
Kenzo tengah mengobati luka aera, kali ini mereka hanya berdua di belakang cafe itu.
"Ra..sakit ga?" tanya Kenzo pelan
"ga" jawabnya singkat
"Gue baru liat sisi Lo yang ini" ucap Kenzo
"kenapa? jijik?" tanya aera sambil menoleh
"ngga gitu, gue selalu liat sisi lembut Lo aja, dan baru liat sisi yang ini jadi aga sedikit terkejut" tutur Kenzo
"gue juga ga mau kasih liat sisi gue yang kaya gini di depan Lo, tapi ga tahan" jelas aera
"Ra, jangan terbiasa buat menahan amarah Lo, maksud gue Lo itu udah sabar, jangan menyimpan perasaan yang buat Lo marah" jelas Kenzo
"yang tau diri gue itu ya gue Ken, gue selalu berusaha menahan amarah yang akan muncul dari diri gue, gue ga akan pernah seperti tadi kalo meta ga bawa-bawa mama, gue paling benci sama orang yang menghina ibu gue, gue ga akan maafin dia, gue akan-.." jelas aera terpotong
"udah, maafin semuanya,Lo ngajarin gue untuk bisa mengontrol semuanya kan? Lo anak baik Ra, anggap meta ga pernah bicara seperti tadi, Lo bisa beri dia sedikit pelajaran supaya bisa memperbaiki diri nya" jelas Kenzo
"liat nanti" jawab aera singkat.
Kenzo yang terus mengobati luka aera selama berbincang Itu sempat heran kenapa aera tampak tidak merasakan apapun di tangannya padahal luka di tangannya itu menampakkan kulit aera yang sedikit sobek.
dia terus menatap Aera, terlihat jelas kemarahan belum juga reda dari matanya, amarah yang masih menggebu membuat Kenzo takut aera melakukan hal yang lebih dari itu.
"Ra, istirahat disini dulu aja ya ga usah masuk dulu " pinta Kenzo
"ga gue mau masuk" Jawab aera singkat
"Ra, Lo tenangin diri Lo dulu, gue yang akan urus meta" ujar Kenzo
"ga gue bisa urus itu sendiri"
"Raa...."panggil Kenzo memohon
__ADS_1
" CK iya iya, tapi setelah mereka pergi Lo panggil gue" pinta aera
"siap Bu bos" ucap Kenzo dengan tangan memberi hormat
aera tak membalasnya, dia hanya melirik langkah Kenzo menuju tempat mereka duduk tadi.
saat kenzo sampai di meja mereka, suasana di sana sudah kembali seperti semula, Teman teman pun bersikap santai tapi justru itu membuat Kenzo bingung, bagaimana bisa mereka sesantai itu? apa tidak khawatir ada yang terluka, atau aera melakukan hal lebih dari itu.
"kemana mereka (meta and the Genk)?" tanya Kenzo gang tiba tiba datang
"pergi lah" jawab Rion
"gue kira masih di sini" ucap Kenzo
"paling kena mental makanya pergi" ucap Laila santai.
"Jinny, Laila gue pengen nanya sesuatu" ucap Kenzo duduk di kursi nya
"tanya apa?kenapa aera kaya gitu?" ucap Jinny, dan diangguki Kenzo pertanda 'benar'
"ga usah kaget! aera kaya gitu kalo ada yang menghina orang tuanya" ucap Jinny
"aera devil ga akan bisa di tahan Ken" jawab Laila, Kenzo pun terkejut mendengar kata 'aera devil'
"maksud Lo?" Kenzo bingung
"aera devil tuh pernah muncul juga sebelum ini, aera seperti memiliki kepribadian ganda, dia akan seperti itu jika mendengar penghinaan untuk orang tuanya" jelas Jinny.
Kenzo mengangguk tanda mengerti dan meminta Jinny melanjutkan ceritanya.
