Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
Ciuman


__ADS_3

Aurora dan Danu serentak tiba dirumah Andre, bedanya Aurora menggunakan ojek sedangkan Danu menaiki motor matic klasiknya..


"Aurora? Sapa Danu dengan menunjuk ke arah Aurora.


"Danu? Aurora juga sama halnya..


"ngapain malem malem didepan rumah Andre, Ra" tanya Danu penasaran.


"kamu juga ngapain disini, tadi Andre nelfon aku, Nuc jaeab Aurora jujur.


"ya udah yok masuk"


"permisi.. Selamat malam tante" sapa Danu pada ibunya Andre..


"selamat malam Danu, eh Aurora juga, silakan masuk, bentar tante panggilin Andre dulu ya.. Silakan duduk" begitulah bu Azlina slalu menyambut ramah teman teman Andre, terlebih sahabatnya yaitu Danu..


Tak lama menunggu Andre pun turun dari kamarnya.


"Nu, gue mau ngomong bentar sama Aurora, lo langsung aja naik ke kamar" titah Andre yang di iyakan oleh Danu.


"Ada apa Ndre, kayak punya problem yang sulit aja" Tanya Aurora pada Andre.


"kita ngomong dibelakang aja Ra" ajak Andre yang berjalan menuju belakang rumah, dimana mereka duduk di kursi yang mengarah pada kolam renang.


"Aku bingung, Ra. Apa benar apa yang sudah aku lakukan ini" kata Andre mulai meluahkan masalahnya.


"kenapa? "


" aku nyakitin Aisyah, tapi aku tak bermaksud untul menyakitinya, tapi dengan menyakitinya aku juga telah mengecewakan kedua orangtuaku" jelas Andre lagi.


"hufftt" Aurora berjalan kearah kolam renang lalu duduk danmenenggelamkan kedua kaki nya ke dalam air.


"aku bisa apa Ndre, yang sabar aja, semua yang ikut kata hatimu selagi itu baik, lakukan saja" Aurora mensupport kekasihnya itu.


"kamu bisa memintaku datang kapan aja selagi kamu merasa sedih Ndre, aku berusaha akan slalu ada buat kamu, meskipun kamu tak punya perasaan yang sama untukku" Aurora melanjutkan perkataan nya.


Andre pun mendekati Aurora dan duduk didekatnya, ia menaikkan celananya dan memasukkan kakinya juga ke air sama seperti Aurora.


"Ra, apa kamu akan marah jika aku mengatakan bahwa aku masih mencintai Jesika? Tiba tiba pertanyaan itu terlontar dari bibir Andre.


Aurora menoleh sebentar dan berkata "enggak, ngapain aku marah, ada saatnya nanti bahwa akulah pemilik hatimu" sambil tersenyum dan membuang pandangannya ke lain arah.


"Aku baru saja 18tahun, perjalananku masih panjang, tapi selama ini aku belum pernah mencintai, Ndre. Aku pernah nyoba tapi Amerika bukan lah tempat yang sesuai untuk ku mencoba mencintai"


"lalu? "


" aku ingin mencintaimu"


"hah? Aneh sekali Aurora ini" gumam Andre dalam hati.


" Ndre, bolehkah aku menciummu?"


"astagfirullah "


Andre kaget dan hendak beranjak dari tempat duduknya namun Aurora mencegah nya dengan memegangi tangannya. Perlahan Aurora mendekati muka Andre hingga tak ada jarak diantara wajah mereka yang hembusan nafasnya saja sungguh terasa.. Aurora memejamkan matanya dan hendak menyatukan bibirnya pada Andre.


Namun Andre menoleh kekiri hingga bibir Aurora menyentuh pipinya.


Hal itu bukan membuat Aurora marah namun justru membuatnya tertawa, ia tak menyangka Andre akan menolak menciumnya, bahkan dengan situasi yang sudah kepalang tanggung.

__ADS_1


"emm... Maaf Ra, a-aku" kata Andre terbata bata.


"emmm... Boleh aku melihat lihat kamarmu, Ndre? "


" uh? "


" boleh gak kalau aku ke kamarmu? " Aurora memperjelas perkataan nya.


" boleh aja, emm tapi untuk apa Ra? " Andre berusaha mencegah Aurora yang pasti diketahui oleh Aurora..


" bukan nya Danu juga dikamarmu? "


" baiklah"


Aurora tampak mencari cari sesuatu, namun nampaknya ia tak menemukan apa yang dicari.


"Ndre, anter aku pulang ya, aku kesini naik ojekc tiba tiba Aurora meminta Andre untuk mengantarnya..


Andre pun segera mengambil kunci mobil, namun Aurora berkata lagi kalau ia ingin diantar menggunakan motor matic klasik milik Danu.


