Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
Desakan


__ADS_3

Andre pun berada dirumah sakit, disusul oleh ibunya, sedangkan ayahnya masih bekerja..


Andre juga tak lupa mengabarkan orangtua Aisyah yang berada diluar kota untuk tidak panik karna Aisyah baik baik saja.. Mereka pun menyerahkan sepenuhnya yang terjadi pada keluarga Andre..


Aurora yang sedang memainkan pianonya dengan mahir mendapat banyak perhatian dari pelatihnya. Pelatihnya saja sampai terkagum melihat keterampilan Aurora dalam bermain musik..


Usai dengan waktu latihan nya, Aurora memutuskan untuk jalan jalan sebentar ke danau sendirian..


"Ra, ke RS Harapan Bersama sekarang ya, jenguk Aisyah lagi sakit" begitu tertera pesan dari Jesika.


"Ndre, Icha kenapa? Begitu pertanyaan Jesika setibanya di rumah sakit..


"dia tadi pingsan di bandara"


"sekarang kondisinya gimana"


"dia cuman kelelahan dan butuh istirahat aja"


"syukurlah kalau begitu"


Aurora pun muncul.


"Ndre, gimana keadaan Aisyah" pertanyaan yang sama ia ajukan juga


"cuman butuh istirahat aja"


"syukurlah"


Di dalam ruangan tempat Aisyah terbaring lemah,


"Cha, kamu kenapa? Tante kuatir sekali, Kan tante udah saranin kalau untuk sementara tinggal aja dulu dirumah tante sampe kamu bener2 baikan"


"gak apa tante, Icha cuman butuh istirahat aja"


Dan tak lama, seorang dokter dan dua perawat masuk ke ruangan,


" nanti sore pasien sudah boleh pulang, harap pasien istirahat secukupnya ya bu"


"baik dok" jawab Bu Azlina..


Andre jesika dan Aurora pun masuk menjenguk Aisyah. Melihat kesertaan Aurora disana, Aisyah merasa terganggu, ia mulai tak menyukai sosok itu.


Ia cuek dan seperti membuang muka.


"semogs cepet sembuh Cha, Jesika menyemangati dengan menggenggam tangan sahabatnya itu.


Makasih Jes, Aisyah tersenyum.


"jangan terlalu lelah, harus banyak istirahat "


" iya jes"


" iya Cha, kesehatan prioritas, kalau udah sakit muka cantik pun bisa kusut" Aurora menimpali dengan sedikit gurauan, namun Aisyah aja tersenyum tipis saja.


Mereka pun berkemas untuk pulang, setelah mengantarkan ibunya dan Aisyah pulang, Andre pun berniat untuk menemui Aurora.. Selama ini banyak sekali yang ia pikirkan hingga sampai tiba hari nya ia memutuskan untuk bertemu Aurora..

__ADS_1


Ia menemui Aurora dikediaman nya,,


"Non, ada tamu, namanya den Andre" kata bi Sri yang menghampiri Aurora di kamarnya..


"Andre? Ngapain dia kesini? "


" persilakan dia masuk bik" langkah Aurora pun mengikuti jejak kaki bi Sri yang melangkah menuruni tangga..


"Ada apa Ndre? Bukan nya kamu nemenin Aisyah yang lagi sakit? " aurora melayangkan pertanyaan ketusnya.


" dirumah ada mama, aku kesini mau ngajak kamu keluar sebentar, ada waktu?


"Mau kemana? " Aurora seraya melihat pergelangan tangan nya yang dibubuhi arloji disana.


"ke taman"


Aurora yang ingin sekali mengiyakan nya namun bibirnya akan terpaksa menolak..


"kayaknya aku gak bisa, aku ada tugas kuliah yang harus ku kerjakan"


Andre terdiam, ia tak bisa berbuat banyak, apalagi memaksa.


"kalau gitu aku permisi"


Aurora yang merasa penasaran kemudian memanggilnya..


"Ndre " Andre yang hendak berlalu menoleh sejenak.


" ya? "


" aku punya waktu 10 menit saja"


"Ndre, apa terlalu penting untuk sekedar mengatakan sesuatu itu? Pertanyaan Aurora yang tampak mendesak.


"aku... Aku mempertanyakan pernyataan mu waktu dipantai Ra, " jawab Andre to the point


" yang mana? Yang aku menyukaimu? "


" Aku cuman ingin tau"


"kurang jelas? You not trust me? " Aurora membuang mukanya menutupi kekesalan nya.


Andre hanya terdiam, ia tak percaya kalau Aurora menyukainya..