"aera itu sosok yang sangaaatttt baik buat gue sama Laila, sosok aslinya itu lembut banget, memang agak sedikit pendiam ya memang dia introvert untuk kita, tapi jika aera dengan keluarganya aera itu jadi sosok yang ceriaaa sekali, aera jadi manja ke papa maupun mamahnya, awalnya juga kita ga pernah liat kemarahan aera sampe gue tuh terkagum sama dia karena super sabar banget, tapi setelah dia mendengar orang tuanya di hina, demi apapun sumpah gue malah makin kagum liat dia marah kaya tadi kaya 'keren', gitu" jelas Jinny
"oh berarti ini bukan pertama kalinya?", tanya Kenzo
"ya bukan, tapi Lo tenang aja, aera ga akan buat orang terluka parah atau dalam bahaya, dia cuma ngasih pelajaran aja supaya ga di ulangin lagi gitu, yaa palingan kena mental dikit" jelas Jinny lagi
__ADS_1
"gue khawatir aera melakukan yang lebih" ucap Kenzo
"ga akan, Lo tenang aja Ken aera itu pandai mengontrol emosi dan ga suka yang berlebihan " jelas laila
Kenzo pun akhirnya mengerti, pertanyaannya pun sudah terjawab kan, tanpa menjawab Laila Kenzo pun berdiri dan pergi memanggil aera yang masih berada di belakang cafe.
tak lama kemudian Kenzo kembali bersama aera.
"minum dulu nih Ra, minuman penenang" ucap Laila memberikan secangkir coklat panas
"thanks lai lo tau aja" ucap aera
"oke kita lupain dulu kejadian tadi, dan kita lanjut hangout nya" ucap Alvaro tiba tiba yang sedari tadi diam tanpa bicara setelah melihat Aera marah.
(mereka semua mengangguk perkataan varo dan melanjut kan bersenda gurau)
jam sudah hampir tengah malam aera pun memutuskan untuk kembali kerumahnya dan mereka pun kembali kerumah nya masing masing
...****************...
(aera sampai dirumahnya)
"assalamu'alaikum mah...pah..." ucap aera
"waalaikumussalam mama di ruang keluarga sayang" terdengar suara mama
aera pun menghampiri mama nya.
"kamu baru pulang Ra? kenapa tumben hampir tengah malam" ucap papa saat aera mencium punggung tangannya
"maaf pah aku keasikan cerita sama Jinny dan Laila" ucap aera membuat senyuman manis di wajahnya
"ohh lain kali jangan sampe kemaleman lagi ya" pinta papa
"iya pah, kalo gitu aera kekamar ya mau bersih bersih, oiya ka val mana mah?" ucap aera bertanya
__ADS_1
"val nemenin kakek" ucap mama, aera mengangguk dan pergi kekamar nya untuk membersihkan diri
disisi lain Kenzo yang berada dikamarnya masih memikirkan kejadian yang baru saja terjadi di cafe tadi, sosok aera yang berbeda itu justru membuat Kenzo ingin mengenal aera lebih banyak lagi, sejauh Jinny dan Laila mengetahui yang belum ia ketahui pada diri aera, bahkan dia ingin mengetahui semuanya dengan jelas, Kenzo seperti dalam kuis cerdas cermat yang banyak sekali pertanyaan karena di dalam otaknya begitu banyak pertanyaan tentang Aera, siapa sebenarnya aera? sosok yang lembut bisa menjadi sosok yang menakutkan dan sosok itu biasa di panggil 'aera devil' oleh kedua teman dekat aera, sangat berbeda dengan sosok aera yang Kenzo kenal, aera yang baru saja ia liat sangat bertolak belakang dengan aera, yang tadi itu seperti sangat menguasai amarahnya, tidak seperti biasanya Aera yang selalu bersikap seolah ia tidak bisa melawan justru dia menahannya selama ini, Kenzo berfikir terlalu dalam hingga seperti teka-teki