem, so poor cat, i'm so sorry"
Andre yg terus menundukkan pandangan nya, berkata lagi "sory sis, if you strike a cat, u must to bury them" gitu kira kira yg diucapkan Andre.
"ok ok, aku coba geser dulu mobilku ya, nanti baru aku coba bawa pulang kucing ini yg sudah mati ini" kata Aurora.
Ia terheran karna tadi ia menepikan mobilnya, namun naas kucing itu masih saja terlindas.
Danu kemudian menimpali, "mba bule ni pinter bahasa indonesia ya, padahal tadi bilang bukanya hari pertama di indonesia ya?"
"Eh, iya sebenernya aku juga orang Indonesia, my mom from Indonesia tulen" bahkan bahasa yg dipergunakan Aurora membuat mereka merasa lucu dan tertawa kecil.
" why" kata aurora yg bingung.
" engga sis, orang bule kalau ngomong Indonesia berasa lucu aja" kata andre mengejek, padahal Andre sendiri sudah terbiasa dengan saudara2nya yg bukan orang Indonesia. Andre adalah blasteran Indonesia - Dubai, dan sama seperti Aurora, ia berkewarganegaraan Indonesia dan juga luar negri asal ayah mereka.
"jadi gini aja mba... Bingung nyebut nama.
" panggil saja aurora, aura or Rara only, just fine" kata Aurora yg menangkap maksud Danu hendak menanyai namanya.
"Mba Aurora sebaiknya membungkus kucingnya dengan kain dan membawanya pulang supaya segera dikuburkan"
"ok ok"
Ia masuk kemudian mengalihkan mobilnya, ia keluar lagi membawa sebuah handuk kecil yg biasa tersedia dimobil. Namun karna sedikit panik yg dari awal memang sudah membuatnya jadi tergesa gesa, iapun menabrak tubuh Andre yg berada dibelakangnya.
Ia hampir terjatuh. Mujur saja langsung refleks Andre menangkapnya, bak adegan drakor ya gengs,,
Suasana jadi canggung, namun mereka tetap membantu Aurora membersihkan mayat kucing tersebut.
"so thanks for help, emm i'm Aurora , kalian siapa" sambil menjulurkan tangan.
"i'm Andre "
"I'm Danu "
" Emm nice to meet you, and thanks u once again for help"
Ia pun masuk mobil kemudian melaju pulang, sesampainya dirumah, iapun meminta para pelayan nya untuk menjalankan apa yg dikatakan danu dan andre tadi.. Dengan cepat semua beres.
Ia kemudian naik ke kamarnya dan membersihkan diri, ada sedikit noda darah di bajunya, dan ada sedikit kesan yg ia bawa pulang, ia penasaran pada sosok Andre yg mana begitu menjaga pandangan nya.
"sepertinya, ia seumuran denganku" lalu ia memutuskan untuk segera mandi.
Di tempat lain, Andre juga sudah tiba dirumah dirumahnya, ia disapa ibunya "Ndre , sama Danu? silakan masuk Nu"
Ibunya mempersilakan mereka masuk.
" Ia tante, saya kesini karna mau nemenin Andre ke rumah Jesika , mau menjenguk ibunya yg sedang sakit"
"Oh, iya sampaikan salam tante ke tante kristi ya, smoga lekas sembuh"
"Em,iya tante"
Andre yg sudah dari kamarnya, sudah berada diluar lagi dan berpamitan pergi bersama Danu.
__ADS_1
"Ma, Andre berangkat dulu ya"
"Iya hati2 ya Ndre"
Meskipun bu Azlina tak merestui hubungan anaknya dengan Jesika namun bu Azlina tetap menghargai persahabatan nya dengan ibunda Jesika, yaitu Kristu yg merupakan kawan sekolahnya dulu. Kini mereka pun sama sama hidup sejahtera namun Kristi memilih ikut suaminya menjadi seorang kristiani.
Bahkan nama nya yg islam diganti dengan Kristi Elizabeth Mahendra mengikuti nama suaminya. Namun meskipun begitu sama skali tak meredupkan persahabatan mereka yang berbeda keyakinan.
Sampailah Andre dan Danu dirumah Jesika, disambut oleh pelayan.
"silakan masuk den Andre , udah ditunggu sama non Jesika di kamar bu Kristi "
" Iya makasih bik"
Mereka pun bergegas kekamar yg dimaksud, disana memang sudah ada jesika dengan ibunya yg terbaring di tempat tidur.
"Selamat malam tante, Jesika "sapa Andre.
" Malem Ndre , kata tante Kristi dengan infus ditangan nya"
"Tante lekas sembuh ya, ini Andre bawain buah" Andre menyodorkan buah yg ia beli tadi di toko buah saat hendak menuju rumah Jesika.
"Makasih Ndre" kata tante Kristi.
Danu pun menyampaikan salam dari ibu Andre , dan mereka mengobrol sejenak.
Ditengah tengah obrolan, Jesika mengajak Andre untuk bicara empat mata.
Pergilah mereka meninggalkan Danu dan ibu Jesika menuju loteng, mereka duduk di kursi santai, mereka kemudian mengobrol disana dengan pemandangan kota yg sejuk.
Jesika memulai pembicaraannya.
"Ndre, aku pengen ngomong sesuatu, aku cinta sama kamu tapi kenapa hubungan ini terasa begitu rumit, iya mungkin kita masih sama2 muda, kita bahkan baru saja 22tahun,masih muda tapi aku rasa aku menemukan cinta pertamaku"
Andre hanya terdiam, dia mengerti bagaimana hubungan yg dijalaninya dengan Jesika , ia juga punya perasaan sama namun apalah daya. Berbeda keyakinan adalah hal yg begitu mempengaruhi hubungan mereka.
Jesika melanjutkan, "mama juga sakit karna maagnya kambuh, dia seharian ga makan karna beradu argumen kemaren dengan papa"
"Kamu tau kan papaku orangnya gimana" lanjut Jesika panjang lebar.
Andre tau persis kalau ayah Jesika adalah orang yg religius dan mereka bertengkar krna hubungan Jesika dan Andre.
Andrepun hanya terdiam karna meskipun Andre orangnya asik namun ia begitu dingin berada dekat dengan Jesika.
Jesika akhirnya mendekati Andre , begitu dekat dihadapan Andre hingga jantung Andre benar benar berdegup kencang.
"Ndre, kalau hubungan ini tak bisa berlanjut aku ikhlas, tapi aku ingin tau apa alasanmu tak pernah menciumku selama ini",tekas Jesika.
Nafas Jesika yg terlalu jelas terasa membuat Andre berpaling dr wajah Jesika , untuk menyembunyikan rasa yg mulai membuatnya tak fokus, ya dia benar2 merasa gelisah.
Saat Jesika mulai mendekatkan lagi mukanya ke telinga Andre , dia berbisik "cium aku kalau kau benar mencintaiku" Andre pun kaget dan memalingkan wajahnya kembali kearah wajah Jesika.
Tak disangka bibir mereka bertemu, kemudian Jesika langsung meresponnya, ia menikmati bibir Andre dengan mulai merangkul leher Andre, Andre yg terkejut dan terpaku sesaat. Andre tak tau harus berbuat apa, diantara menepis dan menikmati, sama sama bergejolak didada Andre.
Jesika terus ******* bibir Andre , yg kemudian ada sedikit respon dari Andre namun tak lama Andre memundurkan tubuhnya, Andre takut akan lebih jauh dalam tuntunan nafsunya.
---
Bersambung
__ADS_1