Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
Ingin menikah


__ADS_3

Sebenarnya Andre ingin bertanya kemana Jesika, tapi tertahan karna menjaga perasaan Aurora.


"aku pulang dulu, Ra" kata Andre berpamitan pulang setelah hari menyambut senja.


"iya, hati hati dijalan ya" kata Aurora mengumbar senyum.


*


"Ndre, kamu darimana aja sayang? Mama telfonin kamu gak bisa" kata mamanya setelah Andre ada dihadapannya.


"aku baru aja dari rumah Aurora, Ma" ucapnya datar.


Bu Azlina hampir saja menorehkan cemberut namun ia tak begitu mempermasalahkannya.


"tadi Icha nelfon nanyain kabarmu, karna nomormu gak bisa dihubungi"


Andre seketika ingat dengan ponselnya. Ia merogoh kocek celana, ternyata ada pesan masuk dari Aisyah.


Mas, Icha rindu. Isi pesan itu.


"Ma, aku naik dulu ya" ucapnya gesa menapaki tangga.


Sesampainya dikamar, ia menerima pesan dari Aurora.


Jadilah milik ku.


Jadi milik mu gimana. Balasnya.


Seutuhnya.


Yakin?


Iya, aku ingin menikah denganmu.


Kapan?


Soon (segera)


Emoji tertawa guling guling. Andre membalas tak percaya.


Aku serius Ndre.


Lama tak ia balas, ia memilih meletakkan ponselnya di sofa. Ia pun segera mandi. Sambil mengeringkan rambut dengan handuk, ia melirik ponsel yang sedari tadi tak bergeming. Dilihat nya light ponselnya berkedip tanda ada pesan yang meronta untuk segera dibuka.


Masih sama dengan pengirim sebelumnya, pacarnya si Aurora lah sang pengirim pesan


Aku akan bilang orangtuaku, bahwa aku akan menikah denganmu.


Andre, aku serius.

__ADS_1


Ndre, balas aku.


Ia menatap serius layar ponsel yang menyilaukan matanya itu.


"ada apa dengan gadis ini" Pikiran penasarannya pun menghinggapi.


Cukup, Ra! Balasan yang hendak ia layanhkan namun terasa seperti kurang tepat, ia menghapusnya.


Selesaikan studimu, jangan memikirkan hal yang tak mungkin.


Drrrttt.... Drrrttt.... Ponselnya bergetar panggilan masuk. Dari Aurora.


"Ndre, will you marry me? (maukah kau menikah denganku) " kata Aurora memecah tawa Andre.


"Hai, what's goin' on? (apa apaan sih) kata Andre yang terkejut bak mendengar suara bom meledak.


" aku serius"


"tapi aku tak serius, Ra"


"ya sudah, putuskan aku sekarang"


Andre terdiam sejenak. "ada apa Ra, apa kau punya masalah yang serius?"


"Enggak Ndre, aku hanya mengungkapkan bahwa aku mencintaimu, entah aku tak tau apa yang aku pikirkan saat ini, tapi aku ingin sekali mengatakan itu"


"kamu bikin aku bingung, Ra. Jangan ngaco"


"silakan"


"apa yang akan kau berikan kalau aku terbukti serius? Apa kita akan menikah?" pernyataan yang tak bertuan karna getar cinta saja masih belum terasa didada Andre.


"kita berbeda, Ra"


"why not? (kenapa tidak) kita bisa melakukannya dalam perbedaan, Ndre"


"ma-maksudmu?"


"bukankah agamamu tak melarang untuk menikahi wanita selain muslimah? Apa yang kurang dariku? " tanya Aurora bertubi tubi.


" kau tau pernikahan? Apa pernikahan? Kenapa kau bermain main dengan pernikahan, lupakan!" kata Andre sedikit meninggikan intonasi suaranya.


"putuskan aku sekarang, Ndre"


"baiklah kalau itu....... " kata Andre yang menahan katanya untuk berucap.


" kalau itu apa? Kalau itu mauku? Kita putus?! " Kata Aurora memperjelas maksud kata Andre yang menggantung.


Andre terdiam, ia tak mau melanjutkan apa yang hampir saja ia katakan." sudahlah, Ra. Istirahatlah, aku mau turun, orangtuaku sudah menunggu untuk makan malam bersama"

__ADS_1


Tutt.. Tutt... Tutt... Saluran telfon terputus. Andre merasa bersalah, ia menyadari bahwa Aurora memang gadis labil yang masih 18tahun.


