Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
chapter 34 forgive me


__ADS_3

"ra...gue mohon maafin gue, gue cuma minta 1 kesempatan aja" ucap kenzo


"Besok ya" ucap aera pada kenzo


"Kenapa harus besok? Gue cuma butuh 5 menit ra, seenggaknya dengar kan gue bicara" jelas kenzo


Kenzo yang terus mengejar aera berusaha untuk mendapatkan sedikit waktu agar di dengar oleh aera, mereka seperti bermain kejar-kejaran di lorong kampus itu, kenzo terus mengejar tanpa merasa lelah, karena merasa bersalah atas sedikit kesalahan yang dia lakukan, namun dalam hati nya kenzo tidak bisa tenang tanpa aera


"Huffttt" aera membuang nafas nya panjang dan memberhentikan langkah nya


"Oke, silahkan bicara!" Lanjut aera


"Ra.. gue benar-benar minta maaf" ucap kenzo memulai bicara


"Ayo ke taman, kita duduk di sana" ajak aera


Akhirnya mereka berdua pun berjalan menuju taman kampus Meteor yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri, sesampainya di taman aera pun duduk dan di ikutin oleh kenzo


"Gue mohon maafin gue" ucap kenzo lirih


"Ken...lo tau? Gue ga berniat punya masalah sama lo, gue akan berusaha selalu jujur sama lo, tapi sekali lo ga bisa percaya sama gue, gue pun ga bisa memaksa Lo untuk terus percaya sama gue" jelas aera


"Ra..gue ga ada maksud buat ga percaya sama lo, gue benar-benar sedikit jealous sama lo dan Gus itu sampe gue terjerumus oleh salsa, gue benar-benar selalu percaya sama lo" jelas kenzo dengan nada rendah menyesali


"Jealous? why be jealous? a jealous person is because of a lack of trust" jelas aera


"Maafin gue......" Ucap Kenzo kembali terdengar lirih


"Udahlah Ken, gue juga malas berdebat soal ini, karena kita pun ga ada hubungan apa apa kan" ucap aera


"Jangan seperti itu Ra..maafin gue..hiikksss" ucap Kenzo yang terdengar menangis


"Lho kok nangis" ucap aera terkejut mendengar suara nya


"Gue ga tau harus gimana lagi, gue pengen seperti dulu" jelas Kenzo


"Jangan nangis" ucap aera


" gue akan melakukan apa pun asal Lo maafin gue" ujar Kenzo menyeka air matanya


" lelaki kok nangis" ledek aera


" ga peduli, gue mohon maafin gue" ucap Kenzo


"apa sih Ken, dari tadi minta maaf terus, Lo itu laki-laki jangan menurunkan harga diri Lo, mengakui kesalahan boleh, tapi ga perlu sampai seperti ini" jelas aera


"gue ga peduli, gue ga bisa liat Lo berubah Ra" ucap Kenzo


"iya gue paham, tapi Ken gue ga butuh maaf Lo sampai merendahkan diri Lo seperti ini, Lo itu laki-laki dan akan menjadi pemimpin nantinya, jangan kaya gitu lagi! ngerti?" tegas Aera


"tapi gue minta-..."


"ngerti ga?" tegas Aera memotong ucapan Kenzo sebelum Kenzo melanjutkan nya


"oke oke oke, gue mengerti" jawab Kenzo

__ADS_1


"good boy, sekarang pulang!" ujar aera


"pulang? sekarang? gue masih mau bicara sama Lo" ucap Kenzo menolak ajakan aera untuk pulang


"Kenzo kita udah ga ada masalah, sekarang Lo liat ini jam berapa?" ucap aera


"jam setengah 6 sore" ucap Kenzo melihat pada jam tangannya


"yaa itu berarti udah mau Maghrib, gue harus pulang Ken" jelas aera


"hmm yaudah dehh" jawab Kenzo lirih


"yaudah kalau gitu mau balik bareng atau mau gue duluan yang balik?" tanya aera


"ngga..ngga..ngga balik bareng aja"


"okee tapi kita ga searah Ken" ucap aera


"ya it's oke gue bisa ikutin Lo dari belakang" ucap Kenzo


"ga perlu Ken, kita pisah di pertengahan jalan aja nanti ya, udah mau maghrib juga, ga baik Maghrib di jalan" ujar aera


"iyaa oke oke"


mereka pun bersiap untuk kembali kerumah mereka, saat di pertengahan jalan mereka berpisah karena arah jalan menuju rumah mereka berbeda, namun yang sebenarnya adalah aera tidak mau kenzo tau rumah nya, karena sampai saat ini pun aera masih merahasiakan identitas asli nya sebagai putri tunggal keluarga alzidan.


sesampainya dirumah aera bingung saat melihat rumahnya yang terlihat ramai dengan beberapa mobil terparkir di halaman rumahnya.