" Kau tak menyukai ku? Tanya Aurora lagi,


"apa karna aku nonmuslim? Apa karna kita berbeda keyakinan? "


" Gak Ra, kita baru saja kenal beberapa minggu"


" aku tau semua tentangmu,, bahkan aku tau kalau Jesika adalah pacar pertama sekaligus ciuman pertamamu"


"aku juga tau siapa Aisyah, dan aku tau kalau kamu belum bisa melupakan Jesika sepenuhnya"


Andre terpaku, ia tak bisa lagi menjelaskan apa yang diketahui Aurora, karna sejujurnya ia memang belum bisa melupakan Jesika. Apa yang dikatakan Aurora adalah benar adanya.

__ADS_1


"kamu bisa menjadikanku sebagai obat untuk semuanya, aku ingin menjadi orang yang dekat denganmu Ndre"


" entah darimana rasa ini, tapi aku benar benar ingin mengenalmu lebih dekat, Ndre" lanjut Aurora.


" Ra, aku bukan tak tertarik padamu, tapi aku takut nantinya aku mencintaimu, dan berakhir seperti hubungan ku dengan Jesika "


" kita tak tau takdir kita Ndre" Aurora lalu menggenggam tangan Andre, ia bagaikan kebanyakan remaja yang sedang dimabuk asmara yang bahkan ia sendiri belum mempercayai bahwa secepat itu ia melabuhkan hatinya pada Andre, orang yang bahkan pernah menjadi pujaan hati sepupunya sendiri.. Ia terbawa suasana hingga memeluk Andre bahkan hendak menciuminya..


Namun Andre dengan refleks menjauhkan tubuhnya hingga terkesan ia menolak Aurora..


"Maafkan aku Ra"


"Maaf Ndre, tapi aku terbawa suasana USA, maafkan aku bahkan tak bisa mengontrol prilakuku"


"fine" kata Andre singkat.


"aku ingin jadi pacarmu, Ndre" Aurora mengatakan isi hatinya, karna sesungguhnya ia tak bisa memendamnya lagi.


"hah? Andre bener bener terkejut. Bukan pertama kalinya memang ia di tembak cewek, tapi ini memang membuat nya merasa beda


"iya, jadikan aku pacarmu, jika tidak cocok nantinya kau boleh memutuskanku, tapi cobalah dulu beri aku kesempatan menjalani hubungan yang lebih dekat denganmu"


Andre pun menunduk, ia tak tau harus berkata apa.. Disamping ia masing menyimpan kenangan bersama Jesika, ia juga tak mungkin menerima Aurora dengan keadaan Aisyah yang sekarang ini.


"kau tak mau? Aku punya waktu sampai kau punya jawaban nya" Aurora yang tau kalau Andre sedang dalam kebingungan.


Q


"tapi, jangan menolak, aku hanya menerima jawaban ya saja, antarkan aku pulang sekarang, ini bahkan lebih dari 20 menit"


Tanpa berkata kata, mereka sampai kerumah Aurora. Aurora segera masuk tanpa mempersilakan Andre untuk bertamu, Andre pun pulang kerumahnya.


"darimana aja Ndre" tanya mamanya yang sedari tadi tak melihat anaknya.


"Baru saja pulang menemui Aurora ma, Andre ke kamar dulu ma"


Melihat anaknya yang tak bergairah membuat Bu Azlina merasa curiga.


"Cobalah berwudhu dan shalat Ndre, maka kamu akan dapat solusi dari masalahmu" namun Andre telah memasuki kamarnya.


"hufftt,, mungkin karna aku terlalu banyak meninggalkan shalatku akhir akhir ini, makanya masalah selalu datang, belum lagi aku harus fokus untuk semester terakhirku" Andre nampak lelah, ia meraih handuk dan segera mandi.


Begitu juga Aurora yang berada dikamarnya, ia mengambil handphone nya lalu membuka foto Andre yang mengenakan baju couple, baju yang sama dengan yang ia punya..


"bahkan aku baru saja berada di Indonesia dan baru saja mendapati semester pertamaku, tapi aku sudah terjebak kisah cinta yang rumit, arrghh" Aurora mengacak acak rambutnya yang pirang itu.


"besok aku ingin menggunakan baju itu" pikir Aurora lalu mencoba memejamkan matanya.


Esok hari ia kembali berkuliah seperti biasanya, ia mengenakan kaos couple dengan jeans panjang yang membuatnya benar benar nampak jenjang.. Ia juga mengucir rambutnya.


Betapa terkejutnya ia setiba dikampus, kala mendapati Andre juga menggunakan baju yang sama.


"what? Kenapa bisa sama, apakah ini pertanda? Pertanda apa? "


Dari kejauhan, Andre juga memfokuskan pandangan nya pada Aurora, ia juga tampak terkejut.

__ADS_1


---


Bersambung


__ADS_2