Ia mengabaikan sambungan telfon yang terputus begitu saja. Ia terduduk dengan menyanggakan kedua lengannya dipaha. Bahkan ia belum mengenakan pakaian, azan maghrib berkumandang. Ia segera melakukan abdinya kepada tuhan, tak lupa ia panjatkan doa untuk pencerahan dirinya menghadapi hubungan percintaannya.


Andre turun untuk makan malam bersama keluarganya, ada ayah dan ibunya disana telah menunggu kelengkapan atas kehadirannya.


"Ndre, apa sebaiknya kamu kunjungi aja si Icha, gimana juga kabar dia, mama khawatir Ndre" kata bu Azlina memberi saran anaknya agar menyusul Aisyah ke kota sebelah.


"ma, Andre kan kuliah, apalagi semester terakhir nyusun skripsi, nunggu sidang kelar" balas Andre memberi alasan tepat karna ia tak pernah ingin membantah ibunya mentah.


"iya ma, nanti tunggu wisuda dia susul si Aisyah kan bisa" timpal ayahnya yang sedang lahap dengan masakan yang dihidangkan pembantu mereka yang beberapa hari ini baru saja kembali dari kampung.


Andre terdiam saja sambil menghabiskan makanan dipiring. Selesai dengan hidangan, ia mengambil sebutir kurma yang dihidangkan juga diatas meja makan.


"ma, sebenarnya Andre mau ngomong sama mama dan papa" kata Andre membuka pembicaraan pagi.


"silakan, sampaikan saja apa yang ingin kamu sampaikan, Ndre. Mama papa akan mendengarkan" kata ayahnya.


"Pa, ini masalah hubungan Andre sama Aurora"


"emang kenapa sama Aurora" kata ibunya.


"Aurora yang sepupunya Jesika ya Ndre, tempo hari mamamu ada cerita ke papa" jawab ayahnya santai.


"kenapa, kamu seneng sama dia" kata ayahnya lagi dengan santai.


"uhuk" ia tersedak. Ia ambil segelas air putih yang tersedia didepannya, ia minum lalu lanjut memberi penjelasan.


"Aku abis wisuda mau nikahin dia pa" kata Andre tampak serius.


Kini giliran ibunya yang tersedak minuman, karna baru saja ia mengangkat segelas air untuk melancarkan makanan yang masuk keperutnya.


"Andre? Maksud kamu apa, Nak? " tanya ibunya dengan tatapan tajam.


" iya ma, Andre kalau nikahnya sama dia, apa mama dan papa setuju? " tanga Andre memastikan jawaban mereka.


Ayahnya angkat bicara.


" Ndre, kamu tau agama, kamu tau kan? Carilah istri yang cantik, yang kaya, dan yang beriman. Kau tau mana yang terpenting? Yang beriman. Lebih baik kau menikahi wanita muslimah meski yang bukan muslim itu menarik hatimu" jelas ayahnya panjang lebar tambah lagi kali tinggi.


"Pa, kalau Andre mencintainya, bukankah islam tidak melarang untuk menikahi wanita nonmuslim?" protes Andre, padahal selama ini Andre belum pernah sama sekali memprotes hukum agamanya.


"ya, papa ngerti. Tapi papa harap kamu akan menikahi wanita muslimah nantinya" kata ayahnya tal melarang apalagi mendukung argumen anak semata wayangnya.


"jujur, semenjak kamu menjalin hubungan dengan Jesika, mama tak pernah menginginkan kalian menikah. Mama harap mama nantinya akan mempunyai menantu yang solehah. Saat ini mama tak menyangka kalau anak mama akan jatuh cinta lagi pada wanita yang sama imannya. Mama harap kamu mempertimbangkan apa yang akan kamu lakukan untuk kebaikanmu" jelas ibunya sambil menahan butiran bening yang hendak berembas dari bendungannya.


Memang, semenjak kecil Andre selalu diberikan ruang dan perhatian untuk menyampaikan apa yang ingin ia katakan. Dan kali ini ia tak tau darimana asalnya kalau ia baru saja mengatakan bahwa ia akan menikahi Aurora, gadis yang belum sama sekali ia kenali banyak itu.


Sedangkan waktu menjalin kasih dengan Jesika, ia tak pernah mengatakan kehendaknya untuk menikahi Jesika, didukung dengan umur yang masih belia mungkin.

__ADS_1


*


Disisi lain, Aurora tak merasa kecewa. Ia bahkan yakin kalau Andre akan mencintainya.


__ADS_2