"pak, ini kenapa ramai sekali, ada apa?" tanya aera pada security rumahnya


" ohh gitu, yaudah deh aku masuk aja, eh iya bapak sudah ngopi?" tanya aera


" hehehe belum non, belum sempat membuat kopi untuk saya karena ada tamu yang terus berdatangan" jelas security


" yaudah kunci aja gerbang nya pak, bapak buat kopi aja nanti ngantuk lho pak, lagian kenapa banyak tamu sih? yaudah aku masuk dulu ya pak" pamit aera


"baik non"


aera masuk ke dalam rumahnya rasa penasaran juga muncul dalam diri nya, kenapa tumben sekali banyak tamu yang datang hari ini, memang terdengar ramai orang berbincang namun karena ruang tamu terpisah dengan tangga menuju kamarnya jadi aera tidak melihat siapa tamu nya yang datang itu.


aera pun langsung masuk ke kamar nya dan memberikan diri nya karena sudah terasa lelah.


,,,selepas mandi aera sudah siap untuk beristirahat dengan setelan piyama tidur yang ia gunakan, tidak lama kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya


tok tok tok tok ( ketukan pintu)


"non erah...dipanggil ibu non" ucap bu murni


"ada apa bi?" tanya aera di dalam


" bibi juga ga tau non, ibu minta non datang ke ruang makan" jelas bi murni


"oke bi..sebentar aku pakai kerudung dulu" ujar aera


" baik non"

__ADS_1


aera pun turun dari kamarnya dan berlari menuju ruang makan


" kenapa ibunda ku" ucap aera menggoda mama


" eh sayang, kamu tunggu disini ya" pinta mama


"mau ngapain?" tanya aera


" udah tunggu aja sayang" jelas mama


aera pun menurut dan diam menunggu sesuatu yang tidak ia ketahui sambil menonton drama favorit nya tidak lupa snack coklat kesukaan nya.


tak lama kemudian papa aera dan beberapa orang datang dan disana juga ada valero mendampingi


" Ra..." panggil kak val, namun aera masih fokus pada layar ipad nya


" Aera alzidan" panggil valero lagi sedikit mengeraskan suaranya


" oi khapjagiya, uhuk uhuk uhuk" aera terbangun dari duduk nya karena terkejut dan sempat tersedak


" makanya jangan di tutup telinga nya, jadi budeg kan" ucap val


" oh aku ga denger kan, maaf" ucap aera setelah meminum segelas air


" sudah sudah...kalian ini berantem terus, aera cepat beri salam" jelas papa


" beri salam? pada siapa?" tanya aera bingung karena belum melihat tamu yang datang berkunjung itu berdiri


saat mencari seseorang yang harus ia beri salam aera refleks berucap


"ah anyyeonghaseyoo" membungkukkan badannya


" ishh anak ini" val memukul punggung aera pelan


" ihhh maaf pah" ucap aera


" Ra ini Kiyai Abdullah, Kiyai pondok kamu dulu, kamu lupa?" jelas papa


" ahhh assalamu'alaikum Kiyai, maaf aera tidak mengenali, abis nya Kiyai tidak pakai kopiah dan sarung seperti di pondok dulu" jelas aera mencium punggung tangan Kiyai Abdullah


" tidak apa-apa nak, lagi pula sudah lama sekali tidak melihat aera yang dulu gadis kecil, sekarang sudah dewasa tapi masih tetap lugu" jelas Kiyai lembut.


Kiyai Abdullah adalah ayah dari Gus faizar sekaligus pengurus juga kepala sekolah pondok pesantren milik kakek aera yang juga tempat aera menimba ilmu


Kiyai Abdullah memang terkenal dengan kelembutan namun tegas dalam mendidik


" lho kok ada faizar eh maksud aera Gus faizar" ucap aera terkejut saat melihat Gus faizar berdiri di samping Kiyai Abdullah


" lhoo kan Gus faizar anaknya Kiyai Abdullah, kamu lupa?" jelas valero


"oh iyaa aera lupa" ucap aera


" ada apa pah? kok tumben sekali" tanya aera


" ayo kita makan malam dulu, nanti setelah makan akan papa beritahu alasan mereka datang kemari" jelas papa dan aera pun menurut

__ADS_1


__ADS_2