
Mobil melewati pintu pagar dan berhenti tepat didepan rumah Aurora..
"aku masuk" kata Aurora tanpa mengajak Andre setidaknya untuk bertemu.
"Ra? " Andre turun dari mobil untuk memanggilnya hingga Aurora menghentikan langkahnya. Aurora yang merasa kecewa dengan obrolan sepanjang jalan yang tak kunjung dapat jawaban, pertanyaan yang menggantung membuatnya enggan untuk berbalik menghadap Andre, namun ia masih menyahut.
"ya? Ada apa? Aku capek, aku pengen cepat rebahan, tugas kuliah hari ini begitu menumpuk" alasan nya.
"baiklah" Andre tak melanjutkan kata katanya dan segera masuk mobil lagi.
"Andre tak menyukaiku, bahkan dengan tingkahku yang cuek sama sekali tak menggerakkan hatinya untuk membujukku" pikir Aurora sambil melangkahkan kakinya masuk rumah diiringi dengan Andre yang mengemudikan mobilnya keluar halaman.
"Non, udah pulang? Bibik udah belikan bahan bahan untuk bikin baksonya non, udah ada di kulkas semua" kata bik Sri pada nyonya mudanya itu.
"oh iya bik, biarkan saja dulu, aku mau istirahat sebentar" Aurora berjalan menapaki tangga rumahnya dengan sedikit loyo.
Ia meletakkan tasnya pada sofa kemudian merebhkan dirinya ke ranjang. Sebentar saja ia kembali bangun dan merogoh tasnya untuk mendapati ponselnya. Sudah banyak deretan pesan disana. Dari Brandon, Jesika dan ibunya.
Isi pesan dari Brandon tak lain hanyalah memamerkan party party yang ia lakukan. Begitu juga dari ibunya yang tak lain menanyakan kabarnya.
"tak ada satupun dari Andre" Ia pun mulai membuka pesan dari Jesika. "jam 2 otewe" dilemparnya ponsel itu lalu ia turun untuk mengambil sebotol mineral dingin. Ia juga tak lupa menyutil sedikit makanan yang terhidang diatas meja karna untuk makan saja ia masih belum bernafsu.
Ia naik lagi dan membuka laptop untuk sedikit mengurai kembali pelajaran yang dibahas dikampus. Namun beberapa saat setelah ia membuka lipatan laptopnya, ponselnya berdering menandakan panggilan masuk, diliriknya sedikit karna ia berada diatas meja belajar sedangkan ponselnya diranjang. Matanya menangkap nama pemanggil yang ia harapkan "Andre" lah yang menelfon.
Segera ia raih ponselnya, "what up?" tanyanya cuek.
"Ra, bolehkah aku kerumahmu? "
Ia terlihat girang, ia berteriak" yeyy" namun sebelumnya ia membungkam ponselnya dengan bantal.
"datanglah, sekarang! " ia menutup telfonnya.
" tuhan, apakah ia perduli padaku?" Bergegas Aurora segera mandi dan berdandan agar terlihat cantik.
Ia menunggu kawan kawan nya datang sambil masih memandangi dirinya dibalik cermin.
"aku cantik, aku pasti bisa mendapatkan cinta Andre, semangat" gumamnya sambil menganggkat lengannya yang terkepal..
Ia turun dengan hati yang riang. Ia juga memanggil bik Sri untuk menyiapkan bahan bahan pembuatan bakso diatas meja dapur. Tak lama kemudian, terdengar bunyi pintu diketuk..
"bik, tolong bukakan pintu, itu pasti Jesika" pinta Aurora sembari menilik jam yang melingkar dipergelangan tangan nya. Tepat jam 2 siang.
"baik non" bik Sri pun berlalu dari hadapan nyonya mudanya.
__ADS_1
"selamat siang bik" sapa seseorang saat pintu sudah terbuka.
"siang, den Andre"
"iya bik, Aurora nya ada? Tanya Andre lagi.
"ada den, silakan masuk" bik Sri mempersilakan Andre masuk dan mempersilakan nya duduk diruang tamu.
"non, ada den Andre di depan"
"aku deg degan tuhan" kata Aurora seraya memegang dadanya karna jantungnya berdegup kencang.
"bik, bikinkan minum ya"
"baik non"
Sambil menunggu bik Sri untuk membuat jus jeruk di mixer juice, ia merapikan dandanan nya.. Ia juga sedikit menutup bahunya yang terbuka dan merendahkan roknya yang diatas lutut.
"mari non, bibik mau antar minuman" kata bik Sri sambil merapikan dua buah gelas diatas nampan.
"eh eh, bik biar aku aja yang bawa" katanya sambil merebut nampan yang siap dibawa bik Sri.
