
sejak hari dimana aera mengetahui bahwa Kenzo terluka, aera jadi overprotektif pada Kenzo, liburan juga sudah selesai, dan mereka akan kembali ke aktivitas kampusnya seperti sediakala.
pagi hari di rumah aera sebelum berangkat kuliah aera menyempatkan untuk sarapan dengan kedua orang tuanya.
"mah, aku mau bawa bekal hari ini" ucap aera sambil mengambil gelas yang berisi susu di sampingnya
"bolehh sayang, nanti mama siapkan" jawab mama.
"tumben kamu Ra, biasanya ga mau bawa bekal, kecuali coklat, emang di pantry kenapa?" tanya papa
"ga kenapa-kenapa pah, cuma aku lagi mau bawa masakan mamah aja, udah lama kan" ujar aera
"iya sih, yaudah mah siapkan bekal yang banyak untuk aera, biar temannya juga merasakan masakan mama yang ga ada duanya ini" ucap papa ada mama
"siapp tuan raja" jawab mama
aera pun hanya tersenyum melihat chemistry kedua orang tuanya dan melanjutkan makan.
bekal makan aera pun sudah siap, tak lupa mama memberikan coklat kesukaan aera agar mood aera selalu baik.
aera pun berpamitan berangkat ke kampusnya, seperti sebelumnya aera pergi menggunakan motor kesayangannya itu yang selalu ia bawa ke kampus nya.
...****************...
sesampainya di kampus aera langsung memarkirkan motornya, dan berjalan menuju kelasnya.
berjumpa dengan teman-temannya dan juga ada Kenzo di sana dengan gips yang melekat di tangannya, aera duduk di bangku nya dan menaruh barang-barang nya.
"wahhh banyak banget bawaan Lo Ra, bawa apaan aja Lo?" cetus Laila
"bawa bekal" ucap aera
"bekal? buat makan?" tanya Laila lagi.
"yaiyalah masa buat persembahan" ucap aera
"iyaa maksud gue kok tumben Lo mau bawa bekal, biasanya kan ngga, terus kan kita biasa makan masakan pantry" ucap Laila
"lagi pengen aja" jawab aera singkat.
beberapa saat mereka berbincang dan saatnya materi pelajaran pertama di mulai.
aera fokus pada pelajaran nya selama jam kelas sedang berjalan, hingga akhirnya jam kelas pun selesai dan waktunya makan siang.
aera membuka bekal yang ia bawa.
"Nah!" ucap aera
"raa Lo bawa ini semua? banyak amaattt" ucap Laila terkejut membulat kan mata nya.
"iya gue minta bekal buat gue aja tapi papa minta mama bawa yang banyak supaya kalian ikut makan masakan mama gue" jelas aera
"kaya bocil kelas 3 SD deh Lo" ledek aera
"biarin, mama gue mah sayang sama gue" ucap aera
"iya iya" jawab Laila pasrah, temannya yang lain pun hanya bisa tertawa melihat perdebatan mereka.
"Ken, duduk sini Lo!" pinta aera
__ADS_1
"mau apa?", tanya Kenzo
"sini makan juga ya kali Lo diem aja di situ" ucap aera
pasalnya semua temannya sudah duduk menyantap makanan yang di bawa aera.
Kenzo pun hanya bisa menuruti perkataan aera dan duduk di samping aera.
"ayo makan!" ucap aera
"gue kan ga kidal" ucap Kenzo
"ohh iya lupa gue" aera pun mengambil makanan untuk Kenzo dan menyuapi nya
"aaa...cepat makan!" pinta aera sambil menyodorkan sendok berisi makanan pada mulut Kenzo
Kenzo pun menerima suapan aera itu, teman temannya tersenyum melihat mereka.
saat Kenzo bergerak tangannya yang terluka tak sengaja mengenai ujung meja dan Kenzo pun merintih kesakitan
"Aaaa...Aauuu gila nyeri banget" ucap nya
"ehh kenapa Ken kenapa? tanya aera yang sangat khawatir dengan nya.
"tangan gue...tangan gue" ucap Kenzo kesakitan
temannya yang melihat itu pun sama khawatirnya dengan aera, mereka pun bertanya ada apa dengannya dan apa yang di rasakan oleh Kenzo
"tangan Lo kenapaaaa? tanya aera
"tangan gue kepentok meja, sakit banget" ucap Kenzo merintih
"sukurin, siapa suruh bikin tangannya luka? ini Lo yang buat sendiri kan jadi rasain!" ucap aera kesal setelah memukul tangan Kenzo
"sakit tau..gue juga kan ga tau bakal mengalami ini" ucap Kenzo memelas
" bodo rasain aja! udah cepat makan lagi! Aaa" ucap aera seperti kesal pada Kenzo, Kenzo terus menutup mulutnya
"cepetan ga! aaa!" pinta aera membuat Kenzo akhirnya membuka mulutnya dan menerima kembali suapan yang di beri aera.
