
berita dan keputusan yang di sampaikan oleh papa jooan yang tidak lain ialah papa aera mungkin sudah menjadi keputusan yang bulat, aera sempat bernegosiasi dengan papa nya namun papa nya tetap pada pendiriannya jika beliau benar-benar ingin aera bertunangan dengan Gus faizar.
Rasa sedih, gelisah, bingung, bercampur aduk dalam perasaannya.
saat ini aera tengah menenangkan dirinya di Rooftop rumah nya sendirian, dengan di temani beberapa coklat dan juga susu pisang kesukaannya.
saat itu hari sudah gelap tepatnya pada pukul 8 malam biasanya aera sedang menonton drama kesukaannya tapi tidak dengan malam itu, aera tampang bingung, resah, dan juga sedikit sedih.
"Ehem" suara deheman dari seorang laki-laki
dan suara itu pun mengejutkan aera
"kenapa?" ucap aera menoleh kearah sumber suara itu yang ternyata Gus faizar
" Saya boleh bicara Ra?" tanya Gus faizar
" Iyaa " jawab aera singkat
" Tapi bisakah kamu turun sebentar dari atas sana ? akan bahaya jika kamu terus berada disana " ujar faizar
saat itu memang aera tengah duduk di atas tembok yang mengarah ke jalanan
" kalo mau bicara ya bicara aja, ga usah banyak ngatur " ucap aera ketus
" Ra..saya tau kamu kesal dengan keputusan pak jooan, tapi tolong dengarkan saya! dan turun sebentar " pinta nya
" ck ribet banget sih, iya iya nih gue turun " ucap aera
" Perlu bantuan?" tanya faizar
" Ga perlu gue bisa sendiri " ucap aera sambil melompat ke bawah (teras Rooftop)
" Mau bicara apa?" tanya aera
" Duduk sebentar " ujar faizar dan dituruti oleh aera
" Apa?" Tanya aera
__ADS_1
" Sebelumnya saya minta maaf Ra, keputusan ini juga bukan saya yang meminta nya, Pak jooan yang meminta saya untuk meminang kamu " jelas faizar
" Ya yaa...i know " ketus aera
" Saya tau kamu dekat dengan seorang lelaki di kampus " ucap faizar
" tau dari mana Lo?" tanya aera terkejut
" Saat saya dan Valero ke kampus kamu, saya melihat interaksi kamu dengan seorang pria dan dengan jelas saya melihat dari mata lelaki itu kalau dia menyukai kamu " jelas faizar
" Trus Lo mau bilang ke papa?" tanya aera
" tidak aera, dengarkan saya! jangan kebiasaan memotong pembicaraan orang" tegas faizar
"iya iyaa maaf"
" Saya ga mau memaksa kamu untuk menerima saya, saya pun hanya mengikuti dan menuruti permintaan orang yang berjasa dalam hidup saya, saya tau kamu tidak menyukai saya Ra, Tapi kamu berhak untuk memilih siapa yang pantas untuk kamu, jika kamu memang ingin menolak saya katakanlah agar saya mantap kan hari saya untuk tidak terlalu berusaha menunjukkan perasaan saya " jelas faizar yang di dengar dengan seksama oleh aera
aera terdiam saya mendengar penjelasan faizar, suasana itupun seketika menghening tanpa ada perbincangan antara mereka tapi tiba-tiba aera berbicara lagi
" Gus, Aera boleh tanya? " tanya aera
" kenapa gus menerima permintaan papa untuk menikahi Aera" tanya aera pada Gus faizar
" ga ada yang spesial, tapi saya hanya ingin menjaga kamu ", jelas nya
" Aera boleh cerita Gus? tanya aera yang diangguki faizar
" lelaki yang Gus maksud tadi namanya Kenzo, dia teman dekat aera, kami saling menyukai namun aera ga mau pacaran dengan dia, Kenzo selalu membutuhkan aera karena saat nenek nya meninggal hanya aera yang bisa menenangkan nya, saat ini Kenzo juga sering kali pergi ke psikiater untuk terapi mentalnya, Kenzo berbeda dengan kita Gus" jelas Aera
" maksud nya berbeda?" tanya faizar
" Kenzo dan keluarganya terlahir sebagai seorang yang menganut agama kristen Katholik " jelas aera
" artinya kita dengan dia sama Ra, hanya tuhan dia yang berbeda " jelas faizar yang sedikit terkejut
" iya gus, dan keluarga nya pun saat taat dalam agama nya, sampai waktu dimana hari kepergian nenek Kenzo aera datang untuk melayat, namun seluruh keluarga Kenzo terutama papa nya itu seperti tidak suka dengan Aera, tapi mama Kenzo sangat baik, beliau tidak menunjukkan perbedaan, toleransi nya sangat baik Gus, Tapi itu juga yang membuat aera tidak bisa memilih untuk melanjutkan hubungan aera dengan lebih pada Kenzo " jelas aera
__ADS_1
" Hmm saya mengerti maksud kamu Ra, saya lihat sepertinya kamu juga suka dengan Kenzo, mungkin hanya terhalang perbedaan keyakinan yang sulit untuk di robohkan " ucap faizar
"hmm" aera hanya terdiam
" Saya serahkan keputusan itu pada kamu Ra, kamu tau mana yang terbaik untuk kamu, kamu cukup dewasa sekarang,jika kamu menerima saya, saya tidak akan melarang jika kamu masih berhubungan baik dengan Kenzo selama itu masih dalam kata wajar dan kamu masih menghargai saya, tapi jika kamu ingin menolak saya tolong katakan pada saya agar saya yang mundur tanpa harus kamu yang mengusirnya" jelas faizar memberi pengertian pada aera
" Aera butuh waktu Gus " pinta aera
" Baik, silahkan...saya akan selalu menunggu kamu, kalau begitu saya turun dan tunggu di bawah " ucap faizar yang diangguki aera
" Oh iya kamu boleh sholat istikharah dulu, saya tunggu 3 hari lagi " jelas faizar
aera sudah merasa lebih tenang saat menceritakan tentang hubungannya dengan Kenzo pada faizar, dan merasa lebih tenang juga karena Faizar merespon nya dengan baik dan berusaha memberi aera pengertian untuk mengambil keputusan yang baik untuk aera.
tidak lama kemudian aera turun dari Rooftop menuju kamarnya, dan saat itu Valero sedang ada di kamar aera menunggu kedatangan aera
" Kakak ngapain disini?" tanya aera
" Nunggu kamu, kamu dari mana?" tanya val
" dari Rooftop" jelas nya
"oohhh, gimana? apa kamu sudah tau apa keputusan kamu?" tanya val
" hmmm belum kak, aku akan sholat istikharah dulu untuk meminta pendapat dari Allah" jelasnya
" nahhh pinter! serta kan Allah dalam segala keputusan kamu Ra, insyaallah pilihan Allah yang terbaik untuk kamu", jelas val
" iyaa kak, yaudah kalo gitu aku mau wudhu dulu ya" ucap nya
" oke oke kalo gitu kakak ke kamar kakak deh " ucap val yang diangguki aera
Dan di malam itu aera akan sholat istikharah untuk meminta bantuan saran dari Allah
apakah keputusan yang terbaik untuk aera?
apa aera menolak Gus faizar atau malah menerima nya?
__ADS_1
stay tuned next chapter yaa:)( ◜‿◝ )♡