
Aurora sedari tadi memandangi dirinya di cermin mulai menyisiri rambut nya yang berwarna kecoklatan itu. Rasanya ia ingin sekali menghubungi Andre untuk sekedar menanyakan aktifitasnya hari ini,, namun ia teringat bahwa Andre pasti sedang mengantar Aisyah kerumah sakit..
Namun karna merasa kesepian dan mungkin karna ketertarikan nya selama ini pada Andre membuatnya meraih ponselnya.. Ia search nama "Andre" dan mulai menekan layar panggilan...
Drrrttt... Drrrttt... (hp andre bergetar)
Andre mengangkat telfon dari Aurora
Hallo kata andre sambil meletakkan ponselnya di telinga namun masih fokus menyetir mobil..
"hallo ndre, emm kamu lagi dimana? Jawab Aurora disebrang sana..
Aku baru aja pulang dari nganter Aisyah ke RS, nih lagi dijalan mau pulang, ada apa Ra..
Mendengar nama "Ra" membuat Aisyah menghela nafas panjang namun ia berusaha agar Andre tak mengetahuinya, iapun memalingkan wajahnya kearah kaca mobil,, terbesit kecemburuan diraut wajahnya..
"ga papa sih, aku cuman pengen nelfon aja, karna ya aku ga ada kerjaan dirumah, sedangkan akhir akhir ini susah buat menghubungi jesika, karna mungkin tugas kuliah dia juga sih,, emm gimana keadaan Aisyah ndre??
Dia baik baik aja sih Ra, mungkin sedikit minum obat aja, insyaallah kedepan nya baik..
Iya, aku doakan smoga lekas sembuh, ya udah deh kalau gitu aku tutup ya ndre.. Bye bye
"iya Ra, bye" lalu ia meletakkan ponselnya di bagian depan mobil..
"siapa mas, aurora ya? Tanya Aisyah yang padahal sudah tau pasti bahwa itu adalah Aurora..
"iya cha, dia kan baru disini, mungkin dia belom begitu banyak punya teman, makanya dia pas gak ad kerjaan lalu hubungin aku"
Kayaknya dia perduli sama mas, dan keliatan nya pun mas andre juga senang dekat dengan nya, jawab Aisyah sedikit cuek.
"ya namanya juga teman Cha, kita kan harus bersikap baik" tegas Andre..
Sebenarnya Andre mengetahui bahwa Aisyah menyukai nya sejak lama, namun ia tidak terlalu memikirkan nya, toh ia menganggap Aisyah sebagai adiknya tak lebih dari itu, ia juga mengerti semua bahwa orangtuanya menginginkan nya bersama Aisyah nantinya, namun dikatakan bahwa orangtua mereka tidak memaksakan mereka untuk menentukan masa depan anak anak mereka.
Mereka pun melipir ke arah toko swalayan untuk berbelanja kebutuhan sehari hari,,
Andre mengambil troli yang tersusun di sisi depan toko, lalu mereka pun mulai berjalan untuk mendapatkan barang barang yang ada di catatan.. Setelah melewati antrean yang sedikit ramai, mereka pun akhirnya keluar membawa barang belanjaan yang lumayan banyak dan segera memasukkanya ke dalam bagasi mobil..
__ADS_1
Brukk.. Andre menutup bagasi mobilnya.. Tak terasa sudah hampir jam 3 sore,, sedang mereka belom melaksanakan shalat dzuhur..
"Mas Andre, apa ga sebaiknya kita singgah dulu di masjid seberang sana, karna kalau ngejar kerumah mungkin gak sempat buat sholat dzuhur" kata Aisyah sambil menunjukkan sebuah masjid yang terletak tak jauh dari toko swalayan tempat mereka berbelanja..
"ya bisa juga tu, ya udah masuk mobil biar kita langsung kesana aja" pinta Andre menyetujui ajakan Aisyah..
Tak lama berselang, Andre menunggu Aisyah diluar masjid, namun karna waktu yang terlalu mepet untuk menjelang asyar pun membuat Andre ingin melaksanakan shalat asyar sekalian.. Jamaah pun berdatangan dan ia melihat Aisyah juga tak beranjak dari duduknya,, hingga ia berwudhu kembali dan ikut serta melaksanakan ibadah shalat asyar..
Saat jamaah bubar, terlihat Andre memasukkan uang bernominal 50ribu di sebuah kotak amal disudut masjid, hal tersebut juga tak luput dari perbuatan Aisyah.. Sungguh mereka adalah sifat gemar bersedekah.. (patut aja bokap nyopap sangat menginginkan mereka bersama sebagai suami istri)
Mereka pun sampai dirumah segera, dan pastinya disambut hangat oleh ibu Azlina...