"boleh kan Nu pakai motormu" tanya Aurora.


"boleh, pakai aja Ra, sepuasnya pun boleh" kata Danu mempersilakan.


Dan sebelum Andre pergi mengantar Aurora pulang, mereka pun berpamitan pada orangtua Andre.


"Ma, aku pamit mau nganterin Aurora pulang"


"eh iya, cepat sekali Ndre, gabung dulu sini sama om dan tante" ajak bu Azlina menawar pada Aurora.


"terimakasih tante, tapi udah malem sebaiknya saya pulang tante"


" iya permisi tante"


"assalamualaikum ma"


"iya, waalaikumsalam"


Sepeninggal Andre dan Aurora, bu Azlina berbincang bincang dengan suaminya.


"Pa, liat kan pa kalau anak papa lagi deket sama cewek lagi"


"iya papa liat, biarkan saja ma dia deket sama siapa aja asalkan ia pandai bergaul dan tidak melewati batas"


"iya pa, tapi apa sebaiknya kita mulai aja mengontrol Andre pa, karna mama liat dia lebih tertarik sama cewek cewek nonmuslim pa, mama kuatir kalau nantinya.... "


" hussstt.. Jangan macem macem ma, papa percays kok sama Andre, ada saatnya nanti dia bisa memilih apa yang terbaik untuknya" belum selesai bu Azlina bicara, sudah di cut oleh suaminya..


Andre yang membonceng Aurora dengan matic klasik milik Danu pun merasa senang,, ia melajukan motornya dengan santai, namun tiba tiba "Ndre, aku pengen martabak itu" Andre pun memarkirkan motornya mendekati pedagang kaki lima yang berjualan dipinggir jalan sepanjang yang dilewati oleh mereka.


"kayaknya enak deh,, pak pesen satu yang rasa kelapa ya" Aurora segera memesan satu untuknya.


"Ndre, kamu mau? " tawar nya pada Andre.


" boleh, satu juga"


"dua ya pak" sahut Aurora lagi.


"iya neng, tunggu sebentar ya"

__ADS_1


"Suasana malam disini gerah ya Ndre" kata Aurora sambil membuka sweeternya dan menyisakan kaos putih yang pas bodynya membuatnya nampak begitu seksi.


"iya, inikan bukan kutub Ra" jawab Andre singkat namun melucu.


"ini mbak martabaknya"


"makasih ya pak"


"emmm... Enak banget Ndre, di Amrik sih boro boro nemu yang beginian" kata Aurora menikmati hidangan nya.


"itu Ra, dibibirmu" Andre menunjukkan sedikit martabak yang tersisa dibibir Aurora.


"mana Ndre? "


" itu" ia memperagakan seolah olah secuil martabak itu nyangkut dipipinya karna menunjuk arah pipinya sendiri.


"emm.. Maaf" kata Aurora.


Andre pun tertawa karna bukan bersih yang dilakukan Aurora, justru usapannya membuat pipinya makin berantakan.


"kamu apa apaan sih Ndre, ambilin dong" kata Aurora mulai ketus.


Andre pun mengeluarkan sebuah tissue.


"nih" katanya sambil mengelap pipi Aurora, itu membuat Aurora terdiam sejenak salah tingkah.


Mereka yang bertemu pandang pun masing masing segera melayangkan pandangan ke sembarang arah.


"ya udah yuk kita pulang" ajak Aurora setelah kejadian itu.


"ayuk" kata Andre tanpa penolakan.


Andre pun melajukan motornya menuju rumah Aurora, sesampainya didepan pagar rumah Aurora, mereka turun dan melepas helm mereka.


"makasih ya Ndre udah nganterin aku pulang"


"iya sama sama"


"hati hati dijalan Ndre" kata Aurora, namub tak disangka Andre mengambil jaket yang ia anggurkan ke lengannya lalu memakaikan nya pada Aurora, itu membuat Aurora merasa salah tingkah.


"pakai ini, biar gak masuk angin" Andre memakaikan jaket pada bahu Aurora.


"makasih Ndre"


"ya udah aku pulang ya, sampai ketemu besok, bye"


"eh Ndre" panggil Aurora pada Andre yang hendak memakai helm nya..


"ia Ra, apa? "


Aurora pun mendekatinya dan mencium pipinya spontan," good night" kata Aurora tanpa dosa.


Andre terdiam sejenak lalu memasangkan helm nya.


"have a nice dream" katanya sambil mulai menjalankan motornya.


(nyosor aja ihh Aurora, gaya kebulean nya kalik ya, tapi author emang sukak sama cewek yang nyosoran. Jangan lupa kasi kritik dan saran ya para readers biar author semangat up, see u next eps)


---

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2