Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
Rencana yang sama


__ADS_3

Andre melajukan mobilnya menuju pulang dan membawa serta sahabatnya, jadi Danu juga terbiasa nginap di rumahnya Andre sebelumnya.. Sampai dirumah jam menunjukkan pukul 11.20 yang artinya sudah larut malam..


Setelah Andre dan Danu membersihkan diri, Danu segera menarik selimut dan memejamkan mata, sedangkan Andre teringat dengan Jesika, ia masih belum bisa menghilangkan kebiasaan nya menutupi bagian tubuh Jesika yang terbuka selama pacaran, itu membuatnya tak henti memikirkan Jesika, benarkah telah berakhir? Pikirnya.. Ia kemudian turun kebawah untuk mengambil air minum dikulkas yang berada di diruang tamu, tak disangka ia mendengar rintihan dari balik kamar Aisyah yang berad dikamar tamu tak jauh dari ia mendapati air minum, ia pun memfokuskan pendengaran nya, seperti terdengar suara orang yang kesakitan..


Ia penasaran dan perlahan mendekati sumber suara, seperti nya benar saja, itu adalah suara Aisyah yang sedang merintih kesakitan,, Andre mencoba membuka pintu,


Klik, ia membuka sedikit untuk memastikan dan ia segera menuju kamar orangtuanya untuk membangunkan mereka..


"ma, pa, bangun ma,, kayaknya Aisyah butuh pertolongan" ia mengetuk ngetuk pintu kamar orangtuanya..


"ya alloh ada apa Ndre, tengah malem gini ngetuk ngetuk pintu, kamu pulangnya jam brapa, mama gak kedengeran kamu pulang" kata mamanya yang terselimuti rasa kantuk sambil mengucek ngucek matanya


"Ma, Icha kayaknya lagi kesakitan perlu bantuan dikamarnya"


"Pa, ayo kita liat Icha pa" bu Azlina pun terlihat panik


Mereka bergegas menuju kamar Aisyah,, benar saja Aisyah sedang merintih sembari memegangi perutnya.


"Cha, kamu kenapa?? " tanya bu Azlina sedikit panik


" gak tau ni tante, perutku kram tadi abis minum obat dari dokter"


"apa sebaiknya kita bawa ke Rumah Sakit aja, ma" saran Andre


"iya ayo siapkan mobil Ndre, mama kuatir kalo sampe Icha kenapa kenapa"


"iya Ndre cepat" ayah dan Andre membopong Aisyah untuk duduk di tempat tidurnya karna Aisyah terduduk memegangi perutnya di lantai..


"gak usah tante om, mungkin ini reaksi obat aja... Baring bentar aja udah baikan"


"engga Cha, kita ke IGD aja, mastiin kamu kenapa ya" bu Azlina sedikit memaksa.


"gak papa tante, sebentar lagi juga baikan, udah biasa kok tante"


"beneran ya gak papa, tante beneran kuatir Cha"


Iya beneran tante,,


"ya udah kalo gitu tante temenin kamu tidur disini aja ya"


"gak papa tante, aku bisa sendiri"


"ya udah kalo gitu kamu aja Ndre yang nemenin Icha, kamu bisa bawa selimutmu buat tidur di sofa sana" kata bu Azlina sambil menunjuk ke arah sofa di ruang keluarga tepat didepan tv..


"iya ma"


"ya udah kalau gitu kamu istirahat ya Cha, biar Andre yang nemenin diluar"


"iya tante, makasih banyak tante, maaf ngerepotin tante"


"iya Cha, biasa aja, tante seneng kok kamu bisa tinggal disini untuk beberapa waktu, ya udah tante tinggal ya.."

__ADS_1


"eh Ndre, mau kmana nak??"


"mau ambil selimut ma, ntar bisa kedinginan aku tidur di sofa"


"eh iya ya, buruan"


"iya ma,, "


Waktu menunjukkan pukul 2 dini hari, Aurora yang masih pusing pun terbangun dari tidurnya, dilihatnya Jesika juga berada di sampingnya untuk menemani nya tidur.. Dengan rambut berantakan dan masih mengenakan dress mini hitam yang ia kenakan untuk pergi ke bar, ia turun dari ranjang dan jalan sempoyongan sambil memegangi kepalanya yang terasa berat untuk mengambil segelas air minum yang berada disudut kamarnya..


"jam berapa ini? pikirnya,,


Argghh....!


Tak biasanya ia minum hingga tak sadarkan diri,, ia kemudian mengingat ingat saat mereka pulang dari bar tadi, "ku rasa Andre juga berada disana, aku mendengar jelas suaranya, apakah aku berhalusinasi?"


Hari ini ia bangun lebih awal meskipun masih terasa pusing, ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, namun Jesika masih menjadi penghuni disana.. Ia pun berpindah menuju balkon..