Hari ini Aurora ada jadwal les piano, yang mana les nya diadakan 2x dalam seminggu.. Guru les nya pun tiba di rumahnya, dan segera mengajarkan nya untuk bermain piano. Namun entah mengapa hari ini Aurora tidak bersemangat, ia seperti mendapati hatinya sedang diganjal sesuatu yang menyesakkan.. Ia juga tak lepas memikirkan Andre,,
"apa aku benar benar menyukai pemuda alim itu? Ini salah, aku hanya mengagumi kepribadian dia yang polos saja, aku menyukainya yang mudah bergaul dan sangat menghormati perempuan, itu aja gak lebih" gumamnya dalam hati disela sela latihan nya,hingga not piano yang ditekan nya pun telah lari dari nada yang seharusnya, ia melamun..
"oh mya god, what's wrong with me, i can't focus to doing this, aku benar benar telah terjebak" tak disangka ia mengatakan itu.. Kelakuan gadis bule itu membuat guru les nya menjadi bingung, ia pun memberi Aurora ruang untuk berkonsentrasi, lalu Aurora melanjutkan latihan nya dengan baik..
Setelah usai dengan latihan nya yang penuh drama, ia pun kemudian naik ke kamarnya dilantai atas untuk segera mandi dan menyiapkan diri, ia merebahkan dirinya dikasur dengan rambut masih dibalut dengan handuk kecil..
Jes, besok kan gak ngampus, let's go to hang out together kata Aurora di telfon nya..
Where we goin' tonight? Jawab orang yang menjawab panggilan telefon disana..
"ke bar sebentar bisa lah,, jemput gue ya.. Ntar pulangnya lo nginep dirumah gue aja" ajak Aurora.
"emm... Ngajak Dias kayaknya lebih seru deh, sekalian juga tuh ngajak Andre,, wkwkwk tapi selama gue sama dia sih, belom pernah dia melipir ke tempat begituan" kata jesika tertawa pecah
"ya udah buruan deh"
"iya iya, gue nelfon Dias dulu, tar gue kabarin lagi jawab Jesika.
Aurora pun segera merias dirinya dan ia berganti pakaian menggunakan setelan dress hitam mini yang memperlihatkan lutut dan sebagian pahanya yang jenjang lalu meraih jaket levisnya untuk menutupi bagian atasnya yang terliat terbuka..
(ini visualnya Aurora pas pergi ngebar ya gaess, seksi banget, fix cewek Amrik ya kan, hihi)
__ADS_1
Tak lama kemudian muncul sms dari jesika dilayar ponselnya "bentar lagi otewe" isi pesan yang ia baca
"hurry up" balas Aurora
"just a second, gue juga lagi nungguin Dias jemput"
"just hurry" balas nya lagi namun tak mendapat jawaban
Ia pun turun dan berpamitan pada pak Herman untuk pergi bersama Jesika malam ini..
... Titt tiitt... Clakson mobil terdengar dari balik pagar. Rumah Aurora yang mewah, ia menghampiri mereka yang tak lain adalah Jessica dan Dias yang telah menunggu disana..
"jadi gimana, lo jadi ngajakin Andre gak? Tanya Jesika penasaran, padahal sebelumnya ia sudah mengabari Andre untuk datang ke bar yang dimaksud untuk setidaknya bisa bertemu Aurora, Jesika juga mengatakan kalau terlihat Aurora seperti nya sedang galau.
"engga lah, gue ga nyaman aja kalo dia ngikut, dia kan gak minum, apalagi gue googling tentang agamanya kemarin, banyak banget larangan nya, pusing gue" kata Aurora menjelaskan...
"Diliat liat sih kayaknya Aurora lagi PDKt sama Andre ya Jes, kata Dias ikutan nimbrung main tembak..
"iya Yas, dia lagi kasmaran" ledek Jesika
"eh, emang kok, gue bakal ambil tuh si Andre dari lo, sejauh ini sih gue masih penasaran aja sama dia, lo jangan nyesel ya Jes, jawab Aurora blak-blakan
"iya, gue ikhlas, lo ambil aja, entar juga bakal kandas kok mengulang kisah aku, jawab Jesika tiba tiba berubah jutek.
"eh, ada yang marah nampaknya tuh" Dias menimpali dengan raut yang menandakan rada tak suka alias cemburunya.. (hihi,, jadi disini main seseruan lah ya obrolan nya, ntar kan tetiba nyampe bar gitu, dan jangan lupa vote ya readers, biar author semangat buat up terus)
"Engga dong, gue kan uda punya yang seiman" jawab Jessica mempublikasikan hubungan nya dengan Dias pada Aurora,sambil melirik pada Dias yang menandakan bahwa dialah kepunyaan yang dimaksud.
"yahhh,, gue obat nyamuk dong disini, kalian ya tega" cetus Aurora.
Sambil berlanjut pada obrolan yang seru, sampailah mereka pada sebuah bar/cafee beer gitu lah ya,, apa lah namanya yang penting menjual minuman anggur gitu..
Setelah memarkirkan mobil, mereka pun turun dengan masing masing Aurora dan Jesika menyelempangkan tas kecil milik mereka. Mereka masuk ke bar dan memesan minuman..
---
Bersambung
__ADS_1