"iya non"
"silakan Ndre diminum"
"makasih Ra" kata Andre sambil mengubah posisi duduknya dari yang menyandar disofa kini menyanggakan kedua sikunya ke paha.
"ada apa Ndre kamu kesini" tanya Aurora tanpa basa basi.
"a-aku mau minta maaf udah bikin kamu kesel, Ra" kata Andre sambil menatap mata Aurora kemudian dengan cepat menatap meja kembali.
"iya gak apa, lupakan saja" Aurora mendekati Andre lalu memegang tangannya.
"aku pengen kamu lihat aku, kamu cinta pertamaku Ndre" kata Aurora menatap keras kedua bola mata yang dimiliki Andre.
"iya Ra, aku butuh waktu"
"aku akan memberimu banyak waktu, aku tak akan merubah apa yang bisa aku lakukan untukmu, Ndre " ucap Aurora.
Andre menarik tangannya dari genggaman Aurora.
" makasih, Ra" ucapnya sambil terlihat lukisan senyum diwajahnya. Aurora pun ikut tersenyum.
__ADS_1
Tiba tiba pintu pun terketuk lagi, "pasti Jesika" fikir Aurora sambil mulai beranjak dari tempat duduknya untuk segera membukakan pintu. Benar saja Jesika langsung nyelonong masuk tapi masih juga tanpa Dias, dia hanya sendirian.
"Andre " seru Jesika yang mendapati Andre sedang duduk disebuah sofa diruang tamu. Andre hanya terdiam dan Jesika mulai mendekatinya dan duduk disebelahnya berjarak satu porsi duduk karna sofa yang mereka tempati adalah sofa panjang berkapasitas tiga orang, jadi Jesika mengosongkan bagian tengah untuk berjarak.
"ngapel ya Ndre, siang siang" kata Jesika mencandai mantan kekasihnya itu. Andre menatap Jesika tajam sampai sampai mengundang gelak tawa orang yang dipandangnya.
"santai aja kali Ndre, aku kesini cuman mau main aja tadinya aku mau ngajak pacar aku, tapi rupanya dia masih sibuk" kata Jesika yang sengaja membubuhi kata "pacar" pada kalimatnya sambil meraih minuman yang ada disebelah Andre.
"ini minuman Aurora, aku tau" katanya lagi.
"sakit, tapi biarkan saja, ini keputusan yang telah kuambil" jesika
"kenapa kamu lakukan ini" Andre.
"haii,, kalian ngapa bengong, apakah terjalin reunian para mantan yang belum bisa move on" kata Aurora yang tiba tiba mengagetkan mereka yang saling bertatap serius.. Dengan cepat Andre maupun Jesika membuang pandangan mereka. Andre juga segera minum untuk meredakan perasaan nya.
Aurora yang melirik sinis Andre dengan kecemburuan berusaha menetralkan perasaannya.
"Jes, gue ngajak lo kesini buat bikin bakso homemade, Andre juga ikut ya" kata Aurora sambil bergerak berdiri dan mengajak mereka kearah dapur. "yuk ngolah dapur" ajaknya.
Jesika dengan cepat segera menyusul langkah kaki Aurora, "ayo Ndre" ajak Jesika pada Andre.
Andre pun menyusul mereka pergi ke dapur. Disana sudah terdapat bahan bahan yang digunakan untuk membuat bakso.
"start yuk" ajak Aurora sambil mengeluarkan sebuah botol minuman dari dalam lemari es hingga ia meneguknya dan meletakkan kembali kedalam lemari es.
Aurora mengambil celemek dan dipakainya ia juga memberikan satu untuk Andre, sedangkan Jesika? Jelas saja ia mengambil sendiri.
Aurora bergelut dengan campuran adonan dibantu dengan panduan mbah youtube, Jesika jiga sibuk dengan memotong motong sayuran, Andre malah bingung mau berbuat apa.
"Ndre, udah asyar, mending kamu shalat aja dulu" sontak kata kata Jesika membuat Aurora melongo, sejenak ia hentikan pekerjaan kedua tangannya, menghela napas panjang kemudian berkata "pakai saja kamarku"
"sehafal itu Jesika pada Andre, bahkan untuk waktu ibadahnya saja masih terbiasa ia mengingatkan, itu hanyalah kebiasaan, aku ngerti" Aurora.
"Duh, seharusnya takku latah mengingatkan Andre waktu shalat, apa pikiran Aurora, Jesika bod*h" Jesika sambil menepuk nepuk jidatnya.
"dimana kamar mu" tanya Andre pada Aurora.
"ayo ku antar" kata Aurora sambil melepas celemek yang menempel ditubuhnya.
"silakan" kata Aurora sesaat setelah ia sampai didepan pintu kamar dan membukanya.
__ADS_1
Bersambung