Hawa segar mulai terasa saat ia membuka pintu balkon,, "huaahhh" terdengar ia berkata sambil merenggangkan tangan nya..


"Ra, lo udah bangun, lo mabuk berat semalam" Jesika tiba tiba muncul dengan handuk yang melilit dikepalanya.


"iya Jes, Pala gue pun masih pusing nih, ya udah gue mau mandi dulu"


"iya sana buruan, ya ampyun berantakan banget lo Ra" kata Jesika sambil menepi kala Aurora melewatinya..


Ia pun berbaring pada bathtub yang telah dipenuhi oleh busa, ia memejamkan matanya, ia membayangkan apa yang dilakukan Andre dirumahnya saat pagi begini..


Selesai dengan dandanan nya yang natural dan anggun, mereka pun segera turun untuk menikmati sarapan mereka.. Disela sela makan, ponsel Jesika berdering, tertulis nama "Dias"


"aku didepan rumah Aurora ni Jes "


" sepagi ini? Masuk aja, kami lagi sarapan"


"oh, gak langsung aja?


"masuk aja dulu, tar sapatau sepupu aku mau ikutan juga"


"ok deh"


"kalian mau kemana Jes, masih pagi" tanya aurora penasaran


"mau kepantai, lumayan jauh dari sini Ra, lo mau ikutan gak, udah kusut gitu kayaknya lo"


"iya Ra, ikut aja yuk, rame kok sama anak anak juga, sahut Dias yang sudah berada di hadapan mereka


"Engga deh, gue lagi males, kecuali ada mantan lo Jes, boleh juga, hihi" Aurora mengejek Jesika yang berhasil membuat Dias jeuleos.


"iya tuh, biar ada yang ngasi jaket ala ala Dilan" Dias mulai menyindir dengan hiasan muka yang cemburu


Jesika hanya bisa terdiam,

__ADS_1


"ya udah, lo mau ikut enggak, gitu aja kudu panjang lebar"jawab Jesika ketus


"Hmm... Boleh deh, gue naik dulu ambil tas sekalian ambil kamera gue"


"ya udah buruan"


Dikamar Andre....


"bangun Nu, udah siang" kata Andre yang telah rapi sembari menampar paha sahabatnya itu.


"huaaammm, jam berapa sih, gue masih belom denger kokok ayam Ndre"


"ah lo bener bener ya, gue turun duluan, gue tunggu dibawah ya buat sarapan" Andre berlalu namun tak ad gubrisan dari sahabatnya yang masih menempelkan wajahnya di bantal dengan guling diantara kedua pahanya"


"pagi ma, pa" sapa Andre pada orangtuanya yang telah menunggunya di meja makan..


"pagi Ndre," sahut mereka bersamaan


"ayo buruan makan, Icha dah nunggu dari tadi loh" Bu Azlina mulai bercanda sambil nyindir nyindir


"bentar ma, nunggu Danu juga, dia nginep disini semalam"


"oh, mama ga tau, ya udah kita tunggu dia sebentar"


"Cha, perutmu udah baikan? Pertanyaan Andre sontak membuat ibunya dan Aisyah terkejut..


"Udah mas, itu udah biasa, reaksi obat mas" jawab Aisyah malu malu, sememangnya Aisyah adalah gadis yang anggun dan tak banyak tingkah, ia bagaikan calon menantu yang bener bener di idamkan oleh mertua.


"Gak papa Ndre, dia cuman minta ditemenin jalan jalan tu, katanya dia pengen banget ke pantai, kamu temenin gih" kata ayah Andre yang sedari tadi menyimak kini angkat bicara


"iya Ndre kamu kan juga ga kuliah hari ini, bisa tuh bawa jalan Icha sama Danu" mamanya setuju


"boleh tu tante, daripada galau muluk dirumah" Danu yang sudah secepat kilat merapikan diri sepertinya pun sudah berada disana..


"eh Danu, ayo sini makan dulu" kata Bu Azlina dengan keramah tamahan nya..


"iya makasih tante"


Ia pun menggeser kursi yang berada disebelah andre dan segera duduk..


"Nu, kamu sama Andre temenin Icha jalan jalan ke pantai ya hari ini, biar fresh gitu" bu Azlina kembali membuka pembicaraan ditengah tengah makan.


"siap tante, tergantung sopirnya aja" Danu melirik Andre sinis


"gimana Ndre" tanya papanya meyakinkan lagi agar anaknya mau mengajak Aisyah berjalan jalan..


"iya ma"


"tuh Cha, denger kan, ntar Andre mau ngajak Icha jalan jalan tuh" bu azlina tersenyum lebar


Mereka pun menikmati sarapan dengan gembira

__ADS_1


---


Bersambung


__ADS_2