
pagi hari aera terbangun saat adzan subuh berkumandang, aera bergegas bangun dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi meninggalkan kasurnya sebelum kantuknya membuat dia malas untuk bangun.
aera menunaikan sholat subuh nya dengan khusyu'.
diakhir rakaat sholatnya aera mengakhiri nya dengan salam, dan berdoa sejenak, dalam do'a nya aera menyebutkan keinginan nya untuk hari ini.
"ya Rabb, hari ini adalah hari dimana aku harus membuat keputusan yang benar-benar sangat penting untukku, aku mohon tunjukkan aku jalan yang baik, jika aku membuat kesalahan tolong tegur aku" ucap nya dalam do'a
hari ini adalah hari pertunangan Aera dan Gus faizar. keputusan papa jooan benar-benar dijalankan, dan papa jooan pun yang meminta untuk pertunangan nya di percepat.
3 hari sudah sejak papa jooan memberitahu keputusan nya dan itu juga cukup untuk aera beristikharah seperti yang di katakan Gus faizar.
Aera sangat terlihat cantik dan anggun dengan mengenakan dress silver dengan di padukan hijab syar'i berwarna senada dengan dress nya, dengan sedikit polesan make Up natural yang di bantu oleh mama thiva, pertunangan ini pun di gelar dengan tertutup dan hanya keluarga saja yang datang.
"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, saya Abdullah orang tua dari Muhammad faizar malik, mohon izin bapak, saya datang kemari dengan niat untuk meminang putri dari bapak jooan untuk di persunting oleh anak saya faizar, apakah bapak bersedia jika anak saya mempersunting putri bapak?"
" waalaikumussalam pak Kiyai, saya menerima niat baik dari pak Kiyai beserta keluarga, saya dan istri menyetujui niat baiknya, namun keputusan ini juga akan diambil oleh Aera putri saya, jadi sebaiknya kita tanyakan langsung keputusan nya dari Aera"
" Bagaimana neng Aera?" tanya Kiyai
Dengan hati yang berdetak kencang dan dengan tangan yang bergetar juga keringat dingin yang mengalir di dahi aera, dia mulai menjawab
" assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, saya Aera nada alzidan binti Muhammad jooan alzidan, memohon maaf jika keputusan ini merugikan pihak kedua belah pihak...."
semua orang yang ada di sana mendengar itu pun cukup khawatir jika aera menolak pertunangan itu
" Dan semoga keputusan ini menjadi keputusan terbaik yang aera ambil, bismillahirrahmanirrahim dengan ridho Allah juga ridho dari papa dan mamah, Aera menerima pinangan dari Gus faizar" lanjut aera memberi keputusan
Semua orang disana pun sangat senang mendengar keputusan yang aera ambil, awalnya mereka khawatir namun saat aera memberi keputusan yang mereka harapkan mereka tampak lega
Acara pun berjalan dengan lancar, ibu dari Gus faizar menyematkan cincin di jari manis milik aera pertanda bahwa aera sudah bertunangan dengan Gus faizar.
Aera belum memberitahu teman-temannya jika hari itu adalah hari pertunangannya dengan Gus faizar.
__ADS_1
terutama kenzo, ia sama sekali belum mengetahui jika aera di jodohkan oleh papa nya, aera pun tidak menceritakan hal itu pada kenzo.
...****************...
Hari sudah mulai gelap, jam menunjukkan pukul 20.00 WIB, Aera pun sudah masuk ke dalam kamar nya, dan sudah mengganti pakaian nya dengan yang lebih santai, selepas sholat maghrib berjamaah dengan keluarganya aera langsung membersihkan badannya yang terasa lengket bagi nya.
Aera yang tengah menonton drama Korea kesukaannya yang di bintangi oleh Park seojoon itu di kejutan dengan suara ketukan pintu dan entah siapa yang datang pada jam aera beristirahat
TOK...TOK...TOK..
"Nuguuuseyo?"('siapa' dalam bahasa Korea)
" Kakak" jawabnye yang ternyata valero
" Ada apa kak?" tanya aera yang masih duduk santai di atas kasur nya
" Bukain dulu ih, kakak mau bicara!" punya kak val
" Kenapa?" tanya aera setelah membukakan pintu kamar nya
valero masuk tanpa disuruh oleh aera dan aera pun menutup pintunya
" Duduk!" pinta val yang duduk di sofa kamar aera
" hmmm" aera duduk di sampingnya
" Kenapa kamu berubah pikiran?" tanya valero to the point
" maksud nya?"
"yaa kenapa kamu berubah pikiran? Kemarin kamu menolak keras perjodohan, tapi sekarang malah menyetujui nya" jelas valero
" kan aku bilang kemarin aku butuh waktu, lalu gus faizar minta aku buat sholat istikharah selama 3 hari kemarin, dan ini hasilnya, keputusan aku ga salah kan?" jelas aera
__ADS_1
" Engga ra, justru keputusan yang menyertai Allah itu keputusan terbaik, dan ini bukan keputusan yang salah, kamu sudah mengambil keputusan yang benar, kakak ikut senang jika nanti kamu menikah dengan faizar" ujar valero
" Aera akan belajar bersikap dewasa kak, aera ga mau egois yang hanya mementingkan kebahagiaan aera, aera juga ingin mama dan papa bahagia karena aera, dan aera pikir dengan keputusan aera papa dan mama akan senang" ucap aera
" Tentu saja, kenapa tidak? apalagi papa kamu, masya Allah bahagia banget tau ga, beliau selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu ra, dan keputusan ini adalah hadiah terbaik untuknya" jelas kak val mengusap kepala aera yang tertutup hoodie
" Aera jadi sedih" ucap aera dengan mata berkaca
" lho kok sedih sih?"
" abis nya kata-kata kakak bikin aku mewek" jelasnya
" itu namanya terharu mimin" ledek valero
" iya itu maksud aku "
"yaudah sekarang kamu tidur! Besok kuliah kan? Kakak sengaja meminta dosen kamu untuk mengajar di jam pagi agar pulang tidak terlalu sore, selepas kuliah kamu ikut kakak fitting baju bareng mama kamu " jelas valero
" lho kok cepet banget udah fitting baju aja? Kan baru hari ini tunangan nya" tanya aera terkejut
"Pernikahan kamu di percepat untuk menghindari fitnah ra" jelas valero
"Tapi itu cepet banget lho kalo" elak aera
" udah ga usah banyak protes, ini demi kamu juga lho, kan aera anak baik" bujuk val
" iya iya " jawab aera pasrah
valero pun keluar kamar aera dan menutup pintu nya, karena terkejut mendengar kabar pernikahan nya di percepat aera jadi sulit tertidur.
(Apa aera tidak sabar untuk menjadi istri dari Gus faizar atau aera panik karena takut teman-temannya akan tau berita itu? Entahlah...)
Akhirnya aera menyalakan lilin aroma terapy dan menyetel murrotal untuk menemani nya agar terkantuk di malam itu.
__ADS_1