"Ra..kok lu jadi kaya Ema nya Kenzo kalau marah marah gitu " ujar Rion
"biarin aja biar tau rasa dia" ucap aera kesal
Laila pun memukul lengan Rion sengaja memberi kode untuk diam
"aera...jangan gitu dong, kasian lho Kenzo tangannya udah sakit masa mau Lo marahin juga" ujar alvaro
"Abisnya gue kesel var, masa dia luka kaya gini malah di sembunyikan dan tak memberi tau kita semua, dia anggap apa kita ini" ucap aera kesal
"bukan gitu Ra..gue cuma ga mau kalian khawatir aja, karena kan ini kesalahan yang tak sengaja gue lakukan" jelas Kenzo
"ya makanya Lo tak perlu banyak bicara dan habiskan makanan Lo sekarang!" ucap aera dan terus menyodor kan sendok ke dalam mulut Kenzo,
dan Kenzo pun tak bisa menjawab ucapan aera, teman temannya yang ada di sana pun hanya terkekeh melihat tingkah aera yang terlihat sangat khawatir namun di tutupi dengan kemarahannya.
mereka pun melanjutkan makannya tanpa ada yang berbicara lagi agar selesai dengan cepat, lalu mereka kembali ke kelas mereka dan melanjutkan materi pelajaran selanjutnya.
karena tangan sebelah kanan Kenzo tidak bisa di gunakan jadi Kenzo hanya merekam penjelasan materi yang di sampaikan dosen karena tangannya belum mampu untuk menulis dengan benar dan masih terlalu sakit untuk masa pemulihannya.
__ADS_1
pelajaran pun selesai..
mereka di berikan waktu senggang untuk membaca buku di perpustakaan kampus.
di dalam kampus juga ada cafe kecil untuk para mahasiswa memesan kopi agar dapat menemani mereka saat membaca.
"ada yang mau pesan kopi?" tanya Jinny
"gue mau, gue mau" ucap Laila dan Rion hampir bersamaan.
"gue nitip ice americano sama latte ya" aera pun turut memesan
"oke, tunggu bentar ya" ucap Jinny
selang 5 menit Jinny kembali membawa kopi pesanan mereka dan membagikan kopi mereka masing masing.
"nih" ucap aera menyodorkan segelas kopi pada Kenzo
"apa ini?" tanya kenzo
"americano kesukaan Lo" ucap aera
"buat gue?"
"yaiyalah, ga mau? ya udah buat gue aja" ucap aera
"eh ngga ngga ngga iya makasih Ra" ucap Kenzo
"hmm" jawab nya singkat
"kalian berdua lagi kenapa si? aneh banget lho, yang 1 marah yang 1 nya kaya orang merasa bersalah" ucap Laila
"kita? ga kenapa kenapa lai" jawab Kenzo
"itu si aera masih cemberut aja" ucap Laila menunjuk aera
"biasa tuan putri lagi ngambek" ledek Kenzo membuat aera menoleh ke arahnya dan memutar dua bola matanya
"Ra...udah dong marahnya, gue janji deh setelah ini ga ada rahasia rahasiaan lagi, gue janji gue akan bilang apapun yang gue alami atau rasakan sama kalian, beneran janji!" ucap Kenzo
"halahhh bulshit kau" ucap aera
"ngga gue beneran, sekali lagi maafin gue ya guys" ucap Kenzo pada temannya termasuk aera
"Santay aja bro! tapi ibu negara tak akan bisa Santay" ucap Rion meledek Kenzo
"ehm ehm...ibu negara yang cantik, maafin gue ya, janji ga bakal ngulangin lagi" ucap Kenzo memohon dan aera pun menoleh..
"janji?"
"iyaa"
"awas Lo ulangin lagi! gue tebas Lo" ucap aera meluluh
"weeyyy serem!" ucap Rion.
teman teman aera pun terkekeh, mereka kembali meminum kopi yang mereka beli itu sambil membaca buku masing-masing.
berbeda dengan yang lain, Laila dan Rion justru malah main game bersama dan tidak membaca buku sama sekali, mereka hanya memanfaatkan buku untuk menutupi permainan mereka itu.
__ADS_1